Mengabadikan Nikmatnya Kuliner Khas Riau Lewat Jepretan ASUS ZENFONE



Sahabat Ummi...

Apa lari yang bikin kita capeeeek banget?

Kalau saya sih jawabannya lari dari kenyataan. Iya, lari dari kenyataan kalau berat badan saya itu jauuuuh banget naiknya dari saat masih single dulu hahaha... Sama sih dengan kebanyakan perempuan yang sebenarnya aneh banget, cita-citanya pengen langsing terus, tapi hobinya malah kulineran, isi sosmednya foto makanan :D

Udah deh, daripada capek lari dari kenyataan, mendingan capek untuk mewujudkan harapan yah. Boleh apa aja motivasinya, tapi motivasi terbaik saya adalah untuk kesehatan. Trus, nggak bisa makan enak, jajan, cemal-cemil pas nongki bareng teman dong?

Eits... siapa bilang. Kita tetap bisa menikmati hidup kok hahaha... Tapi tentu aja dengan batasan-batasan tertentu, lebih memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh kita. Sebaiknya, pilih makanan yang sehat dan punya nilai plus lainnya, seperti kuliner khas daerah. Nilai plusnya apa? selain enak dan sehat, nilai plusnya adalah kita udah ikut melestarikan kuliner nusantara. Amat disayangkan banget kalau sampai generasi muda nggak kenal dengan kuliner khas daerahnya. Apalagi kalau sampai berpikiran bahwa kuliner khas daerah itu identik dengan orang-orang tua, jaman dahulu kala, yang seleranya nggak kekinian. Lebih memilih aneka makanan junk food. Duuuuh sayang banget, padahal kuliner khas daerah itu enak banget lho.

Saya pribadi, memperkenalkan kuliner khas daerah kepada anak-anak bisa dilakukan kapan aja. Misalnya nih, pas pengen makan di luar, lebih memilih kuliner khas Riau. Pas ada acara besar seperti acara pernikahan, sunatan, atau acara adat, yang biasanya ada makanan khas Riau, langsung deh dikasih ke anak dan dijelaskan apa namanya, trus cerita kalau ini makanan khas daerah kita. Yang paling sering, memasak sendiri kuliner khas Riau, dan disajikan kepada keluarga.

Sebagai bentuk dukungan lain dari ikut melestarikan kuliner khas Riau, saya ikut menyebar luaskan informasi kuliner tersebut, salah satunya dengan mengapload foto-fotonya ke sosmed dan menuliskannya di blog. Jelas dong, butuh foto yang menarik. Foto yang bisa bikin orang penasaran dan ngiler buat nyobain. Jadi, butuh kamera kece dong, ala photographer profesional?

Nggak juga, kita bisa mengambil fotonya dengan kamera handphone kok. Hasilnya bisa tetap kece. Kalau nggak percaya, silahkan mampir ke instagram saya hahaha...

Tipsnya, kita kudu kenali kamera handphone kita. Selain itu, untuk pengambilan foto, perhatikan sumber cahaya. Sebaiknya jangan menggunakan flash dan fitur zoom. Carilah angle yang tepat, agar objek bisa terlihat oke. Nggak ada salahnya kalau kita rajin cari referensi foto yang kece di majalah, instagram atau pintrest.

Nah, saya pribadi udah lama banget pake HP ASUS Zenfone, yang varian ASUS Zenfone 4 buat jeprat-jepret macem-macem, termasuk kuliner khas Riau. Udah pada familiar dong yah dengan ASUS Zenfone. Sejak diperkenalkan pertama kali, udah langsung menyita perhatian para pecinta gadged. Gimana nggak, smartphone yang memiliki fitur-fitur canggih dan desain kelas premium ini, ditawarkan dengan harga yang "sangat miring" lho. ASUS Zenfone 4 yang saya punya, memiliki spesifikasi, layar berukuran 4 inchi dengan resolusi WFGA kualitas baik dilengkapi dengan corning Gorilla glass 3, prosesor intel atom Z2520 Dual-core 1,2GHz RAM 1 GB memori internal 8 GB, baterai tipis Li-po 1200 mAh, dan kamera 5 MP Auto focus serta perekam vidio full HD 1080p@30fps.

Nah, dari semua spesifikasi kece yang dimiliki ASUS Zenfone 4, yang jadi bintangnya adalah fitur kamera. Setiap varian Zenfone secara ekslusif udah dibekali dengan PixelMaster Kamera. Apa sih itu?, itu adalah sebuah teknologi penggabungan pixel dan algoritma optimasi gambar. Jadi, bisa meningkatkan sensitifitas terhadap cahaya dan mengurangi noise. Alhasil, foto yang kita ambil bisa lebih berkualitas, kece, dan terang. Nggak masalah mau jeprat-jepretnya siang atau malam hari.



ada buat selfie dan depth of field mode
(kedalaman bidang)


Siapa yang doyan selfie?, ada selfie mode yang bikin foto selfie kita makin kece. Trus, pengen hasil fotonya yang objeknya bisa terlihat tajam dan detail, sekitarnya jadi blur yang halus banget ala kamera fotographer profesional? bisa. Tinggal pakai depth of field mode ajah. Bahkan, untuk varian ASUS Zenfone 5 dan ASUS Zenfone 6, dilengkapi dengan fitur low-light mode buat jepret di dalam ruangan kurang cahaya, dan fitur time rewind untuk mendapatkan foto yang pas, dengan pengambilan beberapa gambar sebelum dan setelah kita menekan tombol shutter.

Oke deh, mending kita langsung aja yah ke fotonya. Berikut adalah kuliner khas Riau yang kenikmatannya saya abadikan lewat foto:

1. Lempuk Durian

Ini semacam dodol gitu. Rasanya manis legit dan enak bangeeeet. Bahan baku utamanya jelas dong durian.


Foto diambil di dalam ruangan



ASUS Zenfone 4


2. Roti Canai

Kuliner nikmat ini, di santap dengan kuah kari yang lezat. Bisa sebagai menu sarapan. Bahan-bahan dan cara membuatnya juga nggak sulit. Jadi, bisa kita bikin sendiri di rumah.


Foto diambil di dalam ruangan

3. Bolu Komojo

Bolu hijau beraroma pandan ini sangat enak. Saat digigit, tekstur di luarnya agak garing, dan di dalamnya lembuuut. Cocok buat teman minum teh saat tengah santai dengan keluarga atau teman.


Foto diambil di dalam ruangan

4. Sempolet

Ini adalah kuliner khas Riau yang mirip dengan papeda di Irian Jaya. Rasanya gurih dengan taburan ebi goreng di atasnya. Ada juga yang sempolet seafood. Hmmmm... yummy banget! udah lengkap dengan sayuran. Dimakan selagi hangat, nikmat!

Foto diambil siang hari di luar ruangan

5. Dadih

Dadih ini adalah fermentasi dari susu kerbau. Jadi, semacam yoghurt gitu. Aroma dan rasanya khas banget. Kandungan gizinya, jangan ditanya, bagus banget buat kesehatan. Cara mengkonsumsinya, dengan kuah berupa santan segar yang dicampur dengan gula merah dan sedikit garam, lalu tambahkan juga emping dari beras ketan.

Foto diambil siang hari di luar ruangan

6. Roti Jala

Roti jala ini bisa disajikan dengan kuah gurih maupun manis. Gurih bila kita menggunakan kuah kari. Sedangkan untuk yang manis, dengan kuah gula merah, bisa juga dikombinasikan dengan durian. Sedaaaap!


Foto diambil malam hari di dalam
ruangan minim cahaya

7. Mi Sagu

Mi sagu ini rasanya enak banget, apalagi kalau pedes. Bisa kita kombinasikan dengan seafood atau potongan bakso, tergantung selera.


Foto diambil malam hari

8. Es Laksamana Mengamuk

Es yang punya nama unik ini adalah kuliner khas Riau yang terbuat dari buah kuini. Aromanya khas dan rasanya asam-asam manis, segaaaaar.


Foto diambil malam hari

9. Manisan Buah Renda

Manisan dari buah renda ini sepintas mirip anggur yah. Tapi, rasanya beda dong dengan anggur. Saya baru pertama kali nyoba manisan ini pas menghadiri Melayu Food Festival 2016.


foto diambil malam hari

10. Kue Hasidah

Biasanya, kue hasidah disajikan pas acara adat seperti perkawinan atau perayaan besar lainnya. Rasanya manis gurih, dengan taburan bawang goreng. Penyajiannya juga dibuat menarik, bisa dibentuk macam-macam.



foto diambil malam hari

 11. Kue Bangkit

Namanya unik yah. Tapi rasanya enak lho. Kue yang terbuat dari tepung sagu ini, biasa juga disajikan sebagai kue lebaran.


 Foto diambil malam hari

Sahabat Ummi...

Gimana? Ngilerkan?. So, kalau jalan-jalan ke Riau, jangan sampai nggak nyobain kuliner ini yah. Trus, jangan lupa untuk dijepret dan share ke sosmed ^_^

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.


6 komentar

Asidah kecintaan mut ...enaaak kali tapi jarang nemuu

Reply

Keren foto-fotonya, mbak Oci. Bolu komojonya pengen nyobain deh.

Reply

Iyaaaa, ini jarang banget. Biasanya pas acara adat seperti nikahan, dll yang orang asli melayu :)

Reply

Makasiiiiih Mbak Ela. Inih bolunya enak banget mbak, moga suatu saat bisa nyobain yah :)

Reply

Yuuuuk kita jajan kuliner khas daerah Mbak :D

Reply

Posting Komentar