Kulwap Rumbel Menulis Institut Ibu Profesional Pekanbaru Bersama Oci YM



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Maret lalu, saya sempat menjadi narasumber di kuliah online komunitas Institut Ibu Profesional Pekanbaru. Baru ingat hehehe... nggak papa lah yah saya share di sini. Apalagi udah di rangkum oleh pengurus Institut Ibu Profesional Pekanbaru. Saya diundang untuk sharing tentang dunia kepenulisan. O yah, ada yang belum tahu Institut Ibu Profesional?, kalau belum, sekilas aja yah. Institut Ibu Profesional ini didirikan oleh Ibu Septi Peni Wulandari, seorang praktisi home education, pencetus metode jarimatika dan abaca. Lebih lengkapnya, temans bisa googling or main ke websitenya. Bagi yang sering hunting ilmu parenting, saya rasa udah familiar yah :)

Oke deh, langsung ke resumenya aja yah. Siapa tahu bermanfaat juga buat pembaca blog saya ^___^

🌹🌹🌹 *RESUME Kulwap RumBel Menulis IIP Pekanbaru* ☘☘☘

Senin, 20 Maret 2017
20.00 s/d 21.30

Narasumber : Oci YM
Judul : Menulis sampai nanti, sampai mati.
Tempat : grup WA Rumbel Menulis IIP Pkbr

💁🏻 *Selayang pandang pemateri* 📝

Nama : *Oci YM*
Ibu dari dua orang putri ini lahir dan besar di Pekanbaru, Riau.
Alumni dari Magister Manajemen Lembaga Pendidikan dan Pelatihan di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini diusianya yang ke 31 tahun telah menulis 10 buah buku, 11 antologi, dan artikel yang tersebar di media cetak maupun media online.
Selain menulis buku, ia juga aktif sebagai seorang blogger di ociym.net , trainer kepenulisan, dan buzzer.

💻 *Materi kulwap*
# catatan : Materi yang disampaikan bunda Oci YM berbentuk slide gambar, sehingga untuk mempersingkat kami membuatnya dalam bentuk foto hasil capture screenshoot dan akan kami lampirkan setelah resume ini #

📋 *absensi*
Absen kehadiran kelas Kulwap RumBel Menulis, senin 20 Maret 2017
1. Ismi afriyanti
2. Dewi Nm
3. Aditarifa
4. Rahmah
5. Vitry
6. Dinni Fitri
7. Ingviatri
8. ridha
9. Retno
10. Esti
11.tika
12. nisa
13. Pipit yelna
14. Arya

🙋🏻 *Sesi tanya jawab*

1⃣ Tika
Aku mau nanya mbak,
Creative writing dan hand skill writing apa bedanya?

*jawab :*
1. Ini tentang creative writing :http://indonovel.com/naning-pranoto-creative-writing-itu-teknik-menulis/
Langsung dari ahlinya. Untuk hand skill writing, mohon maaf saya belum pernah tahu Mbak 😊

Tanggapan : Ok, thanks mbak oci, jadi creative writing itu teknik menulis ya.

2⃣ Ingviatri
Bagaimana sistematiknya untuk nerbitin sebuah karya tulis? Apa tips biar sebuah karya tulis itu bs di lirik penerbit?

*jawab :*
2. Biasanya penerbit minta kita untuk mengirimkan naskah full, ada juga yang bisa sinopsisnya dulu. Bahkan ada juga yang masih dalam bentuk outline (biasanya untuk yang udah pernah punya buku). Untuk kriterianya, masing-masing penerbit punya, bisa di cek di web mereka.
Tips biar bisa dilirik, pelajari buku yang selama ini pernah diterbitkannya. Jadi, bakal tahu selera penerbit itu seperti apa 😊

3⃣ Rahmah
Kadang ide itu banyak. Tp baru nulis 1 paragraf dah mentok 😂. Nah, Gmn caranya mengembangkan ide mjd sebuah tulisan? Adakah tipsnya?

*jawab :*
3. Mentok itu biasanya karena kurang bahan. Jadi, perbanyak bacaan. Membaca adalah bahan bakar dari menulis. Dengan demikian, ide bisa jadi tulisan utuh

Tanggapan : Makasih bu oci 👍

4⃣ Dewi
Bagaimana caranya bisa nulis? Saya pingin bisa nulis buat di fb mbak.. Pingin nulis2 blm bisa... copy paste aja kadang2 😀

*jawab :*
4. Mulai aja tulis yang ringan-ringan, misalnya tentang keseharian. Apa ada hal yang bermanfaat yang bisa kita share. Misalnya: resep atau tips masakan, parenting, review buku yang udah kita baca, dll. Yang penting, harus PD 😊

Tanggapan : Siap makasih mb oci...harus belajar nulis sikit2 tp konsisten ya mbak 😃.

5⃣ Ismi
Jika sudah menulis, bagaimana mepertahankan disiplin menulis, mba? Kadang dua hari semangat, tiga hari males, hehehe..

*jawab :*
5. Buat jadwalnya. Misalnya, setiap hari menulis selama 1 jam, atau menulis 500 kata setiap hari. Usahakan konsisten.
Gimana biar semangat?
Cek kembali niat kita. Kenapa kita mau jadi penulis?. Apa motivasi kita?. Misalnya: saya menulis karena passion, klo nggak nulis, berasa ada yang kurang. Saya menulis karena semangat untuk berbagi kebaikan, ngumpulin pahala, saya nulis biar rekening nambah dll atau bisa juga main ke toko buku, biasanya bikin semangat klo ngebayangin buku karya kita terpajang di sana 😊

Tanggapan : 😍 terima kasih mba Oci.. Sekarang saja saya langsung bersemangat 😁

6⃣ Adit
Mbak, apa plus minus nya menerbitkan buku secara indie?
Bagaimana menjaga mood ketika akan meyelesaikan tulisan yang agak panjang? Terkadang jika sudah tertulis sebagian lalu  stop, saat melanjutkan lagi 'rasa'nya sudah berbeda 😁

*jawab :*
6. Plusnya, kita nggak perlu kena seleksi penerbit. Minusnya, penjualan kita terbatas.
Sebenarnya masih banyak lagi plus minus menerbitkan buku secara indie. Mohon maaf, bisa googling yah 😊
Cara menjaga mood, gabung dengan komunitas, biasanya bakal saling support.
Rasa beda? Biasanya outline  membantu banget untuk bikin kita tetap stabil 😊

Tanggapan : Siap Mb oci 😘

7⃣ Ingviatri
Saya pengen membekukan ilmu tentang lay out menjadi buku.. biar gak sia2 ilmu yang didpt saat bekerja selama ini.. Penerbit mana yg kira2 bsr peluang nerima ya?

*jawab :*
7. Untuk lebih spesifik, coba cek buku sejenis di tobuk, lalu lihat siapa penerbitnya Mbak. Biasanya penerbit elexmedia komputindo, salah satunya mbak 😊

Tanggapan : 😍😍😍 terimakasih pencerahannya mbak oci..

8⃣ Nisa
Bun,sy mau tanya, sy ada beberapa tulisan berupa novel, tapi belum selesai semuanya. yg sering jadi kendala,seringkali sy buntu, tak ada ide jadi tak bisa nulis jika suasana hati sedang happy. kalau lagi sedih,kecewa biasanya idenya ngalir. bagaimana solusinya ya?

*jawab :*
8. Waaah kereeeen, saya malah belum bisa nulis fiksi. Solusinya, buat outline biar tulisan terarah, trus perbanyak membaca, biar idenya ngalir lagi 😊

Tanggapan : terima kasih bunda oci..iya nih,sejak ada si kecil jadi kurang banget waktu buat membaca.harus mulai rajin lagi nampaknya.kadang jg sy kurang lengkap buat outline jg hehe..
bisa lihat2 blog sy bund, www.sejumputasa.blogspot.com mohon komennya ya bund kalau sempat

9⃣ Riri
Kalau kita sdh punya teman penulis yg buku2nya sdh banyak diterbitkan disebuah penerbit,  apakah dgn rekomendasi teman tsb penerbit bisa menerbitkan tulisan kita? Atau kah tetap melihat kpd "selera" penerbit?

*jawab :*
9. Biasanya tetap melihat selera penerbit mbak, apakah kita layak atau nggak. Tapi besar kemungkinan bisa, kalau kita udah belajar banyak dari teman tersebut dan tulisan kita ikutan oke 😀

Tanggapan : Terimakasih mba 😊

🔟 Esti
Bagaimana tips agar qt PD memposting tulisan qt ke blog / sosmed? Ngerasa ilmu jauh banget.

*jawab :*
10. PD karena apa yang kita tulis, posting, adalah hal yang kita kuasai mbak. Punya referensi tulisan yang valid (bukan hoax). Saya pribadi, awal ngeblog lebih banyak menceritakan pengalaman saya dalam  pengasuhan, share resep masakan, review buku, atau beberapa ilmu yang saya dapatkan saat dibangku kuliah dulu 😊

Tanggapan : Jadi intinya kita menguasai apa yang kita tulis ya mba..

🔷 *Pertanyaan tambahan & info tambahan*

*Ismi* : Kalau urusan tata bahasa, bagaimana mba Oci? Apakah ada tips agar ga banyak kesalahan?

*jawab :*
Rajin cek kamus mbak, atau beli buku pedoman menulis. Saya lagi di luar, nanti kalau udah di rumah saya foto bukunya yah, Bagus buat referensi 😀

*Ismi* : Satu lagi, mba Oci..
Boleh kami diberi tahu judul buku2 mba Oci?
Siapa tahu.. Pas lagi jalan2 di Toko buku kami berpapasan sama bukunya & langsung ingat "eh, ini bukunya mba Oci lho" trus langsung diangkut ke kasir deh.. 😁

*jawab :*
Buku saya yang masih nangkring di gramedia: I Will Survive. Buku yang saya tulis duet dengan penulis asal Tanjung pinang. Buku segmen motivasi remaja.
Untuk yang penasaran dengan buku lainnya, monggo mampir di blog saya www.ociym.net yah 😀
Saat ini, saya sedang nulis buku (masih) segmen motivasi remaja, yang InsyaAllah dijadwalkan terbit tahun ini.
Sekarang, target bisa nerbitin buku, setahun 1 buku. Lebih aktif sebagai blogger 😀

Tanggapan : Contekable nih ibu2..
Target yang ingin diraih dr kegemaran menulis kita.
Seperti materi NHW8 ya..
Do Be Have dan target sepanjang hidup, 5 tahunan dan resolusi tahun baru 😊

*Oci YM* : Banyak yang punya blog kah di sini?  Boleh share, nanti saya kunjungi 😀

*jawab :*
× Ismi : Kebetulan kita baru bikin blog Rumah Belajar Menulis IIP Pekanbaru, mba..
Isinya tulisan dari challenge "Status Inspirasi" yang dibuat oleh anggota rumbel ini.
Jika sudah fix semua karya dicantumkan nanti saya share ke mba Oci ya.. 😊

× Adit : Saya belum punya blog, Mbak. Selama ini nulis di wattpad ☺ boleh di share juga kah? Hehe..

Tanggapan : Kita punya penulis fiksi yang udah keren di wattpad, namanya Kamal Agusta. Buat yang mau nulis genre fiksi, bisa sharing sama dia juga. Cari aja kontak FB nya 😀

🔨🔨🔨 *Penutup*
Terima kasih kami ucapkan dari hati yang paling dalam kepada mba Oci yang malam ini telah berbagi ilmu, semangat dan inspirasi pada kami 😘

*Oci YM*: Siiiiip... Intinya, menulislah, berbagi hal yang postif. Saat ini kita perang konten. Dengan semakin banyaknya konten positif, itu berarti kita ikut serta dalam perbaikan negeri ini 😊
Terimakasih atas undangannya. Barakallah... Sukses terus buat grup ini. Saya mohon maaf kalau kurang maksimal, tidak memuaskan, atau ada kata-kata yang tidak berkenan. 😊

🌹☘🌹☘🌹☘🌹☘🌹☘

Makan Enak Di Oemah Abah Pekanbaru



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Saya mau bahas tentang Pekanbaru nih. Di sini bisnis kuliner semakin bergairah. Terbukti dengan banyaknya pilihan tempat makan keren. Nggak cuma buat ngelepasin rasa lapar dan dahaga. Tapi juga, memenuhi hasrat buat kongkow asyik dan pepotoan bareng keluarga or teman. Salah satunya adalah Oemah Abah. Buat anak gaul di Pekanbaru, kata Abah mungkin udah nggak asing lagi yah. Semua bakal tertuju pada Burger Abah yang legendaris itu.

Ya, Oemah Abah merupakan salah satu lini usaha dari Burger Abah. Tapi, konsepnya adalah sebuah restoran yang hommy. Ala jadul alias vintage. Nggak cuma makanan dan minumannya aja yang rasanya enak dan banyak pilihan, tempatnya juga nyaman, dan instagramable tentunya.



Nah, siang itu saya berkesempatan untuk makan siang di sana. Nyobain menu barunya, yaitu nasi timbel. Ini menu komplit banget, terdiri dari nasi bakar, ayam goreng, empal daging, ikan asin, tahu tempe goreng, sambal terasi, lalapan dan sayur asam. Nikmat!. Untuk minumanya, saya nyobain jus spesialnya Oemah Abah, yang terbuat dari mix stroberi, mangga, dan nenas. Suegeeeer!.




Buat yang nggak pengen makan berat, tenaaaaang. Kamu bisa cemal-cemil asyik di sini. Salah satunya, makan tempe mendoan sambil ngopi. Ataaaau... kamu kelaparan tengah malam? cuuus langsung ke sini aja, karena Oemah Abah buka 24 jam!. O yah, bentar lagi Ramadhan kan. Mau ngadain buka puasa bareng di sini? bisa banget. Fasilitasnya lengkap, ada tempat shalat.




Jadi, Oemah Abah ini recommended banget dah! ^___^


Oemah Abah
Jln. Sultan Syarif Qasim 131 Pekanbaru
Open delivery dan reservasi:
WA: 085264668866
BBM: D709D912
Instagram: @oemahabah

Ngeliwet dan Ngerujak di 3rd Meet Up Kompakers Pekanbaru



Assalamu'alaikum...


Sahabat Ummi...

Udah tahu dong yah, kalau saya tergabung dalam komunitas fotografi Kompakers Pekanbaru. Nah, tanggal 22 April 2017 lalu, kami mengadakan 3rd meet up. Tema kali ini adalah ngeliwet dan ngerujak, ala jadul. Seneng banget, tema kali ini berhasil bikin kami makin akrab, bener-bener berasa aroma kekeluargaannya. Walaupun, ketua yang biasa disebut Bulur dan beberapa teman yang lain berhalangan untuk hadir. Tapi, acara tetap berjalan dengan lancar dan seru banget.


Credit: @adebundo

Di acara ini, konsumsi disiapkan oleh anggota yang tergabung dalam bagian konsumsi. Saya salah satunya, bagian minuman. Duh, masakan teman-teman bener-bener eunaaaak banget, ada ayam bumbu, urap, tahu tempe bacem, sambal terasi, ikan asin goreng, sambal teri jengkol *nulisnya aja air liur saya mau netes :D


credit: @adebundo

Nggak ketinggalan acara tukar kadonya dan pepotoan di booth photo yang udah di dekor oleh salah satu anggota. Walaupun panas terik, yang namanya pepotoan, semua pada semangat :D
Harapannya sih, moga kekompakan kami bisa tetap terjaga, photo makin kece, dapet job dari hobi ini *aamiin doooong

Sampai ketemu di meet up selanjutnyaaaa... InsyaAllah ^__^


Bedah Buku I WILL SURVIVE dalam Peringatan Hari Buku Sedunia di FMIPA UR Pekanbaru


Credit: @mutmuthea

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi... apa kabar, saya baru aja bersih-bersih nih. Blog udah penuh debu karena hampir sebulan nggak dikunjungi. Ada yang menanti postingan saya kah? hahaha... GR

Jadi, laptop saya itu rusak. Buat ngetik, kudu nebeng sama laptop suami. Daaaaan... itu nggak mudah, pas saya nganggur, suami sedang pake. Lha pas suami nganggur, sayanya lagi sibuk yang lain. Kenapa nggak ngetik by HP aja, sudah pasti HP saya bakal dibajak sama anak-anak buat nonton youtube :D

Ya udahlah ya, nikmati dulu aja. Siapa tahu ntar dapet laptop baruuuu *aamiin dooong :D

Apalagi sekarang saya lagi asyik banget pepotoan buat galeri di Instagram *yang belum follow, sok atuh di follow :D

Oke deh, panjang bingit mukadimahnya. Saking banyaknya list buat postingan di blog, saya bingung mau nulis yang mana dulu. Tapi, saya pilih yang masih hangat aja deh, yaitu acara bedah buku I Will Survive dalam peringatan hari buku sedunia yang diadakan oleh FMIPA Universitas Riau (UR). Acara tersebut diadakan kamis, 27 April 2017 bertempat di Auditorium FMIPA UR.



Credit: @mutmuthea

Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Senang sekali bisa berbagi informasi kepada mahasiswa/i yang menyimak dengan penuh antusias. Semoga kelak makin banyak muncul penulis-penulis dari Riau. Aamiin...
Makasih banget buat panitia dan komunitas Kongkow nulis. Setelah sekian lama, saya menginjakkan kaki kembali di UR ini.


Separuh peserta nggak foto, masuk kelas
Credit: @mutmuthea

Ya, saya dulu S1 di sini, tepatnya di FKIP. Jadi, begitu acara ini selesai, ditemani adik kece saya si Mumut, kami keliling-keliling sebentar. Kebetulan di FKIP sedang ada acara festival kebudayaan Jepang. Kami mendatangi stand, Mumut kaya'nya beli sesuatu deh, sedang saya cuma lihat-lihat aja. Walaupun mupeng banget sama miniatur si Conan hahaha...  :D





Trus, nggak afdol dong kalau nggak jajan jajanan jepang. Jadi, saya beli takoyaki di sana. Selanjutnyaaaa makan sate padang hahaha... teteup... itung-itung nostalgia. Dulu suka banget jajan sate pas jaman kuliah. Pengennya juga jajan bakso, siomay, rujak, dll tapi tetiba inget program diet *lol




Makasih banget dek Mumut, walaupun sebenarnya masih pengen keliling-keliling, tapi si Abi dan anak-anak udah otw buat jemput ^___^



Begini Caranya Agar Bisa Sukses Menyusui



Sahabat Ummi...

Di postingan sebelumnya, saya udah bahas gimana bisa sukses menyapih anak dengan metode Weaning With Love (WWL). Jadi, Adek Khai udah nggak ASI lagi di usianya yang hampir 2 tahun 7 bulan. Hmmmm... sebenarnya, sebagai Ummi, sampai sekarang masih berasa kangen gitu sama masa-masa menyusui dulu hahaha.... Rasanya indah banget yah, walaupun nggak mudah. Jangan bilang, buruan tambah momongan lagi, biar ngerasain indahnya masa-masa menyusui :D

Sahabat Ummi...

Setiap Ibu tentu punya kisah tersendiri tentang masa-masa menyusui si buah hati. Seperti saya, saat anak pertama dulu, Mbak Nai. Terlahir di usia yang belum menginjak 9 bulan, karena saya terkena preeklampsi dan akhirnya menjadi eklampsi, membuat ia harus menyicipi sufor. Eklampsi mengakibatkan pandangan saya terganggu, fisik lemah. Nggak cukup sampai di situ, saya diuji kembali dengan bocornya bekas operasi cesar. Saat masa pemulihan, saya berjuang untuk bisa menyusui Mbak Nai. Walaupun ia selalu menolak, seperti bingung puting, dan saya sempat terkena radang payudara (mastitis). Tapi saya nggak menyerah, dan Alhamdulillah berhasil. Mbak Nai bisa ASI hingga genap usianya 2 tahun.

Saat anak kedua, Adek Khai, Alhamdulillah saya diberikan kondisi yang lebih baik. Sempat melakukan IMD, ASI eksklusif hingga 6 bulan, dan menyusuinya hingga hampir 2 tahun 7 bulan. Nggak ada masalah? nggak juga. Masalah yang saya hadapi, seperti nyeri (sore nipple) dan lecet (cracked nipple). Berikut, cara mengatasinya:
  • Memperbaiki posisi menyusui agar nggak terjadi nyeri. Jadi, dengan menggunaka teknik meletakkan puting ke dalam mulut bayi. Caranya gampang, dengan meletakkan bibir bayi sampai menutupi aerola hingga nggak nampak lagi dari luar. Puting diletakkan di atas lidah bayi, sedangkan aerolanya diantara gusi atas dan bawah.
  • Tidak membersihkan puting susu dengan menggunakan minyak, lotion, sabun, alkohol, atau krim lainnya, karena bisa bikin puting iritasi. Cara membersihkannya cukup dengan air bersih atau dioles ASI sendiri ebelum menyusui bayi.
  • Untuk mengatasi lecet pada puting, saat bai mulai menggigit, tekanlah dagu bayi atau pijit hidungnya. Masukkan kelingking kita yang udah dibersihkan, ke dalam mulut bayi, lalu tekan daerah aerola secara perlahan, supaya bayi bisa melepaskan isapannya dengan baik.
Sahabat Ummi...

Nggak sulitkan caranya. Kuncinya sih, kita jangan malas untuk belajar, mencari ilmu supaya bisa menjalani masa-masa menyusui dengan baik. Biar paham bahwa persiapan untuk menyusui itu bisa dilakukan semenjak kita hamil lho. Apa aja persiapannya?

Berniat Untuk Bisa Sukses Menyusui

Berniat adalah hal pertama yang harus kita lakukan. Niatkan bahwa kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyusui si buah hati. Sampaikan niat kita ini kepada suami dan keluarga, agar mereka bisa ikut mensupport kita. Apabila suami atau keluarga ada yang belum paham tentang keutamaan menyusui, edukasi mereka dengan memberikan banyak referensi bacaan atau konsultasi dengan dokter/bidan.

Merawat Payudara Saat Hamil

Jelas dong kalau payudara itu adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh kita. Pascamelahirkan nanti, payudara bakal jadi sumber nutrisi yang pentig banget bagi bayi, yaitu tempat diproduksinya ASI. Nah, perawatan payudara bisa mulai kita lakukan sejak usia kehamilan 6-7 bulan. Berikut, tipsnya yah:
  • Gunakan BH yang berukuran lebih besar dari biasanya, karena pas hamil payudara bakal makin membesar. Pilih yang bahannya nyaman dan bisa menyangga payudara dengan baik.
  • Rajin membersihkan payudara dan puting. Caranya gampang kok, dengan menggunakan air bersih dan lap yang berbahan handuk lembut. Kalau puting masuk ke dalam, puting bisa ditarik keluar dengan cara dipegang diantara dua jari yang dilapisi handuk. Lakukan secara perlahan-lahan dan rutin, setidaknya selama 5 menit.
  • Pada trimester akhir kehamilan, cobalah untuk memijat lembut payudara. Terutama di daerah aerola (yang berwarna gelap) dan sekitar puting, untuk membuka saluran susu.
Memperhatikan Nutrisi

Manfaat dari memperhatikan nutrisi makanan nggak cuma pas hamil aja. Tapi juga buat masa-masa menyusui nanti. Selama masa menyusui, biasanya kita akan memproduksi ASI sebanyak 800-850 ml per hari. Pada umumnya, dalam 100 gram ASI terkandung kalori sebesar 60 kal dan protein sebesar 1,2 gram. Komponen nutrisi tersebut berasal dari sari makanan yang kita konsumsi. Jadi, setidaknya kita butuh asupan kalori sekitar 2.900 kkal. Saat hamil, memperhatikan asupan nutrisi akan membuat kita menjadi terbiasa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat tengah memasuki masa menyusui.

Ketiga hal di atas udah dilakukan, tapi tiba masa menyusui eh ASI malah nggak keluar. Jangan larut dalam kesedihan, tetap berusaha, ikhtiar. Salah satunya bisa mencoba untuk mengkonsumsi ASI Booster Tea. Sahabat saya dan adeknya sudah membuktikannya. Alhamdulillah... dengan mengkonsumsi ASI Booster Tea, ASI nya menjadi melimpah.

Kok bisa?

Iya, karena kandungannya terdiri dari bahan alami herbal, dengan komposisi: fenugreek seed, fenugreek powder, fennel seed, fennel powder, ANISE, cinnan venum, alpinia powder, dan habbatussauda.


Kenapa harus ASI Booster Tea?

Karena keunggulannya:
  1. Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24-72 jam
  2. 100% herbal yang aman untuk ibu dan bayi
  3. Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
  4. Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui


Sahabat Ummi...

Nggak ada salahnya buat dicoba, sebagai salah satu ikhtiar kita. Insya Allah ASI bisa melimpah dan aktivitas menyusui jadi lancar. Info lengkap tentang produknya dan inforasi pemesannnya bisa dilihat di sini:

Website: www.nakibu.com
Facebook Pejuang hASI II (https://www.facebook.com/pejuangasiII ) dan fanpage Best Bunda (http://facebook.com/asi.web.id)
Instagram: @asiboostertea

Resep Wedang Uwuh



Sahabat Ummi...

Buat yang lahir, besar, atau pernah mukim di Jogja, tentu nggak asing lagi dong yah dengan wedang Uwuh. Arti dari wedang adalah minuman, sedangkan uwuh adalah sampah, jadi minuman sampah? eits, bukan begitu. Jadi, wedang uwuh ini dibuat dengan banyak rempah berkhasiat, yang penyajiannya masih ada rempah-rempah tersebut. Rasanya? manis-manis pedes, dan nikmat banget diminum hangat-hangat.

Berhubung suami saya dulu lama di Jogja, jadilah saya cobain bikin. Tapi karena rempah secangnya kurang banyak, jadi warnanya nggak terlalu pekat hahaha... nggak papa lah yah, namanya juga baru pertama kali bikin. Lain kali bikin yang lebih oke. Tertarik buat bikin juga? ini resepnya:

Bahan:

  1. Jahe 
  2. Cengkeh
  3. Bunga cengkeh
  4. Batang cengkeh
  5. Daun cengkeh
  6. Kayu secang
  7. Daun pala
  8. Pala
  9. Kayu manis
  10. Daun kayu manis
  11. Sereh
  12. kapulaga
  13. Gula batu
Cara membuatnya:
  • Jahe dibakar, lalu memarkan tapi jangan sampai hancur
  • Masak air, bila sudah mendidih, masukkan semua bahan.
  • Masak hingga mendidih dengan api sedang, kurang lebih 16 menit
  • Angkat, sajikan di dalam gelas, dan nikmat diminum selagi hangat.
Selamat mencoba ^___^

8 Tahun Blogger Bertuah Berbagi Buku Baru



Sahabat Ummi...

Hari minggu lalu, saya menghadiri syukuran yang diadakan oleh Blogger Bertuah. Komunitas blogger di Riau, yang kini usianya sudah 8 tahun. Menarik, karena yang hadir diharuskan membawa 1 buah buku baru, yang nantinya akan disumbangkan ke salah satu taman bacaan masyarakat di Kuansing. Saya ikut nyumbang dong, kebetulan ada 1 buah buku stok saya I Will Survive.


Sahabat Ummi...

Gabung sama komunitas itu nggak cuma bikin nambah teman, tapi juga ilmu dan bisa jadi penyemangat kala lagi down banget buat ngeblog. Apalagi anggota Blogger Bertuah ini kece-kece, penghasilannya lewat internet udah WOW. Sungguh si Ummi ini mupeng banget hahaha... :D

Oke deh, moga Blogger Bertuah makin maju, dan berkah. Aamiin... ^___^





Mengabadikan Nikmatnya Kuliner Khas Riau Lewat Jepretan ASUS ZENFONE



Sahabat Ummi...

Apa lari yang bikin kita capeeeek banget?

Kalau saya sih jawabannya lari dari kenyataan. Iya, lari dari kenyataan kalau berat badan saya itu jauuuuh banget naiknya dari saat masih single dulu hahaha... Sama sih dengan kebanyakan perempuan yang sebenarnya aneh banget, cita-citanya pengen langsing terus, tapi hobinya malah kulineran, isi sosmednya foto makanan :D

Udah deh, daripada capek lari dari kenyataan, mendingan capek untuk mewujudkan harapan yah. Boleh apa aja motivasinya, tapi motivasi terbaik saya adalah untuk kesehatan. Trus, nggak bisa makan enak, jajan, cemal-cemil pas nongki bareng teman dong?

Eits... siapa bilang. Kita tetap bisa menikmati hidup kok hahaha... Tapi tentu aja dengan batasan-batasan tertentu, lebih memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh kita. Sebaiknya, pilih makanan yang sehat dan punya nilai plus lainnya, seperti kuliner khas daerah. Nilai plusnya apa? selain enak dan sehat, nilai plusnya adalah kita udah ikut melestarikan kuliner nusantara. Amat disayangkan banget kalau sampai generasi muda nggak kenal dengan kuliner khas daerahnya. Apalagi kalau sampai berpikiran bahwa kuliner khas daerah itu identik dengan orang-orang tua, jaman dahulu kala, yang seleranya nggak kekinian. Lebih memilih aneka makanan junk food. Duuuuh sayang banget, padahal kuliner khas daerah itu enak banget lho.

Saya pribadi, memperkenalkan kuliner khas daerah kepada anak-anak bisa dilakukan kapan aja. Misalnya nih, pas pengen makan di luar, lebih memilih kuliner khas Riau. Pas ada acara besar seperti acara pernikahan, sunatan, atau acara adat, yang biasanya ada makanan khas Riau, langsung deh dikasih ke anak dan dijelaskan apa namanya, trus cerita kalau ini makanan khas daerah kita. Yang paling sering, memasak sendiri kuliner khas Riau, dan disajikan kepada keluarga.

Sebagai bentuk dukungan lain dari ikut melestarikan kuliner khas Riau, saya ikut menyebar luaskan informasi kuliner tersebut, salah satunya dengan mengapload foto-fotonya ke sosmed dan menuliskannya di blog. Jelas dong, butuh foto yang menarik. Foto yang bisa bikin orang penasaran dan ngiler buat nyobain. Jadi, butuh kamera kece dong, ala photographer profesional?

Nggak juga, kita bisa mengambil fotonya dengan kamera handphone kok. Hasilnya bisa tetap kece. Kalau nggak percaya, silahkan mampir ke instagram saya hahaha...

Tipsnya, kita kudu kenali kamera handphone kita. Selain itu, untuk pengambilan foto, perhatikan sumber cahaya. Sebaiknya jangan menggunakan flash dan fitur zoom. Carilah angle yang tepat, agar objek bisa terlihat oke. Nggak ada salahnya kalau kita rajin cari referensi foto yang kece di majalah, instagram atau pintrest.

Nah, saya pribadi udah lama banget pake HP ASUS Zenfone, yang varian ASUS Zenfone 4 buat jeprat-jepret macem-macem, termasuk kuliner khas Riau. Udah pada familiar dong yah dengan ASUS Zenfone. Sejak diperkenalkan pertama kali, udah langsung menyita perhatian para pecinta gadged. Gimana nggak, smartphone yang memiliki fitur-fitur canggih dan desain kelas premium ini, ditawarkan dengan harga yang "sangat miring" lho. ASUS Zenfone 4 yang saya punya, memiliki spesifikasi, layar berukuran 4 inchi dengan resolusi WFGA kualitas baik dilengkapi dengan corning Gorilla glass 3, prosesor intel atom Z2520 Dual-core 1,2GHz RAM 1 GB memori internal 8 GB, baterai tipis Li-po 1200 mAh, dan kamera 5 MP Auto focus serta perekam vidio full HD 1080p@30fps.

Nah, dari semua spesifikasi kece yang dimiliki ASUS Zenfone 4, yang jadi bintangnya adalah fitur kamera. Setiap varian Zenfone secara ekslusif udah dibekali dengan PixelMaster Kamera. Apa sih itu?, itu adalah sebuah teknologi penggabungan pixel dan algoritma optimasi gambar. Jadi, bisa meningkatkan sensitifitas terhadap cahaya dan mengurangi noise. Alhasil, foto yang kita ambil bisa lebih berkualitas, kece, dan terang. Nggak masalah mau jeprat-jepretnya siang atau malam hari.



ada buat selfie dan depth of field mode
(kedalaman bidang)


Siapa yang doyan selfie?, ada selfie mode yang bikin foto selfie kita makin kece. Trus, pengen hasil fotonya yang objeknya bisa terlihat tajam dan detail, sekitarnya jadi blur yang halus banget ala kamera fotographer profesional? bisa. Tinggal pakai depth of field mode ajah. Bahkan, untuk varian ASUS Zenfone 5 dan ASUS Zenfone 6, dilengkapi dengan fitur low-light mode buat jepret di dalam ruangan kurang cahaya, dan fitur time rewind untuk mendapatkan foto yang pas, dengan pengambilan beberapa gambar sebelum dan setelah kita menekan tombol shutter.

Oke deh, mending kita langsung aja yah ke fotonya. Berikut adalah kuliner khas Riau yang kenikmatannya saya abadikan lewat foto:

1. Lempuk Durian

Ini semacam dodol gitu. Rasanya manis legit dan enak bangeeeet. Bahan baku utamanya jelas dong durian.


Foto diambil di dalam ruangan



ASUS Zenfone 4


2. Roti Canai

Kuliner nikmat ini, di santap dengan kuah kari yang lezat. Bisa sebagai menu sarapan. Bahan-bahan dan cara membuatnya juga nggak sulit. Jadi, bisa kita bikin sendiri di rumah.


Foto diambil di dalam ruangan

3. Bolu Komojo

Bolu hijau beraroma pandan ini sangat enak. Saat digigit, tekstur di luarnya agak garing, dan di dalamnya lembuuut. Cocok buat teman minum teh saat tengah santai dengan keluarga atau teman.


Foto diambil di dalam ruangan

4. Sempolet

Ini adalah kuliner khas Riau yang mirip dengan papeda di Irian Jaya. Rasanya gurih dengan taburan ebi goreng di atasnya. Ada juga yang sempolet seafood. Hmmmm... yummy banget! udah lengkap dengan sayuran. Dimakan selagi hangat, nikmat!

Foto diambil siang hari di luar ruangan

5. Dadih

Dadih ini adalah fermentasi dari susu kerbau. Jadi, semacam yoghurt gitu. Aroma dan rasanya khas banget. Kandungan gizinya, jangan ditanya, bagus banget buat kesehatan. Cara mengkonsumsinya, dengan kuah berupa santan segar yang dicampur dengan gula merah dan sedikit garam, lalu tambahkan juga emping dari beras ketan.

Foto diambil siang hari di luar ruangan

6. Roti Jala

Roti jala ini bisa disajikan dengan kuah gurih maupun manis. Gurih bila kita menggunakan kuah kari. Sedangkan untuk yang manis, dengan kuah gula merah, bisa juga dikombinasikan dengan durian. Sedaaaap!


Foto diambil malam hari di dalam
ruangan minim cahaya

7. Mi Sagu

Mi sagu ini rasanya enak banget, apalagi kalau pedes. Bisa kita kombinasikan dengan seafood atau potongan bakso, tergantung selera.


Foto diambil malam hari

8. Es Laksamana Mengamuk

Es yang punya nama unik ini adalah kuliner khas Riau yang terbuat dari buah kuini. Aromanya khas dan rasanya asam-asam manis, segaaaaar.


Foto diambil malam hari

9. Manisan Buah Renda

Manisan dari buah renda ini sepintas mirip anggur yah. Tapi, rasanya beda dong dengan anggur. Saya baru pertama kali nyoba manisan ini pas menghadiri Melayu Food Festival 2016.


foto diambil malam hari

10. Kue Hasidah

Biasanya, kue hasidah disajikan pas acara adat seperti perkawinan atau perayaan besar lainnya. Rasanya manis gurih, dengan taburan bawang goreng. Penyajiannya juga dibuat menarik, bisa dibentuk macam-macam.



foto diambil malam hari

 11. Kue Bangkit

Namanya unik yah. Tapi rasanya enak lho. Kue yang terbuat dari tepung sagu ini, biasa juga disajikan sebagai kue lebaran.


 Foto diambil malam hari

Sahabat Ummi...

Gimana? Ngilerkan?. So, kalau jalan-jalan ke Riau, jangan sampai nggak nyobain kuliner ini yah. Trus, jangan lupa untuk dijepret dan share ke sosmed ^_^

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.


Media Online: Kabar Apa Riau, Apa Kabar Dunia



Sahabat Ummi...

Internet bikin pergaulan kita makin luas, benerkan yah. Kita jadi punya teman banyak banget, nggak hanya satu daerah, satu negara, tapi bahkan hingga ke mancanegara. Dunia maya kita juga semakin hiruk pikuk, walaupun saat mengaksesnya, kita tengah duduk santai sambil minum kopi di rumah.

Ada banjir informasi di time line kita. Buat emak-emak seperti saya ini, hidup bukan lagi hanya tentang di mana saya tinggal, rutinitas saya dalam urusan domestik, tapi lebih dari itu. Ibarat sebuah gudang, semakin sulit untuk memilih mana yang akan dijadikan penghuni gudang, dan mana yang seharusnya menjadi penghuni tempat sampah. Sejatinya, gudang itu tempat untuk menaruh barang-barang yang masih akan digunakan, bukan yang nggak lagi berguna. Nyatanya, sampai saat ini masih sering dilema mana yang harusnya menjadi prioritas dan tentunya sesuai dengan kapasitas.

Ada yang samaan?

Saya rasa banyak. Kita jadi terlibat dalam segala isu kekinian. Memenuhi "gudang" kita demi up to date. Apakah salah? tentu aja nggak, selama kita punya pakem, terus bahasa kerennya nggak baper, sehingga menyedot energi kita lebih banyak, dan lalai terhadap tugas utama kita. Sayang banget, kalau kita kalah cerdas dengan teknologi cerdas yang digunakan dalam mengakses informasi.

Memilih sumber informasi

Ini point pentingnya. Jangan melahap semua informasi yang masuk. Harus ada filter agar informasi berkualitas aja yang kita konsumsi. Itu berguna juga untuk menyelamatkan orang lain atas informasi yang akan kita share. Saring sebelum sharing. Nggak banget dong yah, kalau ternyata informasi yang kita konsumsi itu adalah hoax, eh kita malah ikut menyebarkannya pula. Jadi, harus jelas sumber informasinya dari mana. Pilihlah media yang terpercaya, valid, beritanya akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sahabat Ummi...

Di atas, saya udah singgung kalau lingkaran pertemanan saat ini menjadi begitu luas. Saat memperkenalkan diri, menyebutkan kota Pekanbaru dan Provinsi Riau udah banyak yang nggak asing lagi. Teringat dulu, masih banyak yang mengira kalau Pekanbaru itu adanya di pulau Kalimantan atau Sulawesi. Tapi, semenjak boomingnya pemberitaan tentang bencana asap, semua jadi tahu letak geografis Pekanbaru dan Provinsi Riau.

Nggak cuma itu, buat yang mau melancong ke Riau, yang mau melihat peluang investasi di Riau, dan potensi Riau lainnya, informasinya udah mulai melimpah. Semua itu nggak terlepas dari peran citizen journalism. Interaksi personal di sosial media, yang langsung memberikan berita up to date tentang daerahnya. Para blogger yang juga banyak menulis tentang daerahnya. Juga adanya situs-situs online berbasis pewarta warga, baik yang murni di media online aja, maupun yang mempunyai versi media cetaknya.

Menilik media online lokal (daerah)

Saya menghadiri acara Festival Media 2016 bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada tanggal 19 November 2016 lalu, yang diadakan di Pekanbaru. Acara Blogger Community and Indonesian Online Media Gathering, mengangkat tema how to monetize your blog and web. Banyak banget ilmu yang didapatkan. Penjelasan dari Suwarjono selaku ketua AJI, tentang bagaimana saat ini teknologi telah mengubah dunia:
  • Trend media global. Untuk media cetak turun, TV dan radio lebih segmented, sedangkan internet mengalami kenaikan.
  • Terjadi perubahan perilaku pembaca/masyarakat dalam konsumsi berita.
  • Adanya perubahan media dalam memproduksi berita.
  • Perubahan bisnis dan delivery konten.
Lalu, bagaimana menyikapinya?. Di tengah persaingan yang begitu ketat, Jono membagikan 7 kunci penting perubahan, yaitu:
  1. Konten is the king
  2. Delivery is a queen
  3. Home is dead (matinya halaman beranda)
  4. Notive ads hingga ads network
  5. Niche market
  6. Leader bukan follower
  7. Jangan berpikir semua kita kerjakan sendiri
See... hal tersebut tentunya berlaku juga untuk media online lokal. Seperti yang ditanyakan oleh salah satu peserta, tentang bagaimana peluang media online lokal (daerah). Sebenarnya, media online lokal bisa terus eksis di tengah persaingan korporasi besar yang mulai merajai dunia online, intinya adalah profesionalitas. Pengelolaan jangan hanya alakadarnya. Harus terus berkembang secara konten dan bisnis.

Seperti yang dikatakan oleh Jono, bahwa yang utama itu adalah konten is the king. Itu akan mempengaruhi jumlah pengunjung dan loyalitas pembaca. efeknya, tentu saja pada pemasukan utama, yaitu iklan. Sebagai pemain bisnis online lokal, tentunya juga harus mampu memahami pengguna dan pemasang iklannya. Kalau nggak punya karakter dan keunikan tersendiri, web lokal nggak akan dilirik.

Tantangan lainnya adalah bagaimana tetap menjaga kualitas berita. Produksi berita dan informasi bisa jauh lebih banyak, karena adanya kapasitas ruang tak berbatas pada media online. Sayang banget kalau nggak diimbangi dengan sisi kualitas. Udah jadi rahasia umum, banyak media online yang terjebak pada isu-isu sensasional demi mengejar jumlah pengunjung. Memberikan judul berita yang "lebay" bahkan terkadang mengecoh. Isi berita yang cenderung sama dengan di media online lain, bahkan terindikasi melakukan copy pasteSaya pribadi, malah menghindari membaca berita yang judulnya dibuat "heboh" dan memperhatikan siapa pengelola medianya.

Media yang sejak awal menaruh hormat pada reputasi, tentunya memiliki kredibilitas berita. Yah walaupun reputasi dan kredibilitas ini nggak dengan sendirinya bakal memberikan keuntungan finansial  bagi perusahaan. Tapi, saya yakin bahwa media yang setia dengan kualitas, dengan terus memupuk kredibilitas dan integritas akan terus bertahan. Insya Allah...

Kabar apa Riau, apa kabar dunia

Kabar apa Riau hari ini?

Buat yang pengen selalu update tentang daerahnya, atau buat orang luar yang juga nggak mau ketinggalan dengan berita Riau terkini, maka Riaubook.com bisa menjadi salah satu portal berita Riau yang layak untuk kita kunjungi. Dengan tagline: Buku Elektronik Riau, menyajikan kabar dalam bentuk tulisan maupun foto, jadi ibarat pengemasan sebuah buku, maka Riaubook.com adalah sebuah hidangan dalam satu buku online.

Kalau menyinggung tentang profesionalitas, Riaubook bukan portal berita Riau sembarangan. Tapi dikelola dengan profesional, dengan badan hukum penerbit PT. Riau Bukindu Utama (RBU) dengan akte notaris Fitri Nila SH, M.Kn no: 14/2015. Memiliki manajemen yang jelas. Dengan tim peliputan berita yang tersebar di Riau seperti: Pekanbaru, Kampar, Palalawan, Siak, Kuansing, Rohil, Dumai, Bengkalis, Mandau, Rohul, Inhil, Inhu, dan Meranti. Menghasilkan berita yang up to date, terpercaya, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Di usianya yang baru 2 tahun, sebagai portal berita Riau, Riaubook.com telah memiliki pencapaian luar biasa. Riaubook.com masuk jajaran atas website nasional, dan di Riau sendiri menembus empat besar berdasarkan perankingan alexa. Nah, benarkan, seperti pemaparan saya di atas tadi, dengan pengelolaan yang profesional, kredibilitas, integritas, serta dengan membangun dan mempertahankan reputasi baik, media online lokal layak untuk "diperhitungkan". Terlebih, kolaborasi antara manajemen yang baik dengan sumber daya manusia yang baik, yaitu wartawan-wartawan yang profesional, berintegritas, memiliki idealisme untuk memajukan daerah dan bangsa.

Apa kabar dunia?

Ingin tahu kabar dunia hari ini?. Tetaplah stay tune di Riaubook.com, karena nggak cuma ada informasi berita seputar Riau atau nasional aja, tapi juga kabar dari dunia internasional. Semua terangkum dalam konsep buku online Riaubook.com.

Sahabat Ummi...

walaupun secara pribadi saya baru mengenal Riaubook.com, tapi layaknya seseorang yang juga ingin ikut andil dalam membangun "peradapan online" yang lebih baik. Maka, harapan agar media online lokal yang memiliki reputasi baik, bisa tetap "hidup" itu begitu besar. Tahniah untuk Riaubook.com, semoga ke depannya bisa semakin maju, tetap menjadi pustaka Riau untuk dunia.