Nulis Apa Ya?


Tadinya pengen nulis banyak hal, eh pas laptop udah hidup, blog udah kebuka, yang mau ditulis malah nguap entah kemana. Sering banget ngerasa seperti itu, giliran gi berjibaku sama pekerjaan rumah, ngajak main Nai, jalan-jalan, atau bahkan gi di kamar mandi, ide buat nulis datang dan berseliweran seakan mau meledak jika tidak dituliskan.

Nah, parahnya kalau itu berkaitan dengan naskah untuk buku yang kita tulis. Salah seorang teman mengatakan, laptop atau komputernya selalu ready, jadi nggak ada matinye, pas ada yang mo ditulis langsung deh ketak-ketik, bis itu balik lagi ke apa yang dikerjakan sebelumnya. Whuaaaaa… kasian juga yah tu laptop atau komputer.

Kalau saya pribadi sih, tinggal sediakan kertas dan pensil ajah. Tapi berhubung sering direcoki Nai (dipakai buat gambar atau bikin kapal), akhirnya saya tulis aja di note HP jadul saya. Lumayaaaaan… setidaknya ide tersebut nggak terbang dan nanti bisa ditulis kembali, kalau masalah feel yang berkaitan dengan moodnya bisa diakali dengan lihat tanggal deadline yang udah dilingker gede-gede hihihi…

Memang the power of kepepet itu lumayan ampuh untuk diterapkan diberbagai bidang, termasuk menulis. Eits… tapi nggak sembarangan juga, minimal seluruh referensi udah di tangan, jadi bukan berarti mulai dari 0 besar, karena hasilnya nggak akan maksimal atau bahkan berasa nggak “bernyawa”. Sedari awal, kumpulkan referensi, baca-baca buku sejenis atau BW, sehingga kita punya gambaran seperti apa kita akan menuliskannya kelak dan apa yang berbeda dari yang kita tuliskan.

Wah, ternyata cuap-cuap saya panjang juga yah, padahal awalnya sedang diliputi rasa bingung untuk menuliskan apa hihihi… ^_^

2 komentar

justru krn bingung jdnya malah panjang kali mbak.. hehe..

Reply

Iyaaaa... Mbak Myra, kalau udah mulai ngetik ternyata bisa ngalir gitu aja ^_^

Reply

Posting Komentar