18 Desember 2016



Sahabat Ummi...

Kapan terakhir kali merasakan sensasi dag dig dug yang membuat ritme jantung menjadi lebih cepat, jemari menjadi dingin, dan ada harap-harap cemas?. Jangan bilang sering, karena pengaruh tubuh yang nggak fit. Bukan, bukan itu maksud saya. Tapi, berupa aroma kompetisi yang telah sampai pada tahap puncaknya, yaitu pengumuman pemenang. Ini kali pertama saya rasakan. Biasanya mengikuti perlombaan menulis via online dan pengumumannya juga online. Tapi untuk kali ini berbeda, lomba penulisan artikel blog yang diadakan oleh Blogger Bertuah dan KPK dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI 2016) pengumumannya dilakukan secara langsung. Bersamaan dengan penutupan rangkaian acara yang telah diadakan dari tanggal 4-15 Desember 2016.

Bertempat di salah satu panggung di lapangan Bandar Serai MTQ Pekanbaru, pengumuman pemenang lomba penulisan artikel blog diumumkan. Dari 127 peserta, ada 97 tulisan yang masuk dalam penjurian para juri. Alhamdulillah... Tak saya sangka sedikitpun bahwa artikel saya lah yang didaulat menjadi juara pertama.



Artikel saya tersebut membahas tentang Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi. Kenapa perempuan? Karena sesuai dengan saya sebagai seorang perempuan yang memiliki  tiga peran, yaitu sebagai seorang istri, seorang ibu, dan seorang profesional. Jadi, apa yang saya tulis adalah berupa rangkaian pengalaman. Harapannya, semoga tulisan saya tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain, terutama kaum perempuan. Agar perempuan sadar, bahwa siapa pun bisa ikut berperan aktif dalam pencegahan korupsi. Terutama kita kaum perempuan.




Terimakasih kepada blogger bertuah dan konsorium HAKI sebagai penyelenggara even ini, juga KPK. Terimakasih juga buat dewan juri yang telah memilih saya. Semoga sukses selalu untuk kita semua. Selalu semangat dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Siapa pun kita, kewajiban kita bersama untuk turut andil, karena agen pencegah korupsi itu adalah KITA.

15 Desember 2016

Rumah adalah tempat di mana sejarahmu bermula... Rumah adalah tempat di mana hatimu tinggal... Rumah adalah tempat kembali sejauh manapun engkau pergi...

Sahabat Ummi...

Membuat rumah menjadi tempat hunian yang nyaman adalah sebuah keharusan. Penataan yang baik, yang tidak hanya baik bagi kesehatan tapi juga memiliki keindahan. Sehingga, semua penghuninya menjadi betah. Nah, membahas tentang penataan rumah, tentu tidak akan terlepas dari berbagai furnitur yang digunakan. Ada banyak sekali inspirasi penataan rumah saat ini, tergantung selera dan kemampuan kita dalam merealisasikannya.


Bali house adalah salah satu penyedia aneka furnitur yang unik dan etnik di Pekanbaru. Dari namanya saja sudah tergambar bahwa aneka produk yang ditawarkan semua beraroma Bali. Bahkan pemiliknya, Pak Herry mengatakan mendatangkan langsung produknya dari Bali. Ini tentunya menjadi kabar baik, untuk kita yang ingin membuat rumah ala resort khas Bali yang romantis dan dinamis.






Tidak hanya untuk hunian, tapi juga kantor. Bali house memberikan inspirasi bagaimana penataan kantor yang apik, dan menghadirkan suasana alam. Tujuannya adalah agar sembari bekerja kita juga bisa rileks, karena mata dimanjakan dengan sentuhan alam yang menenangkan. Seolah mengisi ulang kembali energi kita.




Buat Pekanbaru yang saat ini tengah berkembang pesat, salah satunya dengan mulai menjamurnya usaha tempat makan seperti cafe atau coffee shop, maka Bali house juga menawarkan berbagai furnitur unik, seperti wooden wall decor. Bisa menyesuaikan dengan konsep cafe/coffee shop kita.




Lalu, bagaimana dengan harga?. Tenang saja, sesuai dengan tagline mereka Bali House Make Places Unique And Beautiful at Reasonable Price. Produk dengan kualitas bagus tapi memiliki harga yang sangat terjangkau. Terlebih untuk produk yang memang didatangkan langsung dari Bali, bayangkan jika kita memesannya langsung ke Bali, berapa yang harus dibayar?.




Bali House Art dan Gallery Store
Jln. Setia Budi no.159 H-1
Pekanbaru-Riau
Facebook: Bali House
Instagram: @balihousepku

13 Desember 2016



Sahabat Ummi...

Pada tanggal 10-11 Desember 2016 ini, ada perhelatan lagi di Pekanbaru, yaitu Melayu Food Festival. Wah, ini keren banget, kita jadi tahu apa saja makanan dan minuman khas Riau. Nggak cuma tahu, kita juga bisa langsung icip-icip. Tak hanya enak, tapi juga sehat, dan harganya terjangkau. Tentu asyik banget kalau kuliner ini bisa kita temui tiap hari di sini. Nah, itulah yang menjadi tantangannya. Makanan dan minuman khas daerah itu biasanya identik dengan orang-orang tua, orang-orang jaman dulu. Makanan dan minuman tersebut juga seringnya hanya bisa ditemukan di acara-acara penting/adat. Jadi nggak heran kalau banyak generasi muda yang nggak familiar dan nggak terbiasa dengan rasanya.

Padahal, mengkonsumsi kuliner khas daerah itu menyehatkan dibandingkan kulineran makanan junk food. Bahkan dengan mengkonsumsinya, itu berarti kita ikut melestarikannya. Trus dimana kita bisa menemukan makanan dan minuman tersebut di Pekanbaru setiap harinya?. Ada kok, di festival ini ada beberapa penjual yang memang berjualan kuliner tersebut, termasuk tempat-tempat makan khas melayu seperti pondok patin. Beli deh, biar usaha kuliner tersebut tetap ada dan bisa semakin berkembang.




Selain sebagai pembeli, kita bisa ikut berpartisipasi juga dengan membuat aneka kuliner tersebut di rumah, disajikan sebagai panganan keluarga, untuk menjamu tamu, atau menjadikannya oleh-oleh. Bahan dan cara pembuatannya juga nggak sulit kok. Yang pernah dan sering saya buat di dapur adalah mie sagu, asam pedas ikan patin, tempoyak durian, roti jala, dan roti canai. Berikutnya nih yah, saya bakal eksekusi resep kue hasidah yang saya dapatkan di salah satu stand yang saya kunjungi. Nanti saya share lagi yah.

Oke deh, ini beberapa kuliner yang sempat saya abadikan di acara Melayu Food Festival, sayangnya nggak banyak yang bisa saya icip, karena saya datengnya malam. Banyak yang udah habis. Harapannya sih, moga acara seperti ini rutin diadakan, kalau bisa setiap bulan ^___^


Mie sagu



Es Lancang Kuning

Manisan buah Renda

Kue Hasidah

Minuman Laksamana Mengamuk

Minuman Biji Delima



12 Desember 2016


“Ma, ini hadiah ulang tahun, satu set perhiasan berlian yang udah lama mama inginkan”
“Ma, papa udah transfer ke rekening mama 200 juta untuk belanja bulan ini ya”
“Ma, besok kita ke showroom yuk, cari mobil yang cocok buat anak kita"
Perempuan, bahagianya tentu luar biasa saat diberikan perhiasan, fasilitas bagus, dan berbagai kesenangan lainnya. Tidak ada masalah kalau memang suami memiliki pekerjaan dan penghasilan yang mampu memberikan semua hal tersebut. Sayangnya, tidak sedikit perempuan yang justru tidak tahu pasti berapa penghasilan suaminya, dan tidak memiliki komunikasi yang baik dengan sang suami.
Saat suatu hari sang suami tersandung kasus korupsi dan akhirnya dijebloskan ke penjara, maka Istri dan anak-anaknya juga menanggung beban moril dan materil. Rasa malu, belum lagi penyitaan aset, dll. Siksaan sosial yang diterima tak kalah beratnya dengan hukuman penjara. Lantas, sebagai seorang perempuan, apa ending ini yang kita inginkan? Tentu tidak.
Membangun sebuah rumah tangga tentu dilandasi dengan niat mulia untuk mendapatkan predikat keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Keluarga yang baik, yang menghasilkan generasi-generasi terbaik. Pentingnya sebuah usah preventif agar kasus tersebut tidak terjadi di keluarga kita. Perlawanan korupsi lewat pencegahan bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk kita perempuan. Sebagai sosok sentral di dalam keluarga, kita memiliki andil yang sangat besar terhadap arah perkembangan keluarga, berkaitan dengan peran kita sebagai istri, ibu, maupun profesional. Sebagai perempuan, mungkin ada banyak hal yang menjadi pertanyaan kita tentang keterlibatan kita dalam pencegahan korupsi. Saya akan membahasnya lebih dalam.
Apa itu korupsi?
Sebelum kita membahas lebih jauh. Banyak dari kita yang hanya mengetahui bahwa korupsi itu adalah penggelapan uang. Sebenarnya lebih luas lagi, korupsi itu adalah penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan, demi kepentingan pribadi maupun orang lain, termasuk keluarga dan kerabat. Tidak selamanya tentang uang juga, karena bisa berupa pemberian barang sebagai hadiah (gratifikasi), keuntungan saham (dividen), obligasi, penggunaan fasilitas, dll. Intinya, berkaitan dengan jabatan dan kepentingan.
“Ma, ntar hubungi nomor ini ya biar pengurusan kita lancar, nggak pakai nunggu lama”
“Ma, istri kolega papa ngajak mama perawatan di salon, buat nyobain body treatment dengan emas”
“Ma, siap-siap yah, papa dapat paket liburan keluarga gratis selama seminggu di Dubai”

Nah, sekarang udah paham dong yah. Ternyata banyak banget tindakan yang bisa dikatakan sebagai korupsi.



"Untung suami saya nggak punya jabatan, aman dong dari korupsi!"



Eits, siapa bilang. Korupsi itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak memandang jabatan, jenis kelamin, batasan ekonomi, suku, ras, agama, dan usia. Siapa saja bisa terlibat, termasuk kita lho para perempuan. Misal contoh sederhananya nih, saat kita memberikan biaya lain di luar biaya administrasi yang sudah ditetapkan, agar pengurusan menjadi lancar dan lebih cepat dari waktu seharusnya. Memberikan uang atau hadiah sebagai ucapan terimakasih, buat uang rokok, buat bensin, buat ganti kertas, buat sarapan, atau buat ganti pulsa. Berbagai sikap mengambil jalan pintas dan melicinkan segala sesuatu dengan uang. Tanpa sadar, ini menjadi kebiasaan bagi kita maupun mereka si petugas.


Jadi, penting sekali untuk kita mengetahui bentuk-bentuk dari korupsi. Sama halnya dengan perbuatan kriminal lainnya, korupsi bisa terjadi karena adanya kesempatan dan pembenaran. Sayangnya, jika pembenaran tersebut diberikan atau dijadikan tameng karena keluarga, menjadi rasionalisasi perbuatan korupsi. Bertujuan ntuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Bagaimana peran perempuan dalam pencegahan korupsi?

Siapa saja bisa turut andil dalam pencegahan korupsi, bahkan harus. Termasuk kita kaum perempuan, yang di awal tadi sudah saya singgung bahwa kita perempuan adalah sosok sentral di dalam keluarga. Banyak hal yang bisa kita lakukan berkaitan dengan peran kita sebagai seorang istri, ibu, maupun profesional. Hasil baseline study KPK , tentang pencegahan korupsi berbasis keluarga, memperkuat keyakinan bahwa keluarga adalah target intervensi untuk pencegahan korupsi. Mengapa demikian?, karena keluarga memiliki fungsi penting sebagai wadah pertama dan utama dalam penanaman nilai-nilai, penentuan identitas sosial, dan sebagai tempat untuk mendapatkan kenyamanan, ketentraman, perlindungan, dll.

  • Peran sebagai seorang istri 
Kita adalah partner suami, maka sudah menjadi kewajiban kita juga untuk mengetahui pekerjaan suami, dan penghasilannya. Apa saja yang bisa kita lakukan? banyak, diantaranya sebagai berikut:
  1. Jalin komunikasi dengan baik kepada suami. Menjadi istri yang tegas dalam kelemah-lembutan sikap dan aksara. Jangan lelah untuk mengingatkan, memotivasi dalam kebaikan, saling berpacu dalam meningkatkan amal ibadah.
  2. Menjadi istri yang bersyukur. Nah ini penting, karena tidak bisa dipungkiri, ada istri yang memiliki banyak sekali tuntukan yang berhubungan dengan duniawi yang harus dipenuhi oleh suaminya. Padahal, tuntutannya di luar batas kemampuan sang suami. Akhirnya, demi membahagiakan istrinya tadi, suami mulai melenceng dalam melakukan pekerjaannya.
  3. Selalu mendoakan suami. Manusia bisa berubah, maka penting sekali untuk kita selalu mendoakan kebaikan bagi suami. Hanya Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati seseorang, maka mintalah agar hati suami kita tetap dalam kebenaran.

  • Peran sebagai seorang ibu
Baseline study pembangunan budaya anti korupsi berbasis keluarga yang dilakukan oleh KPK pada 2012-2013 di kota Jogjakarta dan Solo, menunjukkan bahwa ibu memiliki peran dominan di dalam keluarga. Ibu memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam penanaman nilai dan pembentukan karakter anak. Ada 9 nilai yang berdasarkan study KPK dapat menghindarkan kita dari perilaku korupsi, yaitu kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggung jawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Lalu bagaimana cara menanamkan nilai tersebut?. Kita bisa memulainya sejak dini, berikut pengalaman saya:
  1. Kita mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, terlebih saat tengah mengandung
  2. Saat anak diusia bayi (0-1th) kita bisa mulai membacakannya buku-buku cerita yang memiliki nilai moral yang tinggi. Sedangkan saat diusia balita (1-5th) anak sudah bisa diajarkan langsung 9 nilai di atas, disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Apa saja yang bisa dilakukan, misalnya: membuang sampah pada tempatnya, mengumpulkan mainan dan meletakkannya pada tempatnya setelah bermain, membiasakan diri mengantre, mau berbagi makanan dengan orang lain, mau menolong orang yang membutuhkan bantuannya, menjaga dengan baik barang-barang pribadinya, dll. Di usia anak-anak (<18 tahun), ini sudah mulai dipahami oleh anak, bagaimana konsekuensi dari perbuatan yang tidak baik, yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, misalnya mencontek, bolos sekolah, membully, dll. Sehingga, 9 nilai tersebut sudah menjadi sebuah karakter. Jangan lupa, tanamkan nilai religiusitas sejak dini, sesuai dengan agama kita masing-masing.
  3. Teladan. Segala teori yang kita gunakan akan buyar semuanya tanpa adanya keteladanan. Role model pertama dan utama bagi anak-anak adalah orang tuanya. Jadi, sangat peting untuk kita sebagai orang tua, terutama Ibu, memberikan teladan yang baik kepada buah hati.
  4. Berdoa. Saat kita telah berupaya sebaik mungkin dalam mendidik anak-anak kita, maka doa adalah penjagaan terbaik saat penglihatan kita tak lagi bisa menjangkau mereka.

Peran sebagai Profesional


Perempuan juga banyak yang berkiprah di sektor publik. Ada yang berprofesi sebagai guru, dokter, polwan, akuntan, dll. Maka, mulailah dari diri kita sendiri dulu, seperti berani berkata tidak atas segala perbuatan yang bertentangan dengan kode etik profesi kita. Menghilangkan rasa tidak enak saat diberikan hadiah oleh orang lain atas dasar kepentingan, sampaikan dengan jelas bahwa kita menolaknya. Kita juga bisa mengedukasi orang-orang disekitar kita yang belum paham tentang apa itu korupsi, jenisnya, dan efeknya.

Terakhir, ini yang paling sering menjadi dilema, tapi harus kita tumbuhkan keberanian untuk melaporkan tindak korupsi yang dilakukan oleh siapapun yang kita ketahui, sekalipun itu atasan kita.

Alamat KPK:

Lt. 1 Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jl. HR. Rasuna Said, Kav. C-1, Jakarta12920 
Telp: (021) 2557 8498
Faks: (021) 5290 5592
E-Mail: informasi@kpk.go.id
Website: www.kpk.go.id 



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru

Sumber bacaan:

https://acch.kpk.go.id/id/ragam/saya-perempuan-antikorupsi/mengenal-gerakan-saya-perempuan-anti-korupsi-spak






25 November 2016

Setiap kita adalah guru. Setiap peristiwa adalah pelajaran. Setiap tempat adalah sekolah. (Ridwan Kamil)

Sahabat Ummi...

Bener banget yah. Kita adalah guru bagi orang lain, setiap pristiwa yang kita tangkap atau lalui adalah sebuah pelajaran. Pun demikian, bahwa sekolah itu tak berbatas ruang dan waktu. Jadi, apakah kita akan menjadi teladan yang baik? mengambil ibrah dari setiap peristiwa? berhenti karena alasan usia tak lagi muda?. Hidup itu proses, selama masih diberi waktu, itu artinya ada kesempatan untuk perbaikan.

Kita bisa lakukan apa? sesuai kapasitas dan prioritas. Bergeraklah, mulai dari diri sendiri dan orang terdekat kita. Manfaatkan setiap momentum. Menjadi komentator tak membuat hari kita membaik bila tak memberi waktu untuk diri menjadi fasilitator kebaikan. 

Selamat Hari Guru Nasional untuk kita semuaaaa ^___^



21 November 2016



Sahabat Ummi...

Hari minggu tanggal 20 lalu, saya menghadiri 1st meet up kompakers Pekanbaru. Apa sih itu?, ada yang masih asing yah dengan kata kompakers?. Oke deh, kompakers itu sebutan untuk member Upload Kompakan. Tahu dong yah Upload kompakan? nggak tahu juga? Oke deh, upload kompakan itu salah satu komunitas fotografi di Instagram. Punya IG dong yah, sila mampir buat lihat-lihat, hestegnya #uploadkompakan


Siapa tahu ntar tertarik juga buat gabung. Saya sendiri juga masih baru banget gabung di sana, tapi betah dan seruuuuu... bertaburan ilmu fotografi. Jadi, selain baca dan nulis, hobi saya juga foto-foto. Dengan tema yang berbeda setiap harinya, membuat saya merasa tertantang di sana dan berusaha buat PD nampilin hasil foto saya. Yah... walaupun masih remah-remah banget, apalagi cuma pake kamera android aja hihihi...


credit: grup line Kompakers Pekanbaru

Nah, kompakers Pekanbaru itu sebutan untuk member Upload Kompakan yang berada di Pekanbaru. Ternyata banyak juga membernya. Kami berkenalan dan saling follow. Di acaranya juga ada tukaran kado, biar makin akrab. Trus, dipilihlah Bu Lurah alias bulur, sebagai ketua kompakers Pekanbaru, yaitu Ulie Sebayang. Jadi, akan ada pertemuan rutin berikutnya. Wah seneng banget dong yah, jadi nambah temen dan ilmu. Senang bisa ngumpul dengan orang-orang yang punya passion yang sama. Karena ini komunitas foto, jadi pas acara kita juga belajar foto-foto. Ada yang bawa properti, seperti alas foto dan napkin.



Credit: Mumut

Hasil belajar di sana
foto pesanan makanan

Ada yang penasaran, gimana sih caranya gabung di komunitas ini. Gampang banget, cukup follow Upload Kompakan, ikutan setor foto dengan taat rule tentunya, trus cantumkan juga #kompakerspekanbaru add grup line kompakers Pekanbaru. Udah gitu aja.

Taraaaaa... inilah dia Kompakers Pekanbaru


 Credit: Grup line kompakers Pekanbaru

 Credit: Grup line kompakers Pekanbaru

 Credit: Grup line kompakers Pekanbaru

Jangan lupa follow IG saya yah: @ociym

20 November 2016



Sahabat Ummi...

Tahun ini festival Media 2016 bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) diadakan di Pekanbaru, tepatnya di perpustakaan wilayah Soeman HS. Ada banyak banget rangkaian acaranya, mulai dari talkshow, pameran, dan lomba-lomba. Acaranya diadakan selama dua hari, tanggal 19-20 November 2016. Melihat rundown acara, saya memutuskan untuk datang dan mengikuti acara Blogger Community and Indonesian Online Media Gathering, dengan tema how to monetize your blog and web.

Saya datang agak terlambat, sehingga melewati pembicara pertama, sedangkan pembicara kedua sudah hampir sampai diujung materinya. Tapi, lumayanlah ada juga yang bisa saya tangkap, tepatnya dipembicara kedua dong hahaha...
Pembicaranya menjelaskan tentang UC News. Ada yang pernah tahu dengan UC News? kalau belum, akan saya jelaskan sepintas yah, kalau mau lengkap langsung googling ajah.

Jadi, UC News itu adalah sebuah platform dengan dukungan big data yang menyediakan berita populer atau pilihan dari berbagai macam kategori. Nah, UC news ini dikhususkan untuk perangkat mobile lho, jadi bakal mudah banget diakses oleh seluruh masyarakat. Nah, ini bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi industri media, oleh para jurnalis or blogger kaya kita. Apa aja, cekidot:
  • Jangkauan konten tidak efisien. Why? simple sih, karena kurang popularitas dan kesempatan.
  • Model monotisasi belum dikembangkan. Why? adanya media platform or agensi blogger/buzzer yang masih hanya seputar pemberian job tapi tidak melakukan pengelolaan secara menyeluruh.
  • Kurangnya industri. Why? karena masih serba terbatas
Apa yang ditawarkan UC news?
  • Teknologi big data. Jadi ada banyak sekali konten berkualitas yang tersedia. Menyatukan penyedia konten tradisional dan new media dalam satu wadah.
  • Sumber daya. Trafik (platform terpercaya di 3 bidang dengan trafik paling banyak: Medsos, browser, dan penggabungan/distributor konten), modal (dana dan kompetisi bakat), dan media partner (200+ media mainstream).
  • Terakhir, pengalaman. Sudah terbukti kemampuan monotisasi dan dukungan personal branding.
Pemaparan tentang UC News ini diperkuat kembali oleh ketua AJI, Suwarjono. Bgaimana pengalamannya dan apa saja yang sudah didapat dari bergabung di UC news ini. Sebelumnya, Jono membahas tentang perkembangan media di Indonesia. Menurut data terakhir, ada 2338 media, yang terdiri dari 394 televisi, 576 media cetak, 1166 radio, dan 211 media online. Tapi, yang sehat tidak lebih dari 30%, seperti diantaranya: Jawa pos, MNC, Transcorp, VIVA.

Jono menjelaskan tentang bagaimana saat ini teknologi telah mengubah dunia:
  • Trend media global. Untuk media cetak turun, TV dan radio lebih segmented, sedangkan internet mengalami kenaikan.
  • Terjadi perubahan perilaku pembaca/masyarakat dalam konsumsi berita.
  • Adanya perubahan media dalam memproduksi berita.
  • Perubahan bisnis dan delivery konten.
Lalu, bagaimana menyikapinya?. Jono membagikan 7 kunci penting perubahan, yaitu:
  1. Konten is the king
  2. Delivery is a queen
  3. Home is dead (matinya halaman beranda)
  4. Notive ads hingga ads network
  5. Niche market
  6. Leader bukan follower
  7. Jangan berpikir semua kita kerjakan sendiri
Yang bikin mupeng tiada tara itu kalau udah ngomongin fulus yak hahaha... ngenceees denger berapa rupiah yang udah mereka hasilkan dari internet. Tapi, jangan bisanya mupeng aja, kudu semangat berusaha kalau emang mau serius masuk ke dunia ini. Nggak cuma buat happy-happy aja, tapi pengen dapet money juga.

Pembicara terakhir adalah seorang Vlog, namanya Gozza yang per vidio dengan durasi cuma beberapa detik itu mempunyai rate 4 juta rupiah ((((4 juta))))
Gozza share gimana asal mula jadi vlog plus gimana naikin followernya. Tips paling utama, sekali lagi adalah konten is the king!.

Kelihatan dong yah yang
mana Cumi Lebay :D

Nah ada juga bintang tamu tambahan yang hits banget, namanya cumi lebay. Blogger yang blognya baru berusia 5 tahun ini, udah dapet banyak banget dari ngeblog. Nggak kaya' blog si Ummi hihihi... *ayo seriusin Mi!

Tipsnya apa?
  • Harus punya karakter
  • Naikkan trafik dengan rajin posting, share di sosmed, dan blogwalking (BW)
  • Nggak mungkin jadi yang terbaik, maka jadilah yang paling beda.
Penasaran, cuuuuus... aja ke blog dia yak!

Kesimpulannya apa?

  • Dunia digital menjanjikan banyak hal
  • Pandai-pandailah memilih platform dalam bekerja sama
  • Mau hepeng banyak, bisa!. Asal fokus, konsisten, dan pandai-pandai melihat kesempatan
  • Konten is the king. Berlatih terus untuk menghasilkan konten yang berkualitas.

Okelah... gitu aja. Terakhir, sebagai seorang blogger, apapun motivasi ngeblog kita, hendaknya untuk hal yang positif yah. Bermanfaat yang orientasinya nggak dunia aja, tapi juga akhirat, tul nggak?  ^___^

Kami Blogger Bertuah dan Blogger Jawa Timur di salah satu stand
(ketemu Vera Astanti salah satu teman blogger di dunia maya)

17 November 2016



Sahabat Ummi...

Semenjak menyandang status sebagai Ummi dari 2 orang putri, ini kali pertama saya mengalami sakit dan kudu istirahat selama 4 hari. Kategorinya sakit yah, bukan sakit yang pas habis lahiran cesar.

Nah, kalo si Emak sakit, kebayang dong yah gimana dengan urusan kerjaan domestik dan anak-anak. Kalo masalah job yang terpaksa harus saya cancel or tolak, ya udah lah yah, belum rezeki. Bersyukur aja karena suami bukan orang kantoran yang nggak bisa diganggu sama sekali kerjaannya, karena kerjaannya bisa diatur waktunya, lebih fleksibel. Apalagi kami nggak punya asisten rumah tangga, otomatis semua tugas didelegasikan ke si Abi hahaha...

Di hari pertama semua aman terkendali, makanan cukup beli aja. Situasi rumah di luar kamar, saya nggak tahu gimana kondisinya. Yang jelas, di kamar amanlah, rapi.

Hari kedua, Si Abi mulai lelah. Dari pagi ngerjain kerjaan rumah, mulai dari bersih-bersih (rumah gede), nyuci piring dan pakaian. Ngurus anak, mulai dari persiapan Mbak Nai sekolah, sampe momong adek Khai yang super aktif, nggak bisa lepas dari pengawasan sedikit pun. Pas adek Khai tidur, baru deh si Abi nyambi kerjaannya. Ntar urusan makan anak-anak, trus dampingi belajar Mbak Nai. Pokoke, semua kerjaan deh hahaha... biasanya kami ada bagiannya masing-masing, tapi kali ini abi yang harus survive. Belum lagi ngurus saya yang lagi sakit dan rada rewel hihihi....

Masuk hari ke tiga, Abi lelah, walaupun nggak ngaku tapi kelihatan banget. Saya juga udah bosen di kamar aja. Akhirnya mulai menginjakkan kaki di ruang tengah yang kondisinya kaya' kapal pecah! Ya ampuuuuuun... Mainan Mbak Nai dan adek Khai berserakan di atas karpet hingga lantai. Ada banyak remah-remah makanan. Di atas meja ada gelas kotor, belum lagi tissu berserakan di mana-mana. Masuk ruangan lain, terlihat onggokan kain setinggi gunung semeru, kain yang harus dipisah mana yang buat ke laundry dan mana yang harus dilipat. Berjalan lagi ke arah dapur, melewati mesin cuci yang di sampingnya ada gunung semeru kedua hahaha... Yak, kain kotor pemirsah. Sampai dapur, ya salaaaaaam... dapur sulit untuk diungkapkan kondisinya.

Begitulah kalau emak sakit. Padahal, udah dibantu nih yah sama si Abi, Tapi, Abi ngerasain sendiri kalau rumah bersih itu nggak bertahan lama bhahaha... dan gimana rempongnya ngurus semua ((((semua))))
Yah, namanya bukan kita sendiri yang ngerjain, jelas dong pasti aja ada kurangnya. Nggak sesuai sama yang biasa kita lakukan, contohnya nih benda-benda nggak pada tempatnya lagi.

Setidaknya, selama sakit banyak juga yang jadi renungan saya, diantaranya;

  • Lebih memperhatikan makanan dan alaram tubuh. Jadi, saya itu maagnya kambuh. Asam lambung yang naik, tenggorokan radang, makanan or air yang masuk selalu keluar, bahkan saya sampe demam dan sakit kepala hebat. Buat duduk aja pusing dan mual banget. 
  • Berdamai dengan keadaan. Namanya sakit, kudu istirahat yah dan sebaiknya gitu juga dengan pikiran. Sulit sih yah, pasti kepikiran banyak hal, diantaranya susunan peralatan makan di lemari dapur sesuai apa nggak hahaha... remeh? nggak, buat Ummi yang perfeksionis kaya' saya. Kebayang dong yah yang gitu aja kepikiran apalagi yang lain :D
  • Bersyukur banget punya anak-anak yang perhatian. Duh, sulit ngungkapin gimana rasanya pas anak-anak ngobrol atau ngelakuin sesuatu untuk saya pas sakit. Mbak Nai dengan pertanyaan kritisnya dan adek Khai dengan kelucuannya.
  • Kalau sakit, pastilah lebih bisa menghayati gimana nikmatnya sehat yah. Terutama untuk melakukan ibadah seperti shalat.
  • Bersyukur ada suami yang bisa selalu siaga.

Alhamdulillah... Allah berikan saya kesehatan. Baiklah, semoga kita para emak sehat-sehat selalu yah. Jaga bener deh, pola hidup dan perhatikan alaram tubuh, jangan terlalu diforsir. Trus, jangan lupa untuk selalu bahagia yaaaa ^___^

11 November 2016

Sahabat Ummi... Salah satu kesenangan di dunia ini adalah hobi yang dibayar. Bener nggak, dobel yah senengnya. Senang jalaninya dan senang dapet duit dari sana. Alhamdulillah... gitu juga dengan saya yang hobi nulis. Berawal dari doyan baca, trus mimpi ketika suatu saat bisa punya karya sendiri, dan dibaca oleh orang banyak. Yakin segala sesuatunya itu nggak ada yang nggak mungkin. Apalagi untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis. Terlebih di era digital ini. Kamu bisa jadi penulis via sosmed, salah satunya blog. Mau jadi penulis buku? bisa dong, info bertebaran dan peluang terbuka lebar. Asal mau berusaha mencari dan melatih kemampuan diri.

Berawal dari quote

Pernah nggak sih kita nemu kalimat yang indah dan penuh makna banget yang disebar seseorang di sosmed? kalau pernah, itu dinamakan quote alias kutipan. Jadi nih yah, kita ngutip dari karya tulis atau ucapan seseorang yang berisi sebuah ide, gagasan, atau pendapat. Kalau dalam sebuah karya tulis, gunanya sebagai acuan atau referensi untuk memperkuat atau memperjelas tulisan.

Dulu, saya suka banget nyari-nyari quote yang isinya nyesss banget di hati. Trus dipajang buat jadi motivasi. Ada yang samaan? hahaha...
Trus, kalau baca buku, saya juga nyari rangkaian kata yang menjelma menjadi sebuah kalimat yang maknanya dalem banget, trus saya garis bawahi. Nah, berbekal pengalaman sendiri, saya yang akhirnya jadi penulis buku, nyantumin quote juga di buku saya. Bahkan, saya bikin quote sendiri dari buku saya, sebagai sarana promosi.

Promosi?

Iyesss...

Saat orang nemu quote yang menarik, tentu penasaran dong yah ini bersumber dari mana. Trus pas tahu sumber bukunya, jadi penasaran buat baca. Quote kece gini pasti bukunya lebih kece lagi. Begitulah kira-kira.

Membuat desain untuk quote

Kalau nyantumin quote di buku, saya nggak perlu pusing mikirin desainnya. Udah dibuat langsung oleh tim dari penerbit. Pasti kerenlah!. Nah, yang puyeng itu pas mau nyebar quote dari buku sendiri sebagai sarana promosi. Terus terang saya nggak gape dengan urusan desain. Maunya desain ready dan saya tinggal nulis kata-katanya aja.

Ada yang jual desain untuk quote?

Shutterstok semua desain ada


Desain quote yang saya suka

Memang yah jaman sekarang ini semua serba ada. Butuh desain buat quote, tersedia di shutterstock. Desainnya kece, nggak pasaran. Beda dong dengan yang bisa kita download di situs-situs gratis, ini lebih berkualitas. JasaShutterstock.com salah satu situs yang recomended, buat kita bisa beli desain untuk quote yang harganya murah. Gampang banget lagi, tinggal cari desain yang kita mau di situs shutterstock. Trus, untuk pembayarannya bisa dibantu oleh JasaShutterstock.com, gampangkan. Pilih aja gambar yang kita mau, sebanyak minimal 5 gambar, hanya dengan membayar 125k aja.

Desain quotenya saya dapat lewat JasaShutterstock.com

Ada pilihan situs lain, yaitu IDCopy namanya. Situs ini juga terpercaya lho. Kita bisa membeli gambar yang dijamin keren dan berkualitas. Jadi, quote kita makin menarik karena ditunjang dengan desain yang kualitasnya premium!.



6 November 2016



Sahabat Ummi...

Ada berapa banyak alas kaki di rumah?, sebut saja sandal dan sepatu, tentunya banyak yah. Tergantung berapa orang penghuni rumahnya. Bahkan, satu orang bisa punya alas kaki beberapa macam. Ya nggak sih? misal nih, sandal jepit buat di luar rumah, sandal khusus buat di dalam rumah, sepatu kerja, sepatu olahraga, sepatu santai, sandal santai, sandal buat ke pesta, dll. Belum lagi nih kalau wanita, ada berbagai macam jenis alas kaki, baik sandal maupun sepatu wanita dan disesuaikan dengan warna pakaian, atau tas. Trus, nggak hanya  soal warna, tapi juga haknya. Ada yang flat, ada yang hak 3 cm, 5 cm, 7cm, bahkan sampai di atas 10 cm.

Ada orang yang punya banyak sekali jenis alas kaki dengan alasan untuk keperluan kerja, yah seperti orang-orang yang terjun di dunia entertainment. Ada yang memang hobi hingga rela berburu alas kaki yang disuka dan nggak masalah dengan uang yang harus dikeluarkan. Ada orang "yang penting punya" alas kaki untuk melindungi kakinya. Ada juga orang yang nggak butuh alas kaki sama sekali. 

Apppaaaa! nggak butuh alas kaki?

Yup, jangan heran gitu dong, biasa aja. Masyarakat suku pedalaman ada yang nggak pakai alas kaki, sebut saja seperti suku baduy dalam.

Mengenai alas kaki ini, sebenarnya sah-sah aja sih yah mau punya berapa banyak, jenis apa, merek apa, warna apa, hak tinggi berapa, bahannya apa. Nggak masalah juga kegunaannya karena tuntutan profesi, hobi, atau "cukup punya" aja. Semua itu tergantung kemauan dan daya beli kita. 

Maksudnya, kalau nggak mampu cukup punya satu aja gitu?

Eits... nggak gitu juga. Sekali lagi, tergantung KEMAUAN dan DAYA BELI.

Ada orang yang secara finansial mampu untuk membeli aneka alas kaki, tapi nggak punya kemauan untuk melakukan itu. Alasannya bisa karena lebih senang buat menumpuk tas, atau mengkoleksi tea set shabbyc chic. Bisa juga mubazir karena bingung, punya banyak buat dipake kemana. Ada yang tipenya baru beli alas kaki kalau yang lama udah nggak bisa dipakai lagi atau size nya berubah.

Sahabat, termasuk tipe yang mana?

Kalau saya tipe yang irit hehehe... maksudnya, punya beberapa alas kaki tapi kegunaannya dimaksimalkan *istilah apa ini

Maksudnya gini, saya cuma punya 3 alas kaki aja. Berhubung saya bukan Ibu kantoran, jadi nggak harus punya alas kaki khusus buat kerja. Cukup sandal jepit, sneakers, dan sandal sepatu (sandal semi sepatu). Sandal jepit, jelas dong yang penggunaannya untuk di luar rumah, seperti pergi ke warung, nyapu halaman, dll. Sedangkan sneakers, saya gunakan untuk jogging dan pergi jalan-jalan/acara santai. Nah untuk sandal sepatu, bisa ke acara santai juga maupun ke acara yang resmi. Pemilihan warnanya, sandal jepit bebas, tapi untuk sneakers dan sandal sepatu, saya memilih warna yang netral seperti hitam atau putih. Untuk jenis bahannya, sandal sepatu cendrung kulit, dengan model hak wedges yang nggak terlalu tinggi. Tentang selera aja sih, saya suka yang simple dan i love black hehehe...

Kapan ganti alas kaki? si irit ini bakal ganti alas kaki, kalau udah rusak or size nya berubah *lagi gendut :D

Jadi, buat si irit ada beberapa tips dalam memilih alas kaki, cekidot!
  • Beli alas kaki ditempat terpercaya. Nggak hanya kesesuain harga dengan kualitasnya, tapi juga yang banyak pilihan jenis, warna, dan bahannya. Jadi, kita punya banyak pilihan dan bisa menyesuaikan dengan budget.
  • Pilih yang warnanya netral, seperti hitam, putih, coklat, dongker, atau abu-abu. Nggak papa juga sih kalau mau warna lain yang lebih colourful, yang penting kita PD buat pakainya dengan pakaian warna apapun.
  • Jangan lihat alas kaki orang lain, pilih yang nyaman buat kita pakai disegala suasana. Misalnya nih, liat orang pakai high heels, mau ikutan pake juga, padahal selama ini udah nyaman dengan yang flat.
  • Pilih bahan yang bagus. Walaupun harus merogoh kocek lebih dalam, nggak papa asal kualitasnya bagus dan bisa tahan lama. Sebaiknya pilih yang berbahan kulit hewan (leather) dan kulit lunak (suede), karena lebih lentur dan terasa nyaman. Bahan tersebut juga bisa menyesuaikan dengan bentuk kaki, jadi bisa memberikan perlindungan yang lebih baik buat bagian-bagian kaki kita yang sensitif dari gesekan atau benturan.

Oke deh, segitu aja tips dari saya, sahabat bisa menambahkan di kolom komentar yaaaa ^_____^