31 Maret 2012


Permen Addicted


          Menjadi seorang ibu itu menakjubkan. Sebuah kalimat klasik yang sebenarnya begitu sarat makna. Karena, ada banyak hal menakjubkan yang akan ibu lewati bersama sang buah hati. Itu berarti bahwa kita melewati berbagai macam proses pembelajaran untuk menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi. Bukankah kita sedang menyandang pertanggung jawaban yang tidak mudah.

          Nah, anak adalah anugerah yang sangat luar biasa, dengan berbagai keunikannya. Banyak hal yang dialami oleh anak saat kita mendampingi tumbuh kembangnya, termasuk berbagai perilaku anak baik saat dia sedang berada dalam kondisi senang maupun dalam kondisi sulit. Seperti pengalaman yang saya lewati bersama putri kecil saya, Khansa Nailah yang saat ini berusia 2 tahun 7 bulan. 

          Entah darimana awalnya Nailah mengenal permen atau gula-gula. Tetapi lazimnya seperti anak-anak lain, setelah mencoba rasa permen, maka permen bisa menjadi camilan/jajanan kesukaan mereka. Karena, selain rasanya yang manis, bentuk permen yang beraneka ragam, juga warna-warni permen yang sangat menarik, membuat anak menjadi sangat menyukainya. Maka, permen menjadi salah satu jajanan yang harus ada setiap Nailah ikut menemani saya berbelanja di Supermarket. Kalau tidak, Nailah akan menangis histeris.


          Setiap hari, Nailah selalu minta permen. Kalau tidak mendapatkannya, dia akan kembali menangis histeris dalam waktu yang lama bahkan mengamuk, dan membanting benda-benda yang ada disekitarnya. Dengan kondisi seperti itu, saya benar-benar merasa ”kecolongan”. Bagaimana bisa Nailah sampai begitu candunya dengan permen. Ternyata tanpa sepengetahuan saya, Nailah sering sekali diberikan permen oleh Oma, Oom, bahkan Abinya sendiri. Dengan berdalih tidak tega, mereka kerap memberikan permen dengan mudahnya dan berlebihan (sehari bisa mencapai 10 permen). Akibatnya, Nailah belajar bahwa dengan menangis ia bisa mendapatkan apa yang dia suka, termasuk permen.

          Bukankah itu cara memanjakan yang salah kaprah. Sekalipun Nailah adalah cucu pertama di keluarga dan perempuan (karena saya anak perempuan satu-satunya), tidak berarti ia bisa selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Selain karena komposisi permen terdiri dari sukrosa (gula), glukosa, zat pewarna, dan zat perasa, yang dapat mengakibatkan keries pada gigi, mengurangi nafsu makan, bahkan merangsang terjadinya batuk, permen juga tidak memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh (junk food).


Sumber Gambar: http://www.alhamsyah.com/blog/kesehatan/antibiotik-bukan-permen pemanfaatannya-yang-benar-dan-efek-negatifnya-bila-dikonsumsi sembarangan.html


          Akhirnya, saya mencoba melakukan beberapa hal untuk dapat mengubah kebiasaan buruk Nailah, dengan cara:

·    Memberikan pengertian kepada keluarga dan menyelaraskan pola asuh anak dengan pola asuh yang telah kita terapkan. Sehingga Nailah tidak ”lari” dan meminta ”pembelaan” kepada anggota keluarga lain, saat tidak mendapatkan apa yang dia inginkan melalui uminya.

·    Mengurangi frekuensi dan jumlah permen yang dikonsumsi Nailah secara perlahan, dan rajin menyikat giginya terutama setelah mengkonsumsi permen.

·     Berdo’a kepada Allah semoga diberikan dimudahkan.

          Inilah trik yang saya lakukan untuk mengurangi frekuensi dan jumlah permen yang dikonsumsi Nailah:

·   Memperlihatkan gambar perbandingan antara gigi yang sehat dan bersih dengan gigi yang memiliki karies.

                        Sumber Gambar: http://mim.yahoo.com/aku_anak__sehat/p/ujbdbJ2/

                              Sumber Gambar: http://klinikgigikeluarga.wordpress.com/

·    Bereksperimen di dapur untuk mencari aneka makanan manis olahan sendiri yang sehat dan bergizi, juga disukai Nailah. Bahkan saya juga ikut mengajaknya serta untuk membuat makanan tersebut. Ini hasil eksperimen saya:


·  Apabila Nailah minta untuk dibelikan permen, saya mengatakan kepadanya, bahwa uangnya lebih baik ditabung untuk membeli buku. Nailah sangat suka buku, saya sudah membiasakan diri untuk membacakan buku kepadanya semenjak dini. Saya juga akan memberikannya rewards apabila Nailah menurut, dengan mengajaknya ke perpustakaan wilayah atau taman bermain.



Alhamdulillah… Nailah telah berangsur mengerti dan mau menurut. Memang dibutuhkan kesabaran dan kerjasama yang baik dengan keluarga, juga do’a kepada Allah. Saya juga harus bisa konsisten dalam menjalankannya, jangan sampai saya sendiri yang melanggar aturan yang sudah saya buat ^_^
  
Tulisan ini di-share dalam rangka mengikuti “GA GOLDEN MOMENT WITH YOUR CHILD” yang diadakan oleh penerbit byPASS



28 Maret 2012


Me time yang menyenangkan.. dapet banyak teman dari lain kota atau belahan dunia lainnya. Ilmu juga nambah, begitu juga dengan peluang nulis. Eh lumayan rajin ikutan kuis, Alhamdulillah ada yang nyantol..

 
Ini nih, sauvenir dari Mbak Navita Kristi. Kalender kehamilan yang ada kolom buat nulis notenya. Bermanfaat banget nih, bisa dipakai kalau hamil ke 2 nanti ^_^



Apa salah jika seseorang yang memiliki kemampuan akademik cemerlang, menyandang predikat cumlaude, berpendidikan S2, dan karier mengajar yang bagus, lalu memutuskan untuk resign dan memilih berkutat dengan urusan domestik saja selama 24 jam?. Tidak bukan, karena dalam menjalani hidup kita memang harus memilih dari sekian pilihan yang Allah berikan. Lagipula apa masalahnya jika menyandang status sebagai seorang ibu rumah tangga, yang biasanya digunakan embel-embel HANYA seperti semakin menunjukkan betapa tidak kerennya menyandang status itu.

Hey.. menjadi seorang ibu rumah tangga itu luar biasa dan tidak mudah, terlebih apabila kita mampu secara materi untuk mendelegasikan sebahagian tugas kita kepada asisten rumah tangga namun tidak melakukannya. Karena kita sebagai seorang ibu adalah madrasah (sekolah) pertama untuk anak-anaknya. Kita luar biasa karena bisa menghandle semua urusan domestik yang konon membutuhkan tangan gurita dan tenaga kuda. Kita bersyukur karena Allah menciptakan kita sebagai mahluk yang multitasking.

Saat ini, aku merasa menjadi lebih baik. Mampu berdamai dengan perasaan tak kala keadaan terkadang membuat berbagai rasa sakit muncul. Tidak lagi berada di masa peralihan yang butuh begitu banyak penyesuaian. Karena aku yakin, hidup adalah sebuah proses dan demikian juga dengan menjadi seorang ibu, sebuah proses untuk menjadi yang lebih baik. Melewati begitu banyak pembelajaran, karena apapun yang kita pilih memiliki berbagai konsekuensi. Maka, tidak ada satu alasan pun untuk kita bisa mendiskreditkan atau membandingkan antara seorang ibu rumah tangga dengan wanita karier, ibu yang menyusui dengan ibu yang memberikan sufor, dll. Karena kita tidak pernah tahu ada alasan apa dibalik semua itu.

“Kalau nama Ci ada di buku dan bukunya masuk ke toko buku di seluruh Indonesia, Ibuk kan bangga”

“Nggak ah, Ibuk bangga kalau kamu jadi dosen lagi seperti dulu!”

Sepenggal dialog antara saya dan Ibu. Sampai saat ini, Ibu saya yang seorang wanita karier masih belum bisa menerima dan bahkan tidak merasa bangga saat saya memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, mengurusi sendiri suami dan anak, sekalipun saya mulai menulis dan menghasikan beberapa karya. Sedih, kecewa, merasa tidak berbakti sebagai seorang anak, merasa tidak menjadi anak yang membanggakan?. Hmmmm.. awalnya ia, tapi sekarang tidak lagi. Saya mengerti kenapa Ibu begitu, tapi sekali lagi saya katakan bahwa saat ini saya jauh merasa menjadi lebih baik lagi, karena Allah begitu baik. Allah selalu mengabulkan proposal hidup yang saya susun, Allah menunjukkan jalan sekalipun saya harus melewati berbagai rintangan. Bagi saya, peluang dan kesempatan menjadi seorang dosen jauh lebih mudah daripada menjadi seorang penulis. Penulis, sesuatu yang begitu saya impikan sejak dulu, sesuatu yang menurut saya begitu sulit untuk digapai. Kini peluang itu terbuka lebar. Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang akan kau dustakan?.

Alhamdulillah, saya sangat nyaman menjadi seorang ibu rumah tangga. Ibu yang melek teknologi dan meng-up date pengetahuannya. Mengisi waktu me time dengan menulis sembari berharap dapat menjadi media penyebar kebaikan, memberi manfaat, dan dapat menginspirasi orang lain. Menikmati hari bersama si kecil, meyaksikan tumbuh kembangnya setiap saat. Walaupun suatu hari nanti saya juga ingin kembali mengajar, saat waktu dan kondisi yang tepat, i’ll be back..  ^______^

Sekali lagi, Met Milad buat Mbak Mira, Barakallah.. tanggal lahir kita selisih 1 hari hehehe.. saya 9 Maret. Wah.. Maret yang indah yah Mbak, sukses dengan GA nya  ^_^

13 Maret 2012


Hai.. aku tak mampu menyebut namamu dengan lisanku, walaupun hatiku memaksa untuk selalu menghadirkan getar rindu, jauh di dalam relung kalbu. Yang tak ingin terjamah oleh siapapun, Dan aku gembok rapi di labirin hati. Parahnya lagi kuncinya hilang raib entah kemana.

Jika mampu kau lihat, entah dimanapun engkau memandangku. Lihatlah aku yang selalu duduk manis di teras depan rumahku. Memakai baju berwarna langit biru, warna kesukaanmu. Sambil menikmati segelas teh hijau kesukaan kita. Aku menunggumu dengan segunung rindu.

Samar-samar aku teringat saat tangan kita terpaut untuk terakhir kalinya. Kau tampak tampan dengan kemeja biru kotak-kotak dan senyuman yang selalu melengkung di bibirmu.

”Kau tahu, aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya. Beberapa jam lagi aku akan menginjakkan kaki di Jepang, negara empat musim!.”

”Ya, aku tahu. Nanti, kirimkan fotomu saat sedang melakukan upacara minum teh ya.” Bibirku tersenyum namun hatiku menangis.

”Hahaha.. tentu saja. Sayang, aku berjanji akan segera membawamu ke sana. Tunggu aku ya.”

Mataku terasa panas, ada air yang mendesak untuk keluar dan begitu sulit untuk aku tahan. Lalu akhirnya pertahananku runtuh juga, bendungan air mata itu perlahan hancur dan mengeluarkan berbulir-bulir air mata. Tangisku semakin menjadi-jadi saat burung besi itu terbang membawamu pergi. Membawamu cintaku, membawa asa demi masa depan kita nanti agar jauh lebih baik.

***

Di teras ini, mataku tiada henti memandangi jalanan, bahkan aku berusaha sekuat mungkin untuk tidak berkedip agar saat kau datang aku dapat menyambutmu. Tapi nihil, padahal ini sudah 366 hari aku menantimu.

”Mbak.. yuk, kita masuk. Ini sudah larut malam”. Riani memegang pundakku lembut.

”Mbak masih menunggunya.” Aku bergeming.

Riani hanya melengos pasrah, kini ia sibuk membereskan teko dan gelas kosong yang berserakan di hadapanku.

”Mbak, ayolah.. kembalilah seperti Mbak yang dulu. Sampai kapanpun Mas Reno nggak akan kembali!, Mas Reno sudah Mati!.”

”Tidaaaaaaaaaaak!!!.”

***

Sayang, mereka bilang aku gila. Aku tidak gila, aku tahu kau telah tiada. Aku tahu saat gempa dan tsunami itu memisahkan kita lebih jauh lagi. Ke alam yang tidak dapat aku jangkau dengan burung besi manapun. Ke tempat yang tidak memungkinkanmu untuk kembali menjemputku. Maka, ijinkanlah aku hidup dalam kenangan kita untuk sesaat saja. Merasakan hadirmu disisiku saat kita memandangi langit dengan secangkir teh hijau di tangan, di teras ini.

                                                   
Tohoku 10 Maret 2011

Shena sayang, dua hari lagi aku akan pulang. Aku akan menjemputmu, kita akan merangkai mimpi indah kita di negara empat musim ini. Terlebih sebentar lagi musim semi, kita dapat menikmati mekarnya bunga sakura someiyoshino yang bunganya lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan. Kita bisa hanami sambil minum teh.

Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu denganmu. menikmati sorot rindu dari kedua bola mata indahmu. Sungguh, di sini aku telah melalui setahun yang berat tanpamu. 

Cintamu, Reno

 “Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:. “.

Sydrome ibu hamil yang mendadak krisis kepercayaan diri melanda. Cermin.. oh no!, aku akan menghindar sebisa mungkin. Untuk urusan dandan, sementara didelete dari kamus keseharian, ke kondangan, atau kemanapun itu. Sungguh, aku enggan berlama-lama di depan cermin seperti biasanya. Bahkan cermin kecil klasik yang berbingkai kayu harus ku musiumkan dari dalam tasku, padahal sudah begitu lama menjadi penghuni setia yang menemani aku kemanapun.

Aku benar-benar mengalami krisis percaya diri, dan cermin akan makin memperburuknya dengan memberikan pantulan bayanganku, tidak seperti aku yang dulu langsing eh sekarang jadi langsung. Bagaimana tidak, dengan tinggiku yang 160 cm harus berbobot 65 kg, sangat tidak ideal bagiku. Yah, berat badanku naik sebanyak 25 kg. membuat beberapa bagian tubuhku yang menjadi lebih “berisi” dibandingkan dahulu sebelum masa kehamilan.

Padahal di trimester awal kehamilan, berat badanku menurun karena efek “mabuk” yang membuat aku harus memuntahkan kembali makanan yang masuk ke dalam perutku. Belum lagi rasa mual yang teramat sangat, menjadi alergi terhadap bau beberapa makanan yang sebelumnya sangat aku sukai sebelum masa kehamilan. Alhasil, aku sukses membuat suami, keluarga, bahkan orang sekitar menjadi kelabakan. Aku menjadi seperti orang yang kekurangan gizi dan tak berdaya, dengan wajah kuyu dan pucat. Otomatis dengan kondisiku yang seperti itu, sangat menggangggu aktifitas sehari-hari, baik urusan rumah tangga maupun urusan pekerjaan lainnya.

Menu keseharianku juga berubah, agar tetap mendapatkan asupan karbohidrat, aku mengganti nasi menjadi roti gandum, ubi, dan kentang. Walaupun tetap memasakkan diri untuk makan nasi beberapa suapan.  Mengenai lauk pauk juga terjadi penyortiran, sebelumnya aku hanya alergi terhadap seafood, tapi sekarang beberapa jenis makanan masuk list yang enggan aku makan. Baru mencium baunya saja sudah membuatku begitu mual.

Namun, melewati trimester pertama masa kehamilan, perlahan selera makanku membaik. Rasa mual yang aku alami sebelumnya mulai berkurang. Perlahan aku juga sudah mulai menikmati aktifitas makanku, tidak lagi mengganti nasi dengan yang lain, hanya sesekali saja untuk menjadikannya selingan. Aku mulai melahap apapun, bahkan hampir tidak terkontrol saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Wah, aku menjadi semakin menikmati makan, tentunya makanan yang mengandung nutrisi penting bagi ku dan bayi yang aku kandung. Semua aku libas. Selanjutnya bisa ditebak, berat badanku melonjak drastis.

Kemudian apa yang terjadi?. Ternyata aku harus berdamai dengan cermin. Cermin tidak mungkin bohong dalam memantulkan bayanganku. Aku yang semula tidak mempermasalahkan banyaknya pakaianku yang tidak lagi muat saat akan aku kenakan, kini menjadi histeris karena merasa bayangan di cermin itu bukanlah aku. Lebih tepatnya bukanlah seperti aku yang dulu. Bentuk wajahku yang dulu lonjong kini membulat akibat terdapatnya tumpukan daging di kedua pipiku. Daguku mulai berlipat dua, lengan, paha, dan betis tidak lagi terkira. Semuanya benar-benar berubah, akibat bobotku yang semakin bertambah, untuk berjalan saja sangat terasa berat.

Walaupun dalam kondisi krisis percaya diri, aku tetap tidak bisa mengurangi selera makanku. Bahkan bawaannya selalu saja lapar dan ingin makan berbagai macam makanan yang aku lihat. Lebih baik menghindari cermin daripada makanan hehehe.. Toh, bobot tubuhku yang kian bertambah tidak mengurangi kebahagiaanku dalam menjalani masa kehamilanku yang pertama ini. Tetap menjadi sesuatu yang begitu menakjubkan. Aku juga tidak kehilangan support dari suami, karena ia sama sekali tidak mempermasalahkan berat badanku yang melonjak drastis. Menurutnya itu wajar, yang terpenting aku dan bayi kami dalam keadaan sehat. Untuk urusan berat badan bisa ditanggulangi setelah melahirkan, dengan menjaga kembali pola makan dan berolahraga tentunya.
 
Baiklah cemin!, kita akan kembali “bermesraan” setelah kondisiku kembali seperti semula. Seandainya tidakpun, berharap kepercayaan diriku saja yang kembali seperti sedia kala.

Nah, kini sudah hampir 3 tahun masa kehamilan itu berlalu. Hohoho.. ternyata berat badanku belum juga bisa kembali seperti semula. Baru turun 8 kg dari saat hamil dulu. Bahkan saat aku search di google tentang kenaikan berat badan ideal ibu hamil biasanya adalah 12-16 kg. Wah, berarti aku termasuk obesitas dong waktu hamil, padahal waktu itu bayiku lahirnya dengan berat badan Cuma 2,45 kg.

Sedihnya, aku terlambat untuk mendapatkan informasi bahwa kenaikan berat badan berlebih atau obesitas selama kehamilan sangat berbahaya, dapat memicu Preeklampsia.  Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urin. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal. Preeklampsia dapat berlanjut kepada eklampsia yang dapat menyebabkan ibu hamil koma,  bahkan kematian, baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Hiks.. aku mengalaminya sendiri. aku terpaksa harus dioperasi cesar diusia kehamilan yang masih 37 minggu, karena preeklamsia. Setelah operasi, aku sempat kejang dan koma (eklamsia). Sampai sekarang masih memberikan bekas trauma. Semoga waktu bisa menghapuskan trauma itu.

Semuanya dapat menjadi pengalaman berharga. Jadi, saat kita masih berusaha untuk bisa hamil, ayo cari sebanyak mungkin informasi bagaimana cara cepat hamil. Tapi disertai dengan do’a juga ya. Lalu setelah hamil, kita juga harus rajin mencari informasi seputar kehamilan, agar kesehatan kita dan si jabang baik dapat terjaga, Insya Allah.

Dan sekarang, aku sudah kembali bisa ”bermesraan” dengan cermin, sembari tetap berusaha agar bisa kembali ke berat badan seperti semula, semangaaaaaaaat.. harus turun 17 kg lagi ^_^

 Tulisan ini diikutsertakan dalam event  Giveaway Awal Maret 2012  
Milad tanggal 09 Maret 2012


Ulang tahun, jika dilihat dari segi angka maka semakin bertambahnya jumlah angka usia kita. Indikasi bahwa kita telah semakin tua hehehe.. Namun, sejatinya ulang tahun adalah pengurangan, yaitu bagaimana berkurangnya usia hidup kita di dunia ini. Nah, bagaimanakah kita memaknai setiap pertambahan alias pengurangan usia kita?. Saya pribadi selalu berusaha untuk mensyukuri hidup dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Terkadang, waktu ngaca sempat terpikir bahwa begitu cepatnya waktu berlalu, perasaan masih unyu-unyu deh hihihi.. nggak tahunya udah jadi emak-emak, tapi tetap unyu-unyu (ngeyel ^_^). Apa saja sih yang sudah saya lakukan selama ini, wah ternyata banyak hal yang seharusnya saya lakukan tapi tidak saya laksanakan. Tapi sayang, bukankah tidak ada manusia yang mampu membeli masa lalu, berapa pun kekayaannya. Karena, hidup itu tidak mengenal siaran tunda atau siaran ulang. Walau kesempatan bisa datang dua kali, tapi dalam waktu dan kondisi yang berbeda pastinya.

Tak ingin larut dalam penyesalan, karena kita hidup untuk hari esok. Selama kita masih hidup, maka selama itu pulalah kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Masukkanlah masa lalu ke dalam sebuah kopor yang kita beri nama pembelajaran dalam hidup. Ringankan langkah untuk berjalan ke masa depan dengan memperbanyak bersyukur. Seringkali kita lupa, merasa bahwa hidup yang dijalani begitu stagnant atau bahkan berfluktuatif tajam. Padahal, kalau saja kita bisa selalu berpositive thingking kepada Allah, begitu banyak butiran hikmah yang bisa kita petik.

Hmmm.. coba deh kita nikmati setiap momentum yang ada. Mulai dari saat kita bangun dan membuka mata, menemukan wajah suami dan anak-anak tercinta. Menikmati setiap butiran air wudhu dan berdialog mesra dengan Sang Pencipta. Lalu menikmati pagi yang berlimpah udara segar. Selanjutnya menjalankan segala rutinitas, sampai kita kembali tidur beristirahat untuk menyongsong hari esok.

Maka, saya semakin menikmati kehidupan saya saat ini. Menjalani rutinitas yang sama setiap harinya, yaitu jumpalitan dalam urusan domestik yang konon membutuhkan tenaga kuda dan tangan gurita. Tapi bukankah kita harus bersyukur karena sebagai wanita kita diberikan kemampuan multitasking. Selanjutnya bisa menikmati ”me time” yang tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri tapi juga bisa berbagi dengan orang lain. Ya, semangat menebar kebaikan deh, selagi kita masih diberikan waktu dan semoga dapat bertemu kembali dengan ulang tahun berikutnya. Aamiin.. ^_^

O yah, ikutan sebuah kuis. Alhamdulillah menang hehehe.. dapet bingkisan deh, satu paket kecantikan Bali Ratih (stroberi). Bertepatan dengan ulang tahun, tengkiyu  http://www.facebook.com/JualanCantikShop


Ini nih pertanyaan kuisnya:

Semua perempuan adalah cantik, tapi tidak semua perempuan senang mempercantik diri. Menurut anda, mengapa perempuan harus/tidak harus mempercantik diri? Jelaskan alasannya.

BALI RATIH memilih aroma natural yang digunakan dalam produk-produknya. Pilih salah satu aroma natural yang anda suka dan deskripsikan dengan bahasa anda sendiri. Aroma natural: aroma yang ada di alam: bunga, buah, tanah, dll.

Jawaban Saya: 
 Setuju bahwa semua perempuan adalah cantik, kalau ganteng mah laki-laki hehehe.. bagaimanapun fisik manusia, manusia telah diciptakan dalam sebaik-baik bentuk. Nah, saya pribadi juga berpendapat bahwa perempuan harus merawat dan menjaga dirinya, sebagai wujud syukur kepada Allah. Tapi tidak hanya dari segi fisik belaka. Namun, kalau dilihat dari konteks fisik, yang terpenting bersih dan rapi, jadi indah. tapi kalau mau berdandan, ya boleh banget, bagi yang sudah menikah. Berdandan untuk suami (mau bagaimanapun dandannya tergantung selera kita dan suami juga ^_^) dapet pahala dan nilai + lainnya.

Saya pecinta hujan. jadi saya sangat suka aroma tanah, ilalang, dan rerumputan yang mengeluarkan bau wangi yang khas, oleh senyawa 'petrichor' selepas hujan turun. betaaaah deh duduk di teras sambil menatap halaman yang hijau.. ^_^

9 Maret 2012


Sore-sore paling enak yah duduk santai  bareng keluarga sambil menikmati camilan. Nah, lagi rajin nih bikin piscokju dan cappucino cincau. Lumayaaaaan.. biasanya beli hihihi.. ternyata gampang kok bikinnya. Untuk piscokju alias pisang coklat keju yang dibungkus dalam sebuah kulit tipis dari tepung selain bahannya gambang, bikinnya juga nggak ribet. Kulit pembungkusnya bisa dibeli di warung trus tinggal diisi dengan pisang dan coklat juga parutan keju. Sesuai selera deh gede dan banyak isinya, trus digoreng.


Kalau cappucino cincau, ni minuman lagi in banget deh di Pekanbaru. Ibaratnya nih, di jalan-jalan tiap sejengkal pasti nemu deh minuman ini. Selain seger, cincaunya nikmat. Nggak nunggu bulan Ramadhan lagi buat nikmati cincau. Aseli kreatif banget yang punya ide. Kopi cappucino diblender dengan sedikit air, gula, dan es batu, lalu diberi susu vanilla dan susu coklat sebagai toppingnya, isinya adalah cincau yang udah diiris tipis-tipis memanjang. Glezeeeeet.... sueger.. kalau beli kita harus bayar 5000 pergelasnya, kalau bikin sendiri jadinya bisa buanyaaak.. silaaaaahkan coba bikin di rumah ya... ^_^
                    

Wah.. saya baru tahu bahwa ternyata setiap tanggal 8 Maret, seluruh perempuan di dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia atau Women Day. Kenapa tanggal 8 Maret sebagai International Women Day, karena di tahun 1917 perempuan di Rusia, untuk pertama kalinya diberikan hak suara oleh pemerintah Rusia. Inilah yang menjadi tonggak awal peringatan bagi seluruh perempuan dunia.

Yah, begitulah setidaknya informasi yang saya dapatkan. Namun, jika dilihat bagaimana urutan dan perkembangan dari sejarah Internasional Women Day ini sangat panjang. Sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki bahwa gender perempuan dengan laki-laki setara, baik dalam bidang sosial, politik dan juga budaya. Dan ide ini telah berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, bahkan diwarnai dengan berbagai kejadian tragis.

Di Indonesia sendiri, ada hari kartini dan hari Ibu, sebagai penghargaan bagi kaum perempuan. Tapi bagi saya, setiap hari adalah hari kita, karena islam telah mengatur dengan sangat jelas dan adil peran perempuan dan laki-laki di dalam hidup ini. Hmmm.. semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan kaum feminis yang salah kaprah dalam memaknai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Sungguh, telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III).

Jadi, saya sebagai perempuan hanya ingin berprestasi sebagai hamba Allah, sebagai sosok istri, ibu pencetak generasi berkualitas, pejuang yang mencerdaskan masyarakatnya, dan mitra kaum laki-laki dalam membangun peradapan sesuai tuntunan syariat islam. Aamiin.. ^_^

6 Maret 2012


Ingin tahu bagaimana rasanya hidup di sebuah istana? Meskipun tak bergelar raja dan ratu. Yuk jalan-jalan ke Riau, di sini kita bisa mendatangi sebuah istana indah, yaitu istana Siak. Istana yang terletak di kota Siak, berjarak sekitar 160 km dari ibu kota provinsi Riau, yaitu kota Pekanbaru. Untuk menuju ke sana dapat ditempuh dengan dua rute perjalanan darat, lewat Perawang atau Pangkalan Kerinci.

            Terakhir kali saya mengunjungi istana Siak masih sangat kecil, kira-kira kelas 3 SD. Jadi, jangan ditanya bagaimana saat itu, memori saya sendiri tidak mampu mengingatnya secara baik kecuali lewat foto-foto jadul saat saya masih unyu-unyu hehehe..

            Nah, kebetulan saya berkesempatan untuk berkunjung kembali ke sana. Saat saya sudah menikah dan memiliki seorang putri berusia 2 tahun. Istana Siak tidak begitu jauh dari kota Pekanbaru, cukup di tempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Cuma kalau lalu lintas lagi padat, apalagi jalur yang ditempuh adalah jalur lalu lalangnya mobil-mobil besar pengangkut kayu dan sawit, perjalanan dapat terasa lebih panjang.

            Siak sendiri adalah sebuah kota kecil yang mulai berdandan dan tampil semakin cantik dari sebelumnya, setelah terjadi pemekaran wilayah dan menjadi ibu kota kabupaten Siak. Namun, istana siak yang disebut juga dengan istana Asherayah Al-Hasyimiyah, atau istana Matahari Timur ini sangat terkenal hingga ke mancanegara, terutama yang masih termasuk ke dalam rumpun melayu.

            Sesampainya di sana, tepat pada waktu makan siang. Kami yang memang sudah membawa bekal dari rumah, mencari tempat yang teduh untuk membentang tikar lalu makan dan beristirahat. Saat itu pengunjung tidak terlalu ramai, karena telah dibukanya sebuah waterboom yang tidak jauh dari istana Siak, maka setelah berjalan-jalan di istana siak kebanyakan pengunjung langsung menuju waterboom untuk menikmati sensasi bermain air di tengah kondisi tubuh yang begitu gerah karena panasnya cuaca.

 
                                                  Gambar : Istirahat sambil makan siang

 
Makan sambil menikmati pemandangan luar istana Siak sungguh menyenangkan. Arsitektur istana Siak bercirikan gabungan antara Eropa, India dan  Arab dengan perpaduan Melayu tradisional. Dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman, Vande Morte. Istana berdiri megah di atas tanah seluas 3.5 Ha.

 
                                              Gambar : Putri kecil saya yang sedang berpose
 
Setelah makan, kami langsung masuk ke dalam istana. Bangunan istana terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu Istana.

 
                                       Gambar : Putri saya yang takut dengan patung majelis raja
 
Untuk menuju lantai atas, kita dapat menaiki tangga kuning yang berukir indah dengan bentuk yang melengkung. Konon, banyak orang yang mengatakan bahwa jumlah hitungan anak tangga tidak sama ketika kita naik dan ketika kita turun. Berhubung saya yang memang agak takut dengan ketinggian, apalagi bentuk tangga yang melingkar itu, saya tidak sempat menghitungnya.


                                                    Gambar : pemandangan dari lantai 2

 
Bangunan Istana Siak bersejarah tersebut selesai pada tahun 1893. Pada dinding istana dihiasi dengan keramik khusus didatangkan buatan Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan Museum Nasional Jakarta, Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut.
Berikut beberapa koleksi yang ada di istana Siak :

 Gambar : Kursi Emas Raja

 
Gambar : Sepatu Permaisuri


Gambar : Pakaian Raja

Gambar : Ruang Makan Kerajaan 










 Gambar : Peninggalan berupa dulang/tampah












Barang-barang peninggalan yang luar bisa bukan. Setelah puas melihat-lihat di dalam istana, kita bisa membeli sauvenir di sebuah bangunan yang masih berada di lingkungan yang sama dengan istana. Selanjutnya kalau kita tidak membawa bekal, kita bisa menuju rumah makan di sekitar istana untuk menikmati menu ikan sungai dan udang gala. Hmmmm.. coba deh asam pedas ikan patinnya maknyoooooos.. lho.

            Terakhir, jika ingin merasakan sensasi berada di negeri 1001 malam, yuuuuuuk.. berkunjung ke istana Siak ini.

Pekanbaru, 06 Maret 2012

“Tulisan ini diikutkan  pada  Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin
 

Cuaca sekarang memang sulit untuk diprediksi. Panas dan hujan bisa terjadi selang-seling, bahkan dalam satu hari. Hmmm.. pulang on air ngisi acara di radio RRI Pro 4 Pekanbaru, mampir sebentar untuk ngemil di sore hari. Hahaha.. camilan berat, bakmi gila dan yoghurt stroberi. Sejatinya makanan ini terasa pas jika dinikmati saat hujan. Tapi, karena ingin merasakan sensasi pueedesnya bakmi gila panas-panas yang saingan dengan panas teriknya cuaca di Pekanbaru, yuuuuuk.. mari kita santap!. 

Puedeeesnya emang gila, minum yoghurt dingin jadi makin gila. Aseli keringatan dan ingusan deh hihihi.. nggak mempan angin yang bertiup dari kipas maupun dari alam. tapi, i like it. Pueeedees.. itu gue banget.  Eits.. yang punya penyakit maag, no recommended!


5 Maret 2012


Adakah acara di televisi yang tidak diselingi dengan iklan?, sepertinya tidak. Iklan selalu hadir wara-wiri seperti sebuah selingan di jam istirahat, bahkan frekuensinya terkadang lebih banyak dibandingkan durasi acara itu sendiri. Tentu saja, iklan di televisi adalah suatu sarana efektif dan efisien bagi beberapa perusahaan yang kebanyakan termasuk dalam skala besar untuk mempromosikan produk dan jasanya. Memang, pengeluaran terbesar perusahaan kebanyakan adalah dibagian promosi. Namun, feedback yang di dapat juga tidak main-main. Kita sebagai konsumen kebanyakan akan tertarik untuk membeli dan terkadang lebih percaya untuk menggunakan suatu produk jika telah melihat iklannya di televisi.

Tapi, jangan ditanya bagaimana mutu iklan yang ada di Indonesia. Kebanyakan iklan itu menampilkan alur yang tidak sesuai bahkan lebay, mengeksplor wanita (padahal bukan produk untuk wanita), mengkampanyekan pacaran (kebanyakan diproduk kecantikan remaja), terlebih bagaimana kebanyakan kostum yang digunakan oleh wanitanya. Apalagi belakangan ini terjadi fenomena demam K-Pop. Maka bertaburanlah gaya pakaian mini yang memamerkan lengan dan paha.

Tidak dipungkiri, kreatifitas dalam penyajian sebuah iklan adalah poin utama. Bagaimana mengemas iklan seunik mungkin sehingga dapat melekat kuat di memori penonton. Namun sayang, jika ada penonton yang kemudian menyandang gelar sebagai konsumen atau pelanggan produk tersebut, tergoda untuk menggunakan namun kecewa karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Bisa juga salah mengartikan bahkan meniru sesuatu yang tidak semestinya dari iklan tersebut. Saya menyebutnya sebagai korban iklan.

Salah satu contohnya adalah saat sedang berada di jalan raya, saya melihat seorang anak laki-laki yang masih termasuk dalam kategori ABG atau ABABIL yang tengah mengemudikan sepeda motornya sambil memegang sebuah bungkusan snak. Lalu memakan isinya sambil mengemudi dengan sebelah tangan!. Hohoho.. ternyata yang dimakannya adalah snak yang diiklankan oleh seorang pemuda yang tengah merasa lapar dan saat berhenti di lampu merah mengambil helm temannya dan memakannya.

Jadi, anak tersebut telah ”terkontaminasi” atau salah kaprah. Sehingga ia melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya. Bukankah dalam mengemudi kita dilarang untuk menggunakan HP, apalagi mengemudikan sepeda motor dengan sebelah tangan sambil makan. Miris, tidak hanya dari tampilan kebanyakan iklan tapi juga dari efek yang terjadi karena konsumen yang kurang ”cerdas” dalam menilai. Saya hanya berharap, kelak iklan yang ada di Indonesia bisa lebih bermutu dan memiliki nilai edukasi bagi penontonnya. Ya, semoga saja.

Sudah satu tahun lebih saya nyemplung di dunia kepenulisan. Menyalurkan kembali hobi nulis saya yang sebelumnya timbul tenggelam oleh aktivitas lain. Tapi sekarang, menulis adalah ”me time” yang menyenangkan bagi saya disela urusan domestik yang kini menjadi makanan sehari-hari sebagai mother stay at home atau full time mother. Debut menulis saya pertama kali adalah lewat antologi. Pada awalnya saya memberanikan diri untuk meng-add beberapa penulis terkenal, masuk dalam komunitas kepenulisan dan mengikuti ajang perlombaan menulis, berhasil lolos dan karya saya dibukukan bersama peserta yang lolos lainnya dalam sebuah antologi (kumpulan kisah).

Rasanya begitu luar biasa. Walaupun pada saat ini saya mulai mengurangi frekuensi untuk mengikuti sebuah antologi karena ingin mulai merambah untuk menulis solo, bagi saya antologi tetap sebuah awal menulis yang istimewa. Karena, ada beberapa hal yang saya dapatkan :

  • Antologi menantang keterampilan kita untuk bisa menulis dengan berbagai tema yang ada. Mengemas tulisan dengan jumlah halaman, karakter, atau kata yang telah ditentukan. Juga aturan lainnya.
  •  Antologi merangsang kita untuk belajar mencari sisi lain yang berbeda untuk dituliskan dengan tema yang telah ditentukan 
  • Antologi membuat kita belajar untuk mempercantik tulisan sendiri, dengan mengedit tulisan agar menggunakan EYD yang tepat. 
  • Antologi memotivasi kita untuk kontiniu dalam menulis 
  • Antologi memberikan peluang kepada kita untuk dapat berada satu buku dengan penulis senior atau yang telah lebih dulu menggeluti dunia kepenulisan. 
  • Antologi membuat kita banyak mendapatkan teman-teman baru. Bisa saling memotivasi, sharing pengetahuan dan pengalaman. 
  • Antologi memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah, terkadang berupa paket buku dan sudah di tanda tangani oleh penulisnya 
  • Antologi memberikan sebuah sensasi deg-deg an yang indah kala kita menunggu pengumuman kelolosannya dari berapa banyak peserta yang ikut. 
  • Antologi mengajarkan kita bagaimana berbesar hati dalam menghadapi kegagalan saat karya kita tidak terpilih. Karena, banyak faktor yang dapat menyebabkannya. Bisa jadi bukan karena tulisan kita yang tidak bagus, tapi bisa saja banyak orang yang menuliskan tentang hal yang sama dari tema yang telah ditentukan, atau masalah selera juri yang berbeda.

Dari pengalaman saya mengikuti beberapa audisi antologi, sekitar 20 an yang lolos dan baru separuhnya saja yang sudah terbit. Kalau berbicara tentang materi atau apresiasi atas karya kita, untuk antologi yang diterbitkan secara indie kita sebagai kontributor hanya mendapatkan nama saja, namun untuk yang diterbitkan di penerbit mayor ada berbagai macam bentuk, misalnya :
  •  Kontributor  mendapatkan honor dengan sistem jual putus dalam arti kita menerima pembayaran dalam bentuk uang hanya sekali saja 
  • Kontributor mendapatkan honor dengan sistem royalti, jadi menerima setiap ada pencairan dari penerbit 
  • Kontributor hanya mendapatkan sebuah buku sebagai bukti terbit. 
  • Kontributor mendapatkan beberapa eksamlar buku sebagai honor (tidak bisa diuangkan). 
  • Kontributor mendapatkan diskon untuk pembelian buku langsung ke Penerbit melalui PJ (Penanggung Jawab) antologi.

Jadi jangan ditanya berapa jumlahnya, karena kontributor di dalam sebuah antologi bisa sampai 30 orang lebih, yang berarti kita harus berbagi dengan penulis lainnya. Hal yang berbeda jika kita sebagai PJ  antologinya. Selain nama kita yang akan tercantum di cover depan buku, otomatis kita juga yang akan mendapatkan materi yang lebih besar dibandingkan dengan kontributor. Karena selain PJ lah yang mengadakan audisi, mempercantik naskah, juga PJ lah yang berusaha keras untuk mencari penerbit yang bisa menerbitkan antologi tersebut

Terakhir, saya pribadi selama mengikuti antologi akan sedikit selektif. Karena ada antologi yang mengenakan bayaran sebagai biaya pendaftaran dan saya tidak tertarik untuk mengikutinya. Selain itu, kita juga harus selektif dalam mengikuti antologi dengan melihat siapa PJ antologinya, karena ternyata ada kasus bahwa PJ tidak bertanggung jawab dan membawa lari naskah hasil karya pesertanya. Terlepas dari itu semua, tidak ada salahnya untuk kita mengikuti ajang audisi antologi mengingat banyak juga manfaat yang bisa kita peroleh, seperti yang saya pribadi rasakan di atas. Keep writing ^_^