Tips Berbagi Tugas Domestik Dengan Suami



Assalamu'alaikum....

Sahabat Ummi...

Tema ngobrol bareng duo Ummi minggu ini adalah yang berkaitan dengan kerjaan domestik. Khas emak-emak banget kan yah.

Untuk tulisan Mbak Naqi bisa di baca di sini

Untuk Ngobrol Bareng Duo Ummi minggu lalu, silahkan mampir: Ibu Rumah Tangga Punya Cerita



Nah, kenapa bahasannya tentang berbagi tugas dengan suami?. Itu karena sesuai banget dengan kondisi saya. Saat menikah dan hidup mandiri, kami nggak pernah pakai jasa Asisten Rumah Tangga. Pekerjaan domestik, saya dan suami melakukannya bersama-sama. Kecuali untuk setrika pakaian, kami menggunakan jasa laundry. Begitulah, karena nyetrika itu nggak banget buat saya hahaha... bukan karena capek duduk or berdiri terus, tapi karena ini pekerjaan domestik yang kudu fokus nggak bisa nyambi ngerjain yang lain. Dengan harga laundry kiloan yang 3.500/kg plus fasilitas antar jemput, udah oke banget lah buat kami.

Enaknya... bisa bagi-bagi tugas domestik dengan suami. Lha, suami saya, boro-boro... udah lah saya kerja buat bantu ekonomi keluarga, saya sendiri juga yang harus ngurus anak dan kerjaan rumah. Suami nggak ikut turun tangan.

Saya pernah baca postingan curcol seorang istri yang lebih kurang begitulah redaksinya. Tapi, saya nggak bakal bahas problem si istri tersebut, bukan wilayah saya, dan saya juga nggak tahu kondisi yang sebenarnya. Jadi, bahasan ini adalah murni share pengalaman saya aja yah, sahabat Ummi.

Intinya sih, KOMUNIKASI. Dari awal, saya dan suami udah bahas tentang segala hal, termasuk tentang kerjaan domestik. Saya menolak untuk menggunakan jasa ART. Pengalaman, waktu masih bareng ortu dulu, saya nggak sreg sih pakai ART. Banyak kejadian yang nggak mengenakkan. Susah banget nemu ART yang bener-bener bisa klop lah. Selain itu, saya juga orangnya bisa dibilang perfeksionist. Piring yang salah tempat aja, bisa bikin saya esmosi hahaha...

Bagaimana pembagian tugasnya? sebenarnya nggak spesifik juga sih, lebih ke kondisional. Bisa jadi hari ini saya yang nyuci piring, suami yang kebagian tugas nyuci baju. Saya yang nyapu rumah, suami yang nyapu halaman plus nyiram tanaman. Saya yang mandiin anak, suami yang nyuapin makannya. Saya yang dampingi anak mengerjaan tugas sekolah, suami bagian murojaah hafalan Al-Qur'annya. Bisa juga sebaliknya. Kadang suami juga kebagian nyiapan sarapan, misalnya masak nasi goreng.

Sekali lagi, semua itu kondisional. Suami saya bukan orang kantoran yang harus stay di kantor. Dia punya waktu yang bisa dibiang lebih fleksibel. Kadang, bisa punya waktu kosong yang lumayan untuk di rumah, kadang malah bisa seharian di luar. Naaaah... ini dia, kita nggak bisa menyamakan kondisi ini dengan kondisi rumah tangga yang lain.

Trus, selama ini puas nggak dengan bantuan suami?

Hmmmm... kalau boleh jujur, nggak juga sih hahaha... tapi, untuk menyikapinya, perbanyak syukur aja biar hati bisa lebih plong. Kalau ada tenaga ekstra, yah ada juga yang saya kerjakan ulang. Habisnya, nggak sesuai dengan standar hasil kerjaan saya :D Tapi lagi... seiring berjalannya waktu, itu udah semacam kompromi yang bisa bikin kita saling memaklumi laah daaan standar saya diturunin lagi :D

Eits... berbagi tugas domestik dengan suami ini nggak selalu bikin happy lho, ada juga bagian nggak enaknya. Di masyarakat kita, masih ada yang menganggap hal aneh kalau laki-laki mengerjakan kerjaan domestik, bahkan ada yang mencap kalau itu pasti salah satu anggota ikatan suami-suami takut istri hahaha...

Makin aneh lagi kalau yang belanja ke warung itu si suami, istrinya bisa diomongin macem-macem. Padahal, di negara lain, biasa aja tuh kalau ada laki-laki yang ngerjain kerjaan domestik dan belanja untuk keperluan dapur. Nggak dipungkiri, ada banyak produk hasil dari pengasuhan yang hanya memfokuskan kepada anak-anak perempuan untuk ahli dalam urusan pekerjaan domestik. Bisa dibilang, suatu pengharapan sosial yang ketinggalan jaman. Sedangkan anak laki-lakinya, pegang sapu aja nggak pernah. Hayuklah... buat kita para emak-emak, yang punya anak laki-laki juga diajarkan untuk mandiri dan bisa mengerjakan pekerjaan domestik. 

Buat para suami, yang istrinya nggak menggunakan ART, sempatkanlah untuk membantu istri. Wong Nabi Muhammad SAW aja biasa membantu melakukan pekerjaan rumah, ia bahkan menjahit bajunya dan menambal sendiri sandalnya. Jadi, membantu pekerjaan domestik itu sama sekali nggak menurunkan derajat seorang suami, bahkan di mata istri, ketampanan suami akan naik 1000x lipat *eaaaaaaa

Terakhir, saya rangkum dalam beberapa tips sekaligus adab saat berbagi tugas domestik dengan suami, sebagai berikut:
  • Komunikasikan di awal, apakah akan menggunakan jasa ART, atau akan berbagi tugas, atau solusi lainnya yang sama-sama bisa disepakati.
  • Pembagian tugas yang jelas dan waktu yang disepakati.
  • Beri penghargaan. Ucapkan terima kasih dengan tulus, berikan pujian.
  • Gunakan bahasa yang baik dan lemah lembut saat meminta bantuan.
Pssssst.... Studi tahun 2015 yang diterbitkan oleh Journal Of Family Psychology menemukan, bahwa pasangan yang berbagi pekerjaan rumah tangga memiliki kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Tuh kan... :D





8 komentar

Aku tuh yang dulu susah banget hidup tanpa ART, berbagi tugas juga terseok-seok, dalam perjalanan RT baru deh bisa berbagi. Yup, bersyukur, komunikasi adalah jembatan buat saling memahami ya. Oci, kebayang deh si perfect ngelihat rumahku, hahaha...kena rapor merah deh aku :)

Reply

Narasi di khatimah itu saya suka. Hehehehe. Keren ini. Salam hangat.

Reply

aku dari awal nikah sudah sepakat kerjasama karena aku ini wanita yang buta banget ngurus ana dapur, mba...bertahap baru bisa. Alhamdullilah menikah mau 12 tahun belum pernah punya ART

Reply

Kalau saya dulu awal2 dibantu suami dengan cara: Cucian dibawain ke laundry, makanan dibelikan di warung, hehe. Lama2 sudah semakin gampang dan kompak Mbak kerjasamanya 😊

Reply

hahaha... si perfec yang udah nurunin standarnya inih mah Mbak :)

Reply

Makasih Bang udah mampir

Reply

Tooooos! samaan Mbak, saya juga sebelumnya buta sama urusan dapur :D

Reply

Iya Mbak, seiring berjalannya waktu yah :)

Reply

Posting Komentar