Roti Jala Kari Ayam Khas Melayu Riau So Good Ayam Potong



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Masih di bulan syawal yah, ada nggak sih yang masih terkenang-kenang dengan hidangan lebaran pertama kemaren?. Atau jangan-jangan masih sering bikin nih, misalnya soto ayam, opor ayam, rendang, dll. Duh... mendadak laper kalau nulis ginian hahaha... :D

Nah, kali ini saya mau berbagi resep salah satu hidangan lebaran khas melayu Riau. Namanya roti jala. Biasanya, roti jala bisa disajikan dengan cita rasa gurih dan juga manis. Gurihnya, kalau kita menggunakan kari, sedangkan manis dengan menggunakan kuah santan gula merah yang juga bisa dikombinasikan dengan durian.

Mau disajikan dua-duanya saat lebaran, oke aja. Kami sekeluarga pada doyan. Tapi, roti jala kari ayam itu pas banget disantap pagi-pagi sebelum kita berangkat shalat Ied. Makan terlebih dahulu sebelum shalat Ied adalah salah satu sunnah.

Trus, bisa nggak sih karinya dibuat selain pakai ayam?. Tentu aja bisa, kalau doyan kambing, bisa kita buat kari kambing. Tapi, karena di rumah lebih doyan ayam, jadi saya bikinnya yang kari ayam. Apalagi nih yah, saya pakainya So Good ayam potong.

Buat yang belum tahu, biasanya So Good itu identik dengan makanan olahan beku seperti nuget, sosis, bakso, pangsit, dll. Seperti resep kreasi So Good siap pakai saya di sini saat Ramadhan lalu. Tapi, sekarang udah ada So Good ayam potong loh. Ayam potong segar yang siap olah!. Nggak diragukan lagi dong yah kualitas dari produk So Good, yang selalu memadukan bahan berkualitas, keahlian, dan juga teknologi yang modern, dengan kontrol kualitas yang ketat.

Masih ragu?

Ini yah saya jabarkan 8 alasan kenapa saya menggunakan So Good ayam potong, yaitu:
  1. Ayamnya berasal dari peternakan modern milik sendiri. Jadi, jelas terjaga banget kualitasnya.
  2. Ayamnya, melalui pembiakan selektif (selective breeding).
  3. Ayamnya dikembangkan dan diseleksi untuk mencapai pertumbuhan yang efisien, menghasilkan daging lebih banyak, nggak mudah sakit.
  4. Ayamnya nggak disuntik hormon.
  5. Ayamnya dipotong di rumah potong ayam bersertifikasi NKF.
  6. Prosesnya berlangsung secara halal, dari awal hingga akhir.
  7. Menggunakan teknologi pembekuan canggih IQF (individually quick frozen), teknologi yang dapat mengunci 4 kualitas ayam segar, yaitu SEGAR, GIZI, RASA, dan BERSIH.
  8. Praktis, tinggal olah tanpa perlu diptong atau dicuci. Ayamnya juga nggak lengket antara satu dengan yang lainnya.
Tuh kan, ini salah satu produk yang bikin Emak-emak makin happy saat melakukan proses masak-memasak. Emang So Good keceeee banget, ngerti banget dengan kebutuhan kita. Tinggal pilih, mau So Good paha dan dada ayam, So Good ayam utuh 10 potong, atau So Good daging sup ayam.


http://dapursogood.id

Sahabat Ummi...

Udah pada penasaran dong dengan resep roti jala dan kari ayamnya. Tenaaaaang... saya bakal kasih lengkap bahan dan cara pembuatannya.

Bahan:

Roti Jala


  1. Tepung terigu 250 gr di ayak
  2. Santan kental dari 1/2 butir kelapa sebanyak 150 ml
  3. Telur ayam 1 butir
  4. Garam 1/2 sdt
Kari ayam

  1. Dada ayam dipotong-potong dadu sebesar 2 cm, sebanyak 300 gr
  2. Santan kental dari 2 butir kelapa sebanyak 1500 ml
  3. Kayu manis 5 cm
  4. Daun kari 2 lembar
  5. Garam 1 sdt
  6. Gula 1/2 sdt
  7. Minyak makan untuk menumis sebanyak 3 sdm
Bumbu kari yang dihaluskan
  1. Cabe besar sebanyak 3 buah
  2. Bawang merah 8 butir
  3. Bawang putih 5 siung
  4. Kapulaga 4 butir
  5. Kunyit 3 cm
  6. Jahe 3 cm
  7. Lengkuas 2 cm
  8. Jintan 2 sdt
  9. Ketumbar 3 sdt
  10. Adas 1 sdt
Cara Membuatnya:

Roti Jala

  1. Masukkan semua bahan ke dalam wadah
  2. Aduk hingga semua tercampur rata
  3. Panaskan teflon, olesi mentega, dan bentuk adonan dengan cetakan roti jala. Kalau nggak punya cetakan, bisa menggunakan plastk segitiga, lalu lobangi ujungnya. Bentuk seperti jala, lalu gulung atau lipat segitiga.


Kuah Kari Ayam
  1. Panaskan wajan, masukkan minya goreng. Lalu, tumis bumbu halus, kayu manis, dan daun kari, hingga harum
  2. Masukkan ayam, garam, dan gula. Tumis
  3. Lalu, masukkan santan. Masak hingga matang. Setelah matang, matikan kompor, kari siap disajikan dengan roti jala.



Gimana? Gampang banget kan. Roti jala kuah kari bisa menjadi salah satu alternatif hidangan di hari lebaran. Jadi, nggak perlu jauh-jauh ke tanah melayu sini, Sahabat Ummi bisa menyajikannya sendiri di rumah.




Sahabat Ummi...

Punya resep andalan atau khas daerah yang berbahan dasar ayam?, boleh dong ikutan berbagi resep juga. Pakai So Good Ayam potong dong tentunya. Selain bisa menginspirasi, juga bisa dapet hadiah lho! karena ini dilombakan. Hadiahnya banyaaaak, saya mupeng banget dengan kamera mirrorless, kebayang deh gimana asyiknya jeprat-jepret makanan pakai kamera itu, selama ini cuma pakai HP hihihi....

Info lengkapnya ada di sini. Buruan ikutan yaaaa :D

Bebas Anyang-anyangan dengan Ekstrak Buah Cranberry Dari Uricran



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Sewaktu liburan lebaran kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan ke Sumatera Barat. Kami mengunjungi beberapa destinasi wisata populer di sana, seperti Jam Gadang, pantai Padang, pantai Carocok, dan istana Pagaruyung. Domisili saya di Pekanbaru, jadi perjalanan kami tempuh lewat jalur darat. Nah, dulu saya paling ogah nih menggunakan moda transportasi inih. Pengennya pakai yang cepat sampai ke tujuan aja deh. Itu karena, saya sering bolak-balik ke toilet. Kebayangkan repotnya, harus sering berhenti buat nyari toilet.

Rasanya sungguh nggak nyaman banget. Akhirnya saya googling deh buat nyari informasi, eh ternyata masalah saya itu disebut dengan anyang-anyangan, yaitu suatu kondisi pas sedikit-sedikit, sering, dan disertai rasa sakit saat buang air kecil. Hayoooo ada yang pernah ngerasain juga nggak? Untung saya cepet cari tahu. Kalau sampai abai, efeknya bisa berkembang menjadi infeksi saluran kemih. Risiko terburuknya, bisa menyebabkan kerusakan ginjal, karena infeksi ginjal akut atau kronis, terutama nih pada anak-anak.



Pas tahu bahwa perempuan memiliki risiko terkena anyang-anyangan mencapai 50% sepanjang hidupnya. Bahkan bisa berulang kali hingga bertahun-tahun. Saya panik, duh, jangan sampai deh yah. Tentu saya harus segera mencari solusinya. Daaaan ternyata, banyak usaha preventif yang bisa di lakukan, seperti dengan menjaga kebersihan daerah kemaluan. Cara membersihkannya harus benar, dari depan ke belakang. Kita juga harus rajin mengganti pakaian dalam, jangan sampai lembab. Selain itu, gunakan pakaian yang nyaman, nggak ketat. Kita juga harus memperbanyak minum air putih.

Itu aja cukup?

Ternyata ada cara yang lebih efektif, yaitu dengan mengkonsumsi buah cranberry, yang ternyata sejak dahulu kalanya udah digunakan dalam pengobatan, seperti mencegah sariawan, meningkatkan sistem imun tubuh, dan anti oksidan.  Gimana nggak, buah yang tergolong dalam tanaman semak atau tanaman liar ini, punya kandungan yang beragam dan bermanfaat, seperti: kadar vitamin C yang tinggi, serat makanan, mineral, flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin, serta senyawa fitokimia yang merupakan salah satu sumber anti oksidan polifenol, baik bagi jantung dan dapat mencegah kanker.

Pada tahun 2004, tepatnya di bulan april, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, mengijinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai anti bakteri. Sehingga dapat menjaga kesehatan saluran kencing. Berdasarkan hasil uji klinis, karena di dalamnya mengandung proantocyanidin yang fungsinya untuk mencegah, dan menangkap bakteri E-Coli yang menempel pada dinding sel epitel saluran kemih, dan membuangnya bersama air kecil.




Masalahnya, di Indonesia buah ini sulit untuk ditemukan. Tapi untungnya ada ekstrak buah cranberry dengan rasa yang enak, praktis tinggal seduh, yaitu Prive Uri-can. Jadi, ada 2 macam, yaitu Prive Uri-can yang berbentuk kapsul, dan Prive Uri-can plus, yang nggak hanya mengandung ekstrak buah cranberry, tapi juga 60 mg vit C, 0,1 mg bifidobacterium bifidum.




Alhamdulillah... masalah anyang-anyangan bisa teratasi. Jadi, saya nggak pernah khawatir lagi kalau jalan-jalan jauh lewat jalur darat. Buat yang punya masalah yang sama, cobain uricran yuk.



Suatu Hari di Istana Pagaruyung



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Seperti yang udah saya katakan di postingan sebelumnya, setelah jalan-jalan ke pantai Padang, pantai Carocok, bahwa tujuan jalan-jalan kami selanjutnya adalah istana Pagaruyung di Batusangkar. Kurang lebih 2 jam kami sampai ke lokasi, perjalanan dari Bukit Tinggi. Lokasi Istana Pagaruyung ini berada di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Ini pertama kalinya saya ke Istana Pagaruyung yang disebut juga dengan istano basa, yang artinya istana besar.



Ada kisah menarik dari istana ini, yaitu pernah mengalami beberapa kali kebakaran, terakhir pada tahun 2007, akibat disambar petir. Sekitar 35% benda-benda bersejarah dan dokumen dan koleksi istana Pagaruyung lainnya nggak dapat diselamatkan. Pembangunan kembali istana ini juga memakan waktu sekitar 5 tahun, dengan menelan biaya 19,7 M.




Jadi, selain istana ada beberapa bangunan lain di lokasi ini, yaitu diantaranya adalah Tabuah Larangan yang berjumlah dua buah. Tabuah pertama bernama Gaga Di Bumi yang dibunyikan kalau terdapat peristiwa yang besar seperti bencana alam, kebakaran, tanah longsor, dll. Tabuah kedua bernama Mambang Diawan yang dibunyikan khusus untuk memanggil Basa Nan Ampek Balai (Dewan Empat Menteri) yaitu Tuan Titah di Sungai Tarab, Tuan Kadi di Padang Ganting, Tuan Indomo di Saruaso, Tuan Mankudun di Sumanik, Tuan gadang di Batipuh serta Tigo Selo (Raja Alam, Raja Adat, Raja Ibadat) untuk mengadakan rapat.




Sahabat Ummi...

Untuk dapat masuk ke area istana Pagaruyung ini, kita harus membeli tiket dulu. Orang dewasa dikenakan biaya sebesar 7.000 rupiah, sedangkan anak-anak sebesar 5.000 rupiah. Memasuki halaman depan, ada banyak badut yang siap untuk diajak foto-foto, termasuk para tukang foto kelilingnya. Nggak cuma itu, di sana tersedia banyak permainan anak-anak, seperti becak kecil, kereta keliling, naik kuda, menangkap ikan, dll. Jadi, jangan khawatir anak bakal bosen pas di sana. Buktinya, saat saya tengah asyik menjelajah istana ini, anak-anak juga asyik main di luar plus jajan, karena banyak banget orang yang berjualan di sekitar sana hahaha... :D




Untuk masuk ke istana, kita diminta untuk melepaskan alas kaki. Daaaan... yang menjadi perhatian saya pertama kalinya tentu detil arsitekturnya yang cakeeeeep banget. Ukiran khasnya begitu indah. Barang-barang peninggalannya, ada senjata, perkakas pertanian, perkakas rumah tangga baik yang terbuat dari kuningan maupun keramik, dan ada juga pakaian adat. Jumlahnya nggak banyak sih yah, karena 65% habis terbakar.




Istana Pagaruyung ini terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 disebut dengan anjuang rajo babandiang. Sedangkan lantai 2 disebut anjuang paranginan, dan lantai 3 disebut mahligai. Walaupun deg-deg an pas menaiki tangganya yang berderik saat diinjak, saya tetap memberanikan diri untuk menjelajahi istana ini hingga ke lantai 3. Nggak sia-sia, selain bisa tahu semua isi istana, saya juga bisa menikmati pemandangan sekitar istana diketinggian, tampak lebih indah tentunya.

 Dari jendela depan lantai 3

Dari jendela belakang lantai 3



Lantai 1






Lantai 2





Lantai 3





Selanjutnya, saya menuju ke bangunan belakang istana yang terhubung langsung dengan istana, melewati labirin yang biasa disebut selasar. Ternyata bangunan itu adalah dapur istana.





Puas melihat-lihat dan foto-foto, anak-anak juga udah main, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju Pekanbaru. Sebenarnya, pengen nyobain pakai pakaian adat Minang yang bisa disewa di sini, untuk foto-foto. Tapi, karena rame banget, kapan-kapan aja deh :D

Indahnya Pantai Carocok di Painan Sumbar


Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Ini masih lanjut yah postingan liburan kemarin :D

Jadi, setelah ke Pantai Padang, kami keesokan harinya pergi ke pantai Carocok di Painan. Dari tempat kami menginap, kurang lebih 2 jam an perjalanan. Kami sempat melewati jembatan Siti Nurbaya. Pagi hari, masih sepi, ada banyak perahu dan kapal yang berlabuh. Pemandangan yang nggak saya temukan di Pekanbaru, begitu juga dengan rumah-rumah penduduk yang tampak di bukit-bukit. Indah... yah, menjadi kesatuan pemandangan yang indaaaah banget.

Lalu, kami juga melewati teluk bayur. Masih pagi, jalanan belum terlalu ramai. Jalan yang kami lalui berada diperbukitan. Pemandangannya MasyaAllah... indah banget, hamparan laut, pepohonan hijau. Cuma yah agak serem juga yah, khawatir kalau hujan takutnya longsor or ada pohon tumbang, hiiiiiy. Tapi, membayangkan keindahan pantai Carocok, rasa takutnya ditahan hahaha...

Sesampainya di pantai Carocok, ternyata eh ternyata udah ramai ajah pemirsah. Maklum, udah hampir tengah hari. O yah, untuk menuju ke lokasi, nggak sulit kok. Ada papan penunjuk arah, trus kalau nggak mudeng juga, plis atuhlah pake GPS ajah :D


Untuk masuk ke lokasi pantai, kita dikenakan karcis per orang sebesar 5.000 rupiah. Lalu, menyusuri jembatan yang panjang dan indah. Kece banget buat foto-foto. Airnya juga jernih banget, karena masih di pinggir pantai. Batu-batu karang, rumput laut, dan beberapa ikan yang tengah berenang bisa terlihat jelas.





Kami lalu menyewa tikar untuk tempat duduk. Anak-anak jelas dong yah udah nggak sabar mau main air. Jadi, Abinya langsung menyewa pelampung, dengan harga 10.000 rupiah. Nah, tempat ini memang pasnya untuk anak-anak. Sedangkan bagi orang dewasa yang ingin mencoba berbagai permainan air, salah satunya seperti banana boat, bisa menyeberang ke pulau kecil di sana, yang bernama pulau cingkuak. Cukup membayar 25.000 rupiah saja untuk dapat sampai ke pulau Cingkuak.




Sahabat Ummi...

Puas bermain air, ganti pakaian, dan makan, kami lalu melanjutkan perjalanan. O yah, seperti tempat wisata lainnya, di sekitaran pantai Carocok ini juga punya fasilitas lengkap, ada penginapan, tempat makan, dan penjualan sauvenir. Anak-anak cuma beli topi di sana, trus pakaian yang ada tulisan pantai Carocoknya gitu :D


Setelah memeriksa semua barang bawaan, kami masuk ke dalam mobil. Bayar parkir sebesar 50.000 rupiah, tujuan kami berikutnya adalah kembali ke Bukit Tinggi. Daaaaaan... ternyata suasana mencekam sempat kami alami juga. Jalanan macet, hujan turun dengan lebatnya, hari mulai gelap, ditambah posisi macet yang lama banget itu pas kami lagi di posisi perbukitan. Dengan pemandangan laut dan jurang. Sepanjang jalan, berdo'a semoga perjalanan kami dimudahkan. Beneran khawatir banget saya kalau sempat terjadi longsor atau pohon tumbang.

Itu tebing yang di bawahnya laut

Alhamdulillah... perjalanan kami di mudahkan. Lewat tengah malam, akhirnya kami sampai juga di Bukit Tinggi. Kembali menginap di rumah orang tua adek ipar saya. Rencananya, esok kami akan kembali ke Pekanbaru, tapi pengen mampir dulu ke lembah Harau, salah satu tempat wisata terkenal di Sumbar. Sayangnya, karena dapat informasi kalau di sana pasti ramai banget. Akhirnya, kami memutuskan untuk ke Istana Pagaruyung saja ^__^



Sunset di Pantai Padang

Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Selamat Hari Raya Idul Fitri yah 1438 H yah bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin kalau ada tulisan saya yang bikin nggak nyaman di hati :)

Ada cerita apa di lebaran kali ini?

Saya pribadi, punya banyak cerita yang ingin saya bagi. Lebaran kali ini, beda dengan lebaran sebelumnya, yang biasanya kami nggak kemana-mana. Cuma silaturahmi ke rumah sanak saudara dan tetangga. Tapi lebaran ini, karena liburnya panjang, kami sempat jalan-jalan ke Sumbar, tepatnya Bukit Tinggi, Padang, dan Batusangkar.

Sebenarnya, buat orang yang nggak tahan pergi lama lewat jalur darat seperti saya ini, bisa dibilang jalan-jalan kali ini prestasi. Demi menyenangkan hati anak-anak, yah walaupun sebenarnya Umminya juga emang butuh piknik hahaha... Gimana nggak, di liburan panjang gini, jelas di Sumbar bakal rame bangeeeet, jalanan bisa macet panjang. Jadi, kami putuskan untuk berangkat di hari lebaran pertama. Setelah selesai mengunjungi keluarga, sore kami langsung berangkat ke Sumbar, tujuannya Bukit Tinggi.

Sampai di Bukit Tinggi sekitar jam 11 malam. Alhamdulillah... sekarang udah ada sanak-saudara di sana, yaitu orang tua adek ipar. Jadi, kami nginap di rumah mereka. Kebetulan, adek dan adek ipar juga lagi mudik ke sana. MasyaAllah... pas bangun pagi, rasanya bedaaaa banget. View nya itu lho, pas buka jendela, terpampanglah pemandangan yang indah banget. Ada kolam di depan rumah, hamparan sawah berwarna hijau, dan bukit-bukit yang terlihat jelas.




Hawanya yang sejuk, bikin makin betah di atas kasur. Tapi, nggak bisa dong santai-santai di atas kasur, karena anak-anak udah nggak sabar mau ke pantai. Akhirnya, selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan. Tujuan kami selanjutnya adalah pantai Padang. Sebelumnya, nggak afdol kalau udah di Bukit Tinggi nggak main dulu di Jam Gadang. Walaupun udah beberapa kali ke sini, tempat ini tetap harus dikunjungi. Terlebih, cuma butuh waktu 15 menit aja dari rumah adek ipar ke Jam Gadang.




Di Jam Gadang, anak-anak dan abinya langsung naik delman, keliling. Saya dan omanya belanja dulu di pasar sana. Pagi itu, masih belum terlalu ramai. Tapi, pengunjung nggak berhenti berdatangan. Puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Sore sekitar pukul 15.30 wib kami sampai di pantai Padang. Setelah shalat di masjid sekitar sana, kami lalu mencari tempat untuk duduk. Ahamdulillah... walaupun ramai, tapi kami masih bisa mendapatkan tempat parkir dan tempat untuk bersantai. Ada lokasi yang pedagangnya menyediakan payung-payung besar dan kursi, nggak jauh dari bibir pantai. Setelah memesan makanan dan minuman, anak-anak langsung menarik Abinya untuk main air.




Taplau Pantai Padang, begitu masyarakat sana menyebutnya. Taplau adalah singkatan dari tapi lauik alias tepi laut. Pantai Padang ini lumayan panjang. Kita tinggal pilih mau nongkrong di mana. Tempatnya asyik, lumayan bersih lah. Kalau bersih banget, itu ngak mungkin yah, pengunjungnya rame, kesadaran untuk nggak buang sampah sembarangan itu masih rendah. Apalagi nggak nemu tempat pembuangan sampah di sana.




Jadi, di sana bisa ngapain aja?. Kita bisa duduk-duduk santai, ngemil, foto-foto, kejar-kejaran ombak, main layangan, atau main kereta terbang (maaf saya nggak tahu namanya). Walaupun hari cerah dan panas, tapi anginnya kenceng. Untuk makanan, harganya terjangkau banget, nggak berlebihan. Trus bisa main air nggak? bisa. Yah itu dia, kejar-kejaran ombak, buat ngorbanin kaki yang bakal basah dan berpasir.




Awalnya, Mbak Nai dan adek Khai gitu. Celana panjangnya digulung, trus mereka main ombak bareng Abinya. Lama-lama, nggak tahan juga lihat pasirnya, yah walaupun pasirnya nggak putih bersih, tapi anak-anak tetap mupeng buat main. Nah, pas asyik main, datanglah ombak yang lumayan gede, alhasil mereka basah kuyup. Ya udah deh, biar mereka puas-puasin mainnya. Padahal lumayan repot, karena nggak ada tempat untuk membilas badan dan ganti pakaian. Terpaksa harus menggunakan kamar mandi masjid di seberang. Banyak anak-anak yang berganti pakaian di sana.



Matahari udah berangsur tenggelam. Tapi, sayaaaaaaang banget, nggak bisa lihat sunset nya. Trus nggak bisa duduk santai, karena riweh ngurus anak-anak hahaha... Cuma bisa lihat dikit, jadilah yah :D



Malamnya, kami memutuskan untuk mencari penginapan. Daaaaan... ini susah bangeeeet, banyak yang udah full. Tapi, Alhamdulillah dapet, walaupun harganya lumayan hihihi... Soale, cuma buat tidur aja, pagi-pagi kudu lanjut lagi ke Pantai Carocok di Painan. Pantai lagi? iyaaaaa, anak-anak masih belum puas :D


Red Velvet, Cake Cantik di Hari Lebaran



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Lebaran nanti, udah ada rencana mau menyajikan cake apa?. Ada beberapa cake yang biasanya saya buat, seperti cake ketan hitam kukus, cake pisang, atau cake tape. Nggak hanya untuk konsumsi sendiri atau disajikan ke para tamu yang datang, tapi juga sebagai hantaran ke rumah orang tua. Nah, lebaran ini pengen menyajikan cake yang berbeda, seperti Red Velvet.

Udah pada tahu dong yah cake red velved? Cake cantik yang sampai sekarang masih belum kehilangan pesonanya. Bahkan, banyak produk yang bisa kita temukan dengan menyantumkan red velvet sebagai varian rasanya, sebut saja es krim, kopi, dan milkshake. Saya sempat penasaran, dari manakah asal cake merah yang lezat ini.

Ternyata, hasil dari googling, rad velvet ini sudah ada sejak tahun 1940-an, masa perang dunia kedua. Jadi, cake ini disajikan untuk tentara Amerika. Ini adalah hasil kreativitas para chef, yang saat itu mengalami kesulitan untuk mendapatkan pewarna makanan. Alhasil, digunakanlah buah bit yang banyak terdapat di sekitar sana. Hasilnya, warna merah pekat yang cantik!. Lalu, cake ini makin populer hingga ke belahan dunia lain sejak muncul di film Still Magnolias, pada tahun 1989. Saat sang pengantin pria di dalam film ini membawakan cake red velvet dalam bentuk armadillo kepada sang pengantin wanita.

Sebenarnya, apa sih keistimewaan red velvet dibandingkan cake yang lainnya?, selain warna merahnya yang seksi, cake ini memiliki krim olesan yang berbeda. Biasanya, krim olesan cake terbuat dari mentega putih atau krim putih telur/maringue. Tapi red velvet, krimnya menggunakan cream cheese yang dipadukan dengan sedikit gula bubuk, vanili, sehingga rasanya ada sensasi asam, manis, dan gurih. Cakenya sendiri memiliki tekstur yang lembab. Kebayangkan enaknya.

Sahabat Ummi...

Tertarik untuk membuat cake legendaris ini?, berikut bahan dan cara pembuatannya yah, saya ambil dari resep Mbak Endang di http://www.justtryandtaste.com/2013/03/red-velvet-cake-versi-kukus-yang-ini.html



Untuk 3 lapis cake dengan ukuran loyang 23x23x10 cm

Bahan A (anda bisa menggunakan 1/2 resep bit di bawah):
- 200 gram bit merah
- 250 ml air

Bahan B:
- 4 butir telur ukuran sedang
- 100 gram susu cair
- 25 gram krim kental, bisa menggunakan dairy dan non dairy cream
- 1 buah jeruk lemon, peras airnya

Bahan C:
- 220 gram mentega/butter
- 200 gram margarine
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanila ekstrak 
- 1 sendok makan pasta pewarna merah (saya menggunakan 1 1/2 sendok makan dan warna cake terlalu menyala, anda bisa kurangi sesuai selera anda)

Bahan D (ayak jadi satu):
- 400 gram tepung terigu protein rendah
- 35 gram coklat bubuk, saya pakai Bensdorp 
- 20 gram susu bubuk
- 1 sendok teh baking powder double acting
- 1/2 sendok teh garam

Topping cream cheese:
- 250 gram cream cheese, biarkan cream cheese disuhu ruang agar lembut jika cream cheese terlalu kaku dan keras
- 100 gram mentega, suhu ruang
- 150 gram gula halus (haluskan gula pasir dengan blender)
- 100 gram krim kental pilih yang non dairy cream
- 1 sendok teh vanilla ekstrak
- 1 sendok teh rhum essence (optional)

Cara membuat:
  • Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan margarine. Taburi bagian sisi-sisi loyang dengan tepung. Alasi bagian dasar loyang dengan kertas baking, olesi permukaan kertas dengan margarine. Potong kertas lebih panjang dibandingkan loyang sehingga ada bagian kertas yang masih keluar dari dalam loyang, sisa kertas sebagai pegangan dan memudahkan kita saat akan mengeluarkan cake dari loyang. 
  • Siapkan kukusan, beri air yang banyak dan panaskan hingga mendidih. Anda juga bisa memanggangnya di suhu 170'C. 
  • Rebus bit dan air hingga bit menjadi lunak dan matang. Masukkan bit ke dalam blender dan proses hingga halus. Sisihkan hingga bubur bit menjadi benar-benar dingin. Ambil 70 gram adonan bit untuk membuat cake, anda hanya memerlukan 70 gram saja. 
  • Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, margarine dan gula pasir, kocok dengan kecepatan rendah hingga adonan tercampur baik, kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi sedang dan kocok hingga mentega dan margarine berubah warna menjadi putih, mengembang dan pekat. Anda bisa lihat mentega dan margarine yang tadinya padat dan tidak terlalu banyak volumenya, berubah menjadi kembang dan ringan. Jika anda menggunakan tipe mikser seperti yang saya gunakan, naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi untuk mempercepat proses. 
  • Ketika adonan  telah mengembang (membutuhkan waktu sekitar 5 - 8 menit jika menggunakan mikser seperti saya dan akan lebih singkat waktunya jika anda menggunakan mikser heavy duty),masukkan pasta pewarna dan lanjutkan mengocok hingga perwarna tercampur baik. Matikan mikser. 
  • Dalam mangkuk terpisah, masukkan bahan B: telur, 70 gram bubur bit, susu cair, air jeruk lemon dan krim kental. Aduk hingga rata.
  • Hidupkan mesin mikser, gunakan kecepatan paling rendah. Masukkan larutan telur dan ayakan tepung terigu secara bergantian. Gunakan sendok sayur untuk memasukkannya, sambil adonan terus dikocok hingga tercampur baik.
Note: porsi adonan sangat banyak, pekat dan kental. Ada kemungkinan adonan akan naik ke gagang pengocok. 
  • Kocok hingga adonan tercampur baik, segera matikan mikser. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing seberat 500 gram. Masukkan masing-masing bagian adonan di loyang, karena saya hanya memiliki 1 loyang maka saya mengukus cake secara bergantian. Jika anda menggunakan baking powder double acting maka cara ini bisa dilakukan, karena baking powder jenis ini bereaksi ketika adonan dipanaskan. Jika anda menggunakan baking powder single acting sebaiknya cake langsung di kukus/dipanggang dan jangan menunggu terlalu lama.
  • Kukus cake selama 30 menit. Jika anda menggunakan kukusan biasa, tutup permukaan kukusan dengan kain baru ditutup dengan penutupnya. Jika anda menggunakan kukusan klakat seperti yang saya lakukan maka anda tidak perlu menggunakan kain karena uap air akan mengalir turun dari tepi kukusan, tidak langsung menetes di atas permukaan cake. 
  • Jika cake telah matang (test dengan tusuk gigi),  keluarkan dari kukusan dan biarkan hingga benar-benar dingin di dalam loyang. Saran saya, masukkan ke dalam kulkas, suhu dingin membuat cake menjadi padat dan tidak mudah hancur saat dikeluarkan dari dalam loyang. Angkat kertas baking yang menjulur keluar loyang dan balikkan cake, lepaskan kertas dengan hati-hati. 
  • Lakukan pada semua adonan, saya harus mengukusnya selama 3 kali untuk mendapatkan 3 lapis cake. Untungnya dengan baking powder double acting, semua cake berhasil dengan baik. Hanya sayangnya saya tidak sabar menunggu dingin, membuat cake menjadi retak dan remah saat saya paksa keluar loyang saat kondisinya masih hangat. 

Membuat topping cream cheese   


  • Masukkan cream cheese ke dalam mangkuk mikser, kocok dengan kecepatan sedang hingga menjadi adonan yang lembut. Tambahkan mentega, gula bubuk, vanila, rhum, dan krim kental, lanjutkan mengocok hingga menjadi adonan yang kental. 
  • Adonan yang terbentuk pekat, kental dan mudah untuk disapukan ke cake.  
  • Letakkan selapis cake di wadah datar, lapisi dengan topping cream cheese merata ke seluruh permukaan cake. Tumpukkan cake berikutnya, lapisi kembali dengan cream cheese, terakhir tumpukkan lapisan cake ketiga dan lapisi seluruh permukaan cake dengan cream cheese. 

Kreasi Menu Praktis Kesukaan Keluarga Untuk Buka dan Sahur dengan SO GOOD Siap Masak



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Apa kabar dapur Ramadhannya? masih tetap ngebul atau udah nyerah dengan beli jadi aja? hehehe... Namanya menyiapkan menu untuk buka dan sahur, buat para Emaks, ada tantangan tersendiri yah. Muter otak, menu apa yang bakal disukai oleh keluarga. Kriterianya, nggak cuma enak, tapi nutrisinya terpenuhi, memasaknya praktis, dan bahannya nggak bikin anggaran belanja untuk memasak jadi membengkak.

Udah pernah nyobain SO GOOD siap masak belum?. Sepertinya, udah pada familiar dong yah dengan produk SO GOOD, seperti nuget, sosis, bakso, pangsit, dll. Nah, aneka SO GOOD siap masak tadi, bisa jadi andalan kita lho sebagai menu berbuka maupun sahur. Kenapa harus SO GOOD?, karena seluruh produk SO GOOD itu terbuat dari daging yang berkualitas, baik daging sapi, ayam, maupun ikan, dipilih yang terbaik. Proses pengolahannya menjadi aneka makanan beku juga higienis, melalui rangkaian proses yang modern. 

Trus, pengawasan mutunya juga ketat. Untuk produk seperti SO GOOD chicken nugget dan sejenisnya, udah melewati proses pemasakan pada suhu 170 decel selama nggak kurang dari 3 menit. Lalu, langsung dibekukan dengan cepat untuk menjamin kelezatan, kesegaran, dan kandungan nutrisi dari daging olahannya. Jadi, berbagai produk SO GOOD itu sesuai dengan slogannya: IS VERY GOOD.

Sahabat Ummi...

Saya mau berbagi nih, resep dapur Ramadhan. Tentunya dengan menggunakan produk SO GOOD. Ini kesukaan banget, terutama anak-anak saya. Kalau bilang mau masak SO GOOD, Mbak Nai yang lagi belajar berpuasa, langsung makin semangat. Apalagi kalau disajikannya pas santap sahur. Biasalah, anak yang lagi belajar puasa itu, paling susah pas bangun sahur. Sahurnya pake ekspresi ogah-ogahan. Tapi, kalau disajikan SO GOOD langsung melek deh :D

Kita langsung ke resepnya aja yah. Di sini, saya menggunakan 2 varian SO GOOD siap masak, yaitu SO GOOD pangsit udang dan SO GOOD Sosis Premium Sausage Garlic.


Roti Gulung Goreng Isi Sosis SO GOOD




Ini kesukaan anak-anak. Bisa disajikan pas berbuka puasa. Mengenyangkan, menjelang makan berat setelah ibadah tarawih. Rotinya yang kres, dengan sosis lezat dan lelehan keju di dalamnya. Mantaaaap!





Bahan:
  • Roti tawar dipipihkan dengan menggunakan rolling pin.
  • 1 buah sosis SO GOOD
  • Keju quick melt
  • Tepung panir
  • telur yang dikocok lepas
  • Minyak untuk menggoreng
Cara membuatnya:
  1. Roti tawar dipipihkan dengan menggunakan rolling pin.
  2. Letakkan sosis SO GOOD dan keju quick melt di bagian ujungnya.
  3. Gulung roti tersebut hingga sosis dan kejunya tidak terlihat lagi. Rekatkan dengan menggunakan kocokan telur.
  4. Masukkan gulungan roti tadi ke dalam kocokan telur.
  5. Gulingkan ke dalam tepung panir. 
  6. Goreng hingga kuning kecoklatan.
  7. Matiklan kompor, sajikan dengan diiris-iris.
Untuk pelengkapnya, sediakan saos cabe, saos tomat, dan mayonais.



Nasi Goreng Sosis SO GOOD





Nasi goreng adalah salah satu makanan favorit anak-anak. Di bulan puasa seperti ini, kadang Mbak Nai pengen nasi goreng untuk menu berbuka ataupun sahur. Nggak masalah, gampaaaang... kan ada Sosis SO GOOD.





Bahan:
  • 1 siung bawang putih
  • 1 siung bawang merah
  • Nasi secukupnya
  • 1 sosis SO GOOD
  • 1 batang daun bawang
  • 1 butir telur
  • Gula dan garam secukupnya
  • Kecap secukupnya
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng
Cara membuatnya:
  1. Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah diiris-iris, hingga harum.
  2. Masukkan sosis SO GOOD yang telah diiris bulat-bulat. Tambahkan gula dan garam secukupnya.
  3. Masukkan nasi, masak hingga nasi berderai. Tambahkan kecap manis secukupnya.
  4.  Terakhir, masukkan irisan batang daun bawang.
  5. Di wajan lain, goreng telur mata sapi. 
  6. Sajikan nasi goreng di dalam piring. Tambahkan telur mata sapi, dan irisan tomat. 
Biar lebih komplit, bisa juga ditambahkan irisan timun dan beberapa lembar daun selada. Tapi, sayangnya Mbak Nai nggak doyan.


Tahu Kuah Kuning Sosis SO GOOD





Pas puasa gini,  rasanya seger banget kalau konsumsi makanan yang berkuah yah. Bagus untuk menambah cairan tubuh, bikin makin semangat buat nelan di waktu sahur. Saya suka dengan irisan bumbunya, rasanya khas saat digigit langsung, bukan dihaluskan. Ini favorit saya bangeeeeet :D



Bahan:
  • 5 buah tahu putih
  • Sosis SO GOOD
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabe merah
  • 5 cm jahe
  • 5 cm kunyit
  • 5 cm lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai
  • 3 batang daun bawang
  • Gula dan garam secukupnya
  • Minyak 5 sdm untuk menumis
  • Air 1500 ml
 Cara membuatnya:
  1. Tahu putih dibagi 2 dengan membentuk segitiga
  2. Iris bawang merah, bawang putih, cabe merah, jahe, kunyit, dan lengkuas.
  3. Bumbu yang diiris tadi di tumis dengan menambahkan daun salam, daun jeruk, dan batang serai yang sudah digeprek. Tumis hingga harum.
  4. Masukkan air. Lalu masukkan tahu dan juga sosis SO GOOD. Tambahkan gula dan garam secukupnya.
  5. Setelah mendidih, masukkan irisan batang daun bawang.
  6. Setelah matang, matikan api kompor, angkat dan sajikan.
Kalau mau lebih pedas, bisa menambahkan irisan cabe rawit lho.


Sup Sayur Pangsit Udang SO GOOD





Ini satu lagi menu berkuah yang seger banget, kesukaan anak-anak. Menggunakan pangsit udang SO GOOD. Praktis banget karena di dalam kemasannya udah disediakan bumbunya. Biar makin komplit, saya menambahkan sayuran.

Bahan:
  • 1 bungkus pangsit udang SO GOOD
  • 1 buah wortel
  • 1 buah labu siam
  • 2 batang daun sop
  • 1 batang daun bawang
  • 2 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah kapulaga, 2 buah bunga lawang, 1 buah cengkeh, 1 batang kecil kayu manis.
  • Merica bubuk secukupnya
  • Gula dan garam secukupnya
  • Minyak 5 sdm
  • Air 2000 ml
Cara membuatnya:
  1. Masukkan air ke dalam panci. Masukkan wortel dan labu siam yang telah diiris-iris. Tambahkan kapulaga, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, merica, gula dan garam.
  2. Di wadah terpisah, goreng bawang merah dan bawang putih yang telah diiris-iris.
  3. Setelah wortel dan labu siam matang, masukkan pangsit So GOOD. Masak selama 2 menit aja, beserta bumbunya.
  4. Terakhir, masukkan bawang merah dan bawang putih goreng, juga irisan batang daun bawang dan daun sop.
  5. Matikan api kompor, lalu sajikan supnya.

Tumis Kangkung Terasi Sosis SO GOOD 

Ini tumis kangkung kesukaan suami. Nikmat banget dimakan hangat-hangat, dengan nasi hangat, dan air hangat. Sosis SO GOOD bikin rasanya makin mantap :D



 Bahah:
  • Sosis SO GOOD
  • Kangkung 1 ikat kecil
  • 2 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 buah cabe merah
  • 2 cm terasi udang
  • 1 bantang daun bawang
  • gula dan garam secukupnya
  • Air 200 ml
  • Minyak 5 sdm
 Cara membuatnya:
  1. Bawang merah, bawang putih, dan cabe merah dihaluskan.
  2. Tumis bumbu halus tadi hingga harum, tambahkan terasi, gula dan garam.
  3. Masukkan sayur kangkung, lalu sosis SO GOOD. Setelah layu, tambahkan air.
  4. Setelah matang, masukkan batang daun bawang yang telah diiris-iris. Matikan kompor, angkat, dan sajikan.

Sahabat Ummi...

Buanyak lagi masakan lain yang bisa kita kreasikan dengan menggunakan produk SO GOOD siap masak. Semua tergantung selera. Setidaknya, resep di atas adalah kreasi menu praktis kesukaan anak-anak saya untuk buka dan sahur. Pokoke, SO GOOD IS VERY GOOD aaaaah! ^___^