Sukses Menyapih dengan Cinta (Weaning With Love)



Sahabat Ummi...

Kali ini saya mau share tentang pengalaman saya weaning with love (WWL) Adek Khai. Alhamdulillah saya berhasil, di usia Adek Khai yang hampir 2 tahun 7 bulan hehehe... Kalau dipikir sih, melebihi target yang saya inginkan, yaitu usia 2,5 tahun. Tapi nggak papa deh, yang penting nggak nyampe usia 3 tahun. E tapi, ada yang masih belum tahu nggak sih, apa maksudnya WWL ini? kalau masih ada yang belum paham, jadi WWL ini adalah menyapih anak dengan cinta. Maksudnya, tanpa ada paksaan atau pembohongan. Kita nggak memberikan sesuatu ke area puting susu, seperti yang pahit-pahit, atau memberikan warna merah, dll. Tujuannya, agar anak takut dan menolak untuk menyusu lagi.

Kalau saya flash back waktu menyapih Mbak Nai dulu, saya belum tahu tentang WWL. Mbak Nai sukses di sapih diusianya yang pas 2 tahun. Caranya, saya memberikan masker ke PD. Wong kalau saya pas maskeran di wajah aja Mbak Nai takut. Jadi, cara ini sukses lah. Cumaaaaaaa... ada rasa nyesek aja gitu. Beda banget dengan adek Khai yang pake WWL. Walaupun sedih, tapi sedihnya karena pasti bakal kangen banget saat-saat menyusui, yang rasanya cuma Ibu yang tahu hehehe...

Jadi gimana cara WWL nya?

Ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Hal pertama yang kita butuhkan adalah kesabaran dan selanjutnya konsistensi. Jadi, sejak usianya hampir 2 tahun, saya udah mulai sounding ke Adek Khai, kalau dia udah mulai besar, dan menyusu itu untuk adek bayi. Saya perlihatkan ke Adek Khai, adek bayi itu yang mana. 

Semudah itu?

dibilang mudah banget, nggak juga. Karena, butuh kesabaran dan sabar itu nggak mudah kan yah hahaha... Tapi, sebenarnya, di usia anak yang hampir 2 tahun, pola menyusuinya tentu berbeda. Menyusui bukan hanya berarti bahwa ia lapar atau haus, karena ASI bukanlah asupan pokoknya lagi. Jadi, biasanya Adek Khai itu nyusu kalau pas rewel (nggak enak hati) atau mau tidur. Kalau pas rewel, nggak terlalu sulit untuk menanganinya dengan memberikannya selain ASI. Nah, yang pas nyusu sebelum tidur dan saat terbangun malam ini yang lumayan susah. Tapi, Alhamdulillah toh akhirnya saya berhasil.

Caranya, dengan memberikan perlakuan yang berbeda saat ia mau tidur. Jadi, masuk ke dalam kamar kalau dia sudah benar-benar mengantuk, untuk menggantikan aktivitas menyusunya sebelum tidur, berikan sentuhan lain, misalnya dengan mengelus punggungnya, membacakannya buku, dll. Di awal, saya membutuhkan bantuan suami. Bahkan, Abinyalah yang menangani hingga Adek Khai tertidur. Umminya di luar kamar dulu. Selain itu, Mbak Nai sangat membantu banget. Sama seperti Abinya, nggak cuma bantu sounding ke Adek Khai, tapi Mbak Nai juga pintar ngajak Adeknya untuk tidur di dekatnya. Ini membantu banget, karena kalau tidur pas di sebelah saya, nyusu malamnya jalan terus.

Memang sih, nggak selalu mulus. Apalagi awal-awal yah. Kadang berhasil tidur tanpa nyusu, trus tidurnya jauhan dari Ummi, eh pas tengah malemnya dia pindah sendiri, dan nempel ke Umminya lagi hahaha... Tapi nggak papa, soundingnya yang konsisten kita lakukan itu bakal ngendap di alam bawah sadarnya. Dan, terbukti berhasil WWL nya. Jadi, bisa dibilang WWL ini adalah kerja tim. Ada saya, si Abi, dan Mbak Nai yang saling support. Yang nggak kalah penting dari kesabaran dan konsistensi, tentunya adalah do'a. Mohon agar Allah memudahkan ikhtiar kita.

Oke deh, semangat yah buat para Emaks yang mau menggunakan metode WWL ini. Kudu yakin bahwa kita BISA. Bismillah aja ^____^

Resep Sop Tahu Kuning

Sahabat Ummi...

Ada yang lagi buntu nggak mau masak apa?. Namanya emak-emak yah, mikir menu sehari-harinya buat keluarga itu lumayan bikin pusing. Kudu puter otak, gimana bisa menyajikan makanan yang enak, sehat, dan murah tentunya. Apalagi jaman sekarang yah, haruuuus pintar-pintar banget dalam ngelola uang belanja. Jadi, kali ini saya mau berbagi resep makanan yang enak, sehat, dan murah. Terutama buat penggemar tahu dan penyuka rasa pedes, berkuah, dan seger gitu. Resep ini, saya dapet dari adek ipar, tapi saya modifikasi sedikit, disesuaikan dengan selera saya.

Oke deh, lansung aja ke resepnya yah.

Bahan:
  • 5 buah tahu putih, bagi 2 menjadi bentuk segitiga
  • Cabe rawit 1/2 ons, dipotong kecil-kecil
  • Bawang merah 4 buah, diiris
  • Bawang putih 4 buah, diiris
  • Jahe 1 ruas, diiris tipis-tipis
  • Kunyit 1 ruas diiris tipis-tipis
  • Daun salam 2 lembar
  • Daun jeruk 2 lembar
  • Batang sereh 1 buah, digeprek
  • Tomat 1 buah dipotong dadu
  • Daun prei 1 buah diiris
  • Ikan teri 1/2 ons
  • Minyak 2 sdm untuk menumis
  • gula dan garam secukupnya
  • Air 1000 cc
Cara membuatnya:
  • Tumis bumbu-bumbu yang sudah diiris, daun salam, daun kunyit, dan sereh, hingga harum.
  • Setelah itu masukkan air, lalu tahu dan ikan teri
  • Tambahkan gula dan garam (kalau mau, bisa ditambahkan juga penyedam masakan)
  • Setelah hampir matang, masukkan tomat dan daun prei
Gampang bangetkan bikinnya. Bahkan ini juga enak banget dimakan gitu aja. Jadi semacam menu diet gitu, tinggal di skip aja minyak gorengnya, jadi nggak perlu ditumis. Rasanya gurih, pedes, seger deh. Selamat mencoba yah ^_____^




Jangan Ada Selingkuh(an)tara Kita



Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi

Ngobrol bareng duo Ummi datang lagi. Maaf minggu lalu kami libur hehehe... saya lagi sakit dan tulisannya belum kelar. Apalagi, temanya lumayan "berat". Yup, tentang SELINGKUH. Tema yang dipilih oleh Mbak Naqi. Untuk tulisan Mbak Naqi, bisa dibaca di sini.

Untuk tulisan saya sebelumnya:




Oke deh, selingkuh *tarik nafas

Ini jadi salah satu penyebab perpecahan dalam keluarga, bahkan perceraian. Siapa pelakunya? yang jelas, individu yang terikat dalam status pernikahan. Jadi, bukan yang buat pacaran yak. Pelakunya bisa saja si suami, bisa saja si istri. Jadi, bahasan di sini bukan untuk menyudutkan salah satu gender yah. Pembahasannya umum aja.
................................................................................................................

Jangan sekali-kali beranggapan bahwa dunia ini sempurna atas diri seseorang. Karena, tidak seorang pun di dunia ini yang bisa meraih segala yang ia inginkan, dan tidak ada seseorang yang terbebas dari kekurangan sedikit pun. (Dr. Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni, M.A
Saat berpikir tentang sebuah pernikahan, kita harusnya mampu memilah antara ilusi dan realitas dalam cinta. Maksudnya gini, lebih realistis lah. Paham bahwa yang namanya pernikahan itu bukan hanya tentang sesuatu yang indah dan menyenangkan aja. Tapi, akan ada berbagai konflik yang mengiringi perjalanan kita. Apalagi menikah itu kan artinya ada dua orang yang hidup bersama. Dua kepala, dua karakter, dua kepribadian, dua latar belakang yang berbeda. BERBEDA.

Udah dari sononya, laki-laki dan perempuan itu memiliki perbedaan dalam berkomunikasi, berpikir, menyatakan pendapat, merasa, memahami, bereaksi atas suatu kejadian, memberikan penghargaan, bahkan dalam menunjukkan rasa sayangnya. Kalau mau ditulis semua, pasti nggak akan cukup satu postingan ini hahaha...

Nah, dalam pernikahan itu, menjalaninya nggak cukup hanya dengan bermodal cinta. Salah satu pilar pentingnya, adalah komunikasi yang baik antara suami istri. Cinta yang menggebu-gebu itu bisa aja perlahan memudar, bahkan sirna dan berganti menjadi benci. Bener nggak?

Trus apa kabar dengan orang yang menikah tanpa ada rasa cinta sebelumnya?. Kabarnya, bisa saja kabar baik, karena yang namanya cinta itu bisa diupayakan kok. Ibarat tanaman, cinta itu bisa bertumbuh, subur, mengakar kuat, asal rajin diperhatikan, disirami, di pupuk, dan didoakan. Jadi, bukan tentang apakah cinta itu telah ada sebelum atau sesudah pernikahan.

kemampuan dalam berkomunikasi itu harus kita miliki. Apalagi dengan pasangan kita. Sekalipun kita hidup satu atap, bukan hanya tentang intensitas pertemuannya aja, tapi sejauh mana kita bisa saling berbagi. tul nggak?. Banyak banget yang ngeluh bahwa pasangannya enggan berbagi perasaan dengannya. Ada yang cenderung tertutup atau nggak mau ngungkapkan keinginannya dengan cara-cara yang bisa nyenengin pasangannya.

Akhirnya, kurang komunikasi dan terjalinnya komunikasi yang salah, menjadi bumerang dalam pernikahan. Nggak tahu gimana cara ngungkapkan keinginan dengan benar, tepat, dan dimengerti. Berlangsung secara terus menerus. Akhirnya, terakumulasi menjadi permasalahan yang besar dan rasa nggak nyaman muncul. Ibaratnya nih, tengah menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan aja, tergantung pemicunya.

Saat rasa nggak nyaman muncul, terdeklarasilah bahwa: ternyata nggak ada kecocokan diantara kita. Mulai mencari apa dan siapa yang bisa bikin nyaman dan merasa bahwa kita dimengerti. Padahal, seharusnya suami dan istri selalu membuka ruang komunikasi selebar mungkin. Komunikasi yang baik akan membuat suami dan istri saling mengenal siapa diri mereka, saling mengerti apa yang mereka butuhkan dan inginkan, juga bagaimana perasaan mereka.



Gimana caranya?

Berdialoglah dengan suasana yang nyaman, bukan saat berada dalam kemarahan. Tanpa adanya emosi-emosi negatif yang dapat merusak kebersamaan. Menunjukkan rasa saling cinta kasih, baik secara verbal maupun non verbal. Perlakukan pasangan seperti bagaimana kita ingin diperlakukan. Sampaikan semua yang kita ingin pasangan tahu, tanpa rasa sungkan.

Tapi, perempuan itu susah banget untuk diajak dialog.

Ehem... ada benernya juga sih. Maklum, perempuan itu adalah makhluk yang lebih dominan perasaannya. Disaat ia marah, sebenarnya ia sedang mengeksplorasi perasaannya, dan nggak melulu serius atas ucapan yang dikeluarkannya. Di kondisi demikian, ia sebenarnya butuh pelukan dari suami, atau butuh waktu sendiri dulu. Perlu waktu untuk mencurahkan perasaan. Saat kondisinya sudah stabil, baru bisa diajak bicara baik-baik.

Beda bangetkan dengan laki-laki, yang maunya menyelesaikan masalah pada saat itu juga, cenderung langsung memberikan solusi. Padahal, nggak semua masalah yang diceritakan oleh perempuan itu adalah karena ia butuh solusi, tapi karena ia butuh didengarkan. 

Ah teoriiiiiii... Praktiknya nggak semudah itu!

Benar, karena komunikasi itu adalah keterampilan. Butuh waktu untuk belajar. Nggak gampang untuk bisa dialog dengan baik dan tenang saat menghadapi sebuah masalah. Tapi, keputusan yang diambil dalam kondisi emosional, justru keputusan yang sering kali menghadirkan penyesalan. Yah, ini untuk diri saya juga, yang masih terus belajar.

Sebaiknya memang sediakan waktu setiap harinya untuk bisa saling berbagi. Nggak hanya ngobrol tentang perkembangan anak, kebutuhan dapur, atau daun kering tetangga yang masuk ke halaman rumah. Tapi, bicarakan kembali visi misi keluarga, bangkitkan kembali memori indah saat menjadi pengantin baru, tanyakan kepada pasangan apa yang dia inginkan dari diri kita agar romantisme suami istri bisa tetap terjaga, bahkan komunikasikan juga tentang urusan "ranjang".

Jika ada salah satu pihak yang masih tertutup, bersabarlah. Cari celahnya, bagaimana ia bisa berbagi dengan nyaman. Jangan memaksa, alih-alih mesra, yang ada malah jadi perkara.

Jadi, selingkuh itu karena komunikasi yang kurang baik?

Salah satunya.

Penyebab utamanya, adalah karena lemahnya iman. Sekalipun dia rajin beribadah, itu hanya baru sebatas rutinitas tanpa ruh. Sehingga, menjadi sulit untuk mengendalikan hawa nafsu. Makanya, islam telah mengatur berbagai cara pencegahan, seperti: menjaga pandangan, tidak berkhalwat, memilih dalam berteman, dll. Jadi, jangan lupa untuk saling menyemangati dalam meningkatkan keimanan, dan saling mendo'akan tentunya. Nauzubillah... Jangan ada selingkuh(an)tara kita.

Sahabat Ummi, bagi dong tips komunikasi mesranya dengan pasangan ^___^







Resep Ubi Thailand

Sahabat Ummi...

Siapa yang doyan ubi kayu alias singkong?

Wah, yang angkat tangan, samaan dong dengan saya hahaha...
Untuk pengolahannya, saya lebih suka kalau ubinya direbus aja. Tapi, pengolahan secara konvensional dengan direbus or digoreng itu, anak-anak nggak doyan. Pas dibuat jadi ubi Thailand, eh pada doyan.

Nggak papa deh yah, jadi emak itu emang kudu kreatif. Termasuk dalam pengolahan bahan makanan. Lagipula, nggak sulit kok bikinnya. Ubi yang udah dibersihkan itu dipotong-potong sesuai selera, trus direbus dengan air, gula, sedikit garam, dan daun pandan. Setelah airnya habis dan ubi empuk, sajikan di piring.

Selanjutnya tinggal bikin saosnya. Untuk saos santannya, cukup dengan memasak santan kental dengan sedikit garam, daun pandan, dan biar makin kental bisa ditambahkan dengan tepung maizena. Jadi deh, tinggal disiramkan di atas ubi tadi. Terakhir, taburkan dengan wijen bila suka.


Tips Berbagi Tugas Domestik Dengan Suami



Assalamu'alaikum....

Sahabat Ummi...

Tema ngobrol bareng duo Ummi minggu ini adalah yang berkaitan dengan kerjaan domestik. Khas emak-emak banget kan yah.

Untuk tulisan Mbak Naqi bisa di baca di sini

Untuk Ngobrol Bareng Duo Ummi minggu lalu, silahkan mampir: Ibu Rumah Tangga Punya Cerita



Nah, kenapa bahasannya tentang berbagi tugas dengan suami?. Itu karena sesuai banget dengan kondisi saya. Saat menikah dan hidup mandiri, kami nggak pernah pakai jasa Asisten Rumah Tangga. Pekerjaan domestik, saya dan suami melakukannya bersama-sama. Kecuali untuk setrika pakaian, kami menggunakan jasa laundry. Begitulah, karena nyetrika itu nggak banget buat saya hahaha... bukan karena capek duduk or berdiri terus, tapi karena ini pekerjaan domestik yang kudu fokus nggak bisa nyambi ngerjain yang lain. Dengan harga laundry kiloan yang 3.500/kg plus fasilitas antar jemput, udah oke banget lah buat kami.

Enaknya... bisa bagi-bagi tugas domestik dengan suami. Lha, suami saya, boro-boro... udah lah saya kerja buat bantu ekonomi keluarga, saya sendiri juga yang harus ngurus anak dan kerjaan rumah. Suami nggak ikut turun tangan.

Saya pernah baca postingan curcol seorang istri yang lebih kurang begitulah redaksinya. Tapi, saya nggak bakal bahas problem si istri tersebut, bukan wilayah saya, dan saya juga nggak tahu kondisi yang sebenarnya. Jadi, bahasan ini adalah murni share pengalaman saya aja yah, sahabat Ummi.

Intinya sih, KOMUNIKASI. Dari awal, saya dan suami udah bahas tentang segala hal, termasuk tentang kerjaan domestik. Saya menolak untuk menggunakan jasa ART. Pengalaman, waktu masih bareng ortu dulu, saya nggak sreg sih pakai ART. Banyak kejadian yang nggak mengenakkan. Susah banget nemu ART yang bener-bener bisa klop lah. Selain itu, saya juga orangnya bisa dibilang perfeksionist. Piring yang salah tempat aja, bisa bikin saya esmosi hahaha...

Bagaimana pembagian tugasnya? sebenarnya nggak spesifik juga sih, lebih ke kondisional. Bisa jadi hari ini saya yang nyuci piring, suami yang kebagian tugas nyuci baju. Saya yang nyapu rumah, suami yang nyapu halaman plus nyiram tanaman. Saya yang mandiin anak, suami yang nyuapin makannya. Saya yang dampingi anak mengerjaan tugas sekolah, suami bagian murojaah hafalan Al-Qur'annya. Bisa juga sebaliknya. Kadang suami juga kebagian nyiapan sarapan, misalnya masak nasi goreng.

Sekali lagi, semua itu kondisional. Suami saya bukan orang kantoran yang harus stay di kantor. Dia punya waktu yang bisa dibiang lebih fleksibel. Kadang, bisa punya waktu kosong yang lumayan untuk di rumah, kadang malah bisa seharian di luar. Naaaah... ini dia, kita nggak bisa menyamakan kondisi ini dengan kondisi rumah tangga yang lain.

Trus, selama ini puas nggak dengan bantuan suami?

Hmmmm... kalau boleh jujur, nggak juga sih hahaha... tapi, untuk menyikapinya, perbanyak syukur aja biar hati bisa lebih plong. Kalau ada tenaga ekstra, yah ada juga yang saya kerjakan ulang. Habisnya, nggak sesuai dengan standar hasil kerjaan saya :D Tapi lagi... seiring berjalannya waktu, itu udah semacam kompromi yang bisa bikin kita saling memaklumi laah daaan standar saya diturunin lagi :D

Eits... berbagi tugas domestik dengan suami ini nggak selalu bikin happy lho, ada juga bagian nggak enaknya. Di masyarakat kita, masih ada yang menganggap hal aneh kalau laki-laki mengerjakan kerjaan domestik, bahkan ada yang mencap kalau itu pasti salah satu anggota ikatan suami-suami takut istri hahaha...

Makin aneh lagi kalau yang belanja ke warung itu si suami, istrinya bisa diomongin macem-macem. Padahal, di negara lain, biasa aja tuh kalau ada laki-laki yang ngerjain kerjaan domestik dan belanja untuk keperluan dapur. Nggak dipungkiri, ada banyak produk hasil dari pengasuhan yang hanya memfokuskan kepada anak-anak perempuan untuk ahli dalam urusan pekerjaan domestik. Bisa dibilang, suatu pengharapan sosial yang ketinggalan jaman. Sedangkan anak laki-lakinya, pegang sapu aja nggak pernah. Hayuklah... buat kita para emak-emak, yang punya anak laki-laki juga diajarkan untuk mandiri dan bisa mengerjakan pekerjaan domestik. 

Buat para suami, yang istrinya nggak menggunakan ART, sempatkanlah untuk membantu istri. Wong Nabi Muhammad SAW aja biasa membantu melakukan pekerjaan rumah, ia bahkan menjahit bajunya dan menambal sendiri sandalnya. Jadi, membantu pekerjaan domestik itu sama sekali nggak menurunkan derajat seorang suami, bahkan di mata istri, ketampanan suami akan naik 1000x lipat *eaaaaaaa

Terakhir, saya rangkum dalam beberapa tips sekaligus adab saat berbagi tugas domestik dengan suami, sebagai berikut:
  • Komunikasikan di awal, apakah akan menggunakan jasa ART, atau akan berbagi tugas, atau solusi lainnya yang sama-sama bisa disepakati.
  • Pembagian tugas yang jelas dan waktu yang disepakati.
  • Beri penghargaan. Ucapkan terima kasih dengan tulus, berikan pujian.
  • Gunakan bahasa yang baik dan lemah lembut saat meminta bantuan.
Pssssst.... Studi tahun 2015 yang diterbitkan oleh Journal Of Family Psychology menemukan, bahwa pasangan yang berbagi pekerjaan rumah tangga memiliki kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Tuh kan... :D





Resep Puding Nasi


Sahabat Ummi...

Bikin makanan buat keluarga itu menyenangkan yah. Bagi saya yang baru belajar masak pas udah punya anak ini, rasanya semacam tantangan yang harus ditaklukkan. Alhamdulillah, udah lumayan lah yah kemampuan masak-memasaknya sekarang. Jaman sekarang mah gampang, apa-apa bisa googling. Tinggal ada kemauan atau nggak aja.

Nah, seperti beberapa waktu lalu. Pengen bikin camilan, tapi sesuatu yang beda dari biasanya. Kebetulan di rumah pada doyan dengan yang namanya puding. Tapi, bingung juga, puding coklat vla vanila udah sering banget, puding susu juga. Sampai akhirnya pas googling saya nemu resep puding nasi.

Nasi dibuat jadi puding? Yup, bener banget. Nggak kalah enak kok dengan nasi yang dibuat jadi bubur ayam hahaha... Beneran. Awalnya, saya ngebayanginnya aja aneh. Selama ini familiar dengan olahan nasi dengan cita rasa gurih. Lha, ini malah dibuat dengan cita rasa manis. Mungkin itu karena belum pernah coba dan nggak biasa aja yah. Buktinya, ada negara lain yang menjadikan menu ini sebagai dessert favorit. Puding nasi ini mirip dengan dessert khas Turki yang bernama Sutlac dan dessert khas Egypt yang bernama ruz bil labun. Hmmmm... Nggak cuma mirip sih, sama kaya' nya *labil . Bedanya ada di penambahan tepung maizena.

Oke deh, lanjut ke resepnya aja yah, biar nggak pada penasaran dan bisa eksekusi juga di rumah.

Saya pake resepnya Mbak Endang (just try and taste)

Bahan:

  • 150 gr beras pulen
  • 500 ml air
  • 750 ml susu cair
  • 1,5 sdt vanilla
  • 1/2 sdt garam
  • 200 gr gula pasir
  • Kismis secukupnya
  • Kayu manis bubuk

Cara Membuatnya:

  • Beras yang sudah dicuci bersih lalu dimasak dengan air hingga menjadi bubur
  • Masukkan susu cair, vanilla, garam, dan gula pasir.
  • setelah teraduk rata, matikan kompor. Masukkan puding ke dalam gelas or piring saji.
  • Taburi di atasnya bubuk kayu manis dan kismis (kismis bisa juga dicampur langsung ke puding).
  • Masukkan ke dalam kulkas hingga dingin.
  • Setelah dingin, puding nasi siap untuk dinikmati. .


Rasanya enaaaak, manis dan lembut, dengan aroma kayu manis yang haruuum dan rasa kismis yang bikin meriah. Kalau mau disajikan hangat juga bisa. Tergantung selera aja.





Kulit Sehat dan Lembut Dengan Redwin Sorbolene Moisturiser

Sahabat Ummi...

Di musim pancaroba seperti sekarang ini, kita kudu makin rajin buat jaga kesehatan tubuh yah. Biar nggak gampang sakit, karena daya tahan tubuh yang menurun. Salah satu yang perlu kita jaga juga nih adalah kesehatan kulit. Kalau ada yang pernah ke Pekanbaru, tentunya tahu dong kalau di Pekanbaru ini cuacanya panas banget. Kota yang dijuluki dengan di atas dan di bawahnya minyak (kelapa sawit dan minyak bumi) ini, juga sempat ngetop dengan kasus asapnya. Jadi nggak heran, kalau kelamaan di luar rumah dan terpapar dengan panas serta debu, kulit bakal jadi kering dan kusam.

Punya anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, terutama yang paling kecil lagi senang-senangnya buat mengeksplor sekitar, nggak mungkin dong di "kurung" melulu. Melakukan kegiatan outdoor itu tentu lebih menyenangkan buat mereka. Tapi, yah gitu, walaupun mainnya cuma di halaman rumah, hawa panas di Pekanbaru ini tetap terasa, bahkan sampai matahari tenggelam. Tapi, saya nggak khawatir lagi, buat jaga kesehatan kulit kami, ada banyak banget cara yang bisa dilakukan, diantaranya:

  • Perbanyak minum air putih. Ini penting banget, agar cairan tubuh tetap terjaga, jadi kadar air dan oksigennya tetap oke. Kulit jadi lembab dan kenyal, nggak kering.
  • Menjaga asupan makanan. Ya, makanan juga bisa berpengaruh lho buat kesehatan kulit. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan. Kandungan vitamin dan mineralnya bermanfaat banget buat kulit kita. Sebaiknya, kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, karena dapat merusak kolagen dan elastin di dalam tubuh.
  • Tidur yang cukup. Aktivitas satu ini ternyata penting banget buat jaga kesehatan kulit, karena waktu itulah kulit akan beregenerasi. Orang yang kurang tidur, kulitnya akan cepat keriput dan kusam.
  • Lakukan perawatan rutin. Nah, untuk perawatan rutin ini, mulai dari yang sederhana, seperti rajin membasuh wajah sehabis beraktivitas di luar, sampai dengan menggunakan produk-produk yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit.
Kalau membahas tentang produk yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit, saya termasuk yang lebih senang menggunakan bahan-bahan yang alami. Maklum, keluarga saya termasuk yang memiliki kulit sensitif. Salah dalam memilih produk, bisa membuat aneka keluhan baru muncul. Bahan-bahan alami yang digunakan biasanya dijadikan masker atau dioles di bagian tubuh tertentu, seperti: jeruk nipis, kunyit, lidah buaya, kentang, beberapa jenis buah-buahan dan sayuran.

Sayangnya, selain agak repot dalam pembuatannya, penggunaannya pada anak-anak juga nggak kalah sulitnya. Mereka cendrung nggak nyaman kalau dipakai lama-lama di tubuh, pengennya langsung dibersihkan. Padahal, untuk hasil yang optimal, harus rutin dan didiamkan dulu beberapa saat. Sampai akhirnya, saya mencoba sebuah produk sorbolene moisturiser, Redwin.




Apa itu Sorbolene?

Sahabat, masih ada yang merasa asing dengan kata produk sorbolene? Kalau ada, jangan khawatir, saya juga hahaha... Tapi itu dulu, sekarang udah tahu dong. Sorbolene itu jenis perawatan kulit untuk seluruh tubuh yang nggak akan menyebabkan alergen. Kok bisa? karena nggak mengandung zat-zat aditif keras seperti: pewangi, pewarna, dan parabens (bahan pengawet). Jadi, aman deh dari reaksi alergi dan iritasi.

Wah kece nggak tuh, 1 produk Redwin Sorbolene Moisturiser yang bisa dipakai buat perawatan kulit seluruh tubuh, dan bisa dipakai sekeluarga, mulai dari bayi (mulai usia 0 tahun), anak-anak, dewasa, manula, ibu hamil, dan ibu menyusui. Nggak heran kalau Redwin ini merupakan produk sorbolene no. 1 di Australia!.

Kenapa Memilih Redwin?

Selain karena ini adalah produk sorbolene no. 1 di Australia, ada beberapa alasan yang membuat saya jatuh cinta dengan produk ini:

➠Redwin telah mengantongi sertifikasi halal dari The Australian Federation Of Islamic Council INC. Jadi aman deh buat kita kaum muslim, karena ini penting banget.

➠Manfaatnya buanyak banget, yaitu:

  • Untuk melembabkan dan mempertahankan kelembutan kulit dan melindungi kulit.
  • Mengatasi dan mencegah masalah-masalah kulit kering, kasar dan bersisik.
  • Mengandung vitamin E dari minyak biji gandum, yang bermanfaat sebagai anti oksidan untuk melawan radikal bebas,mencegah penuaan dini, dan meremajakan kulit.
  • Pada bayi, dapat mengatasi masalah ruam kulit bayi, ruam popok, dan kulit bayi yang kemerahan.
➠Aman, karena ini produk sorbolene. Kandungannya: Air, Gliserin, sorbitol, dan minyak biji gandum.

➠Praktis. Nggak cuma karena produk ini bisa dipakai orang 1 rumah dengan rentang usia yang berbeda dan kondisi kulit yang berbeda, tapi juga kemasannya. Praktis dan mudah banget buat dibawa kemana pun. Desainnya simple, dengan tabung berbentuk tube dan tutup yang flip top. Nggak mudah tumpah dan mudah banget buat digunakan. Anak saya yang usia 7 tahun bisa pakai sendiri.

➠Harga terjangkau. Produk kece yang all in one seperti ini ternyata terjangkau banget. Seperti yang saya gunakan, isi 100 g cuma dibandrol 85k aja lho, bahkan di online shop ada yang didiskon juga.

➠Mudah digunakan. Cukup dioleskan secara merata pada kulit. Gunakan setiap hari sehabis mandi pada kulit yang masih lembab atau setelah terpapar sinar matahari.




Pengalaman Menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser

1.Saya

Sehari-harinya atau saat keluar rumah, saya yang berhijab ini menggunakan Redwin Sorboline Moisturiser di area tangan sekitar jari-jari tangan. Karena, hanya bagian itu yang terpapar cahaya matahari. Jadi, Redwin sorbolene Moisturiser bermanfaat banget buat menjaga kulit bagian tersebut tetap lembab. Selain itu, bermanfaat banget buat menjaga kulit saya yang sering bersentuhan dengan aneka sabun, mulai sabun mandi, sabun pembersih piring, dan sabun pembersih pakaian. Untuk pemakaiannya,, secukupnya aja karena produk ini kental, mudah diratakan dan menyebar. Pas dipakai, awalnya berasa lengket, tapi setelah meresap, terasa lembab banget. Formulanya tahan lama lagi di kulit, nggak perlu berulang-ulang memakainya. 



Nggak cuma itu, Redwin Sorbolene Moisturiser ini juga bisa digunakan sebagai make up remover lho. Cocok banget untuk membersihkan make up minimalis yang biasa saya gunakan di rumah. Saya perlihatkan contohnya pas diaplikasikan ke tangan yah, gampang banget, tinggal diusap-usap dan bersihkan dengan tissu wajah atau kapas, beres deh.




2. Suami 

Redwin Sorbolene Moisturiser ini bisa juga digunakan sebagai krim untuk bercukur lho. Biar bercukur semakin mudah dan terhindar dari iritasi. Area kulit bekas bercukur jadi lembut dan lembab banget. 


 


3. Anak pertama (perempuan usia 7 tahun)

Mbak Nai, anak pertama saya ini kulitnya sensitif banget, terutama di cuaca panas. Di sekitar lipatan tubuhnya bakal muncul bintik-bintik merah yang terasa gatal. Setelah digaruk, meninggalkan perih, bikin nggak nyaman banget. Tapi, Alhamdulillah setelah rutin menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser, bintik-bintiknya menghilang. Kulit jadi sehat dan lembut.

4. Anak kedua (perempuan usia 2,5 tahun)

Sama dengan Mbaknya, Adek Khai juga punya permasalahan kulit yang sama. Tapi yang paling parah itu di bagian leher. Alhamdulillah, setelah menggunakan Redwin Sorbolene moisturiser masalahnya teratasi.


Begitulah pengalaman saya sekeluarga saat menggunakan Redwin Sorbolene moisturizer. Hanya saja, karena non parfum aromanya tercium seperti obat. Saya sih nggak masalah, cuma anak-anak aja yang sempat protes, tapi itu sebelum mereka terbiasa aja. Buat sahabat yang ingin mencoba Redwin Sarbolene Moisturiser ini, bisa didapatkan di toko-toko berikut ini:


Untuk yang mau tahu info lengkap seputar Redwin Sorbolene moisturiser bisa lihat di fan page Redwin Sorbolene Moisturiser.







Ibu Rumah Tangga Punya Cerita

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi... mulai minggu ini, setiap kamis, di blog ini bakal ada ngobrol bareng duo Ummi. Saya dan salah satu rekan duet saya di buku Dosa-dosa Istri Kepada Suami yang Diremehkan Wanita, yaitu Mbak Naqiyyah Syam. Bersama dengan Ummi cantik dan energik yang memiliki 3 orang anak ini, saya akan membahas berbagai hal yang bertemakan tentang pernikahan dan keluarga. Tema berat yah, tapi tenang aja, bakal dibahas dengan santai, tanpa menggurui, karena kami juga dalam proses belajar. So, yuuuk ikutan sharing bareng kami di Ngobrol Bareng Duo Ummi.

Nah, untuk postingan pertama ini, kami sepakat bakal bahas tentang peran kami sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Sebuah pilihan yang kami ambil, dan bukan hendak membandingkan apakah pilihan kami lebih baik dibandingkan dengan pilihan sahabat perempuan lainnya. Sekali lagi, just sharing aja. Nah, sharing dari Mbak Naqi:




-----------------------------------------------------------------------------------------

Siang itu, saya dan sahabat saya yang saat ini tinggal di lain kota tengah ngobrol asyik via handphone. Seperti biasa, bahasannya nggak jauh-jauh dari tentang anak, masak-memasak, cucian, mainan yang berantakan, sampai motif daster hahaha... random banget yah. Bahasan remeh-temeh khas emak-emak banget, tapi bisa bikin kita ngerasa happy. Why? tentu aja itu karena ada perasaan "bahwa kita nggak sendiri" muncul. Hal sederhana yang bisa hadirkan energi baru karena kita saling support.

Saya lebih dulu menikah dibandingkan dia. Saya ingat waktu itu kami belanja bareng, dan saya hendak membeli daster sejuta umat. Dia ngomel, dan nggak bolehin saya. Dia menyarankan kalau saya lebih baik memilih baju rumahan model lain saja, asal bukan daster. Waktu itu saya menurutinya, walaupun sebel. Bisa-bisanya dia mengatur saya seperti itu, padahal suami saya nggak pernah masalahin saya pake daster. Lagipula, dia belum ngerasain gimana nyamannya dasteran saat melakukan pekerjaan domestik hahaha... Baginya, daster itu nggak banget. Tapi, sekarang semua berbalik, dia jadi pecinta daster juga.

Lain hari, saya ngobrol dengan sahabat saya yang lain, lagi-lagi via handphone. Obrolan seru yang makin seru dengan iringan teriakan dan tawa anak-anak kami. Kami sibuk sharing resep yang telah kami uji di dapur masing-masing. Bahasan yang sama sekali nggak banget buat kami dulu saat masih sama-sama menuntut ilmu di bangku pendidikan formal. Masa di mana untuk membedakan antara kunyit, jahe, dan lengkus itu sulit. Yang mana merica dan ketumbar, juga bumbu-bumbu lainnya. Tapi sekarang, dengan mencicipi via ujung sendok saja, kami udah tahu bumbu apa saja yang menjadi racikan masakan tersebut. Nggak cuma itu, ngumpul dan duduk manis sambil cemal cemil dulu sering kami lakukan. Sekarang, ada berbagai camilan yang mampu kami olah sendiri dan sajikan untuk keluarga.





Kalau membahas tentang dulu dan sekarang, tentu banyak banget perbedaannya, ya nggak sih?. Ada hal-hal baru, sesuatu yang bertumbuh. Kita menjadi individu dengan dinamika hidup kita masing-masing. Kita menjalankan berbagai peran sekaligus. Menghadapi berbagai konsekuensi dari pilihan yang telah kita ambil. Kita punya penghayatan masing-masing. Perbedaan terhadap waktu yang kita butuhkan untuk akhirnya bisa nyaman dengan pilihan yang telah diambil. Nggak berhenti sampai di situ, ada siklus lain tentunya, karena hidup itu dinamis.

Di hari lain, seorang teman cerita bagaimana sedihnya ia, saat berbagai kesempatan yang menurutnya sangat bagus, tak bisa ia ambil. Apakah nanti akan ada kesempatan kedua? begitu gumamnya. Padahal bisa jadi, kesempatan yang dia punya saat ini adalah suatu kesempatan yang begitu diharapkan oleh orang lain. Begitulah hidup, yang tampak indah, belum tentu lebih indah dari yang telah ada. Yang mati-matian ingin digenggam, belum tentu genggaman yang bisa dibawa mati.

Sahabat...
Mungkin ada saat kita merenung, kita membayangkan kalau saja kita berada dipilihan yang lain, dan merasa bisa lebih bahagia. Oh... come on... wherever you go, there you are. Fokuskan diri untuk lebih berdamai dengan di mana diri tengah berada saat ini, bukan berpikir sebaiknya berada di mana. Perbaikan itu harus dilakukan, bukan pengingkaran. Terkadang, hanya karena baper plus laper aja itu hihihi... Seperti kutipan berikut ini dari buku La Tahzan:

"Pernahkah kau mendengar bahwa sesungguhnya kesedihan itu dapat mengembalikan kenangan di masa lalu, dan sesungguhnya kegelisahan itu dapat membenarkan kesalahan. Maka dari itu, mengapa kau harus bersedih dan merasa gelisah?.
Hapuslah air matamu, berprasangka baik kepadaNya. Buanglah segala penderitaan dan kesedihanmu dengan mengingat segala nikmat Allah kepadamu."

Fokus untuk melakukan perbaikan diri, menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat saja, sesuai dengan prioritas dan kapasitas diri kita. Lantas, salah jika kita butuh waktu untuk diri kita sendiri? tentu aja nggak, itu penting banget. Saya pribadi, memilih menekuni hobi membaca, menulis, dan fotography. Bergabung di komunitas yang mendukung hobi saya tersebut. Sesekali ngobrol cantik dengan teman-teman, walaupun cuma via handphone aja. Itu cukup, tentu aja nggak, ada sisi spiritualitas yang butuh dicas, lewat pengajian misalnya. Kita hanyalah makhluk yang lemah, mudah goyah. Maka, mutlak untuk menyandarkan diri selalu padaNya.

Sahabat...
Bagaimana dengan dirimu saat ini? sharing yuuuk ^___^







Agen Pencegah Korupsi Itu Kita



Sahabat Ummi...

Kapan terakhir kali merasakan sensasi dag dig dug yang membuat ritme jantung menjadi lebih cepat, jemari menjadi dingin, dan ada harap-harap cemas?. Jangan bilang sering, karena pengaruh tubuh yang nggak fit. Bukan, bukan itu maksud saya. Tapi, berupa aroma kompetisi yang telah sampai pada tahap puncaknya, yaitu pengumuman pemenang. Ini kali pertama saya rasakan. Biasanya mengikuti perlombaan menulis via online dan pengumumannya juga online. Tapi untuk kali ini berbeda, lomba penulisan artikel blog yang diadakan oleh Blogger Bertuah dan KPK dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI 2016) pengumumannya dilakukan secara langsung. Bersamaan dengan penutupan rangkaian acara yang telah diadakan dari tanggal 4-15 Desember 2016.

Bertempat di salah satu panggung di lapangan Bandar Serai MTQ Pekanbaru, pengumuman pemenang lomba penulisan artikel blog diumumkan. Dari 127 peserta, ada 97 tulisan yang masuk dalam penjurian para juri. Alhamdulillah... Tak saya sangka sedikitpun bahwa artikel saya lah yang didaulat menjadi juara pertama.



Artikel saya tersebut membahas tentang Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi. Kenapa perempuan? Karena sesuai dengan saya sebagai seorang perempuan yang memiliki  tiga peran, yaitu sebagai seorang istri, seorang ibu, dan seorang profesional. Jadi, apa yang saya tulis adalah berupa rangkaian pengalaman. Harapannya, semoga tulisan saya tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain, terutama kaum perempuan. Agar perempuan sadar, bahwa siapa pun bisa ikut berperan aktif dalam pencegahan korupsi. Terutama kita kaum perempuan.




Terimakasih kepada blogger bertuah dan konsorium HAKI sebagai penyelenggara even ini, juga KPK. Terimakasih juga buat dewan juri yang telah memilih saya. Semoga sukses selalu untuk kita semua. Selalu semangat dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Siapa pun kita, kewajiban kita bersama untuk turut andil, karena agen pencegah korupsi itu adalah KITA.

Bali House Pekanbaru Art dan Gallery Store

Rumah adalah tempat di mana sejarahmu bermula... Rumah adalah tempat di mana hatimu tinggal... Rumah adalah tempat kembali sejauh manapun engkau pergi...

Sahabat Ummi...

Membuat rumah menjadi tempat hunian yang nyaman adalah sebuah keharusan. Penataan yang baik, yang tidak hanya baik bagi kesehatan tapi juga memiliki keindahan. Sehingga, semua penghuninya menjadi betah. Nah, membahas tentang penataan rumah, tentu tidak akan terlepas dari berbagai furnitur yang digunakan. Ada banyak sekali inspirasi penataan rumah saat ini, tergantung selera dan kemampuan kita dalam merealisasikannya.


Bali house adalah salah satu penyedia aneka furnitur yang unik dan etnik di Pekanbaru. Dari namanya saja sudah tergambar bahwa aneka produk yang ditawarkan semua beraroma Bali. Bahkan pemiliknya, Pak Herry mengatakan mendatangkan langsung produknya dari Bali. Ini tentunya menjadi kabar baik, untuk kita yang ingin membuat rumah ala resort khas Bali yang romantis dan dinamis.






Tidak hanya untuk hunian, tapi juga kantor. Bali house memberikan inspirasi bagaimana penataan kantor yang apik, dan menghadirkan suasana alam. Tujuannya adalah agar sembari bekerja kita juga bisa rileks, karena mata dimanjakan dengan sentuhan alam yang menenangkan. Seolah mengisi ulang kembali energi kita.




Buat Pekanbaru yang saat ini tengah berkembang pesat, salah satunya dengan mulai menjamurnya usaha tempat makan seperti cafe atau coffee shop, maka Bali house juga menawarkan berbagai furnitur unik, seperti wooden wall decor. Bisa menyesuaikan dengan konsep cafe/coffee shop kita.




Lalu, bagaimana dengan harga?. Tenang saja, sesuai dengan tagline mereka Bali House Make Places Unique And Beautiful at Reasonable Price. Produk dengan kualitas bagus tapi memiliki harga yang sangat terjangkau. Terlebih untuk produk yang memang didatangkan langsung dari Bali, bayangkan jika kita memesannya langsung ke Bali, berapa yang harus dibayar?.




Bali House Art dan Gallery Store
Jln. Setia Budi no.159 H-1
Pekanbaru-Riau
Facebook: Bali House
Instagram: @balihousepku

Melayu Food Festival 2016 di Pekanbaru



Sahabat Ummi...

Pada tanggal 10-11 Desember 2016 ini, ada perhelatan lagi di Pekanbaru, yaitu Melayu Food Festival. Wah, ini keren banget, kita jadi tahu apa saja makanan dan minuman khas Riau. Nggak cuma tahu, kita juga bisa langsung icip-icip. Tak hanya enak, tapi juga sehat, dan harganya terjangkau. Tentu asyik banget kalau kuliner ini bisa kita temui tiap hari di sini. Nah, itulah yang menjadi tantangannya. Makanan dan minuman khas daerah itu biasanya identik dengan orang-orang tua, orang-orang jaman dulu. Makanan dan minuman tersebut juga seringnya hanya bisa ditemukan di acara-acara penting/adat. Jadi nggak heran kalau banyak generasi muda yang nggak familiar dan nggak terbiasa dengan rasanya.

Padahal, mengkonsumsi kuliner khas daerah itu menyehatkan dibandingkan kulineran makanan junk food. Bahkan dengan mengkonsumsinya, itu berarti kita ikut melestarikannya. Trus dimana kita bisa menemukan makanan dan minuman tersebut di Pekanbaru setiap harinya?. Ada kok, di festival ini ada beberapa penjual yang memang berjualan kuliner tersebut, termasuk tempat-tempat makan khas melayu seperti pondok patin. Beli deh, biar usaha kuliner tersebut tetap ada dan bisa semakin berkembang.




Selain sebagai pembeli, kita bisa ikut berpartisipasi juga dengan membuat aneka kuliner tersebut di rumah, disajikan sebagai panganan keluarga, untuk menjamu tamu, atau menjadikannya oleh-oleh. Bahan dan cara pembuatannya juga nggak sulit kok. Yang pernah dan sering saya buat di dapur adalah mie sagu, asam pedas ikan patin, tempoyak durian, roti jala, dan roti canai. Berikutnya nih yah, saya bakal eksekusi resep kue hasidah yang saya dapatkan di salah satu stand yang saya kunjungi. Nanti saya share lagi yah.

Oke deh, ini beberapa kuliner yang sempat saya abadikan di acara Melayu Food Festival, sayangnya nggak banyak yang bisa saya icip, karena saya datengnya malam. Banyak yang udah habis. Harapannya sih, moga acara seperti ini rutin diadakan, kalau bisa setiap bulan ^___^


Mie sagu



Es Lancang Kuning

Manisan buah Renda

Kue Hasidah

Minuman Laksamana Mengamuk

Minuman Biji Delima



Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi


“Ma, ini hadiah ulang tahun, satu set perhiasan berlian yang udah lama mama inginkan”
“Ma, papa udah transfer ke rekening mama 200 juta untuk belanja bulan ini ya”
“Ma, besok kita ke showroom yuk, cari mobil yang cocok buat anak kita"
Perempuan, bahagianya tentu luar biasa saat diberikan perhiasan, fasilitas bagus, dan berbagai kesenangan lainnya. Tidak ada masalah kalau memang suami memiliki pekerjaan dan penghasilan yang mampu memberikan semua hal tersebut. Sayangnya, tidak sedikit perempuan yang justru tidak tahu pasti berapa penghasilan suaminya, dan tidak memiliki komunikasi yang baik dengan sang suami.
Saat suatu hari sang suami tersandung kasus korupsi dan akhirnya dijebloskan ke penjara, maka Istri dan anak-anaknya juga menanggung beban moril dan materil. Rasa malu, belum lagi penyitaan aset, dll. Siksaan sosial yang diterima tak kalah beratnya dengan hukuman penjara. Lantas, sebagai seorang perempuan, apa ending ini yang kita inginkan? Tentu tidak.
Membangun sebuah rumah tangga tentu dilandasi dengan niat mulia untuk mendapatkan predikat keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Keluarga yang baik, yang menghasilkan generasi-generasi terbaik. Pentingnya sebuah usah preventif agar kasus tersebut tidak terjadi di keluarga kita. Perlawanan korupsi lewat pencegahan bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk kita perempuan. Sebagai sosok sentral di dalam keluarga, kita memiliki andil yang sangat besar terhadap arah perkembangan keluarga, berkaitan dengan peran kita sebagai istri, ibu, maupun profesional. Sebagai perempuan, mungkin ada banyak hal yang menjadi pertanyaan kita tentang keterlibatan kita dalam pencegahan korupsi. Saya akan membahasnya lebih dalam.
Apa itu korupsi?
Sebelum kita membahas lebih jauh. Banyak dari kita yang hanya mengetahui bahwa korupsi itu adalah penggelapan uang. Sebenarnya lebih luas lagi, korupsi itu adalah penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan, demi kepentingan pribadi maupun orang lain, termasuk keluarga dan kerabat. Tidak selamanya tentang uang juga, karena bisa berupa pemberian barang sebagai hadiah (gratifikasi), keuntungan saham (dividen), obligasi, penggunaan fasilitas, dll. Intinya, berkaitan dengan jabatan dan kepentingan.
“Ma, ntar hubungi nomor ini ya biar pengurusan kita lancar, nggak pakai nunggu lama”
“Ma, istri kolega papa ngajak mama perawatan di salon, buat nyobain body treatment dengan emas”
“Ma, siap-siap yah, papa dapat paket liburan keluarga gratis selama seminggu di Dubai”

Nah, sekarang udah paham dong yah. Ternyata banyak banget tindakan yang bisa dikatakan sebagai korupsi.



"Untung suami saya nggak punya jabatan, aman dong dari korupsi!"



Eits, siapa bilang. Korupsi itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak memandang jabatan, jenis kelamin, batasan ekonomi, suku, ras, agama, dan usia. Siapa saja bisa terlibat, termasuk kita lho para perempuan. Misal contoh sederhananya nih, saat kita memberikan biaya lain di luar biaya administrasi yang sudah ditetapkan, agar pengurusan menjadi lancar dan lebih cepat dari waktu seharusnya. Memberikan uang atau hadiah sebagai ucapan terimakasih, buat uang rokok, buat bensin, buat ganti kertas, buat sarapan, atau buat ganti pulsa. Berbagai sikap mengambil jalan pintas dan melicinkan segala sesuatu dengan uang. Tanpa sadar, ini menjadi kebiasaan bagi kita maupun mereka si petugas.


Jadi, penting sekali untuk kita mengetahui bentuk-bentuk dari korupsi. Sama halnya dengan perbuatan kriminal lainnya, korupsi bisa terjadi karena adanya kesempatan dan pembenaran. Sayangnya, jika pembenaran tersebut diberikan atau dijadikan tameng karena keluarga, menjadi rasionalisasi perbuatan korupsi. Bertujuan ntuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Bagaimana peran perempuan dalam pencegahan korupsi?

Siapa saja bisa turut andil dalam pencegahan korupsi, bahkan harus. Termasuk kita kaum perempuan, yang di awal tadi sudah saya singgung bahwa kita perempuan adalah sosok sentral di dalam keluarga. Banyak hal yang bisa kita lakukan berkaitan dengan peran kita sebagai seorang istri, ibu, maupun profesional. Hasil baseline study KPK , tentang pencegahan korupsi berbasis keluarga, memperkuat keyakinan bahwa keluarga adalah target intervensi untuk pencegahan korupsi. Mengapa demikian?, karena keluarga memiliki fungsi penting sebagai wadah pertama dan utama dalam penanaman nilai-nilai, penentuan identitas sosial, dan sebagai tempat untuk mendapatkan kenyamanan, ketentraman, perlindungan, dll.

  • Peran sebagai seorang istri 
Kita adalah partner suami, maka sudah menjadi kewajiban kita juga untuk mengetahui pekerjaan suami, dan penghasilannya. Apa saja yang bisa kita lakukan? banyak, diantaranya sebagai berikut:
  1. Jalin komunikasi dengan baik kepada suami. Menjadi istri yang tegas dalam kelemah-lembutan sikap dan aksara. Jangan lelah untuk mengingatkan, memotivasi dalam kebaikan, saling berpacu dalam meningkatkan amal ibadah.
  2. Menjadi istri yang bersyukur. Nah ini penting, karena tidak bisa dipungkiri, ada istri yang memiliki banyak sekali tuntukan yang berhubungan dengan duniawi yang harus dipenuhi oleh suaminya. Padahal, tuntutannya di luar batas kemampuan sang suami. Akhirnya, demi membahagiakan istrinya tadi, suami mulai melenceng dalam melakukan pekerjaannya.
  3. Selalu mendoakan suami. Manusia bisa berubah, maka penting sekali untuk kita selalu mendoakan kebaikan bagi suami. Hanya Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati seseorang, maka mintalah agar hati suami kita tetap dalam kebenaran.

  • Peran sebagai seorang ibu
Baseline study pembangunan budaya anti korupsi berbasis keluarga yang dilakukan oleh KPK pada 2012-2013 di kota Jogjakarta dan Solo, menunjukkan bahwa ibu memiliki peran dominan di dalam keluarga. Ibu memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam penanaman nilai dan pembentukan karakter anak. Ada 9 nilai yang berdasarkan study KPK dapat menghindarkan kita dari perilaku korupsi, yaitu kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggung jawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Lalu bagaimana cara menanamkan nilai tersebut?. Kita bisa memulainya sejak dini, berikut pengalaman saya:
  1. Kita mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, terlebih saat tengah mengandung
  2. Saat anak diusia bayi (0-1th) kita bisa mulai membacakannya buku-buku cerita yang memiliki nilai moral yang tinggi. Sedangkan saat diusia balita (1-5th) anak sudah bisa diajarkan langsung 9 nilai di atas, disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Apa saja yang bisa dilakukan, misalnya: membuang sampah pada tempatnya, mengumpulkan mainan dan meletakkannya pada tempatnya setelah bermain, membiasakan diri mengantre, mau berbagi makanan dengan orang lain, mau menolong orang yang membutuhkan bantuannya, menjaga dengan baik barang-barang pribadinya, dll. Di usia anak-anak (<18 tahun), ini sudah mulai dipahami oleh anak, bagaimana konsekuensi dari perbuatan yang tidak baik, yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, misalnya mencontek, bolos sekolah, membully, dll. Sehingga, 9 nilai tersebut sudah menjadi sebuah karakter. Jangan lupa, tanamkan nilai religiusitas sejak dini, sesuai dengan agama kita masing-masing.
  3. Teladan. Segala teori yang kita gunakan akan buyar semuanya tanpa adanya keteladanan. Role model pertama dan utama bagi anak-anak adalah orang tuanya. Jadi, sangat peting untuk kita sebagai orang tua, terutama Ibu, memberikan teladan yang baik kepada buah hati.
  4. Berdoa. Saat kita telah berupaya sebaik mungkin dalam mendidik anak-anak kita, maka doa adalah penjagaan terbaik saat penglihatan kita tak lagi bisa menjangkau mereka.

Peran sebagai Profesional


Perempuan juga banyak yang berkiprah di sektor publik. Ada yang berprofesi sebagai guru, dokter, polwan, akuntan, dll. Maka, mulailah dari diri kita sendiri dulu, seperti berani berkata tidak atas segala perbuatan yang bertentangan dengan kode etik profesi kita. Menghilangkan rasa tidak enak saat diberikan hadiah oleh orang lain atas dasar kepentingan, sampaikan dengan jelas bahwa kita menolaknya. Kita juga bisa mengedukasi orang-orang disekitar kita yang belum paham tentang apa itu korupsi, jenisnya, dan efeknya.

Terakhir, ini yang paling sering menjadi dilema, tapi harus kita tumbuhkan keberanian untuk melaporkan tindak korupsi yang dilakukan oleh siapapun yang kita ketahui, sekalipun itu atasan kita.

Alamat KPK:

Lt. 1 Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jl. HR. Rasuna Said, Kav. C-1, Jakarta12920 
Telp: (021) 2557 8498
Faks: (021) 5290 5592
E-Mail: informasi@kpk.go.id
Website: www.kpk.go.id 



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru

Sumber bacaan:

https://acch.kpk.go.id/id/ragam/saya-perempuan-antikorupsi/mengenal-gerakan-saya-perempuan-anti-korupsi-spak