Kau Aku


Tak guna menyesali hari
Memaki jam
Mengutuk menit
Bahkan menangisi detik
yang berputar seperti gasing
Bagimu... bagiku...
Tak berarti sekeping kehilangan arti
Bukankah kita seperti virus
atau atom
atau senyawa
atau kau aku
aku kau
Kita masih ingin ditandu
Menikmati embun atau lampu-lampu
Menangisi dan menertawai
yang ditertawai dan ditangisi
Nah indah bukan?
Jadi lupakanlah satu episode yang terlewatkan
Karena esok kita adalah bintangnya


Posting Komentar