15 September 2018



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Kali ini, saya mau bahas tentang kimchi. Udah pada tahu dong yah, ini tuh salah satu makanan sehat dari negeri Korea. Sering banget nongol di drama Korea. Ada yang pernah nyobain? gimana rasanya? doyan nggak? hahaha... banyak banget nanyanya :D


Saya dong, dulu pernah nyobain kimchi daaaaan, ngerasa aneh banget dengan rasanya. Fix, nggak doyan. Tapi, setelah saya ada motret produk kimchi Pekanbaru, dan nyicipin rasanya. Duh, kok yang ini enak banget yah. Pedes, asam, asin, gurihnya, nyampur sempurna. Apalagi aroma dan rasa bawangnya, saya syukaaaak. Maklum, pecinta bebawangan :D

Menurut saya, nggak salah kalau kimchi Pekanbaru ini best seller banget di salah satu swalayan besar di Pekanbaru. Cara mengkonsumsinya, bisa duet sama nasi, mie, sup, or dimakan gitu aja. Buat yang di Pekanbaru, bisa dapetin Kimchi Pekanbaru ini di Pasar Buah Pekanbaru atau Lucky Swalayan Mall Pekanbaru.



Sebenarnya, apa aja sih manfaat mengkonsumsi Kimchi:

  • Menurunkan kadar kolesterol, karena tinggi serat dan rendah lemak
  • Mengurangi riiko sakit jantung dan kanker, karena kaya akan vitamin A sebagai antioksidan
  • Dapat menjaga kesehatan pencernaan
  • Melawan infeksi, karena mengandung prebiotik
  • Membantu mendapatkan berat badan ideal.
Nah, but yang belum pernah cobain, bolehlah icip-icip dulu, siapa tahu nanti jadi doyan kek saya ^____^

6 September 2018



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siapa yang doyan mangga? Samaan dong. Tapi, saya lebih suka aroma kuini, dan rasa asam manisnya. Jadi, sesekali nggak ada salahnya untuk menyantap buah mangga dengan cara yang beda, yaitu dibikin asinan mangga. Yap, jadi makin kaya rasa, ada manis, asam, pedes nyatu semua di lidah. Cara bikinnya juga gampang banget lho.

Bahan dan cara pembuatan asinan mangga:
  • 2 buah mangga mengkal dipotong-potong
  • 3 buah rawit merah, sejumput garam, 2 cm terasi. Semua dihaluskan.
  • Setelah itu, bumbu halus tadi dimasak ke dalam panci yang berisi 700 lt air, tambahkan 1 buah asam jawa, 1 sdt cuka, dan 2 sdm gula pasir.
  • Selanjutnya, setelah matang dan dingin, campuran kuah tadi dengan potongan mangga. Tambahkan perasan jeruk kasturi. Simpan di dalam wadah, masukkan ke dalam kulkas, biarkan semalam agar kuah meresap ke buah mangga. Keesokannya tinggal disantap dingin-dingin. 
Gimana sahabat Ummi... beneran gampangkan ^__^


28 Agustus 2018


Assalamu'laikum

Sahabat Ummi...

Saya mau main tebak-tebakan dulu yah.

Makanan, makanan apa yang cocok dimakan kapan pun, mau buat sarapan, makan siang, atau makan malam?

Clue nya:

Cocok disegala cuaca, mau udara lagi panas atau dingin.

Oke buat makan sendiri, maupun rame-rame

Favoritnya usia berapa pun, baik tua maupun muda

Makanan kesukaan disegala status sosial, baik miskin maupun kaya

Hayooooo... kira-kira apa?

Saya tambahin deh clue nya, makanan ini termasuk The Best Food in CNN's World's 50 Best Food tahun 2018. Sama hitsnya dengan rendang lho.

Apa? Coba diulang lagi?

Iyaaaaak betuuul, nasi goreng!. Tebak-tebakan yang garing gampang bangetkan hahaha... :D

Iya dong, siapa yang nggak tahu dengan makanan yang satu ini. Saya pribadi, jaman belum pinter masak (yah sekarang juga belum pinter banget sih) ini menu andalan banget deh buat disajikan ke suami. Kalau bikin nasi goreng, langsung dibikin komplit, ada karbo, protein, dan sayuran. Jadi, mempersingkat waktu di dapur, padahal yah karena kemampuan memasak yang kala itu masih terbatas :D

Sejarah Nasi Goreng

Nah, kalau ngebahas tentang nasi goreng, udah pada tahu belum sih sejarah asal usul nasi goreng ini?, ada yang penasaran nggak?. Buat yang doyan kulineran seperti saya, mengetahui ragam kuliner di Indonesia, menyicipinya, beserta paham akan sejarahnya, merupakan keasyikan tersendiri. Nggak cuma lidah dan perut saja yang menikmati, tapi juga isi kepala jadi nambah, makanan bagi jiwa. Yap, bertambah pengetahuan.

Dulu, sewaktu kecil, saya ingat banget saat Ibuk memasak nasi goreng untuk sarapan kami. Itu artinya, ada nasi sisa semalam. Lho kok bisa? Iya, karena jaman dulu belum pakai rice cooker. Nasi dingin tersebut, dimasak kembali dengan cara digoreng, cukup siapkan sedikit minyak goreng yang digunakan untuk menumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu telur sambil diorak-arik, terakhir nasi, tambahkan garam halus secukupnya. Jadi deh.


Ternyata oh ternyata, asal usul nasi goreng juga nggak jauh-jauh dari itu. Menurut artikel yang saya baca di Damn I love Indonesia, nasi goreng merupakan makanan tradisional Tionghoa yang udah ada sejak 1400 SM. Munculnya nasi goreng ini, karena kebiasaan mereka yang nggak suka memakan makanan dingin, dan supaya makanan itu nggak terbuang. Jadi, kalau ada nasi dingin, diolah lagi agar bisa disantap kembali panas-panas.

Bahan utama nasi goreng adalah, nasi, minyak, dan garam. Adapun bumbu-bumbu dan campuran lainnya, biasanya disesuaikan dengan apa yang ada di daerah tersebut. Nggak heran kalau kita bisa menemukan berbagai jenis nasi goreng, ada nasi goreng seafood, nasi goreng ayam, nasi goreng bakso, nasi goreng ikan asin, nasi goreng kari, nasi goreng kencur, nasi goreng cakalang, dll.


Trus, gimana ceritanya nasi goreng bisa sampai ke Indonesia?, konon katanya dimulai pada abad ke 10 sejak era kerajaan Sriwijaya dan mulai intensif pada abad ke 15 di masa kerajaan Majapahit. Dibawa oleh imigran Tiongkok yang menetap di nusantara yang tentunya juga membawa budaya dan masakan mereka, lalu membaur deh.

Wah, ternyata gitu yah sejarahnya. Udah "tua" juga yah si nasi goreng ini. Trus, pada tahu nggak sejak kapan nasi goreng ada di kotamu? hahaha... sepertinya ini pertanyaan yang cukup sulit yah. Saya pribadi aja nggak bisa jawab. Tahunya, nasi goreng itu salah satu masakan favorit buatan Ibuk. Lalu, seiring waktu berjalan, mulai banyak sekali para penjual nasi goreng. Mulai dari pedagang kuliner kaki lima, sampai restoran ternama, juga menyajikan menu nasi goreng. Tentunya dengan keunikan masing-masing.

Desa Nasi Pekanbaru

Di Pekanbaru sendiri, ada salah satu tempat kuliner yang bernama Desa Nasi. Menu yang disajikan adalah aneka olahan nasi goreng. Tempat kuliner ini ada sejak pertengahan januari 2017 (soft opening tanggal 11 Januari 2017 dan grand opening tanggal 17 Januari 2017). Di Desa Nasi, ada 2 jenis nasi goreng, nasi goreng merah (menggunakan cabe merah) dan nasi goreng hitam (menggunakan tinta cumi). Ada berbagai pilihan nasi goreng, seperti nasi goreng original, petai, seafood, baso sosis, hati ampela, juga baso dan ayam suir.


Nasi goreng disajikan komplit dengan sayuran mentah seperti selada, irisan timun, dan irisan tomat. Disediakan juga sebuah wadah berisi acar, sebagai pelengkap. Jika ingin ada tambahan, tersedia juga pilihan ekstra, untuk telur dadar barendo, telur ceplok, teri dan petai, atau kerupuk. Sedangkan untuk minumannya, ada kopi, kopi susu, teh manis, teh susu, teh tawar, atau es kosong.

Saat itu, jam 5 sore saya berkunjung ke Desa Nasi, bertepatan dengan jam dibukanya Desa Nasi, yang akan buka hingga jam 12 malam (Rabu off). Maklum, lagi program makan malam sebelum jam 6 hahaha... Saya memilih memesan nasi goreng merah dengan baso dan ayam suir. Katanya, ini adalah nasi goreng favorit di sini. Saya juga meminta untuk menambahkan telor ceplok setengah matang. Tak lupa juga segelas es manis.


Setelah pesanan saya sampai di meja, saya langung menambahkan acar yang banyak. Nasi goreng pesanan saya jadi makin mantep rasanya. Nasi yang digunakan "berderai" nggak terlalu lembek dan nggak terlalu keras, pas. Bumbu yang digunakan fresh, demikian juga dengan sayurannya. Kerupuknya juga enak, daaaaan telur ceplok setengah matengnya pas banget, meleleh sempurna. Apalagi sambil nyeruput teh manis dingin yang cocok banget buat membasahi tenggorokan di udara Pekanbaru yang cetar panasnya. Disajikan di piring dan gelas yang terbuat dari enamel. Kesannya jadul, antik, dan unik. Berasa makan nasi goreng di rumah nenek nun di kampung sana :D

Gimana dengan harganya?

Nasi goreng baso dan ayam suir Rp. 15.000
Telur ceplok Rp. 3.000
Teh Manis Rp. 5.000

Total: Rp. 23.000

Terjangkau bangetkan buat segala kalangan. Porsinya banyak lho. Teh manisnya juga segelas gede. Buat saya, bikin kenyang maksimal :D
Nah, kalau teman-teman ke Pekanbaru, jangan lupa yang untuk mampir ke sini buat icip-icip nasi goreng di Desa Nasi, yang terletak di jalan Ikhlas, Labuh Baru Timur, Payung Sekaki. Tepatya di seberang Giant jalan Tuanku Tambusai, masuk jalan Ikhlas kurang lebih 500 meter, di sebelh kiri. Tempatnya bernuansa hijau kuning, dengan lahan parkir yang cukup luas.







14 Agustus 2018

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Biasanya, kita konsumsi kurma dimakan gitu aja, dalam jumlah ganjil (sesuai sunnah Rasulullah). Buah yang populer banget di saat bulan Ramadhan ini, bagus banget lho kalau kita konsumsi tiap hari. Cara konsumsinya juga bisa divariasikan. Bisa dibuat jadi gulai kurma, susu kurma, puding kurma, cake kurma, infus water kurma, dll. Tergantung kreativitas. Kali ini, saya mau share resep yang gampang banget, yaitu infus water kurma.

Cara membuatnya super mudah, tinggal ambil beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil, ke dalam segelas air, lalu diamkan selama 8-12 jam. Setelah itu, air rendaman bisa segera diminum dan kurmanya yang telah lembut bisa langsung dimakan. Biasanya, saya diamkan di dalam kulkas. Jadi, diminum dalam kondisi dingin. MasyaAllah segeeeeer banget. Tapi, ada yang harus diingat, jangan minum rendaman kurma ini lebih dari 3 hari, karena bisa terjadi fermentasi.

Manfaat Infus Water Kurma

Ada manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengkonsumsi infus water kurma, yaitu:
  1. Memberikan dan memulihkan tenaga
  2. Menghilangkan kolesterol jahat
  3. Pemberi zat besi
  4. Kaya akan potassium (kalium)


2 Juli 2018

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Happy Eid Mubarak 1439 H yaaa... Mohon maaf lahir batin, kali aja ada tulisan saya yang menyakiti pembaca blog ini :)

Maklum, baru bisa nulis sekarang nih. Padahal lebaran ini nggak ada ke luar kota. Cuma, qadarullah bocah-bocah shalihah di rumah, udah kek estafet sakitnya. Daya tahan tubuh lagi pada turun, jadi gampang banget tertular penyakit, terutama batpil. Sedih jugaaaa sih, Mbak Nai sakit, jadi planning jalan-jalan dalam kotanya banyak yang nggak tercapai. Giliran Mbak Nai sehat, eh adek Khai yang sakit. Oke deh, yang penting si Ummi sehat, jadi bisa ngurus bocah-bocah. Walaupun Ummi kurang tidur, makan nastar sama kastengelnya nggak hilang selera, jadi nggak ada cerita itu timbangan geser ke kiri. lol :D

Gimana dengan sahabat Ummi...

Pada mudikkah?, kalau saya nggak. Lahir dan besar di Pekanbaru, begitu juga dengan suami. Jadi, keluarga banyak di Pekanbaru. Tapi tetap seru kok, selalu ada cerita baru. Cerita apa? yah macem-macem, selain ada anggota keluarga yang berpulang, juga ada anggota keluarga yang baru. Tiap lebaran, kembali merefresh ingatan anak-anak dengan keluarga besar. Soalnya nggak bisa sering-sering ngumpul juga. Jangankan anak-anak, wong Umminya aja masih sering lupa nama-nama anggota keluarga, saking keluarga besaaar banget :D

Yang paling epic menurut saya, tahun ini saya resmi punya cucu hahaha... Iyaaa di usia 32 tahun. Soalnya suami anak bungsu, sedangkan saya anak sulung. Nah, kakak suami yang pertama udah punya cucu, otomatis cucu kami juga. Trus, yang gini nih yang seru, gimana ngenalkan silsilah keluarga ke Nai dan Khai. O yah, yang menurut saya juga spesial, tahun ini nggak ada jenis pertanyaan kapan nambah momongan, supaya dapet anak cowok, or masalah badan yang semakin subur makmur hahaha...
Barangkali udah pada melek kali yah. Bahwa pertanyaan or pernyataan sejenis itu, udah basi banget. Masih banyak obrolan lain yang lebih berfaedah, dipertemuan yang bisa dikatakan sekali setahun ini.

Eh... eh... tapi ada hal lain, saya masih nemu lho ada ortu yang bilang ke anaknya, minta salam tempel gitu. Buat yang punya FB, udah pernah baca belum tulisan yang viral, tentang salam tempel. Saya pribadi, nggak pernah mengajarkan anak-anak untuk meminta or berharap mendapatkan salam tempel. Kalau ada yang ngasih, diterima, rejekinya anak-anak. Sambil dijelaskan, bahwa si pemberi ingin berbagi kebahagiaan lebaran dengan anak-anak. Tapi, ditegaskan bahwa nggak semua orang berbagi kebahagiaan dengan memberikan salam tempel. Ada yang dalam bentuk menyuguhkan kue-kue dan minuman.

Sahabat Ummi...

Semoga kita masih Allah Ta'ala beri usia untuk bertemu dengan Ramadhan dan lebaran tahun depan yah. Aamiin... Allahumma... aamiin... ^____^









14 Juni 2018



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siapa yang pas sahur semangatnya nggak nyampe separuhnya pas santap berbuka?. Wajar yah, pas sahur kita dalam kondisi yang masih mengantuk. Apalagi, setelah melakukan serangkaian ibadah di malam hari. Tapi, jangan sampe melewatkan waktu sahur yah. Sayang banget, karena ada keberkahan di sana.

Supaya santap sahur bisa bersemangat, biasanya saya pilih menu yang berkuah. Enaknya, mengkonsumsi masakan baru, bukan menu yang sama dengan saat berbuka tadi. Tapi yah, sesuai kondisi. Asal nggak telat bangun aja. Kalau telat bangun, nggak bakal sempat dong buat bebikinan lagi.

Nah, ada yang mau nyobain sempolet nggak?. Salah satu kuliner khas Riau yang terbuat dari tepung sagu. Bahan dan cara pembuatannya mudah. Nggak butuh waktu lama. Cita rasanya juga mantap, guriiiiih. Biasanya, sempolet ini disajikan sebagai menu sarapan pagi. Jadi, cocoklah buat sahur.

Sahabat Ummi...

Berikut resep menu sahur praktis dengan sempolet

Bahan:
  • Cabe rawit/cabe keriting 2 buah
  • Bawang merah 3 siung
  • Bawang putih 1 siung
  • terasi sedikit (tergantung selera)
  • merica halus seujung sendok teh
  • Ebi (secukupnya)
  • Sayur (bisa pakis, bayam, or katu)
  • Tepung Sagu (secukupnya)
  • Air
Cara membuat:
  • Haluskan cabe, duo bawang, merica, dan terasi
  • Masukkan air ke dalam panci, beri bumbu halus, dan sayur. Tambahkan Ebi.
  • Setelah matang, kecilkan api. Lalu encerkan tepung sagu dengan air, tuang secara perlahan, masak dengan api kecil.
  • Sempolet siap untuk dinikmati.


Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Kalau kita bahas tentang kue nastar, biasanya selai nenas itu berada di dalam. Nah, kalau udah bosen dengan yang seperti itu, kita bisa membuat nastar dengan bentuk yang berbeda. Resep kue nastar yang digunakan masih sama, hanya saja, cetakannya yang beda. Jadi, jelas dong rasanya tetap enak :D

Bahan:
  • 150 gr butter
  • 100 gr margarin
  • 3 butir kuning telur
  • 100 gr gula halus
  • 50 gr susu bubuk
  • 50 gr tepung maizena
  • 300 gr tepung terigu
  • 1/2 sdt vanili bubuk
Pelengkap: Selai nanas

Olesan: Campuran 2 kuning telur dengan 1 sdt madu

Cara Membuatnya:
  • Siapkan wadah, lalu masukkan gula, butter, margarin. Mixer semuanya sebentar aja, hingga tercampur. Selanjutnya, masukkan telur, kocok lagi sebentar.
  • Masukkan maizena, susu bubuk, dan vanili. Aduk hingga rata, dengan menggunakan spatula.
  • Terakhir, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit. Adon hingga rata, sampai teksturnya pas untuk dibentuk.
  • Adonan siap untuk dibentuk seperti selera kita. sesuaikan dengan cetakannya.
  • Letakkan adonan nastar yang sudah dibentuk dan berikan selai di bagian atasnya, lalu letak ke dalam loyang yang telah dioles margarin.
  • Panaskan oven kurleb 15 menit, disuhu 140 dercel.
  • Nastar siap untuk dipanggang.
  • Setelah matang, keluarkan dari oven, dinginkan dan susun di cooling rak. Setelah itu, masukkan ke dalam toples