22 November 2012

Save Palestina!


Nak, malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Kamu bisa tidur nyenyak di samping ummi dan Abi. Memeluk gulingmu, tidak digigit nyamuk, tanpa merasa kepanasan karena pendingin udara yang selalu siap untuk membuat hawa kamar menjadi sejuk, juga ada selimut yang akan menghangatkanmu saat kamu mulai merasa kedinginan.

Keesokan paginya, jika ingin mandi dengan air hangat, kamu tinggal minta kepada ummi untuk menyediakannya, begitu juga dengan menu sarapan dan bekal yang kamu inginkan. Setelah itu, dengan senyum mengembang kamu dan tas merahmu melangkah menuju sekolah. Di sana, kamu bermain gembira bersama teman-temanmu tanpa perlu merasa khawatir akan apapun.

Ummi menangis Nak, menangis atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Ummi menangis, membayangkan apakah kelak ummi bisa menjawab dengan baik apa saja yang telah ummi lakukan sebagai tanda syukur atas segala nikmat kebersamaan kita. Sementara, anak-anak seusiamu di Palestina sana satu-persatu meregang nyawa.

Selalu saja ada duka yang mendalam bagi ummi. Ummi nggak sanggup untuk melihat gambar-gambar setiap korban yang berjatuhan di negeri para syuhada palestina. Ada gigil yang menyapa, ketika di sana mereka tengah berjuang menjemput syahid. Sementara di sini, masih banyak yang tidak peduli, sekalipun hanya atas nama kemanusiaan.

Nak, saat Allah hendak menurunkan hujan, kamu kerap kali mengangkat kedua tangan kecilmu dan berdoa agar Allah tidak turut menghadirkan petir dan gluduk. Padahal, kamu ada di dalam rumah dan berada di dalam dekapan ummi. Nak, di sana, anak-anak seusiamu sudah tidak asing lagi dengan suara gemuruh atau kilatan cahaya. Belum tentu juga mereka bisa merasakan hangatnya pelukan dari seorang ibu atau ayah. Angkat juga kedua tanganmu untuk mendoakan mereka, Nak.

Nak, ummi memberimu nama Khansa karena terinspirasi dari Al-Khansa, ibu para syuhada. Saat ini, ummi tidak bisa berjihad dengan mengangkat senjata, tapi belum tahu kelak saat di masa mu dan anak-anakmu. Maka, jadilah kamu sehebat dan sekuat Al-Khansa, teguh imannya, mencintai Allah dan rasulnya melebihi apapun juga.

Nak, yang bisa ummi lakukan adalah mendoakanmu, membimbingmu untuk turut dalam barisan para tahfiz Al-Quran, dan mendidikmu dengan sebaik-baiknya. Ah... menuliskannya saja sudah membuat jari-jari ummi bergetar hebat dan air mata ummi mengucur deras. Saat ini, bayangan wajahmu dan wajah anak-anak Palestina berkelebat silih berganti di benak ummi. Mereka memang terlahir sebagai penghuni syurga, ayo Nak, kita juga harus banyak berbuat agar kelak bisa menyusul mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar