Tips Mudah Menjaga Kesehatan Jantung Untuk Ibu Rumah Tangga

Si cantik yang perkasa dan bertangan gurita itu adalah Ibu. Dibalik kecantikan dan kelembutannya, tersimpan kemampuan luar biasa yang disebut multitasking. Kemampuan multitasking tersebut tentunya harus didukung dengan fisik yang sehat. Salah satu faktor penentunya adalah memiliki jantung yang sehat. Selayaknya jantung, yang memiliki fungsi sebagai pemompa darah, seorang Ibu juga merupakan pusat di dalam kehidupan keluarga. Tak heran kalau ada sebuah slogan yang mengatakan bahwa SEORANG IBU DILARANG SAKIT. Kenapa demikian? saat Ibu sakit, otomatis rutinitas domestik menjadi terganggu. Maka, peting sekali bagi Ibu untuk menjaga kesehatan dirinya. Sayangnya, ada banyak Ibu yang lebih memperhatikan kesehatan suami dan anak-anaknya, tapi abai dengan kesehatan dirinya sendiri.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menimpa siapa saja, tak terkecuali seorang Ibu rumah tangga, seperti saya. Anggapan yang salah bahwa penyakit jantung itu identik dengan penyakit yang menimpa kaum laki-laki. Sehingga kaum Ibu lebih fokus "mengkhawatirkan" penyakit yang berhubungan dengan simbol "kewanitaannya" seperti kanker payudara atau kanker rahim. Selain itu, banyak juga yang beranggapan bahwa penyakit jantung identik dengan orang yang berada diusia lanjut. Padahal, tak sedikit juga orang yang masih berada diusia produktif menderita penyakit ini. Bahkan, akar-akar penyakit ini sudah ada sejak usia anak-anak, akibat pola hidup yang buruk.

Ada beberapa jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh fungsi jantung yang tidak normal, yaitu penyakit jantung koroner, jantung bocor, dan lemah jantung. Duh serem yah, jangan sampai deh penyakit tersebut terjadi pada kita. Jantung perempuan memang sedikit berbeda dengan jantung laki-laki. Ukuran jantung pada perempuan umumnya lebih kecil dan sifat faali pembuluh darahnya juga dapat memberikan respon yang berbeda. Selain itu, ternyata perempuan yang penderita penyakit jantung koroner, sering mengalami keluhan yang tidak khas. Seperti yang dialami oleh tante saya. Usianya masih 43 tahun, namun ia mengalami serangan jantung. Saat itu ia hanya mengeluh seperti ada gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, perut sesak, susah bernafas, nyeri pada ulu hati, dan nyeri pada punggung belakang. Tante saya pikir, ia sedang terkena maag atau sedang stress saja. Eh ternyata, serangan jantung membuat ia harus dilarikan ke rumah sakit. Jadi, kalau kita punya salah satu faktor risiko dari penyakit jantung seperti keturunan, obesitas, usia, diabetes, hiperkolesterol, dan hipertensi. Maka, harus lebih berhati-hati lagi.

Waduh... makin deg-deg yah. Jadi khawatir, apa kondisi jantung kita para ibu rumah tangga saat ini baik-baik saja. Memang sih, kita beruntung sebagai seorang perempuan memiliki hormon estrogen, yang dapat membantu melindungi jantung. Dengan rantai reaksi kimia di dalam tubuh, hormon-hormon kewanitaan membuat pembuluh darah lebih mudah melebar dan menjaga keenceran darah kita. Tapi, hormon-hormon kewanitaan tersebut tidak dapat lagi diandalkan apabila terdapat faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner, apalagi kalau sudah menopause. Nah, sebaiknya kita mulai melakukan pencegahan sejak dini deh. Nggak sulit kok, ada beberapa tips mudah menjaga kesehatan jantung untuk  ibu rumah tangga, sebagai berikut:

Mengatur Pola Makan

Ada yang bilang bahwa penyakit itu kebanyakan berasal dari MULUT dan PERUT. Artinya, apa yang kita masukkan ke dalam mulut dan sampai dicerna diperut, itu berpengarh besar bagi kesehatan kita. Nah, sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab penuh untuk mengatur pola makan keluarga baik dari segi waktu maupun menunya, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, dan yang paling penting adalah lebih baik memasak sendiri. Dengan memasak sendiri, kita bisa memastikan bahan dasar dan cara pengolahannya. Tentunya kita akan memilih yang terbaik dan terjaga kebersihannya, serta kandungan gizinya. Ribet? nggak dong, karena menghidangkan makanan sehat itu gampang kok. Perhatikan hal-hal berikut:
  1. Menghidangkan makanan yang tinggi serat. Mengkonsumsi serat dalam jumlah cukup akan menurunkan absorpsi atau penyerapan karbohidrat serta menurunkan kadar lipid (zat lemak) dalam serum, Serat terdiri dari dua jenis, yaitu serat larut (pembentuk gel) seperti guargum dan pektim, serta serat tidak larut seperti bran dan selulosa. Kedua jenis serat ini banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, padi-padian, umbi-umbian dan tempe. Jadi, mari berkreasi dengan bahan-bahan makanan yang tinggi serat, mengolahnya jadi hidangan yang lezat.
  2. Menghindari lemak trans. Lemak trans adalah minyak yang dalam proses pembuatannya dengan cara memanaskan minyak nabati cair di dalam gas hidrogen dan katalis tertentu atau yang disebut dengan proses hidrogenasi parsial. Tujuan dari proses ini adalah agar minyak menjadi lebih awet atau tidak mudah tengik, dan menjadikan bentuknya padat sehingga memudahkan dalam melakukan transportasi. Bahkan tidak hanya itu, keuntungan lainnya adalah minyak trans tahan terhadap pemanasan berulang sehingga lebih ideal untuk menggorang makanan cepat saji, seperti margarin dan shortening. Lemak trans juga banyak ditemukan pada makanan yang proses pengolahannya dengan cara deep frying, yaitu makanan digoreng dengan cara direndam pada minyak dengan suhu tinggi dan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, minyak terhidrogenasi parsial juga terdapat pada sebahagian besar produk fast food, commercial baked goods, pangan olahan seperti microwaved popcorn, dan makanan olahan yang di kemasannya tertulis mengandung partially-hydrogenated vegetable oil, hydrogenated vegetable oil. Jadi, usahakan kita meminimalisir penggunaan minyak trans, dengan memilih alat memasak yang minim penggunaan minyak, atau mempersering menyajikan menu brupa rebusan atau kukus. Jangan juga sampai menggunakan miyak bekas penggorengan hingga berkali-kali.
  3. Mengurangi konsumsi lemak hewani. Mengurangi konsumsi lemak hewani tidak hanya mampu menurunkan kadar kolesterol tetapi juga dapat mengurangi sintetis kolesterol. Lemak hewani merupakan campuran komleks dari trigliserida yang memiliki proposi lebih rendah dari fosfolipid dan kolesterol. Jadi, lebih baik memilih menyajikan olahan ikan dibandingkan daging merah. Ikan memiliki kandungan vitamin b1 dan protein.
  4. Mengurangi konsumsi yang manis-manis. Kadar gula yang berlebihan di dalam darah, dapat menyerang bagian dari sistem kardiovaskular, yaitu jantung yang menjadi bagian terpenting. Trigliserida yang tinggi akibat dari konsumsi gula yang berlebihan dan HDL yang rendah, berkontribusi terhadap aterosklerosis. Asterosklerosis adalah suatu kondisi dimana terjadinya pengerasan arteri yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung tersebut dan stroke. Jadi, batasi yah konsumsi makanan dan minuman manis, serta cake beku. Ngemilnya diganti dengan buah-buahan atau kacang-kacangan, serta banyakin minum air putih aja.
    Brithis Nutrition foundation merekomendasikan batas maksimal asupan gula setiap harinya bagi orang dewasa normal adalah 90 gram atau tidak lebih dari setengah cangkir. Asupan gula tersebut termasuk gula murni dan gula buatan, baik pada makanan maupun minuman.
Mengatur Pola Hidup

Yuuuuk kita cek lagi bagaimana pola hidup kita. Apakah kita sudah melakukan pola hidup yang sehat selama ini. Agar kesehatan jantung kita terjaga, terapkan pola hidup sehat sebagai berikut:
  1. Melakukan aktivitas Fisik dan Olahraga. Aktivitas fisik dan berolahraga yang cukup memiliki banyak sekali manfaat. Olahraga mampu membuat jantung menjadi lebih terlatih, sehingga mampu melakukan pekerjaan dengan tenaga yang sedikit, jantung tidak cepat letih bahkan menjadi awet atau tahan lama. Olahraga yang teratur dapat menyebabkan aliran darah menjadi lebih lancar sehingga darah tidak mempunyai kesempatan untuk menggumpal, jadi dapat memperkecil risiko terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh darah di jantung maupun di otak. Jadi, semakin semangat dong yah ibu rumah tangga buat melakukan pekerjaan domestiknya sendiri, seperti membersihkan rumah (meyapu, mengepel, mencuci) dan membersihkan halaman. Nggak cuma dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida saja, tapi juga mengurangi kelebihan lemak, jadi langsing!. Untuk olahraga, nggak sulit kok, biasakan rutin minimal selama 15 menit. Sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan tubuh. Untuk olahraga, ada banyak banget pilihannya. Seperti bersepeda, aerobik, senam jantung, atau yang lagi hits nih yoga dan acroyoga. Apa, nggak sempat? okelah, minimal bisa melakukan jalan kaki, yah seperti muter-muter komplek perumahan deh.
  2. Katakan tidak pada rokok dan minuman beralkohol. Nah, ini nih, sekalipun kita para ibu rumah tangga nggak merokok, tapi punya suami yang perokok. Jadinya, perokok pasif dong. Rokok itu berbahaya buat jantung. Kandungan nikotin, karbonmonoksida, dan zat-zat radikal bebas lainnya berpotensi menimbulkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Bahkan, perempuan yang perokok memiliki risiko 2 kali lipat lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan laki-laki. Risikonya bakal lebih tinggi lagi kalau perempuan perokok tersebut juga mengkonsumsi pil KB. Demikian juga dengan minuman beralkohol, karena bisa merusak organ-organ penting di dalam tubuh.
  3. Istirahat yang cukup. Tidur adalah sebuah karunia bagi tubuh untuk beristirahat dari rutinitas yang telah dijalaninya seharian penuh. Jadi, jangan pernah menganggap sepele tidur atau mengabaikan rasa kantuk yang mendera. Tidur memiliki manfaat yang besar bagi daya tahan atau imunitas tubuh. Sistem imun akan bekerja saat kita tidur. Jantung kita pun jadi lebih rileks. Saat kurang tidur, kita akan mudah terinfeksi berbagai penyakit, baik penyakit ringan seperti flu sampai dengan meningkatkan risiko terkena diabetes, gangguan jantung, hingga stroke.
  4. Menghindari stres. Saat sedang merasa stres, seseorang bisa saja menjadi sangat berkeinginan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan sulit untuk dikendalikan, terutama makanan yang manis atau biasa disebut dengan comfort eating. Dalam keadaan stres, terjadinya peningkatan hormon kortisol yang mampu melecut nafsu makan seseorang sehingga melewati batas normal. Hormon kortisol yang meningkat mengakibatkan terjadinya peningkatan ghrelin, karena kelenjer-kelenjer adrenal yang dipengaruhi oleh kondisi stres. Hal tersebutlah yang mengakibatkan seseorang menjadikan makan sebagai pelampiasannya. Jadi, ayolah ibu-ibu, kita jangan stres. Tetap berpikir positif, berdoa dan berusaha melakukan yang terbaik saat menyelesaikan sebuah masalah.
Gimana, ternyata mudah menjaga kesehatan jantung untuk ibu rumah tangga seperti saya ini. Kunci utamanya tentu ada pada niat dan kemauan yang keras, serta konsistensi kita dalam menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat. Tak hanya jantung kita yang terjaga, tapi juga seluruh anggota keluarga.




Referensi:

Menaklukkan pembunuh no.1: Mencegah dan Mengatasi Penyakit jantung Koroner Secara Cepat dan Tepat oleh Dr. A. Fauzi Yahya, Sp.J.P. (K), FIHA

Kongkow Nulis 2nd Anniversary

Sumber: Kongkow Nulis

Hari ini, saya diundang untuk menghadiri acara anniversary komunitas kongkow nulis. Pernah 2 kali mengikuti kegiatan yang diadakan oleh kongkow nulis, yaitu launching komunitas ini dan launching buku antologi perdana kongkow nulis. Nggak cuma itu, saya juga sempat menjadi pemateri di kegiatan kongkow nulis, bulan Juli lalu. Hari ini, di anniversary kedua mereka, diundanglah seorang novelis asal Padang yang bernama Boy Candra. Novelis ini termasuk produktif dan novelnya best seller. Mulai aktif menulis pada tahun 2011, hingga sekarang telah menghasilkan 10 buah novel.



Banyak banget ilmu seputar fiksi yang saya dapatkan. Maklum, hingga saat ini saya masih belum bisa menulis fiksi dengan baik, masih nyaman di zona non fiksi hehehe... tapi, suatu saat, ingin juga menghasilkan karya berupa fiksi, yuuuk pada bilang Aamiin... :D
Dalam sharingnya hari ini, Boy tak hanya bercerita tentang asal mula ia terjun kedunia kepenulisan, tapi juga suka dan dukanya. Point yang saya ingat dari Boy Candra tentang menulis novel adalah, ia tidak membuat outline. Hanya menentukan kisah awal dan endingnya, lalu membiarkan imajinasinya bermain. Sedangkan pemula yang mencoba menulis novel, seperti saya ini seringnya malah sibuk nyusun outline. Nggak papa sih yah, nggak ada salahnya bikin outline, masalahnya cuma kapan itu outline bisa dieksekusi maksimal hahaha... kuncinya tentu aja harus fokus. Lagi-lagi menurut Boy, sebaiknya segera tulis jangan sampai lebih dari 3 bulan. Agar ide tak menguap atau malah berkembang kemana-mana.

Setelah sharing dengan Boy Candra, ada acara lain berupa hibah buku dari komunitas kongkow nulis ke salah satu volunteer yang hendak membuka taman baca di daerah Limbungan, dan pemberian plakat kenang-kenangan kepada narasumber yang pernah berkontribusi dikegiatan kongkow nulis. Tentu saja narasumber itu termasuk saya. Seneng deh rasanya, nggak nyangka bakal dapet plakat kenang-kenangan dari komunitas kece ini.


Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada Komunitas Kongkow Nulis, semoga komunitas ini panjang umur dan semakin bermanfaat bagi orang banyak, terutama masyarakat Riau, sehingga minat baca tulis semakin membumi di bumi melayu kita ini ^__^


Ummi... Dia Bilang Cinta

Akhirnya, tiba masanya saya merasakan sesuatu saat anak saya Mbak Nai bilang, ada temannya si A (laki-laki), bilang ke si B (perempuan), kalau si A cinta sama Mbak Nai. Nah, si B ini temen dekatnya Mbak Nai, tentu aja disampaikan dong yah apa yang dibilang si A. Rasanya, nano-nano deh jadi ortu. Apalagi usia mereka baru kisaran 7-8 tahun. Trus, Mbak Nai nanya ke saya, EMANGNYA CINTA ITU APA?.
Oke sip!, saya lebih fokus menjawab apa yang ingin diketahuinya. Sebagai ortu, saya menjelaskan tentang apa itu cinta, yaitu kasih sayang, kepedulian, dan empati. Saya jelaskan tentang cinta Allah, cinta orang tua, cinta adik/kakak, cinta kepada sesama umat muslim, dan cinta kepada makhluk Allah lainnya seperti Malaikat, hewan, dan tumbuhan. Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh Mbak Nai. Dia paham, dan nggak nanya yang lain lagi. Dilihat dari ekspresinya juga biasa aja pas menceritakan hal tersebut ke saya, nggak pake mesem-mesem gitu.
Sebagai ortu, saya senang karena Mbak Nai mempercayai saya untuk menceritakan tentang itu. Bayangkan saja kalau dia menceritakannya kepada orang lain, bisa-bisa respon orang tersebut tidak sesuai seperti apa yang seharusnya. Misalnya nih: cieeeee... ada yang naksir, cieeeee.... udah mau punya pacar yah... Waks! padahal, si anak nggak ngerti apa itu NAKSIR dan apa itu PACAR. Padahal, si anak malah cuma penasaran dengan apa itu CINTA. Jadi, sebagai ortu menurut saya sebaiknya respon kita adalah:
  • Tetap tenang, pasang wajah lempeng dan dengarkan si anak bercerita sampai tuntas. Jangan diledeki apalagi dimarahi.
  • Gunakan intonasi yang lembut, jawab sebatas apa yang ingin diketahui oleh anak. Jangan melebar kemana-mana, apalagi disertai dengan ancaman begini-begitu.
  • Gunakan bahasa dan contoh/gambaran yang mudah dimengerti oleh anak (ortu tentu lebih paham kemampuan anaknya dalam menangkap informasi)
  • Ucapkan terimakasih karena si anak sudah mempercayai kita sebagai tempat untuk menceritakan segala yang dialaminya
  • Simpanlah cerita tersebut untuk diri kita atau suami, jangan diceritakan kepada orang lain yang memiliki potensi untuk ngeledekin si anak.
Btw, si A itu adalah teman sekelas Mbak Nai, dan Ibunya adalah teman saya semasa SMP dulu. Sampai saat ini, saya tidak ada keinginan untuk membicarakan hal tersebut ke Ibunya. maklum, kalau mak-mak udah ngerumpi, kadang bisa panjang urusannya :D

Lebaran Idul Adha di Kampung


Baliiiiiiiik kampuuuuuuuung.... ooo... balik kampuuuuung....

Sepanjang jalan, Mbak Nai dan Adek Khai heboh nyanyiin lagu di salah satu serial Upin dan Ipin. Pasalnya, lebaran kali ini kami akan merayakannya di kampung Ibu saya, omanya anak-anak yang nggak jauh sih, cuma 1,5 jam perjalanan. Deket yah, tapi istimewa karena udah lamaaaaaaaa banget nggak merayakan lebaran Idul Adha di kampung, lebih dari 10 tahun, sejak nenek saya meninggal dunia. Sekarang, yang ada di sana, keluarga besar Ibu saya. Istimewanya lagi, tahun ini, Abang Ibu saya yang tinggal di Malaysia juga pulang kampung. Jadi, lebaran kali ini rame banget.

Memori saya masih amat terang tentang masa kecil saya yang hampir tiap tahun merayakan lebaran Idul Adha di kampung Ibu. Saya ingat betul, saat asyik berkeliling kampung dengan menggunakan sepeda, melihat hampir di setiap rumah orang-orang tengah sibuk membuat lemang. Lemang adalah makanan tradisional di daerah kampar. Ada 2 jenis lemang di sini, lemang yang terbuat dari tepung atau disebut juga dengan lemang tumbuk, dan lemang pulut yang dimakan dengan tapai ketan hitam atau sarikaya. Cara pembuatannya juga unik, adonannya dimasukkan ke dalam bambu lalu di panggang.



Trus, di sini tak hanya Sapi yang dijadikan hewan qurban, tapi juga Kerbau. Setelah daging qurban dibagi-bagikan, bisa dikatakan setiap rumah akan langsung mengolahnya hari itu juga, untuk menu yang sama, yaitu bagian tulangnya di sop, sedangkan daging (beserta hati, limpa, paru) akan direndang, atau di dendeng. Jadi, kalau kita makan di rumah-rumah saudara, lauknya bakal sama. Nggak bakal nemu ada daging yang diolah jadi tongseng, rawon, sate, steik atau lada hitam hihihi...


Bisa dipastikan, lebaran di kampung itu bisa bikin perut maki buncit dan badan susah gerak karena kekenyangan. Gimana nggak, tiap berunjung ke rumah saudara, kudu makan. Asyik sih, karena rasa masakan di sini tu beda banget dengan masakan yang biasa di masak di rumah. Di sini masih banyak yang menggunakan tungku dengan kayu bakar. Trus, pas lebaran inilah aneka makanan tradisional unjuk gigi, seperti lemang dan putu.

Anak-anak saya juga senang. Adek Khai si pecinta hewan asyik main di luar, main sama kucing, ayam, dan bebek. Sedangkan Mbak Nai, bersepeda keliling bareng sepupunya. Melihat sawah, kolam ikan, sungai, dan kebun jeruk. Anak-anak ini kelihatan banget kalau biasanya cuma dikurung di dalam rumah hahaha... Untung aja air irigasi lagi kering, kalau nggak nih anak-anak udah pada heboh minta nyemplung di sana.


Selepas maghrib kami pun kembali pulang. Mbak Nai bilang, pengen lebaran di sini terus. Hmmmm... oke, bagus juga biar dia kenal semua saudaranya. Nggak kaya' Umminya yang udah banyak lupanya, nama sepupu or ponakan aja pada nggak inget, habis saking banyaknya sih :D



Seru-seruan di Singapura Seru Bareng! Travel Fair


Weekend ini bisa dibilang libur panjang yah. Seninnya kita lebaran Idul Adha. Ngomogin libur panjang, tahun ini udah pada pergi liburan belum? Apa? masih bingung mau liburan kemana? Oh, oke sip!. Kalau gitu, kamu kudu mampir ke Mall Ciputra Pekanbaru deh. Ada Singapura Seru Bareng! Travel fair yang kece banget nih buat warga pekanbaru. Nggak ada salahnya buat yang belum pernah liburan atau udah pernah dan pengen liburan lagi ke Singapura, dateng ke acara ini. Kenapa? karena ada rangkaian acara seru di sini, dan tentunya ada berbagai penawaran menarik buat yang mau cussss ke Singapura!. Jagan pakai tunggu, karena Singapura Seru! Travel Fair ini cuma berlangsung 3 hari lho, jadi ini hari terakhir!.

Nah, Pada penasaran dong, apanya yang seru sih di event ini. Mari lanjut baca tulisan ini sampai tuntas yah, dijamin kamu bakalan makin mupeng deh buat liburan ke Singapura, karena liburan di sana itu seru banget!.

Gathering dan Lunch Bareng Singapura Tourism Board (STB)

Sabtu, tanggal 10 September kemaren, saya diundang di acara gathering dan lunch bareng Singapura Tourism Board (STB) penyelenggara travel fair ini. Para undangan yang terdiri dari blogger dan social media influencer di Pekanbaru, di jamu lunch di Molecule Gastro Bar hotel Novotel Pekanbaru. Di sana, kami di sambut oleh Manager Indonesia Internasional Grup, yaitu Mbak Indri. Dimulai dengan perkenalan, termasuk antar sesama undangan. Jadi, para undangan pun akhirnya bisa saling mengenal, yang mungkin sebelumnya cuma kenal sepintas lewat sosmed aja, tapi hari ini bisa saling bertatap muka.


Singapura Tourism Board (STB) merupakan badan pengembangan ekonomi di bidang pariwisata, salah satu sektor kunci perekonomian Singapura, karena dikenal dengan kerjasama, inovasi dan keunggulannya, STB mampu memimpin industri pariwisata. Jadi, undangan gathering dan lunch ini tujuannya tentu saja untuk mereka sharing KENAPA HARUS LIBURAN KE SINGAPURA. Mbak Indri menjelaskan kepada kami berbagai destinasi liburan seru di Singapura. Semuanya komplit, buat yang doyan kulineran, belanja, jelajah museum, menikmati hiburan atau pertunjukan seni ternama, dan berbagai atraksi keren lainnya. Lebih lengkapnya akan saya paparkan di sharing Titi Kamal dan Christian Sugiono nanti. Informasi penting lainnya nih, Singapura itu dinobatkan oleh Global Muslim Traveler Index sebagai "Negara non muslim yang paling ramah terhadap wisatawan muslim". Pokoke urusan shalat dan mencari makanan halal di sana aman lah!.

Saat mulai mencicipi hidangan main course, Pak Raymond Lim selaku Area Director STB Indonesia juga hadir diantara kami. Para blogger dan social media influencer antusias untuk menyimak pemaparan beliau atas pertanyaan yang kami ajukan. Pertanyaan pertama adalah MENGAPA PEKANBARU TERPILIH SEBAGAI TEMPAT DIADAKANNYA EVENT INI. Pak Raymond menjawab, karena Pekanbaru merupakan salah satu kota di Sumatera yang trend pertumbuhan ekonominya meningkat, sehingga besar peluang untuk melakukan pemasaran wisata di sini. Apalagi berdasarkan survey mereka, besar presentasi liburan warga Pekanbaru-Riau untuk melancong ke negara tetangga.

Tak hanya itu, hadirnya Jetstar di Pekanbaru, yang merupakan salah satu Maskapai penerbangan sejak november 2015 telah meningkatkan konektivitas dengan bertambahnya rute penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Singapura. Iya!, Kita tinggal duduk manis aja di Jetstar, trus langsung nyampe deh ke Singapura. Nggak perlu dari Pekanbaru ke Batam dulu, trus baru berenang eh nyebrang naik kapal ke Singapura, ribet!. Duh... enak banget yah, berasa makin deket aja itu Singapura hihihi...

Puas ngobrol dan photo-photo makanan eh santap makan, kami diajak untuk pindah ke sebelah Mall Ciputra. Di sana bakalan ada meet and greet bareng Titi Kamal dan Christian Sugiono, pasangan selebriti yang menjadi duta STB Indonesia dalam kampanye Singapura, Serunya Bareng-bareng!. 

Meet and Greet Bareng Titi Kamal dan Christian Sugiono

Kami para blogger dan social media influencer telah disediakan kursi bagian paling depan, untuk acara meet and greet ini. Yey! ini pertama kali buat saya untuk melihat secara langsung sosok Titi Kamal dan Christian Sugiono. Siapa coba yang nggak kenal dengan pasangan ini, jadi seneng banget pas kebagian sesi photo bareng dengan kami para undangan. Nah, di acara ini, Titi dan Tian menceritakan tentang liburan seru mereka di Singapura. Nggak hanya memanjakan para pecinta belanja sepertinya, tapi juga pecinta wisata museum seperti Tian, suaminya. Nggak cuma itu, merekakan udah punya anak nih, si cakep yang bernama Juna. Menurut mereka, Singapura itu adalah destinasi yang ramah keluarga. Wah, penting banget inih buat saya, catet!

Sumber: Mall Ciputra Seraya

Sebagai seorang Ibu dari 2 orang putri, kalau liburan, tentu dong destinasi pilihan saya yang ramah keluarga. Nggak cuma orang tuanya aja yang senang, tapi anak-anak juga bisa menikmati liburannya. Seperti Juna nih, yang suka banget main di KidZania dan MOSH! di Pulau Sentosa. Atraksi di sana nggak cuma ramah anak tapi juga edukatif lho. Aaaaah.... makin nggak sabar buat liburan ke Singapura!.


Puas dengerin sharing liburanya Titi kamal sekeluarga, ada sesi tanya jawab. Ada yang nanya nih, apa makanan favorit Titi dan Tian di sana. Titi menjawab, suka banget dengan aneka sate di Michelin-Star, sedangkan Tian sukanya ayam Hainan di Lucky Plaza. Trus, ada yang nanya lagi, spot foto yang keren di sana dimana. Wah, tentunya banyak banget yah, instagramable deh!, salah satu yang Tian sebutkan adalah di Singapore Flyer, viewnya bisa dibilang seluruh Singapura!. Aih... kebayang deh gimana indahnya. Pokoke, Singapura itu kata mereka RECOMMENDED!.

Simulasi Liburan Seru di Singapura Lewat Games Berburu Stamp Hunt

Selesai meet and greet, kami diajak jalan-jalan ke Singapura lewat simulasi liburan dengan games berburu stamp hunt. Jadi, ceritanya dimulai dari nyampe di bandara Changi Airport, kami lalu mengunjungi berbagai destinasi wisata di Singapura, lewat photo booth, trus di stemple deh paspor ala-ala nya dan bisa ditukarkan paspornya dengan marchandise yang bisa dipilih, mau boneka, sendal, or tumblr. Asyik banget, tapi lebih asyik lagi kalau beneran yah hihihi... semoga aja segera. Yuk pada bilang Aamiin!.



Aneka Penawaran Menarik

Gimana, seru bangetkan Singapura Seru Bareng! Travel Fair ini. Buruan deh ajak keluarga ke Mall Ciputra, jangan lewatkan aneka penawaran menarik untuk setiap pembelian paket perjalanan ke Singapura selama pameran ini, seperti:

  • S$50 Mastercard prepaid card
  • S$20 Changi dollar voucher
  • Spin the wheel untuk konsumen yang melakukan transaksi dengan kartu kredit BCA dengan minimum penggunaan senilai 1,5juta
  • Raih hadiah tiket Pekanbaru-Singapura, voucher hotel di Singapura, paket kapal pesiar, tiket atraksi, dan suvenir lainnya
  • Chasback untuk pemegag kartu kredit BCA

Diasweet Litebite Healthy Snack Teman Ngemil yang Bebas Worry


Siapa yang nggak suka ngemil? Pada sukakan. Ngemil itu bisa dibilang udah jadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Menjelang jam makan, ngemil. Nongkrong cantik bareng teman-teman, sambil ngemil. Nonton TV, nonton bioskop, or lagi asyik berselancar di dunia maya, ngemil lagi. Bahkan, ada yang nyambi kerja dikantor atau di rumah pun tetap ditemani sama camilan. Mungkin, banyak yang masih merasa happy-happy aja dengan aktivitas ngemilnya. Walaupun, tanpa sadar, memilih jenis camilan yang sebenarnya memiliki efek nggak baik bagi kesehatan. Coba deh, diingat-ingat, selama ini doyan ngemil apa?. Dari camilan yang ringan banget semacam snack atau cokelat dalam kemasan, asinan, manisan, sampai yang berat seperti gorengan, makanan manis beku (es krim atau cake).

Camilan tersebut sering kita konsumsi, bahkan setiap hari. Tanpa kita peduli berapa jumlah kalorinya, dan kandungannya. Akhirnya apa, kita menumpuk lemak, garam, gula, dan berbagai zat adiktif lainnya. Risiko terhadap obesitas, hipertensi, diabetes, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya meningkat seiring dengan pola hidup kita yang buruk. Udahlah doyan ngemil sembarangan, makanan yang dimakan juga tidak mengandung gizi yang seimbang, malas berolahraga, kurang istirahat, dan sering stress. Itu sama artinya, dengan kita memupuk bibit-bibit penyakit yang menjadi sebuah bom waktu di dalam tubuh dan siap meledak kapan pun. Ih, serem!

Seharusnya kita bisa mengendalikan mulut dan perut, agar apa yang kita konsumsi tidak membuat sistem metabolisme tubuh terganggu. Seringnya, kita baru sadar bahwa sehat itu mahal setelah kita dihinggapi oleh sebuah penyakit. Benarlah adanya sebuah pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.


Duh, jadi nggak bisa ngemil lagi dong!, eits... siapa bilang, ngemil itu boleh kok, cuma yang harus dipilih adalah camilan yang sehat aja, seperti buah-buahan. Apa? cuma buah-buahan? nggak bisa ngemil makanan ringan yang enak dong? hihihi... jangan pada sewot dulu, tetap bisa kok, kita bisa mengganti camilan kita dengan produk dari DIASWEET. Nah, buat yang belum tahu, diasweet ini adalah salah satu brand dari makanan dan minuman sehat. Produknya juga banyak banget, mulai dari pemanis buatan yang rendah kalori, susu bebas gula dan rendah lemak, juga snack yang bebas gula dan tinggi serat yang baik untuk kesehatan kita. Teruuuus... yang terbaru nih ada diasweet litesip fruit juice, yang mengandung buah-buahan dan sayuran segar.

Wah, ini kabar gembira banget buat suami saya yang doyan ngemil sambil kerja, apalagi pas kerja lembur. Snack DIASWEET LITEBITE memang pilihan yang tepat, saya jadi bebas worry. Selama ini, bawaannya khawatir aja kalau suami ngemil, karena kedua mending mertua saya adalah penderita diabetes. Secara medis, anak yang memiliki orang tua penderita diabetes, memiliki kemungkinan besar juga untuk terkena risiko diabetes, menurunnya lewat gen.

alat tes gula darah

Penasaran dong yah, apa aja sih manfaat camilan diasweet litebite ini buat kita yang doyan ngemil, perhartikan deh poin-poin berikut:
  • Membantu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II
  • Membantu memenuhi kebutuhan serat harian
  • Terbuat dari bahan alami dan lemak nabati yang bersahabat untuk dikonsumsi vegetarian
  • Membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Membantu menjaga kesehatan fungsi saluran cerna
Tuh, benerkan, ini emang HEALTHY SNACK banget!, dengan snack ini, siapa pun boleh ngemil, ya orang dengan risiko diabetes, penderita diabetes, orang yang punya masalah dengan kolesterol, orang yang bermasakah dengan fungsi saluran cerna karena kurang serat, sampai para vegetarian. AMAN.

Gimana dengan rasanya, enak nggak? Weleh, jangan khawatir, nggak cuma enak, tapi snack ini juga punya banyak jenisnya, dan memiliki varian rasa yang pasti bakal kamu suka. Ini dia:


 sumber: diasweet

Mulai sekarang, yang punya pola hidup buruk, ayo beralih ke pola hidup sehat. Perhatikan asupan makanan kita, jangan malas berolahraga, hindari stress. Yuk HEALTHY, TASTY, & HAPPY dengan produk-produk diasweet, karena  Diasweet Litebite Healthy Snack teman ngemil yang bebas worry! ^___^


sumber: diasweet



Resep Es Gabus, Jajanan Masa Kecil Anak 90an

Untuk anak-anak yang lahir dan gede di tahun 80an or 90an, tentu nggak asing dengan es yang satu ini. Es gabus atau es roti namanya. Dulu es ini sama populernya dengan es potong. Duh, kangen banget deh dengan masa-masa itu. Nah, untuk mengobati rasa kangen, saya coba bikin deh. Udah lama si sebenarnya pengen bikin, tapi baru sekarang eksekusinya. Soale, kehabisan ide juga buat bikin camilan anak-anak yan g enak tapi simple dan tentunya segar, terlebih cuaca di pekanbaru lagi hot banget. Resepnya saya dapet hasil googling juga

Bahan:
  • Tepung hunkwe putih 100gr
  • Santan cair 1 liter
  • Gula pasir 200gr
  • Garam 1/2 sdt
  • Daun pandan 3 lembar (blender dengan santan)
Cara membuatnya:
  • Campurkan seluruh bahan, aduk merata. Lalu masak dengan api sedang hingga mengental dan meletup-letup.
  • Setelah matang, masukkan ke dalam wadah
  • Setelah mengeras dan dingin, simpan ke dalam freezer selama kurang lebih 8 jam agar mengeras.
  • Setelah keras, es gabus pandan siap untuk dinikmati.
Terobati deh rasa kangen saya. Tapiiiii... anak-anak nggak doyan hihihi... aneh katanya. Ya sudahlah, yang makan esnya cuma mantan anak-anak di era 90an aja  ^___^

SMSbunda, Gudang Informasi Terpercaya Bagi Bunda di Masa Golden Age (0-2 tahun) Ananda

sumber: SMSbunda
Ada rasa bahagia yang membuncah bagi pasangan suami istri, saat sang istri dinyatakan positif hamil. Sebenarnya tidak hanya ada rasa bahagia saja, tapi bisa dikatakan ada rasa lainnya. Terutama kehamilan yang pertama, dimana belum ada pengalaman sama sekali. Ada rasa cemas, khawatir, deg-deg an, dll. Terpikir, apakah mampu menjadi orang tua yang baik. Apakah mampu memberikan segala yang terbaik untuk sang calon buah hati kelak. Sebaiknya, jangan berlarut-larut dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mulailah untuk menambah pengetahuan seputar kehamilan, kelahiran, dan pengasuhan anak.
Banyak hal yang bisa kita lakukan, baik rajin membaca literatur di media cetak seperti buku atau media online berupa artikel-artikel di website terpercaya, atau mengikuti seminar\talkshow parenting. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut, bisa karena minat baca yang kurang, tidak ada akses, maupun kendala lainnya. Padahal, pengetahuan seputar kehamilann kelahiran dan pengasuhan anak itu sangat penting.
Pengetahuan tersebut bermanfaat untuk jangka panjang dalam mengembangkan potensi anak secara maksimal, sehingga anak-anak kelak sehat secara fisik, memiliki talenta yang kuat, mampu mengendalikan emosi, dan berkembangnya kecerdasan secara multidimensi. Sebaliknya, minimnya pengetahuan calon orang tua tentang kehamilan, kelahiran, dan pengasuhan anak, dapat berdampak buruk. Tidak hanya bagi Ibu tapi juga bayi. Menurut data, Indonesia merupakan negara yang tingkat kematian ibunya tertinggi di Asia Tenggara. Demikian juga dengan tingkat kematian bayi yang baru lahir (0-28 hari) tergolong tinggi. Bahkan saat ini jumlah kematian bayi yang baru lahir adalah 60% dari keseluruhan kematian bayi di bawah usia 1 tahun dengan tingkat ketahanan hidup bayi baru lahir yang tidak mengalami perbaikan sejak 2002.
sumber:SMSbunda
Kilas balik, saat saya mengalami kasus preeklampsia yang berlanjut menjadi eklampsia saat kelahiran anak pertama dulu. Rutinnya kunjungan ke dokter spesialis kandungan tak membuat saya mendapatkan informasi secara utuh tentang kondisi kehamilan dan kelahiran saya. Gambarannya, faktor kurangnya pengetahuan dan pasifnya calon orang tua untuk bertanya mengenai hal apa saja yang harus diketahuinya saat dalam masa kehamilan, ditambah dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang juga tidak informatif. Sangat disayangkan bukan?. Maka, Alhamdulillah… saya sangat bersyukur sekali saat mengetahui informasi mengenai SMSbunda.
SMSbunda adalah sebuah program layanan berbasis SMS yang dikembangkan oleh Jhpiego, dengan dukungan dari GE Foundation. Dengan tujuan, untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) baru lahir. Menjangkau para ibu hamil dan yang baru melahirkan agar mendapatkan informasi perawatan antenatal, kelahiran dan paska kelahiran. Cara kerjanya, SMSbunda akan mengirimkan informasi kepada ibu langsung ke telpon genggamnya. Baik ibu yang tengah hamil, baru saja melahirkan, maupun mereka yang jarang bersentuhan langsung dengan sistem kesehatan. Wah, keren yah, dan tentu saja jangkauannya bisa lebih luas. Mengingat saat ini, telepon genggam bisa dikatakan merupakan “kebutuhan primer”, mayoritas masyarakat yang terjangkau “sinyal” memilikinya.
Pas sekali, saat ini adik ipar saya tengah mengandung anak pertamanya. Usia kandungannya sudah memasuki 8 minggu. Saya menyarankannya untuk segera mendafatarkan nomor ponselnya ( HP ) dan mencantumkan tanggal perkiraan lahir. Pendaftarannya gratis dan bisa kapan saja selama masa kehamilan. Tak kalah penting, informasi yang didapatkan tentu saja terpercaya.
sumber: SMSbunda
Nah para Bunda yang tengah mengandung atau memiliki anak yang tengah dimasa golden age (usia 0-2 tahun), tunggu apa lagi. Ayo segera mendaftarkan nomor ponselnya. Luar biasa manfaat yang kita dapatkan, seperti informasi seputar tanda-tanda bahaya kehamilan, tentang gizi, ASI, Imunisasi, dan KB, yang sesuai dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Mari kita dukung program ini dengan menyebarkan informasi mengenai SMSbunda seluas mungkin. Agar upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) baru lahir berhasil dan merata di setiap daerah. Agar generasi penerus bangsa ini mendapatkan pola pengasuhan dan pendidikan yang baik dimasa golden age-nya.



Tips Traveling Bareng Keluarga Ala Tesya Sophianti



Ngebahas tentang traveling, terus terang saya termasuk orang yang jarang banget buat traveling. Masih bisa dihitung dengan jari di tangan kanan deh jumlah traveling saya, saat sudah berstatus menjadi istri dan ibu. Lokasi travelingnya juga nggak jauh-jauh, masih di seputaran Riau, Sumatera barat, dan Jakarta.

Traveling pertama saya saat sudah berstatus sebagai seorang istri adalah di Sumatera barat, yang kami tempuh lewat jalur darat. Saat itu, malah saya sedang mengandung anak pertama kami 3 bulan. Traveling berikutnya di seputaran Riau saja, salah satunya ke Siak, saat putri pertama saya masih berusia 2 tahunan. Saat Usianya 3 tahunan, kami traveling ke Jakarta dengan transportasi udara. Selanjutnya, saat saya memiliki anak kedua (diusianya 1 tahunan), kami traveling kembali hanya seputaran Sumatera barat saja.

Ini traveling saat anak udah 2

Kok jarang traveling? alasannya saya dan suami pengennya kami traveling saat usia anak diatas 7 tahun. Bayangannya, anak-anak sudah agak mandiri. Saya merasakan banget rada ribetnya traveling dengan membawa balita hihihi... Jadi travelingnya ntar bisa agak jauhan dikit. Jadi, mulai sekarang nggak papa dong nyicil pengetahuan seputar traveling bareng keluarga dulu, terutama anak-anak.

Nah, saat menghadiri seminar parenting minggu lalu, salah satu pembicaranya adalah seorang Travel Blogger bernama Tesya Sophianti. Mbak Tesya, udah biasa traveling bareng keluarga, baik di dalam maupun luar negeri. Duuuuh... asyik yah, penasaran gimana bisa traveling bareng keluarga dengan menyenangkan. Ini ada beberapa tips dari Mbak Tesya.

TIPS 1 PEMILIHAN DESTINASI 
  • Memilih tempat yang disukai anak
  • Riset tempat wisata ramah anak
  • Padukan tempat wisata berbayar dan gratis
  • Buat itinerary yang fleksibel

TIPS 2 BIAYA LIBURAN 
Dana yang harus disiapkan adalah untuk transportasi, akomodasi, biaya harian, tiket masuk tempat wisata, dan untuk belanja. Mbak Tesya sendiri sudah menyediakan budget khusus untuk liburan. Sedang perencanaannya setidaknya 6 bulan atau setahun sebelumnya.

Untuk transportasi ada tips dari Mbak Tesya saat hunting tiket pesawat promo.
  • Rencanakan liburan 6 bulan-1 tahun dimuka
  • Daftar newsletter dan ikut akun sosial media dari maskapai favorit
  • Ikut komunitas traveling di sosial media.

Untuk akomodasi, ada tips hematnya juga lho.
  • Sesuaikan lokasi hotel yang dipilih dengan itinerary liburan.
  • Pilih lokasi yang mudah diakses public transport.
  • Teliti melihat "kebijakan membawa anak" saat memesan hotel.

TIPS 3 MEMBAWA SI KECIL NAIK PESAWAT
  • Siapkan makanan dan cemilan juga susu pertumbuhan.
  • Bawa mainan favorit anak.
  • Sesuaikan waktu penerbangan dengan jam tidur.

TIPS 4 PERSIAPAN SI KECIL SEBELUM LIBURAN
  • Briefing sebelum hari H. Beri gambaran seperti apa destinasi yang akan dituju (video youtube). Beri pedoman bagaimana jika terpisah dari orang tua saat di tempat liburan.
  • Latihan sebelum hari H. Jalan kaki saat akhir pekan, beberapa minggu sebelum liburan. Tujuannya, bermanfaat untuk di destinasi liburan yang akan banyak melakukan jalan kaki. 
 TIPS 5 PERSIAPAN AYAH BUNDA
  • Berbagi tugas, siapa yang akan membeli tiket pesawat, memesan hotel, dsb.
  • Buat rencana liburan yang detail, termasuk peta menuju tempat wisata.
  • Membeli paket internet.
  • Selalu siap dengan "plan B".
Waaaah... tipsnya Mbak Tesya ini berguna banget deh. Semoga kelak saya dan keluarga bisa traveling dengan nyaman dan menyenangkan yah. Aamiin... ^___^

Eklampsi Tetap Bisa Menyusui


Pekan pertama di bulan Agustus ini diperingati sebagai Pekan ASI Dunia atau World BreastfeedingWeek lho. Maka, untuk meramaikan dan berpartisipasi di sebuah lomba blog tentang ASI, saya akan berbagi kisah saya saat menyusui kedua putri saya. Semoga postingan ini bisa bermanfaat yah, aamiin... ^___^

Dulu, saya kira menyusui itu mudah, naluriah. Setiap perempuan yang punya payudara pasti bisa. Ternyata tidak sesederhana itu. Bukan hanya bermodal payudara saja, tapi juga kombinasi dari niat, tekad, ilmu, dan dukungan.

Tujuh tahun yang lalu, saya melahirkan putri pertama saya diusia kandungan menginjak 37 minggu. Saat itu saya terkena preeklampsia, sehingga saya harus melahirkan lewat operasi cesar. Hampir 5 jam setelah operasi, saya mengalami eklampsia. Saya kejang, lalu hilang kesadaran.

Saat sadar, saya tengah dirawat di ICU rumah sakit. Setelah kondisi saya membaik, saya dipindahkan ke kamar rawat inap. Dengan kondisi penglihatan yang kabur, rasanya sedih sekali saat menggendong bayi mungil saya yang lahir dengan berat 2,45 kg itu. Saya tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dan berlangsung selama hampir 2 bulan.

Lalu, saya baru tahu bahwa bayi saya telah diberikan sufor. Kurangnya ilmu dan dukungan dari rumah sakit, membuat suami saya menyetujuinya. Padahal saya tak sadarkan diri belum sampai 24 jam. Bukankah bayi bisa bertahan untuk tidak mengkonsumsi apapun selama 72 jam atau 3 hari dari sejak kelahirannya.

Alasan pemberian sufor lainnya, karena kondisi saya yang juga butuh banyak istirahat. Saat itu, suami dan keluarga lebih fokus pada pemulihan kesehatan saya. Teringat salah satu kerabat yang tak tertolong nyawanya karena terkena eklampsia. Apalagi, setelah 3 hari pulang ke rumah, bekas operasi saya sempat bocor. Untuk menyusui semakin terasa berat, bekas operasi yang nyeri semakin terasa nyeri. Terlebih bayi saya juga menolak untuk disusui, walaupun sudah berbagai posisi dicoba.

Akhirnya, ASI saya membatu, karena tak pernah dikeluarkan saya terkena radang payudara atau mastitis. Dikemudian hari saya baru sadar, kenapa dulu ASI saya tidak diperah dan dimasukkan ke dalam botol susu. Sehingga bayi saya bisa tetap mendapatkan ASI. ASI yang membatu membuat saya mengalami panas tinggi. Khawatir akan risiko terjadinya kejang lagi, saya akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan rawat inap selama 1 hari. Payudara saya dikompres dengan air hangat yang dimasukkan ke dalam botol dan diterapi pijat.

Oleh perawat yang menerapi, saya diberikan suntikan semangat dan juga berbagai pengetahuan tentang menyusui. Alhamdulillah setelah pulih, saya berniat untuk bisa menyusui langsung bayi saya. Berkat dukungan dari suami dan keluarga juga akhirnya saya berhasil.

Ketika sedang tidak bekerja, suami selalu mendampingi saya saat menyusui dan ia juga selalu menyemangati, apalagi di malam hari saat harus berjuang melawan kantuk. Saya juga harus menahan rasa nyeri di bekas operasi dan rasa tidak nyaman lainnya, termasuk saat puting lecet (cracked nipple).

Saya sudah berniat dan bertekad. Bahkan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebagai seorang pengajar. Saya berusaha untuk fokus pada pemulihan kesehatan dan keberhasilan dalam memberikan ASI. Tak sampai 2 bulan, saya berhasil. Bayi saya akhirnya bisa full ASI hingga usia 2 tahun.

Bersyukur sekali waktu itu saya tidak menyerah. Bersyukur sekali ada suami dan keluarga yang mendukung, baik mensupport saya secara fisik dengan memberikan asupan yang bergizi, waktu istirahat, dan bantuan dipekerjaan domestik. Maupun secara psikis, sehingga proses pemulihan dan menyusui menjadi lebih baik. Bersyukur sekali juga saya menemukan komunitas yang mensupport ASI, sehingga ilmu saya semakin bertambah dan semangat saya tetap menyala.

5 tahun kemudian, saya kembali melahirkan seorang bayi lewat operasi cesar. Secara medis, kehamilan dan kelahiran anak kedua saya ini berisiko untuk terkena eklampsia kembali. Tapi, Alhamdulillan itu tidak terjadi. Saya dan bayi saya sehat.

Dengan semakin banyaknya ilmu yang sudah saya kantongi, Saya berhasil memberikannya IMD, ASI ekslusif, dan menyusuinya hingga usianya saat ini 2 tahun 2 bulan. Sekarang saya sedang dalam proses menyapihnya. Semoga saya berhasil menyapih dengan cara weaning with love, semoga saja. Bagaimana pun, menyapih anak itu bikin patah hati, bikin kita kangen masa-masa menyusui lagi. Bukan begitu?. ^____^


Bekal Perlindungan untuk Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil


Sebagai orang tua, jangan pernah berhenti untuk belajar. Bahkan kita harus selalu aktif untuk menambah pengetahuan seputar parenting. Hal tersebut dibutuhkan, sebagai salah satu upaya kita untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Apalagi saat ini, ilmu parenting bisa kita dapatkan dengan mudah, baik dengan membaca, maupun sharing ilmu dengan sesama atau pakarnya. Baik melalui media cetak maupun media elektronik.

Mengingat begitu pentingnya peran kita dalam membentuk karakter anak, yang berpengaruh terhadap masa depannya kelak. Belum lagi berbagai tantangan yang kita hadapi sebagai orang tua, di era global seperti saat ini. Maka, rasanya mutlak untuk selalu meng-upgrade pengetahuan parenting kita.


Saya adalah ibu dari 2 orang putri yang berusia 7 dan 2 tahun. Selain membaca, menghadiri seminar parenting merupakan salah satu upaya saya untuk menambah pengetahuan. Salah satu seminar parenting yang saya ikuti adalah seminar parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center.

Seminar parenting yang diadakan hari sabtu lalu, tanggal 13 Agustus 2016 bertempat di Ballroom hotel Pangeran Pekanbaru ini, mengusung tema Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal. Temanya saja sudah menarik, didukung dengan pembicara yang merupakan pakar dibidangnya masing-masing. Waaah... Ini sebuah seminar yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi MC nya adalah Sahnaz Haque, salah satu MC favorit saya.



Siapa yang tidak mengenal brand Dancow. Bahkan brand susu ini sudah eksis sejak saya masih kecil. Siapa sangka kini anak-anak saya juga mengkonsumsi susu ini, baik secara langsung maupun sebagai "teman" makan serealnya. Tidak hanya peduli dengan nutrisi, Dancow juga berkontribusi sebagai media yang dapat mengedukasi para orang tua, lewat Dancow Parenting Center.

Baiklaah, sudah pada penasarankan dengan seminar yang diadakan oleh Dancow. Apa saja yang dibutuhkan oleh anak-anak dalam proses tumbuh kembangnya yang berkaitan dengan perlindungan optimal. Pssssst... Saya kasih bocoran dulu, yang dibutuhkan adalah 3 hal, yaitu CINTA, NUTRISI, dan STIMULASI. Saya akan bagi menjadi beberapa bagian, sesuai dengan pembicaranya ya.

Para Emak Blogger
Sumber: Fivit

Pembicara Pertama

Dra. Ratih Ibrahim, MM, Psikologi

Psikolog yang cantik ini membahas bagian CINTA. Anak-anak membutuhkan cinta sejati dari ayah bunda, dengan manifestasi memberikan segala sesuatu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan buah hatinya. Bukan semata apa yang buah hatinya suka.


Cinta yang tulus dari ayah bunda akan menumbuhkan pengalaman emosi yang positif dan memberikan rasa aman bagi anak. Rasa aman tersebut dibutuhkan untuk membangun basic trust, yaitu cara anak memandang dunia di sekitarnya secara baik, sehingga ia menjadi berani dan percaya diri untuk bereksplorasi.

Terutama pada usia 1+ yang berada dalam fase perkembangan pesat, baik dari segi fisik, psikologis, dan sosial. Maka, bereksplorasi menjadi kebutuhannya, agar dapat tumbuh dan berkembang optimal. Nah, terkadang nih yah para bunda suka khawatir kalau anaknya bermain outdoor. Takut panaslah, takut kotor, takut jatuh, dll. Tenang, berikan saja pengawasan dan perlindungan yang optimal. Perlindungannya apa saja, salah satunya dengan NUTRISI.

Pembicara Kedua

Sari Sunda Bulan, AMG

Tentang nutrisi, dijabarkan dengan lengkap oleh ahli nutrisi. Ternyata, NUTRISI itu adalah penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak. Tidak hanya bagi fisiknya saja, tetapi juga otak. Selain itu nutrisi yang baik dapat mencegah berbagai penyakit lho. Indikatornya apa, yaitu tumbuh kembangnya bisa dilihat dari grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Misalnya, anak 1 tahun berat badannya mencapai 3x berat lahirnya, dan mencapai 50% tinggi dewasanya diusia 2 tahun.


Selanjutnya, perlindungan bagaimana yang bisa diberikan kepada anak dari segi nutrisinya? Yaitu, dengan memenuhi beberapa hal berikut:
  • Memberikan nutrisi untuk kesehatan saluran cerna, karena 80% sistem daya tahan tubuh terdapat di saluran cerna. Maka, anak-anak butuh serat pangan misalnya inulin dan bakteri baik, strain spesifiki (lactobacillus rhamnosus dan bifidobacterium longum). 
  • Mencukupi kebutuhan vitamin A, C, dan E. 
  • Mencukupi kebutuhan mineral selenium dan zink.
Setelah kebutuhan nutrisinya terpenuhi, artinya ia memiliki perlindungan dan bisa bereksplorasi. Tentu saja dengan stimulasi yang kita berikan agar bisa optimal. Apa saja stimulasinyan yuk lanjut ke pembicara ketiga.

Pembicara Ketiga

DR. Dr. soedjatmiko SpA (K)., MSi

Tentang STIMULASI, dibahas tuntas oleh dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang anak ini. Jadi, stimulasinya dalam bentuk bermain. Hal tersebut bermanfaat untuk merangsang motorik kasar, motorik halus, komunikasi, kognitif, kecerdasann kreatifitas, dan kemandirian. Dengan demikian, stimulasi bermain dapat membentuk anak SEHAT, CERIA, PERCAYA DIRI, CERDAS, KREATIF, dan BERPERILAKU BAIK.


Ada rule juga lho dalam melakukan stimulasi bermain, yaitu:
1. Bermain setiap hari.
2. Interaktif, dengan kasih sayang dan gembira.
3. Sesuaikan dengan kemampuan dan keinginan anakm
4. Jangan memaksa, apalagi mengancam dan menghukum.
5. Beri anak pujian, ciuman, dan pelukan.

Bagaimana sih stimulasi bermainnya? Ternyata gampang!, bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Nih dia:



Pembicara Keempat
Tesya  Sophianti 

Eits... Belum kelar, masih ada pembicara terakhir, yaitu Mbak Tesya Sophianti yang seorang travel blogger. Widiiiiih... Keren banget mbak cantik ini, traveling ke dalam maupun luar negeri dengan keluarga. Menurutnya, traveling bareng keluarga terutama anak-anak itu ada manfaatnya lho, yaitu mempersiapkan buah hati menjadi global citizen. Apa saja itu? Menghargai perbedaan, membuka wawasan, dan percaya diri.


Menariknya, Mbak Tesya membawa serta anak-anaknya sejak diusia balita. Penasaran dong yah, kok bisa. Wong kita-kita aja yang mudik di lain kota, bawa mudik anak-anak diusia balita itu rempongnya minta ampun. Apalagi liburan, bisa enjoy nggak yah.

Eh, ternyata bisa lho, tipsnya mampu menjaga mood aja. Sebelumnya tentu juga sudah ditentukan tempat travelingnya yang disukai anak dan tempat wisata yang ramah anak. Jadi intinya, yang namanya traveling itu adalah liburan yang harus menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Penasaran dengan cerita keseruan traveling Mbak Tesya dengan keluarganya? Sila beli buku Mbak Tesya, komplit deh tipsnya. Bisa juga mengunjungi blognya Mbak tesya www.tesyablog.com
 Sumber: Tesyablog

Gimana, padat ilmu bangetkan seminar parentingnya. Duh, emang okee banget deh dancow. Inovasinya juga luar biasa. Nih inovasi terbarunya, DANCOW Excelnutrisi+ untuk usia 1+, 3+, dan 5+. Mengandung nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak optimal. Apa saja kandungannya? Banyak, ada lactobacillus rhamnosus, minyak ikan, serat pangan inulin, bifidobacterium longumn LA dan ALA, serta protein dan kalsium. Sangat sesuai untuk perlindungan si kecil.
 
Jadi, Aku dan Kau Suka Dancow...