2 Juli 2018

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Happy Eid Mubarak 1439 H yaaa... Mohon maaf lahir batin, kali aja ada tulisan saya yang menyakiti pembaca blog ini :)

Maklum, baru bisa nulis sekarang nih. Padahal lebaran ini nggak ada ke luar kota. Cuma, qadarullah bocah-bocah shalihah di rumah, udah kek estafet sakitnya. Daya tahan tubuh lagi pada turun, jadi gampang banget tertular penyakit, terutama batpil. Sedih jugaaaa sih, Mbak Nai sakit, jadi planning jalan-jalan dalam kotanya banyak yang nggak tercapai. Giliran Mbak Nai sehat, eh adek Khai yang sakit. Oke deh, yang penting si Ummi sehat, jadi bisa ngurus bocah-bocah. Walaupun Ummi kurang tidur, makan nastar sama kastengelnya nggak hilang selera, jadi nggak ada cerita itu timbangan geser ke kiri. lol :D

Gimana dengan sahabat Ummi...

Pada mudikkah?, kalau saya nggak. Lahir dan besar di Pekanbaru, begitu juga dengan suami. Jadi, keluarga banyak di Pekanbaru. Tapi tetap seru kok, selalu ada cerita baru. Cerita apa? yah macem-macem, selain ada anggota keluarga yang berpulang, juga ada anggota keluarga yang baru. Tiap lebaran, kembali merefresh ingatan anak-anak dengan keluarga besar. Soalnya nggak bisa sering-sering ngumpul juga. Jangankan anak-anak, wong Umminya aja masih sering lupa nama-nama anggota keluarga, saking keluarga besaaar banget :D

Yang paling epic menurut saya, tahun ini saya resmi punya cucu hahaha... Iyaaa di usia 32 tahun. Soalnya suami anak bungsu, sedangkan saya anak sulung. Nah, kakak suami yang pertama udah punya cucu, otomatis cucu kami juga. Trus, yang gini nih yang seru, gimana ngenalkan silsilah keluarga ke Nai dan Khai. O yah, yang menurut saya juga spesial, tahun ini nggak ada jenis pertanyaan kapan nambah momongan, supaya dapet anak cowok, or masalah badan yang semakin subur makmur hahaha...
Barangkali udah pada melek kali yah. Bahwa pertanyaan or pernyataan sejenis itu, udah basi banget. Masih banyak obrolan lain yang lebih berfaedah, dipertemuan yang bisa dikatakan sekali setahun ini.

Eh... eh... tapi ada hal lain, saya masih nemu lho ada ortu yang bilang ke anaknya, minta salam tempel gitu. Buat yang punya FB, udah pernah baca belum tulisan yang viral, tentang salam tempel. Saya pribadi, nggak pernah mengajarkan anak-anak untuk meminta or berharap mendapatkan salam tempel. Kalau ada yang ngasih, diterima, rejekinya anak-anak. Sambil dijelaskan, bahwa si pemberi ingin berbagi kebahagiaan lebaran dengan anak-anak. Tapi, ditegaskan bahwa nggak semua orang berbagi kebahagiaan dengan memberikan salam tempel. Ada yang dalam bentuk menyuguhkan kue-kue dan minuman.

Sahabat Ummi...

Semoga kita masih Allah Ta'ala beri usia untuk bertemu dengan Ramadhan dan lebaran tahun depan yah. Aamiin... Allahumma... aamiin... ^____^









14 Juni 2018



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siapa yang pas sahur semangatnya nggak nyampe separuhnya pas santap berbuka?. Wajar yah, pas sahur kita dalam kondisi yang masih mengantuk. Apalagi, setelah melakukan serangkaian ibadah di malam hari. Tapi, jangan sampe melewatkan waktu sahur yah. Sayang banget, karena ada keberkahan di sana.

Supaya santap sahur bisa bersemangat, biasanya saya pilih menu yang berkuah. Enaknya, mengkonsumsi masakan baru, bukan menu yang sama dengan saat berbuka tadi. Tapi yah, sesuai kondisi. Asal nggak telat bangun aja. Kalau telat bangun, nggak bakal sempat dong buat bebikinan lagi.

Nah, ada yang mau nyobain sempolet nggak?. Salah satu kuliner khas Riau yang terbuat dari tepung sagu. Bahan dan cara pembuatannya mudah. Nggak butuh waktu lama. Cita rasanya juga mantap, guriiiiih. Biasanya, sempolet ini disajikan sebagai menu sarapan pagi. Jadi, cocoklah buat sahur.

Sahabat Ummi...

Berikut resep menu sahur praktis dengan sempolet

Bahan:
  • Cabe rawit/cabe keriting 2 buah
  • Bawang merah 3 siung
  • Bawang putih 1 siung
  • terasi sedikit (tergantung selera)
  • merica halus seujung sendok teh
  • Ebi (secukupnya)
  • Sayur (bisa pakis, bayam, or katu)
  • Tepung Sagu (secukupnya)
  • Air
Cara membuat:
  • Haluskan cabe, duo bawang, merica, dan terasi
  • Masukkan air ke dalam panci, beri bumbu halus, dan sayur. Tambahkan Ebi.
  • Setelah matang, kecilkan api. Lalu encerkan tepung sagu dengan air, tuang secara perlahan, masak dengan api kecil.
  • Sempolet siap untuk dinikmati.


Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Kalau kita bahas tentang kue nastar, biasanya selai nenas itu berada di dalam. Nah, kalau udah bosen dengan yang seperti itu, kita bisa membuat nastar dengan bentuk yang berbeda. Resep kue nastar yang digunakan masih sama, hanya saja, cetakannya yang beda. Jadi, jelas dong rasanya tetap enak :D

Bahan:
  • 150 gr butter
  • 100 gr margarin
  • 3 butir kuning telur
  • 100 gr gula halus
  • 50 gr susu bubuk
  • 50 gr tepung maizena
  • 300 gr tepung terigu
  • 1/2 sdt vanili bubuk
Pelengkap: Selai nanas

Olesan: Campuran 2 kuning telur dengan 1 sdt madu

Cara Membuatnya:
  • Siapkan wadah, lalu masukkan gula, butter, margarin. Mixer semuanya sebentar aja, hingga tercampur. Selanjutnya, masukkan telur, kocok lagi sebentar.
  • Masukkan maizena, susu bubuk, dan vanili. Aduk hingga rata, dengan menggunakan spatula.
  • Terakhir, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit. Adon hingga rata, sampai teksturnya pas untuk dibentuk.
  • Adonan siap untuk dibentuk seperti selera kita. sesuaikan dengan cetakannya.
  • Letakkan adonan nastar yang sudah dibentuk dan berikan selai di bagian atasnya, lalu letak ke dalam loyang yang telah dioles margarin.
  • Panaskan oven kurleb 15 menit, disuhu 140 dercel.
  • Nastar siap untuk dipanggang.
  • Setelah matang, keluarkan dari oven, dinginkan dan susun di cooling rak. Setelah itu, masukkan ke dalam toples


Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Udah beli baju lebaran?

Saya dong, tiap hari pake baju lebaran, soalnya kalau baju kecilan, kan bisa sesak nafas yah *lol :D

Garing banget yah. Udah seliweran itu kalimat di sosmed. Saya juga nggak bakal bahas, apa lebaran kudu pake baju baru or nggak. Toh, nggak masalah, yang mau pake baju baru monggo, yang baju lama juga monggo. Yang penting, bajunya menutup aurat dan bersih. Tul nggak? :D



Tapi, buat sahabat Ummi yang pengen belanja gamis untuk lebaran. Saya punya beberapa rekomendasi model gamis terbaru yang simple dan elegan. Tetap syar'i tentunya yah. Kebetulan, saya ada memotret gamis milik salah satu butik di Pekanbaru. Nggak hanya modelnya yang simple, tapi bahannya juga nyaman banget lho dipakai. Kok tahu?. Tahu dong, soalnya saya sendiri pakai, jadi udah terbukti.

Sahabat Ummi...

Gamis yang beredar di pasaran ada berbagai macam model dan bahan. Ada yang menjual hanya gamisnya saja, ada juga yang gamis set, terdiri dari gamis dan kerudungnya. Saya pribadi, dalam memilih gamis, ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi, seperti bahannya harus yang nyaman dan nggak transparan. Dari segi model, suka yang simple dan elegan, tanpa banyak aksen. Lebih memilih warna yang gelap or warna-warna pastel.



Untuk jenis bahan, biasanya saya memakai bahan jetblack Arab, oxford (katun look a like denim dengan tekstur tidak menerawang), katun toyobo, crepe, balotelli, linen, maxmara, ceruti, wolfis, katun jepang, rayon, dan sifon. Biasanya, saya pilih yang memakai furing.

Trus, gimana dengan gamis untuk anak-anak?. Nggak jauh beda sih, banyak model baru yang juga memasukkan nuansa tradisional, dengan mengkombinasikan motif batik.


13 Juni 2018

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siapa yang nggak doyan dengan kue rasa cokelat. Tua muda pada suka yah. Gitu juga dengan kue kering sajian di hari lebaran. Salah satu kue kering favorit anak-anak saya adalah choco chip kacang. Dihari biasa, anak-anak sering beli di warung or swalayan terdekat, kukis choco chip kemasan yang produksi pabrik. Nah, kalau lebaran, bisa nikmati choco chip homemade.

Baca: Resep Kue Nastar Klasik

Ya, bahan dan proses pembuatannya nggak terlalu sulit. Menaklukkan malaslah bagian tersulitnya :D
Padahal, kalau bikin sendiri, kita bisa dapet banyak. Jadi, lebih puas dalam menyantapnya. Apalagi, dikombinasikan dengan kacang tanah yang punya cita rasa khas. Waaah, petjaaaaaah di mulut deh.

Apakah sahabat Ummi tertarik untuk membuat sendiri? berikut saya jabarkan resep kue kering choco chip kacang yah

Bahan:

  • Tepung terigu 150gr
  • Mentega 150gr
  • Cokelat bubuk 50gr
  • Cokelat batangan 150gr
  • Kuning telur ayam 3 butir
  • Milo bubuk 35gr
  • Vanili secukupnya
  • Kacang tanah yang telah disangrai 150gr
  • Gula pasir halus 150gr
  • Cokelat chip secukupnya
Cara Pembuatannya:

  • Kocok gula pasir halus dengan mentega hingga mengembang, lalu campurkan telur dan kocok kembali, tambahkan vanili secukupnya.
  • Campur cokelat bubuk, milo bubuk, dan cokelat batang yang telah dicairkan ke dalam adonan tadi. Tambahkan juga kacang dan cokelat chip, aduk hingga rata. Terakhir, masukkan tepung terigu.
  • Olesi loyang dengan mentega. Kemudian bentuk adonan bulat-bulat, diameter 3cm, lalu pipihkan dengan garpu.
  • Setelah loyang penuh, panggang ke dalam oven. Setelah matang, biarkan hingga dingin, lalu masukkan ke dalam toples.
Sahabat Ummi...

Jangan lupa, toplesnya dilakban yah, khawatir kue kering choco chip kacang ini bakal tandas sebelum lebaran tiba :D





Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Bagi kita yang berstatus sebagai seorang Ibu, menyusun menu untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini, punya keseruan tersendiri. Setiap anggota keluarga punya selera masing-masing. Tapi, di keluarga kecil saya, yang menjadi perhatian lebih adalah anak-anak yang berpuasa. Ini tahun ke 4 Mbak Nai berpuasa, putri saya yang berusia hampir 9 tahun. Alhamdulillah... puasanya selalu penuh.



Untuk anak seusia dia, udah nggak rewel lagi saat berpuasa. Udah nggak ngileran lagi kalau lihat adeknya Khai yang berusia 4 tahun, makan atau minum sesuatu di depannya. Bahkan, Nai dengan sukarela menawarkan dirinya untuk menyuapkan adeknya makan. Alhamdulillah... kebahagian tersendiri buat saya sebagai orang tua. Di dua tahun pertamanya berpuasa dulu, memang masih rewel banget, saya dan suami harus pinter mensiasatinya. Selain selalu sounding tentang manfaat berpuasa, saya juga menyusun jadwal kegiatan Nai saat Ramadhan. Menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu, agar puasa tak berasa terlalu lama.

Baca: Kreasi Menu Praktis So Good Siap masak

Saya juga selalu berusaha menyiapkan makanan dan minuman yang bergizi, untuk menunjang fisiknya saat berpuasa. Tapi, Mbak Nai tetap aja sering lapar mata. Pengen ada ini itu buat disajikan saat berbuka nanti. Sebenarnya, nggak cuma anak kecil aja yah, kita yang udah tua ini, juga sering begitu. Padahal, pas berbuka nanti, nggak semua dimakan, bahkan kadang jadi mubazir, Astaghfirullah.





Nah, cara menyiasatinya adalah, dengan mengajak serta Nai untuk ikut memilih menu buka puasa, dan terlibat dalam pembuatannya. Asyik juga yah, sekalian ngisi waktu, Nai jadi antusias banget. Seperti saat membuat roti jala. Salah satu kuliner khas Riau yang jadi favorit Nai untuk berbuka puasa. Kali ini, kami membuat roti jala yang berbeda dari biasanya. Biasanya, roti jala disajikan dengan kuah kari atau kuah santan gula merah (bisa ditambahkan dengan durian). Roti jala yang kami buat, kekinian, yaitu roti jala isi nugget stick So Good. Kombinasi, 2 makanan favorit Nai, roti jala dan nugget ayam. Bertemunya kuliner tradisional dengan modern.

Mengapa memilih Nugget Stick Ayam So Good

Hal pertama dan paling utama adalah, bahwa produk So Good halal. So Good siap masak juga punya berbagai varian yang disukai oleh seluruh anggota keluarga, seperti nugget, sosis, bakso, pangsit, dll. Apalagi, Produk So Good terbuat dari daging berkualitas, baik daging sapi, ayam, maupun ikan, dipilih yang terbaik. Jadi, nggak perlu worry deh. Proses pengolahannya menjadi bahan makanan beku juga sangat higienis lho, lewat rangkaian proses yang modern.

Baca: Roti jala kari ayam So Good ayam potong

Bahkan, pengawasan mutunya sangat ketat. Untuk produk seperti So Good Nugget chiken stick dan sejenisnya, udah melewati proses pemasakan pada suhu 170 decel selama nggak kurang dari 3 menit. Lalu, langsung dibekukan dengan cepat untuk menjamin kelezatan, kesegaran, dan kandungan nutrisi dari daging olahannya. Waaaah, gimana nggak jadi pilihan yah. Apalagi, produknya juga mudah banget didapatkan di swalayan terdekat.



Sahabat Ummi...

Udah penasaran banget dong yah, kira-kira bagaimana bahan dan proses pembuatan roti jala isi nugget stick So Good untuk buka puasa. Kita langsung aja masuk ke resepnya yah. Kali ini, Nai minta roti jalanya berwarna hijau.

Roti Jala

Bahan Roti Jala:
  • Tepung terigu protein sedang 200gr
  • Garam 1/2 sdt
  • Minyak sayur 2 sdm
  • Telur 1 butir
  • Air 500 ml
  • pewarna makanan hijau 2 tetes


Cara pembuatannya:

Campurkan seluruh bahan. Aduk hingga rata, kemudian saring, agar adonan menjadi lebih halus. Selanjutnya, panaskan wajan anti lengket, tuang adonan dengan menggunakan cetakan roti jala. Setelah matang, angkat, tidak perlu dibalik yah.






Roti Jala Isi Nugget Stick So Good

Bahan Isi:
  • Nugget stick So Good yang digoreng hingga kuning keemasan
  • Daun selada yang telah dipetik dan dicuci bersih
  • Saus tomat/cabe
  • Mayones
Cara pembuatannya:

Ambil roti jala, lipat menjadi dua bagian dengan mengarahkan kedua sisinya ke tengah. Kemudian, tambahkan daun selada dan juga nugget stick. Gulung sampai habis. Untuk saus, bisa ditambahkan di dalam, di atas, atau di wadah lain (dicocol).




Sahabat Ummi...

Gampang banget yah proses pembuatannya. Untuk kandungan nutrisinya, komplit dong, ada karbo dari roti jala, sayuran, dan juga protein dari nugget stick So Good. Jadi, makan ini dan minum air saat berbuka, udah cukup untuk lambung. Nanti, kalau mau makan nasi, bisa dilakukan setelah shalat tarawih. Sisi positif lainnya, ini adalah edukasi untuk generasi, bahwa masakan rumahan khas Ramadhan seperti roti jala, bisa diolah dengan berbagai jenis makanan lainnya. Jangan sampai, kuliner tradisonal ini tergerus dengan aneka makanan modern lainnya, melainkan berkolaborasi sehingga menghasilkan makanan yang mampu menggoyang lidah di segala usia.





Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Lebaran sebentar lagi nih. Buat mamak-mamak, lebaran nggak hanya mikirin sajian di rumah or kostum. Tapi juga, gimana bisa tampil fresh. Apalagi kalau udah begadang ngerjain ina inu buat persiapan lebaran. Alhasil, kurang tidur dan keletihan bisa bikin wajah terlihat pucat dan lelah banget. Padahal, pengennya kita tetap tampil prima dan terpancar di wajah bagaimana kebahagian kita di hari yang fitri.

Tenaaaaaang... nggak usah bingung. Buat yang setipe dengan saya, yaitu mamak-mamak yang cuma pake bedak dan lip cream sebagai andalan, kita bisa terlihat tetap fresh kok. Nggak perlu make up tebal, cukup dandan ala meghan markle aja eh nggak deh, cukup pake bedak dan lip cream dengan warna nude aja :D

Sahabat Ummi...

Sejak dulu saya sudah mengandalkan kosmetik Wardah, untuk perawatan wajah. Nah, saya kadang memang memakai lip cream, tujuannya untuk menyamarkan bibir saya yang cendrung pucat, maklum sering mendadak anemia. Kalau pas lagi pucet-pucetnya, udah kaya' vampir aja :D
Tapi, untuk warna lip cream, saya memilih yang nude. Tepatnya, Wardah lip cream no. 11. Bener-bener warna bibir banget, so natural.


Mengapa memilih Wardah lip cream?

Selain karena Wardah adalah kosmetik yang jelas kehalalannya, Wardah juga merupakan brand kosmetik yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya terbaik. Yah, setidaknya itulah yang saya rasakan, sebagai seorang pengguna sejak dulu kala. Wardah juga selalu berinovasi dan punya produk yang super lengkap. Mengcover segala kebutuhan kita sebagai seorang perempuan, yang ingin tampil cantik dan sehat. Jadi, butuh produk untuk perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua ada.

Untuk Wardah lip cream sendiri, Selain punya banyak warna shade yang bisa kita pilih, kuas aplikatornya yang cukup pipih bisa mempermudah penggunaannya, termasuk pada bibir yang tipis sekalipun. Nggak makan waktu deh dan hasilnya juga rapih, terlebih ujung kuas meruncing yang juga dapat meminimalisir terbuangnya produk sia-sia.

Untuk teksturnya, Wardah lip cream punya tekstur yang creamy, tapi nggak berasa berat pas dipake, jadi memang nyaman banget untuk digunakan sehari-hari. Kecenya lagi, warnanya pigmented banget dan tahan lama, aman deh klo kita icip makanan dan minuman sana-sini.

Sahabat Ummi...

Sekali lagi, saya pribadi pakai yang no. 11. Tapi, pas di rumah, lebih sering pakai yang no. 9. Warna yang lebih cerah, biar Si Abi lihatnya makin sumringah ^___^