Tips Traveling Bareng Keluarga Ala Tesya Sophianti



Ngebahas tentang traveling, terus terang saya termasuk orang yang jarang banget buat traveling. Masih bisa dihitung dengan jari di tangan kanan deh jumlah traveling saya, saat sudah berstatus menjadi istri dan ibu. Lokasi travelingnya juga nggak jauh-jauh, masih di seputaran Riau, Sumatera barat, dan Jakarta.

Traveling pertama saya saat sudah berstatus sebagai seorang istri adalah di Sumatera barat, yang kami tempuh lewat jalur darat. Saat itu, malah saya sedang mengandung anak pertama kami 3 bulan. Traveling berikutnya di seputaran Riau saja, salah satunya ke Siak, saat putri pertama saya masih berusia 2 tahunan. Saat Usianya 3 tahunan, kami traveling ke Jakarta dengan transportasi udara. Selanjutnya, saat saya memiliki anak kedua (diusianya 1 tahunan), kami traveling kembali hanya seputaran Sumatera barat saja.

Ini traveling saat anak udah 2

Kok jarang traveling? alasannya saya dan suami pengennya kami traveling saat usia anak diatas 7 tahun. Bayangannya, anak-anak sudah agak mandiri. Saya merasakan banget rada ribetnya traveling dengan membawa balita hihihi... Jadi travelingnya ntar bisa agak jauhan dikit. Jadi, mulai sekarang nggak papa dong nyicil pengetahuan seputar traveling bareng keluarga dulu, terutama anak-anak.

Nah, saat menghadiri seminar parenting minggu lalu, salah satu pembicaranya adalah seorang Travel Blogger bernama Tesya Sophianti. Mbak Tesya, udah biasa traveling bareng keluarga, baik di dalam maupun luar negeri. Duuuuh... asyik yah, penasaran gimana bisa traveling bareng keluarga dengan menyenangkan. Ini ada beberapa tips dari Mbak Tesya.

TIPS 1 PEMILIHAN DESTINASI 
  • Memilih tempat yang disukai anak
  • Riset tempat wisata ramah anak
  • Padukan tempat wisata berbayar dan gratis
  • Buat itinerary yang fleksibel

TIPS 2 BIAYA LIBURAN 
Dana yang harus disiapkan adalah untuk transportasi, akomodasi, biaya harian, tiket masuk tempat wisata, dan untuk belanja. Mbak Tesya sendiri sudah menyediakan budget khusus untuk liburan. Sedang perencanaannya setidaknya 6 bulan atau setahun sebelumnya.

Untuk transportasi ada tips dari Mbak Tesya saat hunting tiket pesawat promo.
  • Rencanakan liburan 6 bulan-1 tahun dimuka
  • Daftar newsletter dan ikut akun sosial media dari maskapai favorit
  • Ikut komunitas traveling di sosial media.

Untuk akomodasi, ada tips hematnya juga lho.
  • Sesuaikan lokasi hotel yang dipilih dengan itinerary liburan.
  • Pilih lokasi yang mudah diakses public transport.
  • Teliti melihat "kebijakan membawa anak" saat memesan hotel.

TIPS 3 MEMBAWA SI KECIL NAIK PESAWAT
  • Siapkan makanan dan cemilan juga susu pertumbuhan.
  • Bawa mainan favorit anak.
  • Sesuaikan waktu penerbangan dengan jam tidur.

TIPS 4 PERSIAPAN SI KECIL SEBELUM LIBURAN
  • Briefing sebelum hari H. Beri gambaran seperti apa destinasi yang akan dituju (video youtube). Beri pedoman bagaimana jika terpisah dari orang tua saat di tempat liburan.
  • Latihan sebelum hari H. Jalan kaki saat akhir pekan, beberapa minggu sebelum liburan. Tujuannya, bermanfaat untuk di destinasi liburan yang akan banyak melakukan jalan kaki. 
 TIPS 5 PERSIAPAN AYAH BUNDA
  • Berbagi tugas, siapa yang akan membeli tiket pesawat, memesan hotel, dsb.
  • Buat rencana liburan yang detail, termasuk peta menuju tempat wisata.
  • Membeli paket internet.
  • Selalu siap dengan "plan B".
Waaaah... tipsnya Mbak Tesya ini berguna banget deh. Semoga kelak saya dan keluarga bisa traveling dengan nyaman dan menyenangkan yah. Aamiin... ^___^

Eklampsi Tetap Bisa Menyusui


Pekan pertama di bulan Agustus ini diperingati sebagai Pekan ASI Dunia atau World BreastfeedingWeek lho. Maka, untuk meramaikan dan berpartisipasi di sebuah lomba blog tentang ASI, saya akan berbagi kisah saya saat menyusui kedua putri saya. Semoga postingan ini bisa bermanfaat yah, aamiin... ^___^

Dulu, saya kira menyusui itu mudah, naluriah. Setiap perempuan yang punya payudara pasti bisa. Ternyata tidak sesederhana itu. Bukan hanya bermodal payudara saja, tapi juga kombinasi dari niat, tekad, ilmu, dan dukungan.

Tujuh tahun yang lalu, saya melahirkan putri pertama saya diusia kandungan menginjak 37 minggu. Saat itu saya terkena preeklampsia, sehingga saya harus melahirkan lewat operasi cesar. Hampir 5 jam setelah operasi, saya mengalami eklampsia. Saya kejang, lalu hilang kesadaran.

Saat sadar, saya tengah dirawat di ICU rumah sakit. Setelah kondisi saya membaik, saya dipindahkan ke kamar rawat inap. Dengan kondisi penglihatan yang kabur, rasanya sedih sekali saat menggendong bayi mungil saya yang lahir dengan berat 2,45 kg itu. Saya tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dan berlangsung selama hampir 2 bulan.

Lalu, saya baru tahu bahwa bayi saya telah diberikan sufor. Kurangnya ilmu dan dukungan dari rumah sakit, membuat suami saya menyetujuinya. Padahal saya tak sadarkan diri belum sampai 24 jam. Bukankah bayi bisa bertahan untuk tidak mengkonsumsi apapun selama 72 jam atau 3 hari dari sejak kelahirannya.

Alasan pemberian sufor lainnya, karena kondisi saya yang juga butuh banyak istirahat. Saat itu, suami dan keluarga lebih fokus pada pemulihan kesehatan saya. Teringat salah satu kerabat yang tak tertolong nyawanya karena terkena eklampsia. Apalagi, setelah 3 hari pulang ke rumah, bekas operasi saya sempat bocor. Untuk menyusui semakin terasa berat, bekas operasi yang nyeri semakin terasa nyeri. Terlebih bayi saya juga menolak untuk disusui, walaupun sudah berbagai posisi dicoba.

Akhirnya, ASI saya membatu, karena tak pernah dikeluarkan saya terkena radang payudara atau mastitis. Dikemudian hari saya baru sadar, kenapa dulu ASI saya tidak diperah dan dimasukkan ke dalam botol susu. Sehingga bayi saya bisa tetap mendapatkan ASI. ASI yang membatu membuat saya mengalami panas tinggi. Khawatir akan risiko terjadinya kejang lagi, saya akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan rawat inap selama 1 hari. Payudara saya dikompres dengan air hangat yang dimasukkan ke dalam botol dan diterapi pijat.

Oleh perawat yang menerapi, saya diberikan suntikan semangat dan juga berbagai pengetahuan tentang menyusui. Alhamdulillah setelah pulih, saya berniat untuk bisa menyusui langsung bayi saya. Berkat dukungan dari suami dan keluarga juga akhirnya saya berhasil.

Ketika sedang tidak bekerja, suami selalu mendampingi saya saat menyusui dan ia juga selalu menyemangati, apalagi di malam hari saat harus berjuang melawan kantuk. Saya juga harus menahan rasa nyeri di bekas operasi dan rasa tidak nyaman lainnya, termasuk saat puting lecet (cracked nipple).

Saya sudah berniat dan bertekad. Bahkan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebagai seorang pengajar. Saya berusaha untuk fokus pada pemulihan kesehatan dan keberhasilan dalam memberikan ASI. Tak sampai 2 bulan, saya berhasil. Bayi saya akhirnya bisa full ASI hingga usia 2 tahun.

Bersyukur sekali waktu itu saya tidak menyerah. Bersyukur sekali ada suami dan keluarga yang mendukung, baik mensupport saya secara fisik dengan memberikan asupan yang bergizi, waktu istirahat, dan bantuan dipekerjaan domestik. Maupun secara psikis, sehingga proses pemulihan dan menyusui menjadi lebih baik. Bersyukur sekali juga saya menemukan komunitas yang mensupport ASI, sehingga ilmu saya semakin bertambah dan semangat saya tetap menyala.

5 tahun kemudian, saya kembali melahirkan seorang bayi lewat operasi cesar. Secara medis, kehamilan dan kelahiran anak kedua saya ini berisiko untuk terkena eklampsia kembali. Tapi, Alhamdulillan itu tidak terjadi. Saya dan bayi saya sehat.

Dengan semakin banyaknya ilmu yang sudah saya kantongi, Saya berhasil memberikannya IMD, ASI ekslusif, dan menyusuinya hingga usianya saat ini 2 tahun 2 bulan. Sekarang saya sedang dalam proses menyapihnya. Semoga saya berhasil menyapih dengan cara weaning with love, semoga saja. Bagaimana pun, menyapih anak itu bikin patah hati, bikin kita kangen masa-masa menyusui lagi. Bukan begitu?. ^____^


Bekal Perlindungan untuk Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil


Sebagai orang tua, jangan pernah berhenti untuk belajar. Bahkan kita harus selalu aktif untuk menambah pengetahuan seputar parenting. Hal tersebut dibutuhkan, sebagai salah satu upaya kita untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Apalagi saat ini, ilmu parenting bisa kita dapatkan dengan mudah, baik dengan membaca, maupun sharing ilmu dengan sesama atau pakarnya. Baik melalui media cetak maupun media elektronik.

Mengingat begitu pentingnya peran kita dalam membentuk karakter anak, yang berpengaruh terhadap masa depannya kelak. Belum lagi berbagai tantangan yang kita hadapi sebagai orang tua, di era global seperti saat ini. Maka, rasanya mutlak untuk selalu meng-upgrade pengetahuan parenting kita.


Saya adalah ibu dari 2 orang putri yang berusia 7 dan 2 tahun. Selain membaca, menghadiri seminar parenting merupakan salah satu upaya saya untuk menambah pengetahuan. Salah satu seminar parenting yang saya ikuti adalah seminar parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center.

Seminar parenting yang diadakan hari sabtu lalu, tanggal 13 Agustus 2016 bertempat di Ballroom hotel Pangeran Pekanbaru ini, mengusung tema Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal. Temanya saja sudah menarik, didukung dengan pembicara yang merupakan pakar dibidangnya masing-masing. Waaah... Ini sebuah seminar yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi MC nya adalah Sahnaz Haque, salah satu MC favorit saya.



Siapa yang tidak mengenal brand Dancow. Bahkan brand susu ini sudah eksis sejak saya masih kecil. Siapa sangka kini anak-anak saya juga mengkonsumsi susu ini, baik secara langsung maupun sebagai "teman" makan serealnya. Tidak hanya peduli dengan nutrisi, Dancow juga berkontribusi sebagai media yang dapat mengedukasi para orang tua, lewat Dancow Parenting Center.

Baiklaah, sudah pada penasarankan dengan seminar yang diadakan oleh Dancow. Apa saja yang dibutuhkan oleh anak-anak dalam proses tumbuh kembangnya yang berkaitan dengan perlindungan optimal. Pssssst... Saya kasih bocoran dulu, yang dibutuhkan adalah 3 hal, yaitu CINTA, NUTRISI, dan STIMULASI. Saya akan bagi menjadi beberapa bagian, sesuai dengan pembicaranya ya.

Para Emak Blogger
Sumber: Fivit

Pembicara Pertama

Dra. Ratih Ibrahim, MM, Psikologi

Psikolog yang cantik ini membahas bagian CINTA. Anak-anak membutuhkan cinta sejati dari ayah bunda, dengan manifestasi memberikan segala sesuatu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan buah hatinya. Bukan semata apa yang buah hatinya suka.


Cinta yang tulus dari ayah bunda akan menumbuhkan pengalaman emosi yang positif dan memberikan rasa aman bagi anak. Rasa aman tersebut dibutuhkan untuk membangun basic trust, yaitu cara anak memandang dunia di sekitarnya secara baik, sehingga ia menjadi berani dan percaya diri untuk bereksplorasi.

Terutama pada usia 1+ yang berada dalam fase perkembangan pesat, baik dari segi fisik, psikologis, dan sosial. Maka, bereksplorasi menjadi kebutuhannya, agar dapat tumbuh dan berkembang optimal. Nah, terkadang nih yah para bunda suka khawatir kalau anaknya bermain outdoor. Takut panaslah, takut kotor, takut jatuh, dll. Tenang, berikan saja pengawasan dan perlindungan yang optimal. Perlindungannya apa saja, salah satunya dengan NUTRISI.

Pembicara Kedua

Sari Sunda Bulan, AMG

Tentang nutrisi, dijabarkan dengan lengkap oleh ahli nutrisi. Ternyata, NUTRISI itu adalah penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak. Tidak hanya bagi fisiknya saja, tetapi juga otak. Selain itu nutrisi yang baik dapat mencegah berbagai penyakit lho. Indikatornya apa, yaitu tumbuh kembangnya bisa dilihat dari grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Misalnya, anak 1 tahun berat badannya mencapai 3x berat lahirnya, dan mencapai 50% tinggi dewasanya diusia 2 tahun.


Selanjutnya, perlindungan bagaimana yang bisa diberikan kepada anak dari segi nutrisinya? Yaitu, dengan memenuhi beberapa hal berikut:
  • Memberikan nutrisi untuk kesehatan saluran cerna, karena 80% sistem daya tahan tubuh terdapat di saluran cerna. Maka, anak-anak butuh serat pangan misalnya inulin dan bakteri baik, strain spesifiki (lactobacillus rhamnosus dan bifidobacterium longum). 
  • Mencukupi kebutuhan vitamin A, C, dan E. 
  • Mencukupi kebutuhan mineral selenium dan zink.
Setelah kebutuhan nutrisinya terpenuhi, artinya ia memiliki perlindungan dan bisa bereksplorasi. Tentu saja dengan stimulasi yang kita berikan agar bisa optimal. Apa saja stimulasinyan yuk lanjut ke pembicara ketiga.

Pembicara Ketiga

DR. Dr. soedjatmiko SpA (K)., MSi

Tentang STIMULASI, dibahas tuntas oleh dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang anak ini. Jadi, stimulasinya dalam bentuk bermain. Hal tersebut bermanfaat untuk merangsang motorik kasar, motorik halus, komunikasi, kognitif, kecerdasann kreatifitas, dan kemandirian. Dengan demikian, stimulasi bermain dapat membentuk anak SEHAT, CERIA, PERCAYA DIRI, CERDAS, KREATIF, dan BERPERILAKU BAIK.


Ada rule juga lho dalam melakukan stimulasi bermain, yaitu:
1. Bermain setiap hari.
2. Interaktif, dengan kasih sayang dan gembira.
3. Sesuaikan dengan kemampuan dan keinginan anakm
4. Jangan memaksa, apalagi mengancam dan menghukum.
5. Beri anak pujian, ciuman, dan pelukan.

Bagaimana sih stimulasi bermainnya? Ternyata gampang!, bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Nih dia:



Pembicara Keempat
Tesya  Sophianti 

Eits... Belum kelar, masih ada pembicara terakhir, yaitu Mbak Tesya Sophianti yang seorang travel blogger. Widiiiiih... Keren banget mbak cantik ini, traveling ke dalam maupun luar negeri dengan keluarga. Menurutnya, traveling bareng keluarga terutama anak-anak itu ada manfaatnya lho, yaitu mempersiapkan buah hati menjadi global citizen. Apa saja itu? Menghargai perbedaan, membuka wawasan, dan percaya diri.


Menariknya, Mbak Tesya membawa serta anak-anaknya sejak diusia balita. Penasaran dong yah, kok bisa. Wong kita-kita aja yang mudik di lain kota, bawa mudik anak-anak diusia balita itu rempongnya minta ampun. Apalagi liburan, bisa enjoy nggak yah.

Eh, ternyata bisa lho, tipsnya mampu menjaga mood aja. Sebelumnya tentu juga sudah ditentukan tempat travelingnya yang disukai anak dan tempat wisata yang ramah anak. Jadi intinya, yang namanya traveling itu adalah liburan yang harus menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Penasaran dengan cerita keseruan traveling Mbak Tesya dengan keluarganya? Sila beli buku Mbak Tesya, komplit deh tipsnya. Bisa juga mengunjungi blognya Mbak tesya www.tesyablog.com
 Sumber: Tesyablog

Gimana, padat ilmu bangetkan seminar parentingnya. Duh, emang okee banget deh dancow. Inovasinya juga luar biasa. Nih inovasi terbarunya, DANCOW Excelnutrisi+ untuk usia 1+, 3+, dan 5+. Mengandung nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak optimal. Apa saja kandungannya? Banyak, ada lactobacillus rhamnosus, minyak ikan, serat pangan inulin, bifidobacterium longumn LA dan ALA, serta protein dan kalsium. Sangat sesuai untuk perlindungan si kecil.
 
Jadi, Aku dan Kau Suka Dancow...

Friends Of Survive, Tika Azaria

Ini adalah salah satu kisah generasi muda yang bisa survive dalam menghadapi masalah di hidupnya. Moga menginspirasi ya! Jadilah #FriendsOfSurvive generasi yang seorang problem solver!.

Tulis cerita singkat kamu saat berhasil melewati masalah yang tengah kamu hadapi, share di sosmed kamu dengan tag saya (Oci YM) dan Riawani Elyta ^__^


Kisah Tika Azaria 

Kamar Kreasi Collection adalah merek untuk usaha kecil-kecilan saya, menjual bros handmade. Saya memulainya pada akhir tahun 2012. Tanggal persisnya sih saya lupa, yang jelas ini dimulai persis sama dengan bulan kelahiran saya, November:)
Sehabis lebaran Fitri ditahun 2012, Ayah berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta. Tentulah grafik ekonomi keluarga kami turun drastis. Ayah adalah satu-satunya sumber penghidupan keluarga kami. Ibu hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Tak ada usaha sampingan yang kami miliki.
Hari demi hari, uang tabungan Ibu dan Ayah di Bank tinggal tak seberapa. Aku yang saat itu masih duduk di kelas sebelas SMA sudah mulai berfikir dan tak mau terus menerus menyusahkan Ayah dengan kondisi seperti ini hanya untuk mendapatkan uang jajan harian. Dan kakak laki-laki saya masa itu sedang dalam study S1 yang pastinya butuh biaya yang lebih daripada saya.
Siang itu saya curhat di twitter -ceritanya lagi galau nih hehe- “mesti nyari sesuatu yang bisa menghasilkan uang nih :(“, tiba-tiba guru kimia saya -panggilan sayangnya sih Umi Ani- bales, “bikin bros handmade aja tik”. Beliau menyertakan beberapa link blog yang bisa dijadiin referensi😀 Waktu itu kayak ada lampu dikepala gitu hehe😀
Sejak hari itu saya mulai mencari bahan sisa di tempat penjahit. Awalnya sih dengan bahan yang seadanya, tentu hasilnya juga apa adanya😀
Nyari-nyari referensi yang banyak lagi di internet. Hingga akhirnya saya beranikan diri meminjam uang seratus ribu kepada Ibu saya. yah awalnya sih Beliau gak yakin sama saya. tapi dengan keinginan dan tekad saya bisa meyakinkan Ibu.
Bukan cuma Ibu, Umi Ani pun memberikan pinjaman kepada saya dengan membelikan alat-alat yang diperlukan. Umi Ani tu seperti malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan😀
Susah senang, pahit manis saya rasakan. Produk saya yang awalnya diremehin, dibilang inilah itulah, tapi saya tetap yakin suatu saat orang bakal mengenal bros handmade saya. Dan sekarang usaha saya sudah hampir berjalan satu tahun setengah. Sekarang Alhamdulillah, usaha ini sudah mulai saya pasarkan di toko-toko kecil di sekitar tempat tinggal saya. Sehingga untuk jajan dan membeli berbagai keperluan, saya tak perlu lagi meminta uang kepada Ayah. Dan saya saat ini sedang merintis penjualan secara online. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar, Amin😀
Terima kasih Ibu dan Ayah yang selalu support dan mendoakan Tika, My Lovely Teacher Mrs. Ariani Sukri, S.Pd sang inspirator buat Tika. Tika gak bakal lupain jasa Umi. Much Love.
#FriendsOfSurvive

Gerimis di Kebun Binatang Kasang Kulim Pekanbaru

Sudah ada rencana jalan-jalan ke manakah weekend nanti? Kalau belum, buat yang di Pekanbaru, nggak ada salahnya kalau berkunjung ke kebun binatang Kasang Kulim. Saya pribadi, dulu agak malas kalau ke sini, apalagi bawa anak-anak. Selain penataannya yang kurang bagus, juga terkesan kotor. Eits... tapi itu dulu. Sekarang, kebun binatang satu-satunya di Provinsi Riau yang telah ada sejak 1991 ini sudah banyak berbenah lho. Semua dipercantik dan bersih, jadi nyaman banget. Kita juga bisa bentang tikar sambil makan-makan.

Sewaktu liburan semester pertama Nai, kami mengajaknya ke kebun binatang Kasang Kulim. Ini kedua kalinya Nai ke kebun binatang, yang pertama malah ke Ragunan waktu di Jakarta dulu. Jadi, Nai senang banget pas tahu mau ke kebun binatang lagi. Pas di pertengahan jalan menuju Kasang Kulim, eh gerimis turun. Udah kepalang tanggung, kami tetap melanjutkan perjalanan. Sesampainya di sana, karena gerimis, pengunjung sedikit sekali, sepi. Jadi berasa itu kebun binatang kami yang punya hahaha...

Walaupun gerimis, Nai tetap semangat buat keliling di kebun binatang yang memiliki luas lahan 10 hektar ini. Untung aja di mobil sedia payung. Nah, berikut beberapa dokumentasinya, maaf yang dipake buat foto resolusi kameranya kurang, jadi fotonya kurang terang hihihi...

 Gerimis

 Naik delman


Berikut beberapa hewan-hewan yang ada di kebun binatang Kasang Kulim

 Beruang

 Burung

 Kuda nil

 Rusa
 Gajah

 Kuda

 Orang Utan


Berikut beberapa wahana air (o yah ada kolam renang anak juga, tapi nggak kefoto)

 Sepeda air

 Bola-bola air
 Perahu karet


Kebun Binatang Kasang Kulim 
Jalan Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Sekitar 25 km atau 30 menit dari pusat kota Pekanbaru.

Tiket
Dewasa: 20.000
Anak-anak: 10.000
Parkir: 5.000

Ngobrolin Kepenulisan dan Bedah Buku I Will Survive Bersama Kongkow Nulis Pekanbaru

Sayang ada yang nggak ikutan foto

Alhamdulillah... hari minggu lalu, tanggal 31 Juli, event yang diadakan oleh Kongkow Nulis dengan pembicaranya saya sendiri berjalan dengan lancar. Teman-teman yang hadir terlihat antusias. Pembahasannya tentu saja seputar dunia kepenulisan, sekaligus bedah buku duet terbaru saya yang bertema motivasi remaja, yaitu I Will Survive. Kegiatan yang diadakan di Coffee Toffee ini dihadiri oleh teman-teman yang tertarik dengan dunia kepenulisan, berlatar belakang berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa sampai orang kantoran.

Acaranya berlangsung seru, dengan MC kece Athri kasih yang pembawaannya asyik banget. Sayang banget, smartphone yang saya gunakan untuk foto-foto di acara tersebut hilang, jadi foto dokumentasinya ngambil punya kongkow nulis ajah hihihi... Pokoke terima kasih banget buat Komunitas Kongkow Nulis yang udah kasih saya kesempatan di acara ini. Maju terus Kongkow Nulis, biar semakin banyak generasi muda yang bisa kongkow bermanfaat seperti ini.





Bareng MC kece, Athri




Dengerin sambil update status hihihi...

Bedah buku I Will Survive

Kongkow Ngobrolin Bareng Kak Oci, Penulis Buku I Will Survive

Pada penasaran dengan buku I Will Survive yang saya tulis duet dengan Mbak Riawani Elyta?. Buat yang di Pekanbaru, yuuuuuk ikutin acara ini:

Kongkow Nulis present 

Kelas Spesial Juli 📆
 
"Kongkow Ngobrolin Bareng Kak Oci, Penulis Buku I Will Survive"

Penulis asal Pekanbaru ini akan berbagi ilmunya untuk kita loh.
Ingin tahu pengalaman Kak Oci menerbitkan buku,
Cerita dibalik buku I Will Survive yang sudah tersebar di seluruh Gramedia, serta Tips Trik Menerbitkan Buku.
Ayo datang !
Minggu, 31 Juli 2016
16.00 s/d selesai
di Cafe Coffe Toffe, Jalan Kartini
Daftar disini 👉 bit.ly/kongkownulis
Ajak yang lain ya !
Terbatas 30 Peserta dan Gratis !
Jadikan akhir pekan kamu bermanfaat!
More info 💁
Facebook : Kongkow Nulis
Twitter : @kongkownulis
Website : www.kongkownulis.com
Eits, kalo yang mau info gimana caranya bergabung di kongkownulis dateng ya !

Bagi yang berminat, buruan daftar yaaaaa :)



THR Lebaran Anak Untuk Apa?



Saat lebaran tiba, kegembiraan bagi anak-anak yang udah mengerti uang itu semakin bertambah. Memorinya terang saat dia memperoleh banyak amplop kecil-kecil yang bergambar lucu, berisi uang.

Begitu juga dengan Mbak Nai. Sebelum lebaran tiba, dia sudah heboh meminta uang kepada Abinya untuk mengisi amplop-amplop kecil yang kami beli di swalayan, untuk dibagi-bagikan kepada tamu "kecil-kecil" saat lebaran. Tak kalah hebohnya, Nai sudah membuat list barang yang akan dia beli dari amplop yang nanti dia dapatkan saat lebaran. Ya ampuuuuun... Itu lucu, lebarannya belum, dapet amplop THR juga belum, eh udah menghayal beli ini itu :D

Tapi, ternyata saat lebaran dan Nai mendapatkan amplop THR yang lumayan, dia malah sayang untuk membelanjakannya. Buat jajan-jajan makanan aja minta uang Abinya. List yang dia buat, nggak satu pun dia belikan.

Akhirnya, saya dan Abinya memberikan saran. Uang THR yang Nai dapat mau diapakan? Di belikan sesuatu, ditabung, atau disedekahkan. Nai milih untuk ditabung dulu. Terinspirasi dari salah satu episode Upin dan Ipin. Nai ingin punya tabungan di bank, bukan di celengan lagi. Trus, nai juga pingin punya kartu ATM seperti Upin dan Ipin.

Baiklaaah, kami kabulkan. Begitu Bank mulai kembali beroperasi, kami ke sana untuk membuka tabungan buat Nai. Nai mengikuti prosesnya dengan serius, sesekali bertanya. Wajahnya ceria sekali dan tak sabar ingin memegang kartu ATM yang bertuliskan namanya. Padahal harus menunggu 14 hari baru bisa pegang kartu ATMnya :D

Bagaimana dengan amplop-amplop THR adek Khai? Psssssst... Yang itu untuk Umminya hihihihi...

Hari Anak Nasional, Apa Kabar Anak-anak?

Tanggal 23 Juli ini diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Hmmmmm... Tarik nafas panjang, karena banyak hal di kepala yang ingin dituliskan tapi seolah kehilangan kata-kata untuk menuliskannya. Kalau boleh diringkas ke dalam sebuah kalimat saja, maka saya akan tulis bahwa Anak-anak itu SEDERHANA. Ya, SEDERHANA, nggak ribet seperti kita orang dewasa. Kebutuhan mereka juga sederhana, hanya doa, kasih sayang, dan teladan.

Ho ho ho... tapi jangan salah, buat kita, nggak sesederhana itu.

Doa, kapan terakhir kali kita berdoa dengan khusuk, mendoakan kebaikan untuk anak-anak kita. Adakah lebih banyak dari kemarahan yang sering kita muntahkan kepadanya?.

Kasih Sayang, kapan terakhir kali kita menyayangi anak kita tanpa syarat, unconditional love. Adakah lebih banyak kita membuat pengalihan demi menyelamatkan ego diri?.

Teladan. Nah, ini yang paling berat. Teladan seperti apakah yang sudah kita berikan kepada mereka?.

Pertanyaan-pertanyaan itu saya jawab sendiri dalam diam. Sesak. Menyesal. Tapi, kita tak bisa mengulang kembali waktu yang telah berlalu. Maka, kita hanya bisa berdoa agar tetap diberikan hari esok untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Mari bilang Aamiin...

 

Kongkow Nulis Open Recruitment!

Salah satu hal bermanfaat yang bisa dilakukan oleh orang yang tertarik dengan dunia kepenulisan adalah bergabung dengan komunitas menulis. Nah, buat yang di Pekanbaru, bisa gabung di Komunitas Kongkow Nulis. Banyak manfaatnya, selain itu bisa menjaga semangat menulis tetap membara. Cek ketentuannya yah :

1. Mengisi form pendaftaran yang telah tersedia di website KongkowNulis dan mengirimkan formulir yang berisikan (identitas+foto) ke email : kongkownulis@gmail.com
[Identitas yang dicantumkan wajib memenuhi unsur berikut ini : Nama, Alamat, Tempat/Tanggal lahir, Kegiatan saat ini, Nomor Ponsel (Akun Whatsapp mesenger), Alamat email, Motivasi menjadi member, dan Deskripsi singkat mengenai diri kamu sendiri. Untuk hal lain seperti pengalaman organisasi atau prestasi dlm bidang menulis jika ingin kamu tambahkan silahkan. Dibuat dalam format .doc (M.Word) dengan Tulisan Times new roman ukuran 12, spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.
Foto ukuran 3x4 dilampirkan pada email dan tampilkan pada lembaran identitas di bagian kiri bawah halaman pertama.]

2. Setiap calon member Wajib mengikuti minimal satu event
yang diselenggarakan oleh KongkowNulis sebelum register. Bagi yg belum pernah ikutan, gak usah khawatir. Pasalnya tanggal 31 Juli 2016 bakal ada kegiatan kongkow ngobrolin. Info menyusul ya..

3. Aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh
kongkow nulis.

4. Setiap member akan dilakukan evaluasi 1x 6 bulan oleh tim HRD terkait dengan keaktifan dan partisipasinya di kongkow nulis.


Pajangan Untuk Pikir Panjang




Di rumah, bagian ruang tengah, ada space dinding yang masih kosong. Pengen deh ganti suasana, ada pajangan apa gitu di sana, apa lagi mau lebaran seperti kemaren, hasrat untuk menghias rumah semakin menggebu-gebu bagi para emak-emak muda kayak kita ini, ya kaaaan :D
Kira-kira apa yah, foto? nggak deh. Hmmmm... pengennya piring-piring cantik ala-ala shabbychic gitu, tapi apa daya, budget tiada hihihi...

Akhirnya, mikir apa yah yang nggak cuma sekedar pajangan tapi juga bisa bermanfaat gitu. Nah, berhubung penghuni rumahnya sedang dalam proses hijrah, jadi terpikirlah pajangan yang bisa membantu kita untuk tetap istiqomah.

Ini dia idenya, tulisan-tulisan mutiara yang Insya Allah bisa membantu ingatan kita. Tentunya yang menarik tapi tetap low budget. Dengan bermodalkan 3 buah bingkai foto plastik yang perbingkai dibandrol 13.000 aja, plus modal kertas dan printer yang udah full tinta, jadilah pajangan-pajangan ini.





Tertarik? Sila disontek saja :)

Saat Anak Kembali Masuk Sekolah

Besok, hari pertama Mbak Nai masuk sekolah. Hari pertama Mbak Nai sekolah sebagai anak kelas 2 SD. Nai itu, sekolahnya selalu diantar Abi. Umminya ikut kalau pas adek Khai udah bangun dan minta untuk ikut nganterin Mbaknya ke sekolah, harus ikut. Jadi, sebelum ada kampanye untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama sekolah, yah dari awal Nai sekolah (mulai PAUD), Nai memang selalu diantar. Bersyukur sekali, bisa tiap nhari menyiapkan keperluan sekolah dan mengantarkan Nai sampai sekolah. Saya dan si Abi melakukannya dengan bekerjasama.

Saat liburan sekolah hampir usai, perjuangan banget untuk mulai mengatur kembali jadwal anak. Biasalah, udah keenakan liburan, butuh pembiasaan kembali dengan rutinitasnya ketika hari sekolah. Begitu juga dengan Nai. Beberapa hari sebelum sekolah dimulai, kami pergi membeli perlengkapan sekolahnya. Wah, toko buku ramai, selain toko buku, yang nggak kalah ramai adalah toko-toko pakaian yang menjual seragam sekolah. Ternyata tukang pangkas rambut juga laris manis. Untuk orang tua yang memiliki anak laki-laki, mulai merapikan kembali penampilan rambut anaknya.

Saya dan Abinya Nai baru membeli perlengkapan sekolah aja, seperti alat-alat tulis dan buku tulis, untuk buku cetak, masih menunggu info dari sekolah. Duh, rasanya agak nggak percaya aja gitu kalau anak sulung saya udah kelas 2 SD hihihi... *berasatua :D

Kembali ke kampanye mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama, gambar ini wara-wiri di timeline FB saya, nggak ada salahnya juga saya bagi di sini:







Bagaimana dengan temans, mengantar anak ke sokalah jugakah di hari pertama sekolah?

Bertemu Riawani Elyta

Lebaran selalu meninggalkan kesan yang berbeda di setiap tahunnya. Begitu juga tahun ini, yang tak kalah spesial adalah saya akhirnya bisa bertemu dengan Mbak Riawani Elyta. Kami kenal lewat dunia maya, sejak tahun 2011. Beberapa tulisan kami mejeng di antologi yang sama. Tahun 2013, terbitlah buku duet motivasi remaja kami yang berjudul ‪#‎KitabSaktiRemadjaOenggoel‬ dan di 2016 ini buku ‪#‎IWillSurvive‬ lewat Penerbit Indiva. Alhamdulillah Allah memperkenankan kami untuk bertatap muka secara langsung di Lebaran 2016 ini.

Mbak Lyta yang berdomisili di Tanjung pinang bersama keluarganya berlebaran di Pekanbaru. Mbak Lyta memiliki saudara di sini dan menyempatkan diri juga untuk mampir ke rumah saya. Rasanya seneng banget, seperti mimpi. Kami biasa berinteraksi lewat dunia maya, kini telah bertatap muka. Kami sudah menulis buku duet motivasi remaja sebanyak 2 kali, kini saling unjuk gigi (tertawa bersama).

So, buat pembaca buku duet kami, inilah penampakan duo kakak keren itu! 

 Foto: Riawani Elyta

Sambal Mentah Uleg Tempe Semangit Ala Ummi







Tempe semangi atau tempe busu adalah tempe yang sudah tidak segar lagi. Warnanya telah berubah agak kecoklatan dan mengeluarkan aroma yang khas. Banyak yang tidak menyukainya. Tapi berhubung di rumah sedang ada banyak tempe semangit, nggak ada salahnya saya mencoba untuk mengolahnya. Biasanya tempe tersebut saya buang. Tumben aja kali ini saya berniat untuk menjadikannya sebagai salah satu menu buka puasa.

Baiklah, saya mulai melakukan pencarian resep di mbah Google. Ternyata ada banyak resep yang menggunakan tempe semangit sebagai salah satu bahan utamanya. Saya tertarik dengan tempe yang diolah simple. Saya modifikasi dan jadilah sambal mentah uleg tempe semangit.

Berikut resep lengkapnya:

Bahan:

  • Tempe semangit1 papan ukuran sedang
  • Cabe merah 5 buah
  • Cabe rawai 5 buah
  • 4 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 ruas kencur ukuran sedang
  • 2 lembar daun jeruk diiris-iris halus
  • Garam dan gula pasir secukupnya
Cara membuatnya:
  • Tempe semangit dikukus selama 5 menit
  • Haluskan came merah, rawit, bawang merah dan putih, kencur, dengan garam dan gula.
  • Tempe semangit yang telah dikukus kebudian kita uleg hingga agak hancur, campurkan dengan bumbu halus dan irisan daun jeruk.
Hmmmmm... rasanya enak juga, pedes, gurih, dan segar. Lain kali saya nggak akan buang deh stock tempe yang udah semangit :)