Red Velvet, Cake Cantik di Hari Lebaran



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Lebaran nanti, udah ada rencana mau menyajikan cake apa?. Ada beberapa cake yang biasanya saya buat, seperti cake ketan hitam kukus, cake pisang, atau cake tape. Nggak hanya untuk konsumsi sendiri atau disajikan ke para tamu yang datang, tapi juga sebagai hantaran ke rumah orang tua. Nah, lebaran ini pengen menyajikan cake yang berbeda, seperti Red Velvet.

Udah pada tahu dong yah cake red velved? Cake cantik yang sampai sekarang masih belum kehilangan pesonanya. Bahkan, banyak produk yang bisa kita temukan dengan menyantumkan red velvet sebagai varian rasanya, sebut saja es krim, kopi, dan milkshake. Saya sempat penasaran, dari manakah asal cake merah yang lezat ini.

Ternyata, hasil dari googling, rad velvet ini sudah ada sejak tahun 1940-an, masa perang dunia kedua. Jadi, cake ini disajikan untuk tentara Amerika. Ini adalah hasil kreativitas para chef, yang saat itu mengalami kesulitan untuk mendapatkan pewarna makanan. Alhasil, digunakanlah buah bit yang banyak terdapat di sekitar sana. Hasilnya, warna merah pekat yang cantik!. Lalu, cake ini makin populer hingga ke belahan dunia lain sejak muncul di film Still Magnolias, pada tahun 1989. Saat sang pengantin pria di dalam film ini membawakan cake red velvet dalam bentuk armadillo kepada sang pengantin wanita.

Sebenarnya, apa sih keistimewaan red velvet dibandingkan cake yang lainnya?, selain warna merahnya yang seksi, cake ini memiliki krim olesan yang berbeda. Biasanya, krim olesan cake terbuat dari mentega putih atau krim putih telur/maringue. Tapi red velvet, krimnya menggunakan cream cheese yang dipadukan dengan sedikit gula bubuk, vanili, sehingga rasanya ada sensasi asam, manis, dan gurih. Cakenya sendiri memiliki tekstur yang lembab. Kebayangkan enaknya.

Sahabat Ummi...

Tertarik untuk membuat cake legendaris ini?, berikut bahan dan cara pembuatannya yah, saya ambil dari resep Mbak Endang di http://www.justtryandtaste.com/2013/03/red-velvet-cake-versi-kukus-yang-ini.html



Untuk 3 lapis cake dengan ukuran loyang 23x23x10 cm

Bahan A (anda bisa menggunakan 1/2 resep bit di bawah):
- 200 gram bit merah
- 250 ml air

Bahan B:
- 4 butir telur ukuran sedang
- 100 gram susu cair
- 25 gram krim kental, bisa menggunakan dairy dan non dairy cream
- 1 buah jeruk lemon, peras airnya

Bahan C:
- 220 gram mentega/butter
- 200 gram margarine
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanila ekstrak 
- 1 sendok makan pasta pewarna merah (saya menggunakan 1 1/2 sendok makan dan warna cake terlalu menyala, anda bisa kurangi sesuai selera anda)

Bahan D (ayak jadi satu):
- 400 gram tepung terigu protein rendah
- 35 gram coklat bubuk, saya pakai Bensdorp 
- 20 gram susu bubuk
- 1 sendok teh baking powder double acting
- 1/2 sendok teh garam

Topping cream cheese:
- 250 gram cream cheese, biarkan cream cheese disuhu ruang agar lembut jika cream cheese terlalu kaku dan keras
- 100 gram mentega, suhu ruang
- 150 gram gula halus (haluskan gula pasir dengan blender)
- 100 gram krim kental pilih yang non dairy cream
- 1 sendok teh vanilla ekstrak
- 1 sendok teh rhum essence (optional)

Cara membuat:
  • Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan margarine. Taburi bagian sisi-sisi loyang dengan tepung. Alasi bagian dasar loyang dengan kertas baking, olesi permukaan kertas dengan margarine. Potong kertas lebih panjang dibandingkan loyang sehingga ada bagian kertas yang masih keluar dari dalam loyang, sisa kertas sebagai pegangan dan memudahkan kita saat akan mengeluarkan cake dari loyang. 
  • Siapkan kukusan, beri air yang banyak dan panaskan hingga mendidih. Anda juga bisa memanggangnya di suhu 170'C. 
  • Rebus bit dan air hingga bit menjadi lunak dan matang. Masukkan bit ke dalam blender dan proses hingga halus. Sisihkan hingga bubur bit menjadi benar-benar dingin. Ambil 70 gram adonan bit untuk membuat cake, anda hanya memerlukan 70 gram saja. 
  • Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, margarine dan gula pasir, kocok dengan kecepatan rendah hingga adonan tercampur baik, kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi sedang dan kocok hingga mentega dan margarine berubah warna menjadi putih, mengembang dan pekat. Anda bisa lihat mentega dan margarine yang tadinya padat dan tidak terlalu banyak volumenya, berubah menjadi kembang dan ringan. Jika anda menggunakan tipe mikser seperti yang saya gunakan, naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi untuk mempercepat proses. 
  • Ketika adonan  telah mengembang (membutuhkan waktu sekitar 5 - 8 menit jika menggunakan mikser seperti saya dan akan lebih singkat waktunya jika anda menggunakan mikser heavy duty),masukkan pasta pewarna dan lanjutkan mengocok hingga perwarna tercampur baik. Matikan mikser. 
  • Dalam mangkuk terpisah, masukkan bahan B: telur, 70 gram bubur bit, susu cair, air jeruk lemon dan krim kental. Aduk hingga rata.
  • Hidupkan mesin mikser, gunakan kecepatan paling rendah. Masukkan larutan telur dan ayakan tepung terigu secara bergantian. Gunakan sendok sayur untuk memasukkannya, sambil adonan terus dikocok hingga tercampur baik.
Note: porsi adonan sangat banyak, pekat dan kental. Ada kemungkinan adonan akan naik ke gagang pengocok. 
  • Kocok hingga adonan tercampur baik, segera matikan mikser. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing seberat 500 gram. Masukkan masing-masing bagian adonan di loyang, karena saya hanya memiliki 1 loyang maka saya mengukus cake secara bergantian. Jika anda menggunakan baking powder double acting maka cara ini bisa dilakukan, karena baking powder jenis ini bereaksi ketika adonan dipanaskan. Jika anda menggunakan baking powder single acting sebaiknya cake langsung di kukus/dipanggang dan jangan menunggu terlalu lama.
  • Kukus cake selama 30 menit. Jika anda menggunakan kukusan biasa, tutup permukaan kukusan dengan kain baru ditutup dengan penutupnya. Jika anda menggunakan kukusan klakat seperti yang saya lakukan maka anda tidak perlu menggunakan kain karena uap air akan mengalir turun dari tepi kukusan, tidak langsung menetes di atas permukaan cake. 
  • Jika cake telah matang (test dengan tusuk gigi),  keluarkan dari kukusan dan biarkan hingga benar-benar dingin di dalam loyang. Saran saya, masukkan ke dalam kulkas, suhu dingin membuat cake menjadi padat dan tidak mudah hancur saat dikeluarkan dari dalam loyang. Angkat kertas baking yang menjulur keluar loyang dan balikkan cake, lepaskan kertas dengan hati-hati. 
  • Lakukan pada semua adonan, saya harus mengukusnya selama 3 kali untuk mendapatkan 3 lapis cake. Untungnya dengan baking powder double acting, semua cake berhasil dengan baik. Hanya sayangnya saya tidak sabar menunggu dingin, membuat cake menjadi retak dan remah saat saya paksa keluar loyang saat kondisinya masih hangat. 

Membuat topping cream cheese   


  • Masukkan cream cheese ke dalam mangkuk mikser, kocok dengan kecepatan sedang hingga menjadi adonan yang lembut. Tambahkan mentega, gula bubuk, vanila, rhum, dan krim kental, lanjutkan mengocok hingga menjadi adonan yang kental. 
  • Adonan yang terbentuk pekat, kental dan mudah untuk disapukan ke cake.  
  • Letakkan selapis cake di wadah datar, lapisi dengan topping cream cheese merata ke seluruh permukaan cake. Tumpukkan cake berikutnya, lapisi kembali dengan cream cheese, terakhir tumpukkan lapisan cake ketiga dan lapisi seluruh permukaan cake dengan cream cheese. 

Posting Komentar