14 Oktober 2016

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan


Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya.

Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yang digunakan juga roda empat, dengan jarak tempuh yang nggak lebih dari 8 jam untuk menuju ke sana, kecuali macet. Ide dadakannya juga biasanya saya dan si Abi nggak nyampe 3 minggu.


Jelas aja, liburan dadakan itu sangat dinantikan oleh Mbak Nai. Ibaratnya nih, dapet kejutan gitu dari Ummi dan Abinya. Maklum aja, di Pekanbaru yang merupakan ibu kota dari Provinsi Riau ini, nggak ada laut atau pegunungan. Adanya cuma sungai Siak, sungai terdalam di Indonesia. Udah bosen dong yah main di pinggir sungai Siak mulu. Begitu juga dengan tempat wisata lain seperti kebun binatang. Nggak kalah bosennya kalau cuma nge-mall aja.

Nggak asyik dong yah pas mau liburan dadakan, mendadak adek Khai demam. Tapi Alhamdulillaah... Liburan ke Sumatera Barat, tepatnya bukit tinggi bisa tetap dilaksanakan. Kok bisa? Demam-demam anaknya tetap dibawa?. Nggak kok, tentu aja setelah demamnya hilang. 


Orang tua tetap tenang

Kalau anak sakit, kunci pertama adalah orang tua harus tetap tenang. Sebagai orang tua, terutama ibu, seringnya panikan kalau anak sakit. Emang sih, sedih dan khawatir banget yah kalau anak sakit. Ada rasa bersalah juga, seolah kita nggak menjaganya dengan baik. Eits... Jangan gitu, buang perasaan itu. Terlebih, sebagai orang tua tentu kita berusaha memberikan yang terbaik buat anak-anak. Tak hanya lingkungan, tapi juga asupan makanan dan minumannya.

Kalau anak akhirnya sakit, qodarullah... Sudah ketentuan Allah. Berpikir positif aja, bahwa Allah hendak menambah lebih pundi-pundi pahala kita, saat kita merawat anak yang sakit dengan ikhlas. Saat kondisi kita tenang, kita bisa merawat anak dengan baik, dan kondisi kesehatan kita juga nggak ikut ngedrop, karena perasaan-perasaan negatif, pikiran buruk yang belum tentu terjadi, atau panik grasak-grusuk itu sebenarnya ikut menguras energi dan konsentrasi.

Menurut Dr. Kathie Grimm, Associate Professor of Pediatrics di Children`s Advocacy Center of Manhattan, "Ketika orang tua panik atau kesal saat anaknya sakit, maka si anak akan bertambah rewel dan kesal". Gimana caranya supaya bisa tetap tenang?, berikut tips dari saya:
  • Shalat dan berdoa, yakin bahwa anak bukanlah milik kita. Kita hanya dititipi dan berusaha memberikan yang terbaik. Serahkan semuanya kepada Allah, pasrah namun tetap yakin dan percaya bahwa Allah Maha penyembuh. Mohon ketenangan kepada Allah.
  • Knowladge is power. Bekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang kesehatan anak. Caranya dengan konsultasi kepada dokter yang kita percaya, atau bisa juga mengumpulkan informasi lewat website yang terpercaya. Sehingga kita tahu kapan anak harus dibawa ke dokter serta kondisi gawat darurat pada anak.
Kenali demam anak

Anak di usia dibawah 2 tahun itu memang rentan demam. Biasanya batuk pilek (common cold). Gejalanya, demam yang nggak terlalu tinggi, lemas, bersin-bersin, hidung mampet, hidung meler, sakit kepala, radang tenggorokan dan batuk. Sebagai orang tua, kita harus memiliki pengetahuan tentang demam. Demam merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap adanya infeksi. Penyebab demam memang nggak hanya infeksi, bisa juga karena pencetus lain seperti, reaksi tranfusi, tumor, imunisasi, dehidrasi, dll. Tapi, umumnya pada anak karena infeksi virus.

Jadi, sebenarnya apa sih demam itu?
  • Demam itu bukan penyakit, tapi ALARM buat nunjukin kalau terjadi sesuatu pada tubuh kita.
  • Demam itu diperlukan buat salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Biar virus penyebab infeksi tersingkir.
  • Virus bakal mati pada suhu tubuh yang tinggi dan berkembang baik pada suhu rendah.
Ingat, jangan bilang anak demam kalau kita ngukurnya cuma lewat telapak tangan yang ditempelkan di dahi anak. Gunakan termometer, itu juga harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
  • Jika mengukur suhu tubuh anak lewat ketiak, maka anak dikatakan demam saat suhunya lebih dari 37,4•C. Kalau mengukur lewat bawah mulut dan telinga, maka anak dikatakan demam saat suhunya lebih dari 37,6•C. Trus kalau ngukurnya lewat anus, maka anak baru dikatakan demam saat suhunya lebih dari 38,0•C
  • Pengukuran suhu lewat oral di bawah lidah, nggak direkomendasikan untuk anak usia di bawah 5 tahun. Trus kalau mau dilakukan, sebaiknya 20-30 menit setelah anak selesai makan atau minum. Kalau pengukuran lewat telinga, nggak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 3 bulan.
  • Pengukuran suhu tubuh anak itu sebaiknya kita lakukan pada pagi hari, soalnya kalau mau malam suhu tubuh anak seringnya meningkat sekitar 1•C. Ngukurnya juga nggak boleh saat anak habis mandi atau setelah selimutan
  • Nah, nggak kalah penting jangan ngukurnya sering-sering, kecuali kalau demamnya tinggi banget dan anak tampak rewel banget dan nggak nyaman.
Gimana cara menangani anak saat demam?. Nah, kita udah dalam kondisi tenang nih, nggak panik, dan udah punya informasi tentang demam. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, yaitu:
  • Berikan anak banyak cairan. Kita bisa beri air putih, sup hangat, atau jus buah. Gunanya buat menjaga anak supaya nggak dehidrasi.
  • Pakaikan anak pakaian yang bahannya nggak terlalu tebal, demikian juga dengan selimutnya. Pakai bahan yang tipis aja, gunanya biar panas tubuhnya nggak terperangkap dan jadi naik.
  • Kalau anak susah makan, jangan terlalu dipaksa. Berikan aja bubur agar mudah dicerna, atau makanan lain dengan porsi sedikit tapi sering. Tenang aja, selama masih mau minum atau makan makanan lain yang bukan nasi (buah-buahan, roti, dll), kita nggak perlu khawatir. Kalau udah sembuh ntar nafsu makannya juga balik lagi.
  • Jangan paksa anak buat bed rest terus. Istirahat yang cukup aja udah, nggak harus terus-terusan baring di tempat tiduur. Selain itu ngebosenin buat anak, penelitian juga nggak ngebuktiin kalau bed rest itu bisa turunkan panas.
  • Kalau mau mengompres anak, gunakan air hangat, bukan dengan air dingin atau alkohol.
  • Berikan anak obat penurun panas, agar bisa menurunkan suhu tubuh. Gunanya agar anak bisa merasa lebih nyaman (pain killer). Nah, obatnya apa? Tempra dong. Tempra itu dapat membantu menurunkan panas dan meredakan nyeri. Bentuknya yang syrup, mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak, dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Untuk usia adek Khai yang 2 tahun lebih, dosisnya 5ml. Ada gelas takarnya, jadi tinggal dipakai aja. InsyaAllah aman buat anak.

Jadi, anak nggak perlu dibawa ke dokter nih kalau demam?. Perlu, kalau anak kita mengalami beberapa hal berikut, harus segera dibawa ke dokter, yaitu:
  • Dehidrasi karena nggak mau minum.
  • Iritabel\nangis terus menerus, nggak mau didiamkan.
  • Susah dibangunin, tiduur terus dan lemes.
  • Disertai kejang demam yang baru pertama kali terjadi
  • Kuduk leher kaku
  • Pucat dan letargi
  • Sesak nafas
  • Muntah dan diare
  • Sakit kepala hebat atau kalau kena cahaya sinar menyakiti matanya.
  • Kalau demam nggak membaik setelah 72 jam.
  • Timbul bintik-bintik merah muda atau keunguan di kulit. Kalau ditekan warnanya menetap.
Jadi semakin melek dong yah kita. Nah, selanjutnya, saya mau kasih tips nih saat liburan bareng keluarga, dengan menggunakan moda transportasi roda empat.

Mempersiapkan perlengkapan liburan
  • Perlengkapan liburan itu, berupa pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan yang bakal digunakan sesuai dengan destinasi liburan (misalnya ke pantai, maka bawa tikar, pelampung, tenda kecil, mainan pasir, sun block), dan tas khusus untuk pakaian kotor. *Perlengkapan yang dibawa harus efektif dan efisien, nggak makan tempat, sesuaikan dengan besar bagasi. Sisakan space buat menaruh oleh-oleh atau belanjaan nanti. Biasakan yah, suka belanja di daerah-daerah wisata.
  • Sediakan 1 buah tas yang ada di dekat kita. Isinya adalah baju buat adek khai, maklum anak usia 2 tahun itu bajunya sering kotor. Repot kalau kudu bongkar tas di bagasi. Trus, isinya obat-obatan, seperti obat masuk angin, minyak telon atau kayu putih, dan tempra. 

  • Sedikan makanan dan minuman. Supaya saat anak haus atau lapar di jalan dan tempat makan masih jauh, bisa sementara mengganjal perut. Jadi, anak nggak rewel.
  • Jangan lupa isi penuh baterai handphone dan power bank. Ini nggak cuma penting buat komunikasi, tapi juga buat main anak heheheh... Biar mereka nggak bosen selama diperjalanan.
  • Sediakan bantal kecil. Sebaiknya, liburan menggunakan mobil itu jangan sampai penuh banget. Misalnya nih yah mobil muatannya 7 orang selain supir, sebaiknya diisi 5 orang aja deh, jadi anak bisa tiduran dan lebih leluasa bergerak.

Service kendaraan

Gunanya untuk memastikan bahwa kendaraan kita dalam kondisi prima untuk melakukan perjalanan jauh. Jangan lupa juga harus dilengkapi dengan tabung racun api, buat berjaga-jaga.
Sediakan uang cash

Yang paling utama nih yah, sediakan uang cash. Khawatirnya kita butuh tapi mesin ATM nggak ada.
Udah itu aja yang bisa saya share, semoga bisa bermanfaat informasinya. Met liburan buat yang mau liburan, jangan lupa berdoa yah, usahakan juga untuk bersedekah dulu sebelum berangkat. Liburan dadakan tapi berkesan, bisa! walaupun anak sempat mendadak demam.


Referensi: Agnes Tri harjaningrum, Smart Patien, Lingkar Pena, 2011.



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Taisho dan Blogger Perempuan.

38 komentar:

  1. Liburan ttp ceria asalkan kesehatan terjaga ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneeeer bangeeet Mbak, itu poin pentingnya :)

      Hapus
  2. Liburan mah bikin seger satu keluarga mba, harus disempet2in deh liburan biar semua keluarga hepi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, emeng harus disempet-sempetin, walaupun masih dalam provinsi aja yah :D

      Hapus
  3. Liburan bareng keluarga dan bawa anak2 harus siap sedia semuanya, rempong tapi asik ya kalo sudah siap semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia Mbak, rempong tapi asyik. Pokoke persiapan kudu komplit yak :)

      Hapus
  4. liburan ke bukittinggi mmg asyik..nanti kalau pulkam mau aja fitry ke sana juga..salam kenal mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak asyik, ini ke bukit tinggi udah yang ke 3 kalinya Mbak. Salam kenal juga :)

      Hapus
  5. gak hanya tahu dadak yang enak, liburan dadak mendadak juga enakk yaa tapi harus selalu siap sedia Tempra, oke banget untuk menurunkan demam pada anak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, walaupun dadakan, kesehatan anak tetap yang terpenting. Tempra cepat menurunkan demam anak :)

      Hapus
  6. Bermanfaat sekali informasi tentang demamnya mbak. Semoga anak tetap sehat ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... makasih Bu Mariana :)

      Hapus
  7. Ga ada yang lebih bikin lega dari liat anak yang lesu karena sakit kembali sehat dan aktif lagi ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget! sedih kan yah kalau anak sakit :)

      Hapus
  8. Wah, jalan kelok 9 kalo pas dilewati rute perjalanan dlm keadaan si kecil sakit, apalagi demam, bisa tambah meningkat itu yah mbak rasa sakitnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, makanya kudu sehat dulu baru cusss liburan :)

      Hapus
  9. kalo demam anakku juga minum tempra Mba, lebih cepat turun panasnya :)

    BalasHapus
  10. Semacam surprise gitu yaaah liburan dadakan. KUncinya orang tua memnag harus tenang, ngga boeh BT pas anak sakit ya. Siip lah obat turun panas memnag penting banget utk selau dibawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, surprise buat anak-anak. Bener banget nggak boleh BT kudu tenang. Liburan sedia selalu obat-obatan buat dibawa :)

      Hapus
  11. Wah... Enak liburannya mbak.. Tempra Solusinya ya... Mantap..

    BalasHapus
  12. Liburan emang seru ya bun kalau bisa bawa anak-anak, tapi kalau mereka demam jadi sedih deh :(
    Pintar-pintarnya kita sebagai ibu yang harus menyiapkan segala sesuatunya agar anak kembali sehat, seperti membawa Tempra yang cepat menurunkan demam anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's right, anak sehat, liburan seru, semua senang :)

      Hapus
  13. Saya agak jarang liburan mendadak. Tapi persiapan P3K memang sebaiknya jangan smapai ketinggalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... kami mah seringnya gitu Mbak. Betuuul... persiapan P3K haruuus :)

      Hapus
  14. Emang paling susah dan bikin ga tenang kalo anak sudah demam, ya, Mba. Rencana liburan pun jadi muram bahkan terancam gagal. Untungnya ada tempra, si penyembuh demam. Dulu Intan kecil, Tempra menjadi obat wajib dan ga boleh habis tuh, di rumah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Tempra emang udah dipercaya sejak dulu oleh para emak yah Mbak :)

      Hapus
  15. Duh nyesek banget yak, udah jarang liburan eh anak demam. Alhamdulillah ada tempra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ela, Alhamdulillah... :)

      Hapus
  16. Liburan bersama anak kadang diselingi demam, makanya harus menyediakan obat penurun demam terpercaya. Bawa ke mana2 sebagai P3K standar di rumah atau di jalan. Begitu kan ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiiip... bener banget Mbak :)

      Hapus
  17. Menciptakan kesan saat liburan bareng krucils memang penting banget ya mba. Ga perlu liburan jauh2 kalau berkesan ya tetap seru ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, mau jauh or deket, yang penting semua bisa menikmatinya :)

      Hapus
  18. Mengenali demam anak yang menurut saya masih sulit mbak, tapi di balik itu selalu jadi banyak pembelajaran tentang menjadi ibu. Dan alhamdulilah Tempra membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, itu proses. perasaan tetap aja kebat-kebit yah Mbak kalo anak demam :)

      Hapus
  19. Selalu sehat ya, anak-anak biar liburan mendadak anak tetap sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak, mau liburan dadakan or nggak, kuncinya semua harus sehat :)

      Hapus