Inspirasi dari Perempuan



Akhirnya, saya memutuskan untuk menerima permintaan Nurma Nazar, seorang penyiar di Radio RRI Pro 1 Pekanbaru, sekaligus adik kelas saya waktu SMA dulu. Nurma meminta saya untuk menjadi narasumber di salah satu program yang dibawakannya, Perempuan Inspirasi. Sebelumnya, sudah beberapa kali ia meminta, selain karena masalah waktu, saat itu saya pribadi juga belum begitu PD. Program tersebut mendatangkan perempuan-perempuan dari kalangan manapun untuk mau berbagi seputar kehidupannya, dengan harapan dapat menginspirasi pendengar.


Bisa dibilang, program ini banyak menonjolkan sisi "kenarsisan" narasumbernya. Program yang berlangsung selama full 1 jam (tanpa jeda iklan) ini, dibagi menjadi 2 bagian. Setengah jam pertama, penyiar akan membahas tentang kilas balik kehidupan narasumber. Saya diminta untuk menceritakan tentang masa kecil saya, bagaimana saya di mata orang-orang terdekat saya, dan seberapa besarkah peran orang tua di dalam hidup saya. Untuk setengah jam berikutnya, yang dibahas adalah mengenai prestasi-prestasi saya, terutama dalam menulis. Jujur saja, saya merasa agak gimanaaaaa gitu waktu ada salah seorang penelepon yang mengatakan salut dengan apa yang sudah saya capai diusia saya yang ke 26 tahun ini, yang sudah menjadi seorang istri dan ibu, sudah berhasil mewujudkan mimpi sebagai seorang penulis dan juga berwirausaha, demikian juga dari segi pendidikan. Jleb...saya pribadi masih merasa saya bukan apa-apa, kontribusi saya juga belum seberapa, dan saya juga masih harus banyak belajar.

Seperti tema yang diangkat, bahwa hidup itu adalah sebuah pembelajaran, kita belajar banyak hal selama kita hidup. Tapi, Alhamdulillah, saya sangat mensyukuri semua, karena apapun yang sudah saya capai saat ini adalah sebuah proses, proses yang penuh dengan lika-liku, turunan atau tanjakan yang mau tidak mau harus saya lewati, dari sanalah saya belajar banyak.



Sebelumnya, saya udah dibisikin sama penyiarnya untuk terus memotivasi para ibu rumah tangga. Yah, lagi-lagi tentang ini, tentang masih banyaknya ibu rumah tangga yang merasa bahwa statusnya tersebut sama sekali tidak "keren". Bagi saya, setiap orang punya potensi, setiap orang memiliki prioritas dalam hidupnya, setiap orang juga memilih. Jadi, setiap kita adalah istimewa, mari terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang di sekitar kita. ^_^

Posting Komentar