Phone photoghraphy, Hobi Baru Tantangan Baru

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Sekarang, usia saya udah kepala 3. Dulu, ada suatu keinginan yang nggak tertulis di proposal hidup saya, yaitu pengennya pas usia kepala 3, udah punya anak 3 dan pendidikan udah sampai S3. Tapi, karena emang nggak ditulis, nggak ada fokus dalam pencapaiannya, akhirnya punya anak udah 2 dan pendidikan juga cuma sampai S2 aja. Terlebih, saat ini saya udah nggak mengajar lagi, tapi memilih untuk di rumah. Nggak papa, buat orang yang dulu hobi sekolah seperti saya, akhirnya sadar, bahwa banyak ilmu yang bisa kita dapat di luar sekolahan hahaha...

Ilmu yang ternyata "urgen" banget buat saya, seperti parenting dan masak memasak :D
Nah, kalau itu mah masih selalu dalam proses perbaikan yang berkesinambungan yah. Setidaknya udah lumayanlah, dari sebelumnya. Terus, selain berjibaku dengan urusan domestik, saya juga menulis. Baik menulis di blog ini, maupun menulis buku.

Saya ingat, saat menulis beberapa buah buku, diharuskan ada ilustrasinya, berupa foto. Nggak cuma itu, pas nulis di blog, gambar juga harus ada biar penampilan blog makin kece, yang baca juga betah. Sebenarnya mudah, banyak situs yang menyediakan gambar secara gratis tis. Tapi, punya gambar sendiri itu menurut saya lebih sesuatu :D

Alhamdulillah, waktu itu saya punya kamera saku. Hasil fotonya, sukses mejeng di buku maupun di blog ini. Sayangnya, kamera itu rusak. Saya akhirnya harus jeprat-jepret dengan mengandalkan kamera handphone yang cuma 5 MP. Punya keinginan sih buat perbaiki, tapi karena ongkos perbaikannya mahal, apalagi kemampuan kameranya udah sama dengan kebanyakan kamera handphone sekarang, keinginan itu diurungkan. Saya lebih memilih membeli handphone baru, kameranya 13 MP.

Sahabat Ummi...

Kamera handphone yang saya gunakan saat ini, bikin makin semangat jeprat-jepret. Apalagi sejak saya aktif di instagram dan bergabung di grup photography. Wah, ini udah jadi hobi baru buat saya, food photography. Ternyata, ada tantangan tersendiri juga, saat memotret dengan senjatanya kamera handphone. Jiwa pembelajar saya terpanggil *halaaaah :D
Hobi ini, benar-benar bikin hidup makin hidup!





Benar-benar tertantang untuk bisa menghasilkan foto yang kece, nggak kalah dengan kamera mahal yang biasa digunakan oleh profesional. Saya percaya, alat itu tergantung dengan siapa yang menggunakannya. Jadi, nggak melulu hasil foto kece itu karena menggunakan kemera yang kece, tapi tergantung juga dengan ke kece-an si pemegang kameranya :D





Memangnya, apa aja sih tantangan memotret dengan menggunakan kamera handphone?

Jelas dong yah, ukuran lensanya terbatas. Saat memotret, mengeksplorasi angel itu penting banget biar foto nggak monoton. Biasanya, lebih aman ketika menggunakan BEV (bird Eye View) atau flatlay. Tapi, maunya kan kita nyobain berbagai style. Tantangan banget ini, gimana caranya supaya nggak terjadi distorsi atau kebocoran. Soalnya, foto menggunakan berbagai properti, termasuk alas foto yang ukurannya terbatas.

Tapi, tetap bisa oke kok. Tipsnya:

  • Kenali kamera handphone kita. Kamera handphone juga punya settingannya lho. Jadi, kita bisa mengatur secara manual, atau pakai yang otomatis aja.
  • Saat memotret, hindari menggunakan flash dan fitur zoom. Lebih oke lagi kalau menggunakan cahaya matahari. Jadi, saat memotret, perhatikan arah sumber cahayanya.
  • Gunakan properti foto yang berukuran mini. Ini akan memudahkan kita dalam mengatur komposisi foto.
  • Menggunakan alas foto yang berukuran A2 atau A1. Agar lebih leluasa dalam mengambil angel-nya.
  • Perbanyak melihat referensi. Jadi, kita punya gambaran akan menggunakan tema apa dalam memotret. Apalagi untuk memotret sebuah produk. Bisa dengan melihat majalah, pintrest, atau instagram.
  • Agar hasil foto makin oke, kita bisa menggunakan aplikasi editing gratis yang bisa diunduh di play store, seperti snapseed, picsart, VSCO, PIXLR, After Fokus, dll. Pelajari, dan aplikasikan ke foto kita, untuk hasil yang lebih maksimal.
Saat memotret, lumayan banget nguras tenaga lho. Iya, harus bolak-balik sana sini menyesuaikan properti. belum lagi, berdiri, jongkok, duduk, nelungkup, miring sana-sini. Berbagai pose tubuh, guna mendapatkan hasil foto yang oke. Kebayang dong yah kalau tubuh lagi nggak fit. Otomatis mempengaruhi mood juga. Duh, kesel banget pasti. Apalagi, hobi saya ini juga udah mulai menghasilkan.




Tapi, yang namanya sakit. Tetap nggak bisa dipaksakan. Kudu istirahat, minum obat. Pas udah enakan, nggak ada salahnya untuk konsumsi Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Kenapa harus theragran-M? karena kandungan vitamin dan mineralnya komplit, yaitu magnesium, zink, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, Vitamin E, dan mineral esensial lainnya.




Ternyata, kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, pengaruh banget untuk daya tahan tubuh. Apalagi kalau kurang magnesium dan zink, infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus, akan gampang singgah. Keunggulan theragran-M lainnya, ternyata udah diresepkan oleh dokter sejak tahun 1976 lho. Trus ini bisa digunakan dalam masa penyembuhan berbagai jenis penyakit yang membutuhkan daya tahan tubuh maksimal. Benar-benar vitamin yang bagus untuk masa pemulihan.

Wah, jadi sekarang nggak khawatir lagi kalau sakit. Ada vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Badan kembali sehat, mood buat motret kembali oke. Hasil fotonya juga kece, dana masuk ke rekening makin oyeeee ^___^





Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.








7 komentar

Thanks Ci tips nya. Blm byk app sy pake buat edit. Paling2 snapseed. Pingin nyoba yg lain

Reply

Thanks Ci tips nya. Blm byk app sy pake buat edit. Paling2 snapseed. Pingin nyoba yg lain

Reply

Saya pribadi, ngerasa snapseed emang yang paling oke Mbak, apalagi kalau duet dengan after focus :D

Reply

Wah keren keren juga hasil fotonya, berarti kudu punya kamera phone yang bagus dong ya ? kangamir dot kom

Reply

Makasih. Handphone saya yang standar aja, kameranya 13 MP

Reply

Hasil foto makanannya kece mbak, memang motret bisa jadi hoby yang menyenangkan ya

Reply

Makasiiiiih Mbak. Iyaaaa menyenangkan banget :D

Reply

Posting Komentar