Cerita Puasa Ramadhan Kedua Nai




Ini adalah bulan Ramadhan ke 2 Mbak Nai belajar berpuasa. Jika dulu Nai puasa penuhnya dikit banget, banyakan puasa setengah harinya, di Ramadhan ini--sampai tulisan ini diposting- puasa Nai full. Alhamdulillah belum ada batal sama sekali. Seneng deh, banyak banget kemajuan Nai dibandingkan Ramadhan tahun lalu. Mungkin karena Nai udah SD yak, dan di sekolahnya anak-anak juga udah diajarkan dan dianjurkan berpuasa juga, dimulai dari puasa sunnah senin dan kamis.

Ada beberapa pola yang masih sama dengan Ramadhan tahun lalu. Seperti waktu berbuka, Nai masih lebih memilih untuk minum yang buaaaaanyak, makan buah, or kue. Nanti setelah isya baru makan nasinya. Nah, kemajuan yang menyenangkan adalah Nai bangun sahurnya nggak sesulit Ramadhan tahun lalu, yah walaupun masih agak merengek juga sih dan rada rewel dengan menu sahurnya. Tapi Alhamdulillah selalu sahur, saat kecepatan suapannya mulai melambat, itu artinya dia butuh bantuan alias minta disuapin hihihi...

Untuk kegiatan selama berpuasa, Nai tetap masuk sekolah dari jam 15.30 wib-17.30 wib. Nai sekolah di SDIT Plus Tahfiz, jadi kegiatannya selama di sekolah adalah menghafal Al-Qur'an. Pas di rumah, Nai paling asyik main dengan adek Khai, plus muraja'ah. Saat pulang sekolah, kami mengajak Nai jalan-jalan dan dia bisa memilih minuman dan makanan seperti buah atau kue untuk berbuka. Jadi, begitu sampai di rumah, udah anteng nunggu waktu beduknya :D

Hmmmmm... melihat Nai, saya seperti mengingat pengalaman saya berpuasa dulu saat seusia Nai juga. Badan kami sama-sama sangat langsing (menolak dikatakan kurus banget :D).Tapi Alhamdulillah saya sehat dan bisa berpuasa dengan baik. Yang terpenting, asupan makanannya baik plus berikan madu sebagai tambahan nutrisi. Semoga puasa Mbak Nai lancar hingga akhir Ramadhan nanti, aamiin... ^__^

Posting Komentar