30 Mei 2015



Pekanbaru kalau udah diguyur hujan, rasanya nikmaaaaat banget deh. Apalagi puanaaaaasnya cuaca Pekanbaru belakangan ini. Nah, pas hujan-hujan itu bawaannya lapeeer yak. Buat ngemil Mbak Nai dan Abi, saya bikin bakpao deh, isian coklat, dengan ukuran yang mini ajah. Hmmmmm... pao nya lembuuuuut.... enak banget dimakan anget-anget, ditemeni dengan teh anget. 

Temans mau coba? yuuuuk bikin, nggak ribet, step by step di gambar, sila cek resepnya juga di gambar yaaaaah ^____^



















Jadiiiii deeeeh....

29 Mei 2015

Ada percikan rindu yang begitu sulit untuk diredam. Ada resah yang terasa saat tak berkabar. Sahabat... bagaimana kabar mu saat ini?
Pernah nggak, ngerasa kangen dengan seseorang yang dulu jadi bagian dari memori indah kita tentang sebuah persahabatan?. Buat yang punya sahabat, mungkin semua pernah yak. Trus rasanya ada perih saat nggak bisa komunikasi karena seperti ada jurang yang memisahkan. Bukan tentang jarak semata, tapi sepertinya tentang sesuatu yang tak terkata. Sungguh, kenapa nggak katakan saja ada apa?, karena kita bukan cenayang yang bisa tahu pasti apa yang ada di hati dan yang tengah terjadi. Kita juga butuh penjelasan agar tak dibayangi oleh pikiran "Saya salah apa?"

Ya sudahlah... tak ada yang lebih indah selain melangitkan doa semoga kondisi mu di sana baik-baik saja, sahabat...



28 Mei 2015


Pekanbaru puanaaaaas banget nih. Pas di kamar, udah jam 8 malam trus ngidupin AC, cek suhu ruangan, ternyata 33 dc. Wooow... kebanyang dong yah gerahnya. Nah, pas siang-siang cuaca gi terik banget, enaknya makan yang seger-seger nih. Kebetulan pas di pengajian Nai minta dibeliin puding, puding sutra namanya. Enaaaaak dan lembuuut banget, makanya dinamai sutra kali yak. Akhirnya googling, nemu banyak resep puding sutra. Saya cobain, Alhamdulillah berhasiiiil... Mbak Nai sukaaa :D

Kebetulan ada mangga di rumah, jadi puding sutra mangga

Bahan dan cara pembuatannya:

  • Agar-agar 1 bungkus
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Air 5 kaleng (kaleng bekas susu kental manis)
  • 2 buah mangga ukuran kecil, diblender, pake air (airnya udah termasuk takaran 5 kaleng)


Masak di tas api sedang, setelah mendidih, angkat dan letakkan di wadah. Hmmmm... saya pakai wadah gede sih, karena nggak ada stok cup kecil-kecil. Sebaiknya di cup kecil-kecil, karena puding ini nggak bisa dipotong pake pisau, lembuuuuut bangeet bakal hancur.


27 Mei 2015

Pengen baking tapi nggak punya timbangan? atau punya timbangan tapi bingung nentukan takarannya saat nemu resep yang pakai ukuran sendok makan, gelas belimbing, cup/cangkir, liter/ml. Nggak usah khawatir, inih solusinya ^__^










Happy Baking yaaaaaa.... :D

26 Mei 2015


Adek Khai lahir secara cesar, sama dengan Mbak Nai. Kehamilan kedua saya dibayangi oleh eklamsia. Secara medis, kemungkinan eklamsia setelah pernah mengalaminya pada kehamilan pertama, besar untuk terulang kembali. Tapi, Alhamdulillah... saya tidak mengalaminya. Operasi berjalan dengan lancar, bahkan kondisi saya cepat pulih. Saya sangat bersemangat, apalagi saat melihat bayi mungil yang masih merah itu.

Saat proses operasi, saya dalam kondisi sadar. Berbeda dengan Mbak Nai, saya tidak sadarkan diri. Saat sadar, penglihatan saya terganggu. Lalu, tak lama saya kejang dan sempat koma. Akibatnya, saya tidak bisa menyusui. Menjelang kondisi saya pulih, Nai minum susu formula. Tapi, Alhamdulillah akhirnya saya bisa memberikannya ASI, tak lagi sufor, sampai usianya 2 tahun.

Sedangkan Adek Khai, saya berhasil IMD dan ASIX. Insya Allah bisa ASI sampai usia 2 tahun. Alhamdulillah ASI saya lancar. Kalau ditanya tipsnya, selain makanan, dukungan dari keluarga (terutama suami), juga pikiran yang positif. Menyusui Khai kapan saja. Semakin sering disusui, ASI menjadi semakin banyak, karena hormon oksitosin yang ada.

Saya pribadi tidak pernah ada masalah dengan ASI. Tapi, tetap saja rajin untuk mencari informasi seputar ASI, bergabung dengan grup-grup yang mensupport ASI, agar bisa share kepada orang-orang yang membutuhkan masukan. Walaupun menyusui adalah hal yang alami atau bisa dikatakan naluriah, nggak sedikit juga ibu yang tidak menyusui bayinya karena kurang ilmu, tidak begitu paham tentang manfaat ASI bagi anak maupun ibunya, mudah tergiur dengan promosi gencar sufor, merasa repot apabila ASIP, saat terjadi masalah saat menyusui menjadi mudah meyerah walaupun belum usaha maksimal untuk mengatasinya, tidak ada dukungan dari keluarga, dll (kalau salah satu teman saya bilang, kurang ilmu, usaha, dan dukungan).

Jadi, penting banget edukASI dan peran aktif kita sebagai perempuan (para calon ibu) untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang ASI, karena persiapan untuk memberikan ASI, dimulai dari saat masih mengandung. Namun, saat sudah berusaha dengan maksimal, dan terbentur dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa memberikan ASI, jangan berkecil hati, setiap anak memiliki rezekinya masing-masing, juga kasih sayang dan doa dari ibunya yang dapat membantu tumbuh kembangnya dengan baik, Insya Allah.

O yah, saya mau share pengalaman saya nih. Nai dan Khai itukan nggak pernah ASIP, jadi nyusu secara langsung dan waktunya kapan saja dia mau. Nah, pas gi di luar, Alhamdulillah saya nggak pernah kesulitan saat menyusui. Di pasar, saya diberi tempat oleh salah satu pemilik toko saat melihat baby mulai rewel. Di tempat makan juga gitu, saya bisa mendapatkan tempat untuk menyusui, kecuali dari awal udah dapet posisi yang bagus buat menyusui (pilih tempat yang di sudut), kalau di mall mah enak, udah ada ruang khusus untuk baby. Cuma yang harus diwaspadai adalah jangan sampe menyusuinya pas menghadap CCTV yah :D

Oke deh, semangat buat para Ibu. Jangan kebanyakan galau, harus bahagia, agar bisa mendidik anak-anak dengan bahagia juga. Udah, itu aja ^____^


24 Mei 2015



Udah lamaaaaaaa banget pengen bikin lava cake ini. Kalau udah ngeliatin tayangan orang gi makan cake ini, rasanya ngileeeeeer banget deh, termasuk pas liet foto-fotonya. Aaaaaah... akhirnya, kesampaian juga buat nyobain bikin. Berhubung nggak punya oven, dikukus ajah, uenaaaak juga kok. Trus yang paling penting, bahan dan cara pembuatannya nggak ribet. Duuuuh... kenapa nggak disempetin dari dulu yak.

Bahan-bahannya:

  • DCC 85gr
  • Mentega 2 sdm
Bahan tersebut di tim sampai cair
  • Telur 2 butir
  • Gula 1 sdm
  • Tepung terigu 3 sdm
  • Susu kental manis 1 sachet
Cara membuatnya:

  • Campurkan semua bahan
  • Masukkan ke dalam cetakan
  • Kukus selama 5 menit saja, di kukusan yang udah dipanaskan terlebih dahulu, jangan lebih yah. Biar di dalamnya ada lava. Jangan lupa gunakan kain untuk menutup tutup kukusan agar air uap tidak menetes ke cake


23 Mei 2015

Kali ini, saya mau kenalin temen baru saya nih. Iya, kami baru kenal pas acara kelas inspirasi yang lalu. Namanya Ragillia Rachmayuni, seorang desain grafis yang punya usaha keren bernama Papero. Customized Premium pop Up Art & Greeting Card. Saya sempet ngobrol lumayan banyak dan akhirnya tertarik buat ngebahas tentang Mbak Ragil di blog ini. Sipa tahu bisa menginspirasi teman-teman juga. Berikut beberapa pertanyaan plus jawaban dari Mbak Ragil tentang usaha yang tengah ditekuninya saat ini, cekidot yaaaaa ^_^

  •  Apa nama usaha mbak Ragil


Papero. Customized Premium pop Up Art & Greeting Card


  • Kapan Mbak Ragil memulai usahanya

Hmm kapan ya? Di hitung dari saya resign dr kantor sik, dari November 2014 resminya

  • Latar belakang pendidikan Mbak Ragil (kuliah dmn dan jurusannya apa)

Desain Komunikasi Visual (Desain Grafis) Institut Teknologi Nasional Bandung


  • Dapet inspirasi dari mana

Awalnya, karena sedari kuliah memang suka dengan kesenian kertas po up ini. Sempat beberapa kali membuat buku po p up (bisa liat dibehance.net/ragillia)
Sempat berhenti mengekplore tentang kesenian pop up ini, tapi suatu hari ketika bermain ke pinterest.com. saya melihat perkembangan pop up sudah sangat pesat dan banyak jenisnya, salah satunya pop up frame dan card. Oleh karena itu, saya coba aja iseng membuat untuk ulang tahun ponakan saya. Iseng upload di social media saya, eh ternyata ada beberapa teman yang suka dan akhirnya memesan, sampai sekarang hehehe...

  • Suka duka usaha yang dijalani

Lebih banyak sukanya sik karena saya cinta dengan pekerjaan saya, dan ini memang bidang saya. Cuma dukanya mungkin, karena saat ini masih berstatus "self employee", segala nya masih dikerjain sendiri, walo untuk produksinya sudah ada yang mengerjakan. Kedepannya, ingin segera punya Asisten Desainer dan bagian Keuangan. Hihihi...


  • Lampirkan foto-foto, list harga juga boleh, dan CP, sekalian akun sosmed

Ragillia Rachmayuni
Telp./ WA : 082383782272
Pin BBm   : 549FB5B6
Twitter      : @PaperoHouse
Instagram : @PaperoHouse


  • Pesan buat creativepreneur klo pengen nyemplung di dunia usaha seperti mbak Ragil

Kalau ingin membuka usaha, alangkah lebih baik kalo dimulai dari hal yang kita cintai. Tak apa dimulai dari sesuatu / modal yang kecil, kalo serius digeluti dan fokus, InsyaAllah akan besar. Start small, think big! Dan jangan takut untuk terus berinovasi dan eksplore hal-hal / ide yang baru. Semangattt

Nah, buat yang tertarik dengan produk dari Papero, sila hubungi kontak yang udah komplit di atas yah :D

Mbak Ragil dan beberapa produk dari Papero


Produk mahar dari Papero

Nah, kalau ini foto narsis Mbak Ragil dan Pemilik blog :D

22 Mei 2015



Adek Khai agak-agak menunjukkan gejala GTM. Makannya dilepeh, kalau buah sih masih mau. Tapi, tetep harus dapet karbo, protein, dll dong yah. Akhirnya, Ummi bikin menu yang lain. Siapa tahu adek Khai GTM karena bosen. Nah, ini bisa-bisanya Ummi aja kasih nama Kukus kentang ceria, karena Ummi jadi ceria saat si adek makan dengan lahapnya, sampe ludeeeees... :D

Oke deh, inih resep dan cara pembuatannya, siapa tahu bisa dicoba sebagai variasi menu buat MPASI si kecil yang lagi GTM juga yah temans :)







Gampang kaaaaan, rasanya juga enak lho. Buktinya, Mbak Nai juga doyan, walaupun nggak pake gulgar, karena adek Khai belum 1 tahun. Jadi, kita emang kudu kreatif yah jadi Ibu. Puter otak gimana caranya supaya si kecil tetap dapet asupan gizi yang lengkap hahaha... :D

18 Mei 2015


Belakangan ini, saya jadi lumayan sering nongkrong di depan TV. Tepatnya, jam 9 pagi sampai jam 11. Ada 2 acara di salah satu stasiun TV swasta yang ngebahas tentang perempuan. Hmmmm... Tergantung temanya juga sih, menarik atau nggak.

Waduh... Mubazir, ngabisin waktu ajah!. Tenaaaaaang... Nggak juga. Wong saya nontonnya nyambi nyiapin bahan-bahan buat masak, trus ntar pas iklan, goreng2, trus nyambi ngasuh adek Khai juga. Kadang nyambi muter cucian di mesin cuci. Pokoke nyambi apa yang bisa disambi deh. Mak-mak gitu yak, multitasking hahahaa...

Lumayaaan lah, dapet ilmu juga pas nontonnya. Trus dapet inspirasi buat nulis. Yah namanya perempuan, nggak akan habis-habisnya buat dibahas. Segala sisi tentang perempuan itu selalu menjadi hal yang menarik buat dikupas.

Dari perempuan, tak hanya ada pelajaran tentang kelembutan, kesabaran, pengorbanan, ketangguhan, tapi juga amarahnya. Makanya, perempuan juga butuh penyeimbang, mengingat begitu beratnya peran yang harus dijalankan.

Pas nonton acara inih, jadi makin banyak bersyukur, ternyata hidup saya nggak "seribet" hidup mereka. Eh tapi kudu tetep bersyukur juga kalau ternyata ada kisah mereka yang mungkin jadi bagian dari kisah kita juga, itu artinya kita nggak sendiri. Jadi, jangan ngerasa paling menderita sedunia deh ah! :D

Nah, terus lanjut acara yang jam 10, salah satu episodenya bertemakan pusing pala mami. Narasumber yang dihadirkan adalah 3 orang artis yang masing-masingnya, punya anak 1, anak 2, dan anak 3. Mereka ngebahas tentang bagaimana rempongnya ngurusin anak.

Yang gue banget itu adalah pas narasumber yang punya anak 2 itu ngomong gini:

"Saya pikir, punya anak lagi saat usia sang kakak udah gede (hampir 5 tahun) itu bakal lebih mudah. Eh ternyata nggak, malah mulai dari 0 lagi. Si kakak malah jadi nggak mandiri bahkan cemburuan"

Nah... Ini... Yang ini nih yang bikin pusing pala Ummi. Mbak Nai yah begini ini. Jarak usianya dengan adek Khai 5 tahun, tapi manja dan cemburuannya, ampuuuuun dah. Emang kudu banyak-banyak sabar.

Trus, pas bahas peran suami. Ada 3 macam peran suami yang ditampilkan. Kurang lebih:

1. Menolong istri dalam mengurus baby dan kerjaan domestik.

2. Menggendong dan menyendawakan baby setelah menyusu.

3. Mengajak baby jalan-jalan

Nah, narasumbernya ada yang ngejawab ketiga hal tersebut dilakukan oleh suaminya. Ada juga yang ngejawab cuma yang no 2. Daaaan jawaban narasumber yang terakhir, suami cuma ngebantu lewat doa dari jauh aja XD

Duh... Duh... Duh...

Temans... suami mu ngelakuin yang nomer berapa? :D

17 Mei 2015



Hari ini adalah #WorldBakingDay tapi, kesian deh saya, nggak punya oven, jadi nggak bisa ikut seru-seruan hahaha... Niat sih pengen punya oven listrik, tapi sayang watt nya :D lha kalau yang oven tangkring, sedang dipertimbangkan XD

Tapi, bukan berarti nggak bisa bikin makanan-makanan enak buat keluarga. Masih buanyaaaak resep yang no baked. Jadi, jangan heran kalau resep-resep di sini pada dikukus hahaha... termasuk resep yang satu ini, yaitu klapertart kukus. Nggak kalah enak kok dengan yang dipanggang. Cara buatnya juga gampang banget. Yuuuuk mariiiii... ^_^


  • Siapkan wadah untuk klapertartnya. Saya menggunakan wadah alumunium foil. Biar sama kaya' yang dijual-jual. Bisa juga menggunakan 1 wadah besar.



  • Siapkan wadah untuk memasak vlanya

  • Masukkan vla ke dalam wadah alumunium foil. Beri kismis. Pakai kacang kenari sih enak juga, tapi gi nggak ada nih. Terakhir, taburkan keju parut, kesukaan Nai

  • Kukus selama 40 menit dengan menggunakan api sedang. Taburi bubuk kayu manis, jangan terlalu banyak, biar nggak pahit.


Jadiiii... deh, beneran enaaaaaak...  Nggak percaya? sila eksekusi resepnya ^_^


4 Mei 2015


Wah... nggak kerasa nih bentar lagi Mbak Nai selesai TK nya. Masuk SD deh. Jadi, ada pameran hasil karya anak-anak selama mereka belajar di TK, sekalian lomba mewarnai juga. Penasaran gimana hasil karya Mbak Nai. Hmmmm... memang sih Mbak Nai ini suka banget mewarnai. Tapi nggak yang terlalu gimanaaaa gitu hasilnya. Warnanya masih warna tunggal gitu. Maksudnya, dia nggak menggabungkan beberapa warna sekaligus untuk beri efek yang lebih oke. Harap maklum, wong Umminya juga nggak bisa. Bisanya mewarnai standar aja hahaha...


Jadi, kami telat dateng. Acara mewarnai udah mulai di dalam kelas. Untuk acara yang di luar, belum lama mulai sih, baru kata sambutan pengawas sekolah aja. Tapi, karena terlambat, Nai jadi paling terakhir ngumpulin hasil mewarnainya. Nggak papa, yang penting masih hasil usahanya sendiri, nggak dibantuin kaya' beberapa orang temennya :D


Setelah anak-anak selesai mewarnai dan pembukaan acara diresmikan, orang tua bisa keliling untuk melihat hasil karya anak-anak. Hasil karya anak-anak juga bisa diambil lho buat dibawa pulang. Tentu aja hasil karya Nai juga kami ambil, buat kenang-kenangan.

Di akhir acara, ada hasil pengumuman dari lomba mewarnai. Nai nggak kepilih :D