Sehat dan Langsing dengan Ngejus



Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh sehat dan proposional atau bisa juga dikatakan langsing. Begitu banyak cara yang bisa dilakukan, mulai menjaga asupan makanan, berolahraga, perbanyak minum air putih, dan lain sebagainya. Sudahkah mencobanya dengan ngejus? Ya, mengkonsumsi kombinasi dari buah dan sayuran dengan cara dijus.

Biasanya, kita mengkonsumsi buah-buahan dengan begitu saja atau diawetkan dalam bentuk manisan dan asinan. Sementara sayuran, kita biasa mengkonsumsinya bersama nasi, dimasak menjadi berbagai olahan makanan, atau dalam bentuk lalapan. Tapi ternyata, cara-cara tersebut kurang efektif lho. Selain karena volumenya yang besar (bulky), sehingga kita sulit untuk menghabiskannya dalam jumlah yang banyak, mengkonsumsi dengan cara tersebut dapat menyebabkan zat-zat gizi yang penting hilang, karena sifat buah dan sayuran yang mudah rusak (perishable).
 
Padahal, zat-zat gizi yang ada di dalam buah dan sayuran itu sangat penting bagi tubuh. Selain kandungan gizi seperti vitamin (provitamin A, vitamin C, K, E, dan berbagai kelompok vitamin B kompleks) dan mineral (Kalium, Natrium, Zat besi, Mangan, Seng, Selenium, dan Boron), buah dan sayuran juga mengandung zat-zat non gizi yang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, seperti serat, enzim, dan fitonutrien. Jadi, tidak heran dong bila buah dan sayuran bisa menjadi unsur diet yang paling utama serta digunakan sebagai pencegah dan penyembuh berbagai penyakit, seperti menurunkan kadar kolesterol darah, kadar gula darah, tekanan darah, mencegah penyebaran sel kanker, anemia, bahkan untuk kecantikan agar dapat awet muda.

Awalnya, saya penasaran banget sama beberapa status teman-teman di FB yang gi promo kalau mereka mulai menerapkan hidup sehat dengan raw juice. Apa sih sebenarnya raw juice, ternyata oh ternyata itu adalah cara ngejus dengan mengkombinasikan buah dan sayuran. Saya juga sempet ngerasa enek saat membayangkan segelas jus hasil jepretan mereka, yang isinya adalah kombinasi beberapa buah dengan sayuran yang biasanya kita konsumsi dengan cara direbus, ditumis, atau digulai. Ih... gimana rasanya tuh, apalagi no gula, hanya mengandalkan manis dari buah saja.

Wow... setelah saya mengumpulkan banyak informasi, ternyata ngejus dengan cara ini luar biasa manfaatnya. Seperti yang saya tulis di awal, bahwa konsumsi buah dan sayuran dalam bentuk utuh agak susah dilakukan dalam jumlah yang memadai karena sifatnya yang bulky, dengan dijus kita akan lebih mudah mengkonsumsinya. Selain itu, konsistensi yang cair dari jus dapat memungkinkan zat-zat terlarutnya mudah diserap oleh tubuh. Dengan dibuat jus, dinding sel selulosa dari buah dan sayuran akan hancur dan larut sehingga lebih mudah untuk dicerna oleh lambung dan saluran pencernaan.

Semua pasti bisa ngejus, yang dibutuhkan hanyalah buah dan sayuran yang biasa kita. Untuk rasanya, ternyata sodara-sodara, tidak seburuk yang saya bayangkan sebelumnya, YUMMY... yah YUMMY dan SUEEEEGEEER banget. Uniknya, kita bisa mengkreasikan sendiri bauh dan sayurannya, juga komposisinya, sehingga tercipta aneka rasa yang berbeda. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jus:
©      Buah dan sayuran harus dalam keadaan segar.
©      Buah dan sayuran dalam kondisi matang optimal.
©      Cuci terlebih dahulu buah dan sayuran sebelum dipotong-potong.
©      Minum segera jus tersebut.
©      Konsumsi jus sebelum makan, agar zat-zat gizi dan nongizi bisa langsung diserap oleh tubuh.
©      Selain untuk mengobati diabetes, bolehlah ditambah dengan sedikit gula atau madu agar rasanya lebih enak.

Saya pribadi mengkonsumsi jus tersebut saat pagi hari (pengganti sarapan) dan malam hari (pengganti makan malam). Laper nggak? Nggak. Apalagi saya juga memperbanyak konsumsi air putih, biar metabolisme tubuh semakin lancar. Siangnya, saya baru makan dan dalam porsi yang wajar dan mengkonsumsi protein hewani. Saya pribadi tidak memiliki pantangan terhadap jenis makanan tertentu (yang halal yah). Saya yakin, Allah menciptakan semuanya pasti bermanfaat bagi manusia, selama mengkonsumsinya tidak berlebihan atau mengikuti pola makan Nabi Muhammad.

Saya baru memulainya, tapi Alhamdulillah sudah berasa manfaatnya. Selain BAB menjadi lebih teratur, tubuh juga berasa lebih enak. Nah, gimana dengan berat badan? It’s work non!. Saya masing menganggap hal tersebut sebagai bonus. Secara BB saya naik 20 kg saat hamil Nai, dan baru turun 7 kg. Wah masih kurang banyak, tapi saya lebih fokus untuk kesehatan dulu, terlebih untuk mendetoks tubuh. Tapi, kalau saya bisa konsisten menjalaninya, bukan tidak mungkin saya akan mendapatkan tubuh yang sehat dan BB seperti yang saya inginkan. Apalagi diimbangi dengan olahraga dan pola hidup yang baik lannya.

Agar kita bisa nyaman ngejus dengan cara ini. Sebaiknya cari informasi yang banyak, baik lewat buku, majalah, artikel-artikel online, atau konsultasi kepada dokter dan ahli gizi. Bagaimanapun, kondisi fisik dan aktifitas seseorang tidak akan sama dengan yang lainnya. Oke deh, met nge-Raw Juice yah ^_^


Raw Juice pertama saya: Berkhasiat untuk mencegah dan mengobati asam urat

Bahan:
©      50 gr Sawi putih
©      50 gr Sawi hijau
©      1 buah jeruk manis
©      100 gr Apel merah
©      100 ml air matang
©      Beri sedikit es batu, biar seger.



Posting Komentar